Langsung ke konten utama

BINGUNG SOAL PENDANAAN UNTUK MODAL USAHA…? TERNYATA BANYAK SOLUSINYA

Masalah yang paling klasik diungkapkan oleh setiap wirausaha atau UKM umumnya adalah masalah Modal, pembiayaan usaha dan seputar Dana…. Selalu di setia kesempatan, setiap wirausaha yang ditanya tentang permasalahan utama, semua memberikan jawaban “Masalahnya Modal”.  Tapi darimana sebenarnya dana untuk modal itu diperoleh, sumber-sumber  pendanaan dan bagaimana mengelola dana yang paling efektif dan bisa lebih produktif menghasilkan margin /keuntuga ang berlebih.  Tentunya perlu kita bahas masalah pendanaan ini lebih spesifik, apalagi dalam peruntukannya, apakan penggunaan dana yang dialokasikan untuk membiayai usaha kita akan dapat berputar sesuai harapan, dan meberikan satu nilai  keuntungan yang lebih dan dapat digunakan sebagai modal lagi…?? Disinilah kita  sebagai para pengelola dana usaha ini harus mulai bijak menggunakan dana tersebut sehingga dapat kita rasakan nilai tambah yang memang benar-benar mempengaruhi benar  usaha kita saat ini.

Wirausaha dapat menggunakan dua sumber utama pendanaan usaha, yaitu ekuitas dan utang. Ekuitas yaitu pemilik mengiventasikan modal sendiri ataupun laba perusahaannya untuk ditempatkan dalam perusahaan guna memperkecil resiko pengembalian dalam tingkat yang rendah.  Cara kedua adalah dengan utang adalah mengandung resiko, pemberi pinjaman pertama kali menarik laba dan harus dibayar sekalipun perusahaan tidak ada laba atau dalam kondisi merugi.
Umumnya dana permodalan usaha dapat diperoleh dalam 7 cara, antara lain Dana Sendiri, Dana pinjaman berupa Kredit Usaha, Kredit Tanpa Agunan (KTA), Kredit BPR (Bank Perkreditan Rakyat), Leasing atau Lease Back, Perum Pegadaian, Koperasi, Pinjaman BUMN, Pinjaman Departemen/Kementerian. Cara selanjutnya adalah Pinjaman kepada lembaga non-formal, Dana Gabungan Usaha (joint), Hibah, Pemasok Bahan Baku, dan Angel Investor.

Dana Sendiri biasanya berasal dari tabungan pribadi atau deposito, menjual barang–barang berharga dan sebagainya. Kelebihan dari dana ini adalah merupakan dana yang paling murah karena tidak dikenakan beban bunga. Kekurangannya ialah jumlah yang terbatas .  Dengan dana pribadi bisa lebih fleksibel dalam pemakaian jumlah dana sewaktu-waktu, bebas mengalokasikan dana sesuai dengan keputusan sendiri. Terbebas dari bunga, pemotongan keuntungan dan tidak perlu membagi hasil dengan pihak lain.

Berbeda dengan Dana Pinjaman, biasanya berasal dari Dana  hasil Kredit Usaha.  Kredit usaha pada berbagai Bank dikemas dengan nama yang berbeda. Kredit usaha diberikan sesuai dengan jenis usaha masing-masing.   Kredit usaha perbankan dibedakan menjadi kredit investasi dan kredit modal kerja, atau mungkin juga gabungan keduanya.   Bagi pengusaha yang hendak mengambil fasilitas kredit ini tentunya harus mempelajari dan memenuhi persyaratan yang dibutuhkan.

Agar dana yang didapatkan dari pihak lain dapat digunakan secara efektif dan efisien, beberapa hal yang perlu dilakukan adalah mengelola usaha dengan modal sendiri, membuat proposal usaha yang ringkas tentang usaha anda dari aspek pemasaran, produksi, organisasi dan manajemen serta keuangan, kemudian hubungi sumber pendanaan tersebut diatas dan  mempersiapkan persyaratannya.

Selanjutnya adalah pastikan jenis pinjaman yang tepat untuk memulai usaha anda, buat komitmen terhadap diri sendiri bahwa ketika mendapat pinjaman benar untuk modal usaha, jangan membeli sesuatu yang tidak perlu, Hindari penyakit “CAMPAK” (campuran Usaha dan keluarga), dan upayakan agar kesehatan keuangan perusahaan selalu terjaga dalam keadaan baik, melalui kontrol keuangan yang intensif dan cermat. Yang terakhir adalah hindari godaan untuk berbelanja apapun yang tidak anda perlukan dalam usaha, Bangun kepercayaan dengan siapapun, Hutang adalah alat bukan laba dan karena hutang adalah “ gembolan”, seperti kata mbah Surip (almarhum), “ tak gembol kemana-mana”.

Lalu bagaimana mengelola Dana yang ideal, sehingga peruntukannya dapat dinilai efisien /produktif menunjang semua langkah usaha Kita ?  Ada beberapa tips yang cukup efektif yang kiranya bisa kita coba sebagai pengelola dana dalam sebuah usaha, baik Modal usaha sendiri maupun modal hasil pinjaman,  diantaranya  :

(1) Mengelola usaha dengan modal sendiri, kelebihannya anda sangat memiliki keluasaan, Kekurangannya ialah jumlah yang terbatas, Meskipun demikian terkadang menggunakan dana sendiri juga memilki kelemahan seperti kurangnya kontrol dalam pemakaian dana, lalai dalam pencatatan keuangan, dan bila merugi maka harus menanggung kerugian sendiri. Untuk itu anda harus lebih cermat dalam menggunakannya, (2) Untuk Mendapatkan dana, anda wajib membuat proposal usaha yang ringkas tentang usaha anda dari aspek pemasaran, produksi, organisasi dan manajemen serta keuangan, kemudian hubungi sumber pendanaan tersebut( keterangan pada penjelasan diatas) dan persiapkan persyaratannya.  (3) Pastikan jenis pinjaman yang tepat untuk memulai usaha anda. Pinjaman jangka pendek atau pinjaman jangka panjang, secara umum jika ika penggunaan pinjaman jangka pendek untuk kebutuhan jangka pendek untuk menghindari beban bunga yang lebih tinggi. (4) Buat komitmen terhadap diri sendiri bahwa ketika mendapat pinjaman benar untuk modal usaha, jangan membeli sesuatu yang tidak perlu.  (5)  Hindari penyakit ‘CAMPAK”(Campuran Usaha dan keluarga), pisahkan mana urusan keluarga dan bisnis.

Berikutnya (6) Upayakan agar kesehatan keuangan perusahaan selalu terjaga dalam keadaan baik, melalui kontrol keuangan yang intensif dan cermat, (7) Hindari godaan untuk berbelanja apapun yang tidak anda perlukan dalam usaha, (8) Bangun kepercayaan dengan siapapun, baik perorangan , perusahaan, lembaga keuangan yang menjadi mitra untuk kelangsungan bisnis anda.  Ingat …(9) Hutang adalah alat bukan laba .

Itulah sedikit sharing untuk menambah wawasan bagaimana kita mengelola Dana Perusahaan secara bijak dan penuh kesungguhan.. Karena kalau kita sudah mengelola Dana dalam jumlah yang besar apalagi menggunakan dana orang lain (Investor), tentunya harus secara akuntabel dan penuh kehati-hatian.  Semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MINDSET KEWIRAUSAHAAN

  MINDSET KEWIRAUSAHAAN ... Oleh : Achmad Rosyad , SP, MM (kangahro.com)   “Kewirausahaan itu adalah sebuah Mindset” Kewirausahaan itu bukanlah sebuah status ataupun pekerjaan yang dilakukan sehari-hari, akan tetapi, adalah sebuah mindset . Itulah kenapa disebut dengan entrepreneurial mindset. Pola pikir ( mindset ) adalah cara memwirausaha ng terhadap sesuatu yang tertangkap oleh indra dan menghasilkan sikap yang terungkap dalam perilaku dan menghasilkan 'nasib'. Oleh karena itu, seringkali ditekankan kepada sikap mental seseorang dengan menjadi wirausaha. Atau bisa juga diartikan semacam filter diri sendiri untuk menafsirkan apa yang dilihat dan dialami. Pola pikir manusia bisa diubah, dari pola pikir yang negatif ke positif, pecundang ke pemenang, pekerja menjadi wirausaha. Pola pikir seorang wirausaha itu adalah pola pikir yang produktif, kreatif, inovatif karena pola pikir seperti inilah yang dibutuhkan oleh semua wirausaha untuk menjalankan suatu

Memelihara dan Meningkatkan Etos Kerja

Membangun,   Memelihara   dan Meningkatkan                                       ETHOS KERJA “Etos kerja dapat di artikan sebagai pandangan bagaimana melakukan kegiatan yang bertujuan mendapatkan hasil atau mencapai kesuksesan” Etos kerja sangat di perlukan oleh kita sebagai insan yang hidup di dunia ini yang   hanya menyediakan dua pilihan antara Mencintai pekerjaan atau Mengeluh setiap hari . Jika kita tidak bisa mencintai pekerjan , maka kita hanya akan memperoleh “5 – ng” : ngeluh, ngedumel, ngegosip, ngomel, ngeyel . Dalam urusan etos kerja, bangsa indonesia sejak dulu di kenal memiliki etos kerja yang kurang baik, sampai pada jaman pendudukan Belanda mereka menyebut kita dengan sebutan yang mengejek, in lander pemalas. Begitupun selama perjalanan bangsa ini salah satu faktor yang menyebabkan krisis multidimensi Indonesia sejak tahun 1997 adalah merajalelanya etos kerja yang buruk . Di bidang ekonomi, masyarakat lebih mengutamakan ekonomi rente daripada ek

AYO MEMBANGUN DAN MEMELIHARA JARINGAN USAHA KALAU MAU EKSIS BERBISNIS

Untuk mempertahankan bisnis, salah satu strategi yang harus dibangun adalah dengan mengembangkan/memperkuat jaringan (networking) usaha.  Dimana kita harus dapat bersinergi, berkolaborasi dan saling menjalin kemitraan dengan usaha lain, baik yang sejenis maupun usaha yang berbeda dengan tujuan untuk memperbesar akses dan penting bagi peningkatan kualitas layanan dan produktivitas usaha dengan berbagai kemungkinan yang dapat dijalankan sekaligus dikerjasamakan. Jaringan usaha yang harus dibangun adalah memiliki pengertian sebuah jalinan komunikasi dan kerjasama antar lembaga ataupun individu yang berorientasi pada profit untuk  mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dimana jaringan usaha memiliki esensi dalam kaidah-kaidah yang akan menghubungkan simpul-simpul usaha dari yang kita miliki yang akan dikerjasamakan dengan pihak lain, diantaranya bagaimana kualitas Kepemimpinan  yang akan melakukan kerjasama yang akan dibangun, tentunya harus memiliki sikap dan keputusan yang dapat dipe