Langsung ke konten utama

BAGAIMANA MELAKUKAN BISNIS YANG BIJAK DAN BERETIKA

Bisnis yang Bijak adalah bisnis yang selalu mengedepankan Benteng Moral dan Etika harus Ditegakan Guna Mengendalikan Kemajuan Usaha dan Penerapan Teknologi bagi Kemanusiaan dan dengan Tindakan Etis Merupakan Strategi Wirausaha Jangka Panjang Terbaik bagi Perusahaan”

Ketika kita menetapkan diri menjadi seorang enterprener disana kita menjadi Orang yang mengubah nilai sumber daya, tenaga kerja, bahan, dan faktor produksi lainnya sehingga menjadi lebih besar dari sebelumnya dan juga orang melakukan perubahan, inovasi, dan cara-cara baru.  Dan sudah barang tentu kita mulai menjalankan manajerial dalam kegiatannya dan menjalankan fungsi kewirausahaannya.  Disanalah kita mulai mengantisipasi perilaku dan penetrasi berbagai komitmen untuk mengikuti tata nilai atau beretika dalam berbisnis.  Apa yang boleh dan dianjurkan dilakukan oleh seorang pebisnis dalam menjalankan usahanya, berhubungan dengan klien, pasar, suplyer bahkan dengan produk/jasa yang kita hasilkan  kita sekalipun.

Untuk menunjang etika moral yang tinggi, dengan mengedepankan service excelent tentunya seorang pebisnis tidak akan lepas dari sebuah nilai sikap mental positif, selalu berfikiran maju, memiliki imajinasi yang tinggi dan sedikit rasa humor, selalu fokus pada bidang garapannya.  Usahawan yang bijak diharapkan akan hadir dengan mengedepankan jiwa kepemimpinan dalam pengelolaan usaha melalui tepo seliro, selalu memotivasi semua orang yang ada di sekelilingnya.  Tidak lupa selalu mengimplementasikan fungsi-fungsi manajemen dalam mengelola bisnisnya dari mulai melakukan perencanaan bisnis, mengorganisir orang-orang, pengaturan sampai melakukan control dan pengendalian secara seksama dalam bisnis yang dijalankannya.

Yang tak kalah penting bagaimana seorang wirausaha memiliki bekal keterampilan yang mumpuni untuk mengembangkan teknis usahanya untuk selalu terpelihara dan melakukan inovasi secara terus menerus sehingga memiliki keunggulan yang  terus dipertahankan.  Beberapa etika dan norma-norma yang harus dijalankan oleh seorang wirausaha adalah menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, selalu menepati janji, tetap disiplin, mentaat hukum dan aturan yang berlaku, suka membantu, menjaga komitmen, saling menghormati  dan selalu mengejar prestasi

Untuk dapat selalu menerapkan nilai-nilai etika seorang wirausaha dihadapkan pada kemampuan dia merubah keberanian dalam konsep bisnisnya, diantaranya berani bermimpi besar untuk cita-cita suksesnya, berani mencoba untuk sebuah konsep bisnis yang kreatif dan inovatif, berani gagal dalam mencoba segala hal, berani sukses dengan segala konsekuensi dan berani mengubah pola piker yang jauh lebih postitf serta keberanian dalam membaca peluang untuk menunjang usahanya.
•    SEMOGA BERMANFAAT SAHABAT WIRAUSAHA DI MANAPUN……
                                                     

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MINDSET KEWIRAUSAHAAN

  MINDSET KEWIRAUSAHAAN ... Oleh : Achmad Rosyad , SP, MM (kangahro.com)   “Kewirausahaan itu adalah sebuah Mindset” Kewirausahaan itu bukanlah sebuah status ataupun pekerjaan yang dilakukan sehari-hari, akan tetapi, adalah sebuah mindset . Itulah kenapa disebut dengan entrepreneurial mindset. Pola pikir ( mindset ) adalah cara memwirausaha ng terhadap sesuatu yang tertangkap oleh indra dan menghasilkan sikap yang terungkap dalam perilaku dan menghasilkan 'nasib'. Oleh karena itu, seringkali ditekankan kepada sikap mental seseorang dengan menjadi wirausaha. Atau bisa juga diartikan semacam filter diri sendiri untuk menafsirkan apa yang dilihat dan dialami. Pola pikir manusia bisa diubah, dari pola pikir yang negatif ke positif, pecundang ke pemenang, pekerja menjadi wirausaha. Pola pikir seorang wirausaha itu adalah pola pikir yang produktif, kreatif, inovatif karena pola pikir seperti inilah yang dibutuhkan oleh semua wirausaha untuk menjalankan suatu

MEMBANGUN ORGANISASI BISNIS YANG KUAT

MEMBANGUN ORGANISASI BISNIS YANG KUAT Oleh : Achmad Rosyad, SP, MM (KANGAHRO.COM) Widyaiswara Muda KUKM Jawa Barat BAGAIMANA CARA MEMBANGUN ORGANISASI YANG KUAT ? 1. BERORIENTASI PADA HASIL  Produktivitas seseorang atau organisasi terlihat dari hasil-hasil kerja yang mereka lakukan. Hasil-hasil ini tentunya adalah hasil-hasil kerja positif. Banyak terjadi hari ini organisasi yang ada hanya banyak melakukan pekerjaan namun sedikit dalam output kerja mereka. Mungkin sebagian dari kita masih berorientasi pada proses. Ada jargon yang sering kita dengar bahwa, “yang paling penting adalah prosesnya, hasil itu ngikut sendiri.” Jargon ini ada benarnya dan tidak selamanya benar. Memang kita harus memperhatikan proses dari pekerjaan kita, proses yang salah akan mempengaruhi hasil. Namun, melulu menikmati proses juga bukan pekerjaan yang produktif. Tetap ada target-target output dari pekerjaan yang kita lakukan. Tetap ada target-target pencapaian waktu penyesaian pekerjaan.  Kehidupan yang dinami

Memelihara dan Meningkatkan Etos Kerja

Membangun,   Memelihara   dan Meningkatkan                                       ETHOS KERJA “Etos kerja dapat di artikan sebagai pandangan bagaimana melakukan kegiatan yang bertujuan mendapatkan hasil atau mencapai kesuksesan” Etos kerja sangat di perlukan oleh kita sebagai insan yang hidup di dunia ini yang   hanya menyediakan dua pilihan antara Mencintai pekerjaan atau Mengeluh setiap hari . Jika kita tidak bisa mencintai pekerjan , maka kita hanya akan memperoleh “5 – ng” : ngeluh, ngedumel, ngegosip, ngomel, ngeyel . Dalam urusan etos kerja, bangsa indonesia sejak dulu di kenal memiliki etos kerja yang kurang baik, sampai pada jaman pendudukan Belanda mereka menyebut kita dengan sebutan yang mengejek, in lander pemalas. Begitupun selama perjalanan bangsa ini salah satu faktor yang menyebabkan krisis multidimensi Indonesia sejak tahun 1997 adalah merajalelanya etos kerja yang buruk . Di bidang ekonomi, masyarakat lebih mengutamakan ekonomi rente daripada ek