Memelihara dan Meningkatkan Etos Kerja

Membangun,   Memelihara   dan Meningkatkan                                       ETHOS KERJA “Etos kerja dapat di artikan seb...



Membangun,  Memelihara  dan Meningkatkan                            

        ETHOS KERJA

“Etos kerja dapat di artikan sebagai pandangan bagaimana melakukan kegiatan yang bertujuan mendapatkan hasil atau mencapai kesuksesan”
Etos kerja sangat di perlukan oleh kita sebagai insan yang hidup di dunia ini yang  hanya menyediakan dua pilihan antara Mencintai pekerjaan atau Mengeluh setiap hari.
Jika kita tidak bisa mencintai pekerjan , maka kita hanya akan memperoleh “5 – ng” : ngeluh, ngedumel, ngegosip, ngomel, ngeyel.
Dalam urusan etos kerja, bangsa indonesia sejak dulu di kenal memiliki etos kerja yang kurang baik, sampai pada jaman pendudukan Belanda mereka menyebut kita dengan sebutan yang mengejek, in lander pemalas.
Begitupun selama perjalanan bangsa ini salah satu faktor yang menyebabkan krisis multidimensi Indonesia sejak tahun 1997 adalah merajalelanya etos kerja yang buruk. Di bidang ekonomi, masyarakat lebih mengutamakan ekonomi rente daripada ekonomi riil, sebuah cerminan etos kerja yang ingin cepat kaya tanpa kerja keras.
Di bidang birokrasi untuk bias duduk di jabatan tertentu harus menyogok, yang mencerminkan etos yang mengutamakan jabatan demi uang dan kekuasaan daripada prestasi dan pelayanan publik. 
Dibidang pendidikan, ijazah bias dibeli asal ada uang, merupakan cerminan etos buruk yang menginginkan gelar tanpa kompetensi.
Sebagai perbandingan, kita dapat mengutip etos jepang dan jerman. Jepang terkenal dengan etos samurai, (1) bersikap benar dan bertanggung jawab, (2) berani dan ksatria,          (3) murah hati dan mencintai, (4) bersikap santun dan hormat, (5) bersikap tulus dan sungguh – sungguh, (6) menjaga martabat dan kehormatan, dan (7) mengabdi pada bangsa.
Bagaimana dengan Etos Kerja Bangsa Indonesia?
Pada kenyataan dan umumnya, dari hasil pengamatan terhadap etos kerja negatif di Indonesia, Mochtar Lubis dalam bukunya Manusia Indonesia [1977], ‘etos kerja’ orang Indonesia adalah :
(1) Munafik atau hipokrit. Suka berpura-pura, lain di mulut lain di hati;
(2) Enggan bertanggung jawab. Suka mencari kambing hitam;
(3) Berjiwa feodal. Gemar upacara, suka dihormati daripada menghormati dan lebih mementingkan status daripada prestasi;
(4) Percaya takhyul. Gemar hal keramat, mistis dan gaib;
(5) Berwatak lemah. Kurang kuat mempertahankan keyakinan, plinplan, dan gampang terintimidasi.
Dari kesemuanya, hanya ada satu yang positif, yaitu (6) Artistik; (dekat dengan alam)
Dan karena hal tersebut bangsa Indonesia kini sudah menjadi bangsa paria di dalam pergaulan internasional. Utang semakin banyak, korupsi marajalela dan tidak mampu menangani bencana dalam negeri. Contohnya saat bencana di Aceh dan Nias, menjadi cermin yang nyata betapa miskin dan tidak berdayanya bangsa ini. Mengurus rakyat hampir tidak mampu tetapi KKN jalan terus.
Melihat kenyataan ini, dan  sebagai bentuk keperdulian sudah sepantasnya mengkampanyekan etos kemana – mana. Karena kita harus yakin dari seluruh bangsa Indonesia, tidak semua memiliki etos yang buruk. Misalkan ada pendapat yang mengatakan bahwa masih ada yang mempunyai hati nurani, memikirkan kepentingan orang banyak, dan bersedia berkorban.
Atas kenyakinan seperti itulah diperlukan upaya memperkuat etos sebisa mungkin dengan merumuskan motivasi kerja. Itulah akar yang membentuk etos kerja dengan memaknainya secara sistematis sebagai berikut :
1.    Kerja adalah rahmat, apapun pekerjaan kita entah pengusaha, pegawai kantor, sampai buruh kasar sekalipun, adalah rahmat dari tuhan. Bakat dan kecerdasan yang memungkinkan kita bekerja adalah anugrah.
2.    Kerja adalah amanah, etos ini membuat kita bias bekerja sepenuh hati dan menjauhi tindakan tercela, misalnya korupsi dalam berbagai bentuknya

3.    Kerja adalah panggilan, kerja adalah keharusan untuk mengabdi.

4.    Kerja adalah aktualisasi, meski kadang membuat kita lelah bekerja merupakan cara terbaik untuk mengembangkan potensi diri dan membuat merasa “ada” bagaimanapun sibuk bekerja jauh lebih menyenangkan daripada duduk bengong tanpa pekerjaan.

5.    Kerja adalah ibadah, tak perduli apa pun agama atau kepercayaan , semua pekerjaan yang halal merupakan ibadah.

6.    Kerja adalah seni, bekerja dengan enjoy seperti halnya melakukan hobi;

7.    Kerja adalah kehormatan, seremeh apa pun pekerjaan kita, itu adalah sebuah kehormatan.

8.    Kerja adalah pelayanan, bekerja adalah pengabdian kepada sesama


Dengan adanya komitmen yang dimulai dengan merumuskan etos seperti itu, setidaknya menunjukkan adanya tekad memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik.
Etos kerja sangat penting untuk memperkuat bangsa dari sudut kerja, karena semua bidang kehidupan seperti bisnis, politik, sosial, dan sebagainya sebenarnya bergulat pada sebuah dunia yang disebut kerja. Ada pekerja politik, pekerja bisnis, pekerja sosial, pekerja birokrasi, yang semuanya menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk pekerja.
Rendahnya etos Indonesia juga diperparah dengan negatifnya keteladanan yang ditunjukkan oleh para pemimpin. Mereka merupakan model bagi masyarakat yang bukan hanya memiliki kekuasaan formal, namun juga kekuasaan nonformal yang justru sering disalahgunakan.
Etos mencakup sikap terhadap waktu, kerja, dan masa depan yang kemudian membentuk sehimpunan perilaku khas individu atau organisasi. Pada tingkat internasional sudah dibuktikan bahwa maju tidaknya peradaban sebuah bangsa ditentukan oleh etosnya.

Aspek-Aspek Etos (Etika) Kerja
Setiap manusia memiliki spirit (roh) keberhasilan, yaitu motivasi murni untuk meraih dan menikmati keberhasilan. Roh inilah yang menjelma menjadi perilaku yang khas seperti kerja keras, disiplin, teliti, tekun, integritas, rasional, bertanggung jawab dan sebagainya. Lalu perilaku yang khas ini berproses menjadi kerja yang positif, kreatif dan produktif.
Sederhananya  ada empat pilar yang sesungguhnya bertanggung jawab menopang semua jenis dan sistem keberhasilan yang berkelanjutan (sustainable success system) pada semua tingkatan yang dikenal dengan  konsep Empat Darma Keberhasilan Utama, yaitu:
1.    Mencetak prestasi dengan motivasi superior
2.    Membangun masa depan dengan kepemimpinan visioner.
3.    Menciptakan nilai baru dengan inovasi kreatif.
4.    Meningkatkan mutu dengan keunggulan insani.

Etos (etika) kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
1.           Agama
Adanya korelasi positif antara sebuah sistem kepercayaan tertentu dengan kemajuan ekonomi, kemakmuran, dan modernitas.
2.           Budaya
Sikap mental, tekad, disiplin dan semangat kerja masyarakat juga disebut sebagai etos budaya. Kemudian etos budaya ini secara operasional juga disebut sebagai etos kerja. Kualitas etos kerja ditentukan oleh sistem orientasi nilai budaya masyarakat yang bersangkutan. Masyarakat yang memiliki sistem nilai budaya maju akan memiliki etos kerja yang tinggi. Sebaliknya, masyarakat yang memiliki sistem nilai budaya yang konservatif akan memiliki etos kerja yang rendah, bahkan bisa sama sekali tidak memiliki etos kerja.
3.   Sosial politik
Tinggi atau rendahnya etos kerja suatu masyarakat dipengaruhi juga oleh ada atau tidaknya struktur politik yang mendorong masyarakat untuk bekerja keras dan dapat menikmati hasil kerja keras mereka dengan penuh.
4.   Kondisi Lingkungan (geografis)
Adanya indikasi bahwa etos kerja dapat muncul dikarenakan faktor kondisi geografis. Lingkungan alam yang mendukung mempengaruhi manusia yang berada di dalamnya melakukan usaha untuk dapat mengelola dan mengambil manfaat, dan bahkan dapat mengundang pendatang untuk turut mencari penghidupan di lingkungan tersebut.
5.   Pendidikan
Etos kerja tidak dapat dipisahkan dengan kualitas sumber daya manusia. Peningkatan sumber daya manusia akan membuat seseorang mempunyai etos kerja keras. Meningkatnya kualitas penduduk dapat tercapai apabila ada pendidikan yang merata dan bermutu, disertai dengan peningkatan dan perluasan pendidikan, keahlian dan keterampilan,

6.   Motivasi intrinsik individu
Individu memiliki etos kerja yang tinggi adalah individu yang bermotivasi tinggi. Etos kerja merupakan suatu pandangan dan sikap, yang tentunya didasari oleh nilai-nilai yang diyakini seseorang. Keyakinan ini menjadi suatu motivasi kerja, yang mempengaruhi juga etos kerja seseorang

Etos Kerja dalam Islam
Sesungguhnya dikotomi antara "kerja" dengan "belajar" tidak perlu terjadi. Karena, apabila kita menghayati ikrar kita secara mendalam pada proposisi "Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in" dalam surat Al-Fatihah, maka dunia kehidupan kaum Muslimin bernuansa ibadah yang sangat kental. Dalam firman-Nya yang lain, Allah mengatakan, "Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, melainkan untuk beribadah," (QS Adz-Dzariyat, 51 : 56). Sehingga, jelas-jelas tidak ada pemisahan antara yang sakral dengan yang profan, yang duniawi dengan yang ukhrawi.
Ketika mengomentari ayat, "Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad (perjanjian) itu" (QS Al-Ma'idah, 5 :1), Raghib Isfahani, sebagaimana dikutip Seyyed Hossein Nasr (1994) mengatakan bahwa perjanjian-perjanjian itu meliputi perjanjian-perjanjian antara Tuhan dan manusia, yakni kewajiban-kewajiban manusia kepada Tuhan; [perjanjian antara manusia dan dirinya sendiri; dan [perjanjian] antara individu dan sesamanya.
Dari uraian tersebut, tanggung jawab terhadap kerja berarti kesiapan untuk bertanggung jawab di hadapan Yang Mutlak karena kerja adalah saksi bagi semua tindakan manusia. Dalam ushuluddin disebut-sebut perihal konsep ma'ad atau qiyamah yang bila diterjemahkan dalam keseharian akan sangat mendukung sekali terhadap profesionalisme dalam bekerja.

"Kerja berkaitan erat dengan doa dan hidayah bagi semua masyarakat tradisional dan kaitan ini dirasakan dan diaksentuasikan dalam Islam. Shalat dan kerja memiliki keterkaitan yang prinsipal. "Di sana hubungan antara shalat, kerja, dan amal saleh selalu ditekankan.”
Implikasi praktisnya adalah bahwa sebagaimana kita mencoba khusyu dalam shalat, maka begitu pula dalam bekerja kita mencoba untuk meng-khusyu'-kan diri. Dalam bahasa bisnisnya, berusaha bersikap lebih profesional.

Pada dasarnya jika mengacu pada etos kerja islam sangatlah dominan sekali dan hampir sama hanya yang membedakan adalah individu nya, bagaimana mereka melakukan etos kerja secara konsistensi tanpa mengenal kata puas dan berhenti, terus menerus mengembangkan kemampuan serta rasa nasionalisme yang sangat tinggi.

