Manajemen Bisnis KUD

 

Manajemen Bisnis KUD

Oleh : Achmad Rosyad, SP, MM

Widyaiswara UPTD P3W Prov. Jawa Barat

Kegiatan bisnis tidak dapat dilepaskan dari unsur individu pebisnis itu sendiri. Maju mundurnya usaha pebisnis akan sangat ditentukan oleh inisiatif, gagasan, dan inovasi, karya, dan kreatifitas serta berpikir positif.  Keberhasilan bisnis dicapai apabila seorang pebisnis menggunakan gagasan terhadap produk, proses, dan jasa-jasa inovasi sebagai alat untuk mengendalikan perubahan.

Untuk menciptakan insan-insan bisnis yang handal, memang tidak semata-mata bermodalkan kekayaan alam semata-mata. Tapi, justru kualitas sumber daya manusia (SDM) yang harus kita kedepankan. Hal ini, telah dibuktikan oleh negara Jepang. Walau kondisi alamnya tidak semakmur Indonesia, tapi negara Jepang telah menguasai perekonomian dunia, termasuk produk-produknya telah menghiasi rumah-rumah kita. Kuncinya, SDM negara Jepang lebih unggul dari kita.

Di sinilah, pembangunan SDM harus kita tingkatkan, agar melahirkan insan-insan bisnis yang mampu bersaing dengan SDM negara lain. Pembangunan SDM Indonesia yang masih lemah ini, tidak dapat kita ingkari.

Untuk mewujudkan seorang pebisnis yang handal, ada beberapa sifat yang harus dimilikinya, diantaranya adalah:

  • Sikap berani. Individu pebisnis biasanya memiliki sikap berani untuk menerima resiko dalam menjalankan usahanya. Keberanianya tetap terkendali, bukan membabi buta, tapi ditunjang dengan ilmu, perhitungan dan persiapan.
  • Memiliki kreatifitas. Selain menonjolnya sikap berani, para pebisnis juga unggul dalam daya kreatif, inspirasi, imajinasi dan kemampuan yang cukup tinggi untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakat.
  • Memiliki kemampuan berkomunikasi dan memikat bawahan. Artinya, seorang pebisnis bukanlah seorang yang kaku, melainkan sebagai orang yang luwes dan lugas terhadap orang lain. Sedangkan kemampuan memikat bawahan, berarti seorang pebisnis tidak hanya pandai menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi juga memiliki daya pesona pribadi sehingga para pekerjanya mencintai dia dan mematuhinya.
  • Bersikap rasional dan berkemauan keras. Akal pikiran seorang pebisnis akan mengutamakan efesiensi dan penghematan. Hal ini didasarkan atas pisau analisis yang tajam, sistematis dan metodologis. Pembelanjaannya tidak konsumtif, tetapi keuntungannya diusahakan diinvestasikan dalam rangka memperluas usahanya. Selain itu, seorang pebisnis memiliki semangat yang tidak pernah padam karena hambatan, rintangan, dan tantangan. Baginya, kegagalan pada satu waktu, bukannya membuat dia mundur dan frustasi, melainkan sebagai anak tangga untuk memacu diri maju ke depan.
  • Dinamis, lincah, dan menghargai waktu. Aktif dan dinamis harus dimiliki oleh seorang pebisnis, yaitu tidak menunggu-nunggu nasib tanpa berusaha. Tidak cepat puas dengan hasil kerjanya, selalu bersifat ingin tahu, selalu berkemauan keras dan visioner untuk maju. Di samping itu, seorang pebisnis itu harus lincah dan gesit, bukan orang yang lamban. Seorang pebisnis sadar betul akan pentingnya pemanfaatan waktu. Ia akan bersikap bijaksana dalam pengaturan waktu.
  • Berbudi luhur dan memiliki visi yang jelas. Pebisnis sejati, bukan pribadi curang, culas, dan berkianat, melainkan orang yang berbudi luhur (baca: berakhlak mulia) sesuai dengan ajaran agama Islam. Keyakinan akan akhlak mulia ini didasarkan bahwa hanyalah dengan itu akan dihasilkan keuntungan material dan spiritual. Selain itu, seorang pebisnis juga harus memiliki visi yang jelas lagi tidak ngawur. Aktivitasnya hanya didasarkan dengan niat ikhlas mengharap ridha-Nya

Ciri utama pebisnis adalah mereka yang selalu mencari perubahan, berusaha mengikuti dan menyesuaikan pada perubahan itu, serta memanfaatkannya sebagai peluang serta mampu memilih dan mengambil keputusan alternative yang paling tinggi produktivitasnya. Terdapat Sembilan ciri pokok keberhasilan, yang mendorong kehandalan seorang pebisnis 

1.              1.  Dorongan prestasi yang tinggi,

  1. Bekerja keras, tidak tinggal diam,
  2. Memperhatikan kualitas produknya, baik barang maupun jasa,
  3. Bertanggungjawab penuh,
  4. Berorientasi pada imbalan yang wajar,
  5. Optimis,
  6. Berorientasi pada hasil karya yang baik,
  7. Mampu mengorganisasikan, dan
  8. Berorientasi pada uang.

 Karakteristik Kewirausahaan

Motif Berprestasi Tinggi

Seseorang memiliki minat berbisnis karena adanya motif tertentu, yaitu motif berprestasi.  Motif berprestasi ialah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi. Faktor dasarnya adalah kebutuhan yang harus dipenuhi. seperti kebutuhan fisik (physiological needs), kebutuhan akan keamanan (security needs), kebutuhan harga diri (esteem needs), dan kebutuhan akan aktualisasi diri (self-actualiazation needs).

Kebutuhan berprestasi bisnis terlihat dalam bentuk tindakan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik dan lebih efisien dibandingkan sebelumnya. Bisnis yang memiliki motif berprestasi pada umumnya memiliki ciri-ciri :

  1. Ingin mengatasi sendiri kesulitan dan persoalan-persoalan yang timbul pada dirinya.
  2. Selalu memerlukan umpan balik yang segera untuk melihat keberhasilan dan kegagalan.
  3. Memiliki tanggung jawab personal yang tinggi.
  4. Berani menghadapi resiko dengan penuh perhitungan.
  5. Menyukai tantangan dan melihat tantangan secara seimbang (fifty-fifty). Jika tugas yang diembannya sangat ringan, maka bisnis merasa kurang tantangan, tetapi ia selalu menghindari tantangan yang paling sulit yang memungkinkan pencapaian keberhasilan sangat rendah.

Motivasi merupakan dorongan, hasrat, atau kebutuhan seseorang. Motif dan motivasi berkaitan erat dengan penghayatan suatu kebutuhan berperilaku tertentu untuk mencapai tujuan. Motif menghasilkan mobilisasi energi (semangat) dan menguatkan perilaku seseorang.

Sejalan dengan itu, ada dua penyebab seseorang berhasil atau berprestasi,  mencakup (1) kemampuan, (2) usaha, dan (3) suasana hati (mood), seperti kelelahan dan kesehatan. (4) sukar tidaknya tugas, (5) nasib baik (keberuntungan), dan (6) pertolongan orang lain. Motivasi berprestasi mengandung dua aspek, yaitu (1) mencirikan ketahanan dan suatu ketakutan akan kegagalan dan (2) meningkatkan usaha keras yang berguna dan mengharapkan akan keberhasilan

Pada intinya hanya ada dua kategori penting dalam motivasi berprestasi, yaitu mengharapkan akan sukses dan takut akan kegagalan.

 1. Selalu Perspektif

Seorang pebisnis hendaknya seorang yang mampu menatap masa dengan dengan lebih optimis. Melihat ke depan dengan berfikir dan berusaha. Usaha memanfaatkan peluang dengan penuh perhitungan. Orang yang berorientasi ke masa depan adalah orang yang memiliki persepktif dan pandangan kemasa depan. Karena memiliki pandangan jauh ke masa depan maka ia akan selalu berusaha untuk berkarsa dan berkarya. Kuncinya pada kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru serta berbeda dengan yang sudah ada. Walaupun dengan risiko yang mungkin dapat terjadi, seorang yang perspektif harus tetap tabah dalam mencari peluang tantangan demi pembaharuan masa depan. Pandangan yang jauh ke depan membuat bisnis tidak cepat puas dengan karsa dan karya yang sudah ada. Karena itu ia harus mempersiapkannya dengan mencari suatu peluang.

 

2. Memiliki Kreatifitas Tinggi

Kreativitas adalah kemampuan untuk berfikir yang baru dan berbeda atau  berfikir sesuatu yang baru (thinking new thing), oleh karena itu Kewirausahaan adalah berfikir dan bertindak sesuatu yang baru atau berfikir sesuatu yang lama dengan cara-cara baru, termasuk mengungkapkan  ide-ide kreatif ketika seorang bisnis melihat sesuatu yang lama dan berfikir sesuatu yang baru dan berbeda.  Oleh karena itu kreativitas adalah menciptakan sesuatu dari yang asalnya tidak ada (generating something from nothing).

Inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka memecahkan persolan-persolan dan peluang untuk meningkatkan dan memperkaya kehidupan 

Dari definisi diatas, kreativitas mengandung pengertian, yaitu:

  1. Kreativitas adalah menciptakan sesuatu yang asalnya tidak ada.
  2. Hasil kerjasama masa kini untuk memperbaiki masa lalu dengan cara baru.
  3. Menggantikan sesuatu dengan sesuatu yang lebih sederhana dan lebih baik

 

3.    Memiliki Perilaku Inovatif Tinggi

Menjadi bisnis yang handal tidaklah mudah. Tetapi tidaklah sesulit yang dibayangkan banyak orang, karena setiap orang dalam belajar berbisnis. Ada tiga hal yang selalu dihadapi seorang bisnis di bidang apapun, yakni: pertama, obstacle (hambatan); kedua, hardship (kesulitan); ketiga, very rewarding life (imbalan atau hasil bagi kehidupan yang memukau). Sesungguhnya Kewirausahaan dalam batas tertentu adalah untuk semua orang. Mengapa? cukup banyak alasan untuk mengatakan hal itu. Pertama, setiap orang memiliki cita-cita, impian, atau sekurang-kurangnya harapan untuk meningkatkan kualitas hidupnya sebagai manusia. Hal ini merupakan semacam "intuisi" yang mendorong manusia normal untuk bekerja dan berusaha. "Intuisi" ini berkaitan dengan salah satu potensi kemanusiaan, yakni daya imajinasi kreatif.

Karena manusia merupakan satu-satunya mahluk ciptaan Tuhan yang, antara lain, dianugerahi daya imajinasi kreatif, maka ia dapat menggunakannya untuk berpikir. Pikiran itu dapat diarahkan ke masa lalu, masa kini, dan masa depan. Dengan berpikir, ia dapat mencari jawaban-jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan penting seperti: Dari manakah aku berasal? Dimanakah aku saat ini? Dan kemanakah aku akan pergi? Serta apakah yang akan aku wariskan kepada dunia ini? 

4.    Selalu Komitmen dalam Pekerjaan, Memiliki Etos Kerja dan Tanggung Jawab

Seorang bisnis harus memiliki jiwa komitmen dalam usahanya dan tekad yang bulat di dalam mencurahkan semua perhatianya pada usaha yang akan digelutinya, di dalam menjalankan usaha tersebut seorang bisnis yang sukses terus memiliki tekad yang menggebu-gebu dan menyala-nyala (semangat tinggi) dalam mengembangkan usahanya, ia tidak setengah-setengah dalam berusaha, berani menanggung resiko, bekerja keras, dan tidak takut menghadapi peluang-peluang yang ada di pasar. Tanpa usaha yang sungguh-sunguh terhadap pekerjaan yang digelutinya maka bisnis sehebat apapun pasti menemui jalan kegagalan dalam usahanya. Oleh karena itu penting sekali bagi seorang bisnis untuk komit terhadap usaha dan pekerjaannya.

5.    Berani Menghadapi Risiko

Bisnis sangat identik Resiko. Bisnis dalam mengambil tindakan hendaknya tidak didasari oleh spekulasi, melainkan perhitungan yang matang. Ia berani mengambil risiko terhadap pekerjaannya karena sudah diperhitungkan. Oleh sebab itu, bisnis selalu berani mengambil risiko yang moderat, artinya risiko yang diambil tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Keberanian menghadapi risiko yang didukung komitmen yang kuat, mendorong bisnis untuk terus berjuang mencari peluang sampai memperoleh hasil.

 

6.    Selalu Mencari Peluang

Esensi Kewirausahaan yaitu tanggapan yang positif terhadap peluang untuk memperoleh keuntungan untuk diri sendiri dan atau pelayanan yang lebih baik pada pelanggan dan masyarakat, cara yang etis dan produktif untuk mencapai tujuan, serta sikap mental untuk merealisasikan tanggapan yang positif tersebut. Pengertian itu juga menampung bisnis yang pengusaha, yang mengejar keuntungan secara etis serta bisnis yang bukan pengusaha, termasuk yang mengelola organisasi nirlaba yang bertujuan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik bagi pelanggan/masyarakat.

Bisnis itu adalah seseorang yang merasakan adanya peluang, mengejar peluang-peluang yang sesuai dengan situasi dirinya, dan percaya bahwa kesuksesan merupakan suatu hal yang dapat dicapai.

7.    Memiliki Jiwa Kepemimpinan

Seorang bisnis yang berhasil selalu memiliki sifat kepemimpinan, kepeloporan dan keteladanan. Ia selalu ingin tampil berbeda, lebih dahulu, lebih menonjol. Dengan menggunakan kemampuan kreativitas dan inovasi, ia selalu menampilkan barang dan jasa-jasa yang dihasilkanya lebih cepat, lebih dahulu dan segera berada di pasar. Ia selalu menampilkan produk dan jasa-jasa baru dan berbeda sehingga ia menjadi pelopor yang baik dalam proses produksi maupun pemasaran.

Bisnis yang berhasil memiliki kemampuan untuk menggunakan pengaruh tanpa kekuatan (power), seorang pemimpin harus memiliki taktik mediator dan negotiator daripada diktaktor.

 Pebisnis yang berhasil juga merupakan pemimpin yang berhasil. Dikatakan sebagai pemimpin karena mereka harus mencari peluang-peluang, melalui proyek-proyek, mengumpulkan sumber daya (bahan, manusia, teknologi, dan modal) yang diperlukan untuk melaksanakan proyek, menentukan tujuan, baik untuk mereka sendiri maupun untuk orang lain, dan memimpin serta membimbing orang lain untuk mencapai tujuan.

8.   


Memiliki Kemampuan Manajerial

Salah satu jiwa Kewirausahaan yang harus dimiliki seorang bisnis adalah kemampuan untuk mengelola usaha yang sedang digelutinya, seorang bisnis harus memiliki kemampuan perencanaan usaha, mengorganisasikan usaha, visualisasikan usaha, mengelola usaha dan sumber daya manusia, mengontrol usaha, maupun kemampuan mengintergrasikan operasi perusahaanya yang kesemuanya itu adalah merupakan kemampuan managerial yang wajib dimiliki dari seorang bisnis, tanpa itu semua maka bukan keberhasilan yang diperoleh tetapi kegagalan usaha yang diperoleh.

Seorang pemimpin yang efektif akan selalu mencari cara-cara yang lebih baik. Pemimpin yang berhasil adalah jika dalam kegiatan percaya pada pertumbuhan yang berkesinambungan dari bisnis perusahaannya.

Bagaimana Ciri  Pebisnis yang Handal….?

Bisnis Handal     adalah Bisnis yang mempunyai semangat, sikap, perilaku dan kemampuan Kewirausahaan yang cukup baik untuk dapat mendirikan, memiliki dan mengelola perusahaan yang resikonya tidak begitu besar dan kegiatan usahanya belum begitu kompleks. Mengelola perusahaan yang resikonya cukup besar serat kegiatan usahanya cukup kompleks.

 

CIRI DAN KEMAMPUAN MANAJEMEN BISNIS HANDAL :

a.  Memiliki rasa percaya diri dan sikap mandiri yang tinggi untuk berusaha   penghasilan dan keuntungan;

b.  Mau dan mampu mencari dan menangkap peluang usaha yang menguntungkan serta melakukan hal-hal yang perlu untuk memanfaatkannya.

c.  Mau dan mampu berkerja keras dan tekun dalam menghasilkan barang dan atau jasa serta mencoba cara kerja yang lebih tepat dan efesien;

d.  Mau dan mampu berkomunikasi dalam melakukan tawar menawar dan musyawarah dengan berbagai pihak yang mempunyai pengaruh yang besar dalam kemajuan usaha.

e.  Menghadapi hidup dan menangani usaha dengan terencana, jujur, hemat dan disiplin;

f.  Mencintai kegiatan usaha dan perusahaannya secara luas dan tangguh tetapi cukup luwes dalam melindunginya.

g. Mau dan mampu meningkatkan kapasitas diri sendiri dan kapasitas perusahaan     dengan memanfaatkan dan memotivasi orang lain serta melakukan perluasan dan pengembangan usaha dengan resiko yang moderat.

h.  Berusaha  mengenal dan mengendalikan lingkungan serta menggalang kerjasama yang saling menguntungkan dengan berbagai pihak yang berkempentingkan terhadap perusahaan.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages