Langsung ke konten utama

BERWIRAUSAHA BERAWAL DARI MIMPI??

Mulailah dengan sebuah mimpi.  Semua bermula dari sebuah mimpi dan yakin apa yang akan kita perbuat.  Pemimpilah yang selalu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam menciptakan produk, cara pelayanan, ataupun idea yang dapat dijual dengan sukses.  Semuanya tidak mengenal batas dan keterikatan, tak mengenal kata ‘tidak bisa’ataupun tidak mungkin’.

Bagi seorang pemula yang mempunyai mimpi, maka memulai langkah awal dalam berusaha selalu diliputi ketidakpastian, bahkan kesulitan terhadap apa yang harus dilakukan pertama kali.  Bahkan untuk memulai suatu kegiatan usaha, pelaku atau calon pelaku selalu dihadapkan pada kondisi bagaimana memulai usaha tersebut. Adapun kendala utama, ialah persepsi yang secara wajar selalu ada pada setiap orang yang akan memulai kegiatan usaha, yaitu “Apakah usaha ini menguntungkan atau tidak ?”.   Keinginan untuk mewujudkan suatu kegiatan usaha dengan ‘certain answer’ ini, justru menjadi bumerang bagi pelaku usaha itu sendiri, sehingga dengan pikiran seperti ini, usaha yang akan dilaksanakan tidak pernah dapat terwujud. 

Salah satu sifat pemimpi dalam berusaha ialah bagaimana mengubah sesuatu menjadi suatu peluang.  Jika melihat kondisi yang melanda Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini, telah memberikan dampak yang sangat besar terhadap perekonomian Indonesia baik dilihat dalam kerangka makro maupun mikro.  Kondisi yang tidak menguntungkan ini, mendorong sebagian besar masyarakat untuk menangkap peluang dengan memulai melirik dan membidik berbagai peluang kegiatan usaha yang mungkin selama ini dipandang sebelah mata.  Diantaranya ialah sektor-sektor usaha riil yang secara langsung berhubungan dengan kebutuhan konsumen, sementara sebagian lagi membidik kegiatan sektor non riil,  yang tentunya harus  memiliki kualifikasi dan pengetahuan tertentu.

Secara umum dalam memulai suatu kegiatan usaha dan menentukan jenis usaha yang tepat, selalu dihadapkan pada pertanyaan seperti di atas, atau kita akan selalu terbelenggu dengan pernyataan yang ada dalam diri kita, “apakah saya mampu” atau “apakah saya bisa”. 

Untuk itu kita harus memiliki  suatu persepsi, bahwa apabila kita akan melakukan suatu kegiatan usaha, harus dimulai  dengan perencanaan yang baik dalam mewujudkan mimpi-mimpi kita dalam realita kehidupan berbisnis.  Mimpi-mimpi yang tercipta biasanya bermula pada suatu lamunan dan merenungi sebuah nilai “andai aku dapat”,  Untuk itulah kadang kelanjutan suatu pemikiran yang berandai-andai akan mendorong kita pada suatu penciptaan mimpi besar kita dengan mengedepankan sebuah target keberhasilan yang harus kita raih kedepan.

Punya mimpi dan harapan jangan tanggung-tanggung, misalkan kita saat ini baru merencanakan sebuah usaha kecil sekalipun di bidang kuliner (makanan olahan), kita pasti memikirkan lonjakan-lonjakan keberhasilan berupa berupa perkembangan volume usaha dan banjirnya permintaan akan produk kita.   Maka dapat dibayangkan, beberapa tahun kedepan kita akan membuat berapa produk turunan dan diversifikasinya, berapa jumlah cabang usaha yang kita buka, dan berapa jumlah karyawan yang akan mendukung usaha kita.  Bayangkan pula besarnya tempat usaha, dan canggihnya peralatan dan mesin pendukung usaha kita denga berbagai investasi dan kepercayaan lembaga pembiayaan yang begitu mendukug usaha kita.  Intinya semua mimpi kita akan lebih terinspirasi lagi bagaimana semuanya akan menjadi sebuah perubahan besar dalam segala aspek usaha, yang sudah barang tentu akan berkontribusi pada keuntungann/profit yang besar pula, dan sekaligus tentunya pada kesejahteran kita termasuk kehidupan ekonomi yang akan mendukungnya.  Belum lagi akan berpengaruh kepada citra diri dan kepercayaan masyarakat akan integritas dan profesioniltas usaha kita, sehingga memberikan point plus serta trend pada kinerja dan branding usaha yang akan semakin poluler dan dikenal oleh publik.

Waah…bahaya nih mimpinya jadi berkembang dan bersayap..ayo kita segera bangun dan segera membuat perencanaan jitu untuk mewujudkan mmpi kita itu… Ayoo semangat wirausahawan sejati yang akan selalu menjawab dan segera menindaklanjuti mimpinya…

PENULIS  : ACHMAD ROSYAD, SP, MM
                   Widyaiswara Ahli Pratama Balatkop & UMKM
            Twitter  : @achmadrosyad

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MINDSET KEWIRAUSAHAAN

  MINDSET KEWIRAUSAHAAN ... Oleh : Achmad Rosyad , SP, MM (kangahro.com)   “Kewirausahaan itu adalah sebuah Mindset” Kewirausahaan itu bukanlah sebuah status ataupun pekerjaan yang dilakukan sehari-hari, akan tetapi, adalah sebuah mindset . Itulah kenapa disebut dengan entrepreneurial mindset. Pola pikir ( mindset ) adalah cara memwirausaha ng terhadap sesuatu yang tertangkap oleh indra dan menghasilkan sikap yang terungkap dalam perilaku dan menghasilkan 'nasib'. Oleh karena itu, seringkali ditekankan kepada sikap mental seseorang dengan menjadi wirausaha. Atau bisa juga diartikan semacam filter diri sendiri untuk menafsirkan apa yang dilihat dan dialami. Pola pikir manusia bisa diubah, dari pola pikir yang negatif ke positif, pecundang ke pemenang, pekerja menjadi wirausaha. Pola pikir seorang wirausaha itu adalah pola pikir yang produktif, kreatif, inovatif karena pola pikir seperti inilah yang dibutuhkan oleh semua wirausaha untuk menjalankan suatu

Memelihara dan Meningkatkan Etos Kerja

Membangun,   Memelihara   dan Meningkatkan                                       ETHOS KERJA “Etos kerja dapat di artikan sebagai pandangan bagaimana melakukan kegiatan yang bertujuan mendapatkan hasil atau mencapai kesuksesan” Etos kerja sangat di perlukan oleh kita sebagai insan yang hidup di dunia ini yang   hanya menyediakan dua pilihan antara Mencintai pekerjaan atau Mengeluh setiap hari . Jika kita tidak bisa mencintai pekerjan , maka kita hanya akan memperoleh “5 – ng” : ngeluh, ngedumel, ngegosip, ngomel, ngeyel . Dalam urusan etos kerja, bangsa indonesia sejak dulu di kenal memiliki etos kerja yang kurang baik, sampai pada jaman pendudukan Belanda mereka menyebut kita dengan sebutan yang mengejek, in lander pemalas. Begitupun selama perjalanan bangsa ini salah satu faktor yang menyebabkan krisis multidimensi Indonesia sejak tahun 1997 adalah merajalelanya etos kerja yang buruk . Di bidang ekonomi, masyarakat lebih mengutamakan ekonomi rente daripada ek

AYO MEMBANGUN DAN MEMELIHARA JARINGAN USAHA KALAU MAU EKSIS BERBISNIS

Untuk mempertahankan bisnis, salah satu strategi yang harus dibangun adalah dengan mengembangkan/memperkuat jaringan (networking) usaha.  Dimana kita harus dapat bersinergi, berkolaborasi dan saling menjalin kemitraan dengan usaha lain, baik yang sejenis maupun usaha yang berbeda dengan tujuan untuk memperbesar akses dan penting bagi peningkatan kualitas layanan dan produktivitas usaha dengan berbagai kemungkinan yang dapat dijalankan sekaligus dikerjasamakan. Jaringan usaha yang harus dibangun adalah memiliki pengertian sebuah jalinan komunikasi dan kerjasama antar lembaga ataupun individu yang berorientasi pada profit untuk  mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dimana jaringan usaha memiliki esensi dalam kaidah-kaidah yang akan menghubungkan simpul-simpul usaha dari yang kita miliki yang akan dikerjasamakan dengan pihak lain, diantaranya bagaimana kualitas Kepemimpinan  yang akan melakukan kerjasama yang akan dibangun, tentunya harus memiliki sikap dan keputusan yang dapat dipe