Satu Perbandingan :  Etos kerja Bangsa Jepang

Salah satu hal yang meladasi pembaharuan di jepang adalah sikap mereka dalam mempertahankan kebudayaan     dan etos kerja. Meskipun mereka menjadi bangsa yang maju, namun nilai – nilai dasar masyarakat jepang tidak pernah hilang. Nilai – nilai itu terangkum dalam konsep filosofis seperti Bushido dan Kaizen.
Di Jepang semua komponen digerakkan untuk melakukann perubahan demi mencapai kepuasan terhadap masyarakat.

Ada karakteristik khas jepang yang mendorong bangsa ini maju antara lain :
1.    Bangsa jepang menghargai jasa orang lain;
2.    Orang jepang menghargai hasil pekerjaan orang lain;
3.    Setiap orang harus berusaha.
4.    Orang jepang mempunyai semangat yang tidak pernah luntur, tahan banting, dan tidak mau menyerah.
5.    Jepang adalah bangsa yang menghargai tradisi dan memegang teguh kebudayaan yang telah di wariskan oleh pendahulunya.
6.    Kehausan yang tidak pernah puas akan pengetahuan.





Bangsa jepang memiliki etos dan budaya kerja yang unik. Menurut mereka :
·         Bekerja adalah untuk kesenangan, bukan sekedar untuk mendapatkan gaji. Tentu saja orang jepang juga tidak bekerja tanpa gaji atau di gaji yang rendah, tetapi kalau gajinya lumayan orang jepang bekerja untuk kesenangan;

·         Harus mendewakan langganan. Okyaku sama ha kamisama desu’  langganan adalah tuhan’, pribahasa ini dikenal oleh semua orang jepang. Dan sudah menjadi motto.

·         Bisnis adalah perang. Orang jepang yang di dunia bisnis menganggap bisnis sebagai perang yang melawan dengan perusahaan lain. Budaya bisnis jepang lebih mementingkan keuntungan jangka panjang.


Ada beberapa sifat positif yang dimiliki bangsa jepang yang patut dicontoh dan membuat mereka maju, berkembang sangat pesat :
·         Kerja keras,
·         Budaya kerja,
·         Semangat kerja,
·         Disiplin,
·         Loyalitas,
·         Cerdik meniru,
·         Rasa malu,
·         Inovasi,
·         Kebersamaan,
·         Pantang menyerah,
·         Hemat,
·         Menjaga tradisi,
·         Perana perempuan,
·         Rapi dan bersih,
·         Gesit,
·         Jujur,
·         Efisien,
·         Patriotic,
·         Sederhana



Seperti  kita ketahui  bahwa bangsa Jepang terkenal dengan sebutan bangsa yang masyarakatnya memiliki etos kerja yang luar biasa dalam hal kerja keras, disiplin tinggi dan tetap memegang teguh budaya leluhurnya seiring dengan kemajuan di berbagai bidang IPTEK. Masyarakat Jepang betul-betul menghayati  bahkan menerapkan falsafah “bushido”(etos para samurai), yang secara harfiah bushido itu berart berasal    dari Bu berarti Senjata, Shi berarti Orang (Bushi : Orang yang dipersenjatai atau dikenal sebagai prajurit), dan Doyang artinya Jalan / The Way of Life.  Sehingga makna Bushido dapat diartikan sebagai Jalan Prajurit dan Bushido sendiri akhirnya dikenal sebagai karakter dasar budaya kerja bangsa Jepang.



7(tujuh ) prinsip dalam Bushido :

(1) Gi : keputusan benar diambil dengan sikap benar berdasarkan kebenaran, jika harus mati demi keputusan  itu, Matilah dengan gagah, terhormat,
(2) Yu : berani, ksatria,
 
(3) Jin : murah hati, mencintai dan bersikap baik terhadap sesama,

(4) Re : bersikap santun, bertindak benar,

(5) Makoto : tulus setulus-tulusnya, sungguh-sesungguh-sungguhnya, tanpa pamrih,

(6) Melyo : menjaga kehormatan martabat, kemuliaan,
 
(7) Chugo : mengabdi, loyal. 

Prinsip bushido ini sekalipun awalnya diterapkan dikalangan para prajurit saja, namun perputaran waktu yang membawa Jepang menjadi bangsa yang maju adalah bukti bahwa bushido dapat diterapkan dalam segala aspek, termasuk para wirausaha, birokrat dan kaum cendekiawan serta seluruh lapisan masyarakat. Karena bushido adalah karakter budaya kerja asli Jepang.


Etos sebagai keyakinan yang berfungsi sebagai panduan tingkah laku bagi seseorang, sekelompok, atau sebuah institusi. Keberhasilan individu ataupun institusi biasanya didasari dengan etos kerja yang sangat kuat. Oleh sebab itu etos kerja menjadi penting untuk menjadi dasar dalam memulai bekerja.Untuk menumbuhkan etos kerja di lingkungan.
Etos kerja juga merupakan  totalitas kepribadian dirinya serta caranya mengekspresikan, memandang, meyakini dan memberikan makna ada sesuatu, yang mendorong dirinya untuk bertindak dan meraih amal yang optimal sehingga pola hubungan antara manusia dengan dirinya dan antara manusia dengan makhluk lainnya dapat terjalin dengan baik. Etos kerja berhubungan dengan beberapa hal penting seperti: Orientasi ke masa depan, menghargai waktu , tanggung jawab, Hemat dan sederhana, Persaingan sehat.

Secara umum, etos kerja berfungsi sebagai alat penggerak tetap perbuatan dan kegiatan individu sebagai seorang pengusaha atau manajer. Fungsi etos kerja adalah:
(a)   Pendorang timbulnya perbuatan
(b) Penggairah dalam aktivitas
(c)   Penggerak, seperti; mesin bagi mobil, maka besar kecilnya motivasi yang akan menentukan cepat lambatnya suatu perbuatan.

Cara Menumbuhkan Etos Kerja :
1. Menumbuhkan sikap optimis :
- Mengembangkan semangat dalam                 diri
- Peliharalah sikap optimis yang telah dipunyai
- Motivasi diri untuk bekerja lebih maju
2. Jadilah diri anda sendiri :
- Lepaskan impian
- Raihlah cita-cita yang anda harapkan
3. Keberanian untuk memulai :
- Jangan buang waktu dengan bermimpi
- Jangan takut untuk gagal
- Merubah kegagalan menjadi sukses
4. Kerja dan waktu :
- Menghargai waktu (tidak akan pernah ada ulangan waktu)
- Jangan cepat merasa puas
5. Kosentrasikan diri pada pekerjaan :
- Latihan berkonsentrasi
- Perlunya beristirahat
6. Bekerja adalah sebuah panggilan Tuhan

Aspek Kecerdasan yang Perlu Dibina dalam Diri, untuk Meningkatkan Etos Kerja :
1.   Kesadaran : keadaan mengerti akan pekerjaanya.
2.   Semangat : keinginan untuk bekerja.
3.   Kemauan : apa yang diinginkan atau keinginan, kehendak dalam bekerja
4.   Komitmen : perjanjian untuk melaksanakan pekerjaan (janji dalam bekerja).
5.   Inisiatif : usaha mula-mula, prakarsa dalam bekerja.
6.   Produktif : banyak menghasilkan sesuatu bagi perusahaan.
7.   Peningkatan : proses, cara atau perbuatan meningkatkan usaha, kegiatan dan sebagainya dalam bekerja.
8.   Wawasan : konsepsi atau cara pandang tentang bekerja




Dalam hidup, kadang kita memang harus melakukan banyak hal yang tidak kita sukai. Tapi kita tidak punya pilihan lain. Tidak mungkin kita mau enaknya saja. Kalau suka makan ikan, kita harus mau ketemu duri. Dalam dunia kerja, duri bisa tampil dalam berbagai macam bentuk. Gaji yang
kecil, teman kerja yang tidak menyenangkan, atasan yang kurang empatik, dan masih banyak lagi. Namun, justru dari sini kita akan ditempa untuk menjadi lebih berdaya tahan.



Dalam urusan etos kerja, bangsa Indonesia sejak dulu dikenal memiliki etos kerja yang kurang baik. Di jaman kolonial, orang-orang Belanda sampai menyebut kita dengan sebutan yang mengejek, in lander pemalas. Ini berbeda dengan, misalnya, etos Samurai yang dimiliki bangsa Jepang. Mereka terkenal sebagai bangsa pekerja keras dan ulet.

Namun, pekerja keras sama sekali berbeda dengan workaholic. Pekerja keras bisa membatasi diri, dan tahu kapan saatnya menyediakan waktu untuk urusan di luar kerja. Sementara seorang workaholic tidak. Kondisi kerja yang menyenangkan adalah kerja bareng semua pihak. Bukan hanya bawahan, tapi juga atasan. Sering seorang atasan mengharapkan bawahannya bekerja keras, sementara ia sendiri secara tidak sengaja melakukan sesuatu yang melunturkan semangat kerja bawahan. contoh, atasan yang mengritik melulu jika bawahan berbuat keliru, tapi tak pernah memujinya jika ia menunjukkan prestasi.

Secara manusiawi hal itu akan menyebabkan bawahan kehilangan semangat bekerja.  Buat apa bekerja keras, toh hasil kerjanya tak akan dihargai. Ingat, pada dasarnya manusia menyukai reward.

Demikian tulisan ini Saya persembahkan semayta untuk membakar semangat dan menggiring semua untuk menjiwai pekerjaan dan berusaha mengerjakannya dengan hati yang tulus dengan niatan yang kuat untuk ibadah.  Bekerja-bekerja dan terus bekerja adalah sebuah fenomena besar yang akan Kita tuangkan di era perubahan untuk menyongsong globalisasi dan persaingan yang sangat begitu hebat
“SALAM SEMANGAT..TERUS BERKARYA…DAN MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DIRI DALAM SETIAP KESEMPATAN”




Catatan Biodata Penulis  :
Fungsional Widyaiswara di Balai pelatihan Tenaga KUMKM Jawa Barat, putra ke-12 dari Keluarga Pasangan KH Mansoer Almarhum dan Hj. E. Mastiharah lahir di Kuningan Jawa Barat pada 14 Januari 1970.  Penulis sedang menempuh jenjang pendidikan S2 IKOPIN mengambil konsentrasi Manajemen Koperasi, serta memiliki hobi menulis sejak SMA dengan kompetensi pengajaran : Kewirausahaan, Manajemen Koperasi, Kelembagaan dan Pemberdayaan Masyarakat serta Manajemen Usaha Kecil






COMMENTS

Nama

ABCGM Jabar,2,Artikel,3,Bahan Ajar,1,Berbagi Tips,2,Ide Bisnis,1,Motivasi,6,Networking,4,Opini Kewirausahaan,1,Serba-Serbi,2,Sharing,8,Sharing WUB,1,
ltr
item
Kangahro.com: Memelihara dan Meningkatkan Etos Kerja
Memelihara dan Meningkatkan Etos Kerja
https://3.bp.blogspot.com/-OY9HYKhnl1Y/WOsArQBBgVI/AAAAAAAAQcs/qwkNLzjKmEA64a4qNgXlXAZ0lb5wwTIGACLcB/s320/Memelihara%2Bdan%2BMeningkatkan%2BEtos%2BKerja.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-OY9HYKhnl1Y/WOsArQBBgVI/AAAAAAAAQcs/qwkNLzjKmEA64a4qNgXlXAZ0lb5wwTIGACLcB/s72-c/Memelihara%2Bdan%2BMeningkatkan%2BEtos%2BKerja.jpg
Kangahro.com
http://www.kangahro.com/2014/10/memelihara-dan-meningkatkan-etos-kerja.html
http://www.kangahro.com/
http://www.kangahro.com/
http://www.kangahro.com/2014/10/memelihara-dan-meningkatkan-etos-kerja.html
true
3561313002391049541
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy