MEMBANGUN EKOSISTEM BISNIS UKM

 

MEMBANGUN EKOSISTEM BISNIS UKM

 BY : @KANG AHRO.COM

 

 


 

 

Ekosistem bisnis adalah sebuah kiprah perusahaan untuk bersaing menjadi  yang terbaik. Dalam ekosistem bisnis perusahaan harus melakukan banyak  perubahaan dalam perubahaan internal dan perubahaan eksternal. Ekosistem  adalah sebuah lingkungan yang terdiri banyak sekali persaingan untuk bertahan. Kita bisa melihat apa yang dijelaskan oleh Charles Darwin mengenai kemampuan untuk bertahan untuk hidup. Dalam ekosistem bisnis perusahaan harus berani mengambil langkah-langkah baru dan top management harus berani menentukan dan mengambil keputusan-keputusan penting dalam menciptakan perubahan.  Tidak semua perusahaan sukses dalam bersaing di ekosistem bisnis tetapi banyak juga perusahaan yang sukses dalam ekosistem bisnis.

 

Saat ini perubahan yang besar harus dilakukan di banyak organisasi perusahaan.  Organisasi perusahaan harus bekerja dengan cepat melihat visi di masa  mendatang dan fokus kepada pengembangan sumber daya yang dimiliki. Dunia global yang sudah saling terintegrasi menyebabkan banyak sekali perubahan dalam dunia ini, seperti bagaimana kita memilih pegawai, memanfaatkan jaringan teknologi informasi kecepatan tinggi, membuat strategi baru, menciptakan branding yang lebih kuat, mengantisipasi masa depan. Untuk mewujudkan itu semua membutuhkan sumber daya yang maksimal dan harus memiliki sumber daya manusia yang mempunyai potensi untuk berkembang kearah yang lebih maju.

 

Dalam persaingan mendatang organisasi perusahaan harus memperkuat kerjasama dengan pemasok, menciptakan loyalitas konsumen dan terus mencari pasar baru untuk menjual produk. Peningkatan kualitas produk harus terus ditingkatkan karena ini menyangkut kepercayaan konsumen dalam membeli produk. Para pemasok juga melakukan inovasi produk dan peningkatan kualitas, kita bisa melihat perusahaan Nvidia terus mengembangkan teknologi grafis terbaru dan menawarkan produk-produknya kepada perusahaan partner, sehingga perusahaan partner mau membeli produk tersebut. Penerapan standar teknoligi baru bisa di terapkan oleh siapa saja. Dunia bisnis saat ini banyak bergantung dengan perkembangan teknologi. Hal ini bisakita lihat dari cara bagaimana orang membeli sebuah produk, bagaimana perusahaan memasarkan produknya.

 

EKOSISTEM BISNIS

 

Ekosistem bisnis selalu melahirkan perusahaan-perusahaan yang inovatif, perusahaan-perusahaan inovatif akan terus memacu daya produktivitas mereka. Mereka melihat bahwa kesempatan adalah sebuah proses untuk memenangkan persaingan bisnis yang begitu ketat, mereka terus melakukan perbaikan kinerja organisasi perusahaan, tanpa ini mereka hanya menunggu pintu kematian.

 

Konsep Ekosistem Bisnis  adalah  :

  • Dalam persaingan organisasi perusahaan harus memperkuat kerjasama dengan pemasok, menciptakan loyalitas konsumen dan terus mencari pasar baru untuk menjual produk.
  • Peningkatan kualitas produk harus terus ditingkatkan karena ini menyangkut kepercayaan konsumen dalam membeli produk.
  • Para pemasok juga melakukan inovasi produk dan peningkatan kualitas, kita bisa melihat perusahaan Nvidia terus mengembangkan teknologi grafis terbaru dan menawarkan produk-produknya kepada perusahaan partner, sehingga perusahaan partner mau membeli produk tersebut.
  • Penerapan standar teknologi baru bisa di terapkan oleh siapa saja. Dunia bisnis saat ini banyak bergantung dengan perkembangan teknologi. Hal ini bisa kita lihat dari cara bagaimana orang membeli sebuah produk, bagaimana perusahaan memasarkan produknya.

 

a.        Lingkungan Bisnis

Lingkungan Bisnis adalah segala sesuatu yang mempengaruhi aktivitas bisnis dalam suatu oraganisasi. Lingkungan bisnis dibedakan menjadi dua yaitu : Internal dan Eksternal

 

LINGKUNGAN INTERNAL

Lingkungan Internal dipengaruhi oleh beberapa factor, yaitu :Tenaga kerja (Man), Modal (Money), Material/bahan baku (Material),  Peralatan/perlengkapan produksi (Machine), Metode (Methods). Lingkungan internal ini biasanya digunakan untuk menentukan Strength(kekuatan) perusahaan, dan juga mengetahui Weakness (kelemahan) perusahaan.

 

LINGKUNGAN EKSTERNAL

Lingkungan EksternalLingkungan eksternal adalah faktor-faktor perusahaan yang tidak berpengaruh langsung terhadap kegiatan organisasi. Lingkungan eksternal meliputi variabel-variabel di luar organisasi yang dapat berupa tekanan umum dan tren di dalam lingkungan sosial ataupun faktor-faktor spesifik yang beroperasi di dalam lingkungan kerja.

 

Lingkungan eksternal dibedakan menjadi :Lingkungan Khusus (Mikro) dan Lingkungan Umum (Makro) Lingkungan Khisus (Mikro).  Lingkungan khusus adalah bagian dari lingkungan yang secara langsung relevan bagi perusahaan dalam mencapai tujuan dan merupakan sesuatu yang khas bagi setiap perusahaan yang berubah sesuai dengan kondisinya.

Hal yang temasuk dalam lingkungan khusus, yaitu:

  •  Pelanggan, yaitu kelompok potensial yang mengkonsumsi output atau barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan, organisasi bisnis, lembaga pemerintahan maupun organisasi non-profit lainnya
  • Pemasok, yaitu perusahaan atau individu yang menyediakan faktor-faktor produksi yang dibutuhkan perusahaan untuk memproduksi produk atau jasanya. Pasokan meliputi bahan baku/material, peralatan, input keuangan dan tenaga kerja.
  • Perantara, yaitu organisasi atau perusahaan yang berperan sebagi penyalur dari hasil produksi kepada para pelanggan. Contoh : link
  • Pesaing, yaitu organisasi tertentu yang menawarkan barang dan jasa yang sama atau serupa kepada kelompok pelanggan atau nasabah yang sama.
  • Kreditor, yaitu kelompok kepentingan tertentu yang mempengaruhi kegiatan organisasi secara finansial. Contoh: Institusi keuangan (Bank) ataupun individu yang memberikan pinjaman dana.
  • Pembuat Peraturan, yaitu badan atau perwakilan pemerintah pada tingkat lokal, daerah dan pusat sebagai penegak hukum dan peraturan yang berpengaruh terhadap kegiatan operasional organisasi.
  • Pekerja, yaitu organisasi yang menghimpun para pekerja untuk memperjuangkan aspirasi para anggotanya.
  • Faktor yang mempengaruhi : PemerintahPemegang saham(shareholders) Kreditor, Pesaing, Publik

 

Perantara, Pemasok, Konsumen, Lingkungan Umum(Makro).

Lingkungan umum mencakup kondisi yang mungkin dapat mempengaruhi dan mempunyai dampak terhadap perusahaan secara tidak langsung. Lingkungan ini jauh lebih luas dan lebih besar dari lingkungan mikro.

 

Hal yang termasuk dalam lingkungan umum adalah lingkungan ekonomi, lingkungan teknologi, lingkungan hukum-politik, lingkungan sosial-budaya dan demografi, lingkungan alam dan lingkungan global.

Faktor yang mempengaruhi:

1.        Pertumbuhan Ekonomi  adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, yaitu:

2.        Faktor Sumber Daya Manusia.   Sama halnya dengan proses pembangunan pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan

3.        Faktor Sumber Daya Alam.  Sebagian besar negara berkembang bertumpu pada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembangunan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampuan sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud diantaranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.

4.        Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.   Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan ,pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktifitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.

5.        Faktor Budaya.   Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga sebagai penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.

Sumber Daya Modal.  Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting badi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas

 

 

PENTINGNYA EKOSISTEM BISNIS

Di dunia bisnis, selain dari pada kualitas produk, mitra bisnis di dalam ekosistem menjadi bagian yang paling penting. Ekosistem yang besar dan kuat menjadi hal yang lebih penting daripada sekedar komponen barang secara individual. 

Suatu ekosistem di dalam lingkungan bisnis akan saling menguntungkan semua pihak, mulai dari vendor sampai customernya. Suatu ekosistem terdiri dari bermacam-macam perusahaan yang ahli di dalam bidangnya. Di bawah ini merupakan contoh satu ekosistem di dalam dunia IT yang terdiri dari bermacam-macam perusahaan yang berbeda-beda tetapi saling bekerja-sama :

  • Original Equipment Manufacturer (OEM) and System Builder

OEM menjual hardware (desktop/server), biasanya dengan software yang sudah terinstall. OEM merupakan perusahaan besar yang sudah punya merek. Sedangkan System Builder biasanya merupakan perusahaan lebih kecil yang menjual hardware dengan software sesuai pesanan.

 

  • System Integrator (SI)

SI bertugas mengintegrasikan bermacam-macam sistem di dalam suatu perusahaan, misalnya sistem manajemen dokumen, CRM, workflow, yang diintegrasikan dengan scanner dan sistem storage terpusat.

 

  • Reseller dan Value Add Reseller

Reseller membeli barang dari vendor dan bertugas menjual kembali ke pelanggan akhir. Reseller ini seringkali juga memiliki layanan pre dan post sales. Value Add Reseller menambahkan beberapa produk atau aplikasi tambahan yang menjadi suatu nilai tambah terhadap produk standard yang ditawarkan.

 

  • Consulting Service Firms

Perusahaan consulting ini memberikan layanan seperti strategi IT, mengembangkan bisnis, mendefinisikan solusi IT, dan bagaimana menerapkan dan proses transisinya suatu solusi kepada pelanggan. Perusahaan consulting ini memberikan juga rekomendasi atas jenis-jenis aplikasi, teknologi, dan vendor apa yang terbaik bagi pelanggannya.

 

  • Hosting Service Provider

Ini merupakan perusahaan yang menyediakan aplikasi di server service provider seperti website, database, email, atau CRM pada pelanggan-pelanggannya.

 

  • Independent Software Vendor (ISV)

ISV mengembangkan aplikasi-aplikasi software menggunakan tools dan platform dari suatu vendor. Aplikasi-aplikasi itu biasanya dibuat untuk bidang apa saja, misalnya hukum, kesehatan, dan sebagainya.

 

  • Training Provider

Ini merupakan perusahaan yang mengembangkan dan menyediakan jasa training di seputar teknologi dan produk-produk IT.  Indonesia merupakan negara yang masih hijau dari sisi penerapan IT di dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang sudah mulai menyadari pentingnya penerapan IT yang baik, namun masih belum tahu apa saja yang perlu dipertimbangkan, sehingga banyak sekali orang-orang yang hanya melihat dari sisi harga barang saja. Padahal betapapun bagusnya spesifikasi suatu produk, belum tentu bisa diterapkan dengan baik dan dalam waktu yang singkat jika tidak didukung oleh suatu ekosistem yang baik.

 

TIPS MEMBANGUN EKOSISTEM BISNIS 

 

Dalam membangun ekosistem bisnis harus dilakukan berbagai pendekatan dengan cara-cara sebagai berikut  :

  • Meningkatkan kapabilitas serta kompetensi inti dalam berbisnis sehingga menjadi dasar untuk platform yang terdiri dari asset, proses dan norms yang akan menjadi dasar bagi sebuah ekosistem bisnis.
  • Memetakan stakeholders mereka dalam bisnis dan peran utama masing-masing stakeholders terhadap bisnis, baik berupa peluang ataupun ancaman serta kekuatan ataupun kelemahan.
  • Sesama pelaku usaha melakukan kerjasama satu sama lain dan bergerak bersama-sama untuk memberikan superior value kepada konsumen.
  • Menetapkan platform yang kuat untuk sebuah ekosistem.
  • Meningkatkanpengetahuan dan pengalaman serta tangible asset berupa keuangan, fasilitas, orang yang dapat digunakan untuk membuat dan mengembangkan ekosistem. 
  • SEKIAN SEMOGA BERMAFAAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages