Langsung ke konten utama

Mau usaha anda lebih kondusif ??? Jadilah WIRAUSAHA CERDAS

Sahabat wirausaha yang dirahmati Allah, saat ini kita sedang benar-benar dihadapkan pada era persaingan bebas dan dituntut menjadi pemain (players) dalam dunia usaha yang ada serta harus mampu berperan aktif melakukan berbagai perubahan dan strategi untuk masa depan bisnis kita yang harus terus berlanjut dan tumbuh.  Dengan menyikapi fenomena ini, tidak berlebihan kalau mulai saat ini Kita fikirkan sebuah langkah cerdas untuk memberikan penguatan dan keberlangsungan gairah usaha yang lebih berdaya saing serta memiliki nilai entreprenersip yang sesungguhnya.

Dengan strategi pemikiran yang tepat dan dibarengi dengan penerapan alternatif inovasi yang akan menambah berbeda bisnis yang kita jalani menjadi bisnis yang kondusif dan siap tampil di dunia persaingan bebas. Bahkan harus menjadi lebih kuat dan dan memiliki daya tahan terhadap berbagai resiko yang mungkin akan timbul di perjalanan bisnis kita dengan memerankan diri kita menjadi Wirausaha Cerdas.

Seperti apakah wirausaha cerdas dan berhasil yang ideal?  Tentunya yang dapat memberikan stimulasi pada kinerja usahanya dan dapat memadukan ilmu pengetahuan penunjang teknis maupun manajemen perusahaan dengan pengalaman bisnis sebelumnya dalam menjalankan berbagai strategi untuk sebuah bisnis dari mulai menyiapkan ide bisnis, memulai bisnis, menjalankan hingga memelihara dan menumbuhkan/mengembangkan bisnis anda mencapai tujuan yang dicita-citakan.  Kuncinya sederhana, menjadi wirausaha cerdas tentunya kita intinya harus memiliki prinsip – prinsip sebagai wirausaha yang mampu  memahami setiap tindakan yg akan dilakukan, dan  ikhlas dalam setiap pekerjaan mengelola usaha dengan enjoy dan benar-benar menikmati pekerjaan itu, mampu membuat suatu rancangan bisnis yang terencana, terkonsep, dengan langkah & strategi jitu jangan sekedar iseng atau coba-coba.  Sehingga  bisnis yang kita jalankan akan benar-benar menjadi sebuah perjalanan pemikiran yang selalu positif dengan mengoptimalkan keahlian dan pengetahuan penunjang usaha yang mampu menuntun kita pada sebuah kesuksesan besar.

Terpenting adalah bagaimana kita mampu mengambil dan memanfaatkan peluang yang ada untuk mendukung kita lebih yakin dan mampu berinovasi, lebih kreatif serta memiliki keunggulan tersendiri dengan mencirikan sesuatu yang khas dari bisnis kita.  Ingat…peluang sukses selalu ada, dan ada yang lebih Kuasa mengatur kapan saatnya anda mencapai puncak kesuksesan, kita hanya menjalani dan melakukan upaya ikhtiar yang dijewantahkan dalam karya-karya terbaik dengan kinerja wirausaha yang cerdas yang selalu menerapkan prinsip; kerja keras, selalu menjadi pribadi yang lurus dan benar, selalu cermat dan cerdik dalam menemukan gagasan-gagasan baru, serta selalu melakukan terobosan terbaru untuk setiap langkah usahanya.

Selamat menjalankan aktivitas bisnis kedepan…lakukan yang terbaik dan selalu menjadikan diri kita menjadi orang yang lebih bijak dan selalu cerdas menyikapi setiap kemungkinan yang menyertai bisnis Anda sekalian….

Penulis :
Achmad Rosyad, SP, MM
Widyaiswara Balatkop & UMKM
Trainer Wirausaha Baru Jawa Barat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MINDSET KEWIRAUSAHAAN

  MINDSET KEWIRAUSAHAAN ... Oleh : Achmad Rosyad , SP, MM (kangahro.com)   “Kewirausahaan itu adalah sebuah Mindset” Kewirausahaan itu bukanlah sebuah status ataupun pekerjaan yang dilakukan sehari-hari, akan tetapi, adalah sebuah mindset . Itulah kenapa disebut dengan entrepreneurial mindset. Pola pikir ( mindset ) adalah cara memwirausaha ng terhadap sesuatu yang tertangkap oleh indra dan menghasilkan sikap yang terungkap dalam perilaku dan menghasilkan 'nasib'. Oleh karena itu, seringkali ditekankan kepada sikap mental seseorang dengan menjadi wirausaha. Atau bisa juga diartikan semacam filter diri sendiri untuk menafsirkan apa yang dilihat dan dialami. Pola pikir manusia bisa diubah, dari pola pikir yang negatif ke positif, pecundang ke pemenang, pekerja menjadi wirausaha. Pola pikir seorang wirausaha itu adalah pola pikir yang produktif, kreatif, inovatif karena pola pikir seperti inilah yang dibutuhkan oleh semua wirausaha untuk menjalankan suatu

MEMBANGUN ORGANISASI BISNIS YANG KUAT

MEMBANGUN ORGANISASI BISNIS YANG KUAT Oleh : Achmad Rosyad, SP, MM (KANGAHRO.COM) Widyaiswara Muda KUKM Jawa Barat BAGAIMANA CARA MEMBANGUN ORGANISASI YANG KUAT ? 1. BERORIENTASI PADA HASIL  Produktivitas seseorang atau organisasi terlihat dari hasil-hasil kerja yang mereka lakukan. Hasil-hasil ini tentunya adalah hasil-hasil kerja positif. Banyak terjadi hari ini organisasi yang ada hanya banyak melakukan pekerjaan namun sedikit dalam output kerja mereka. Mungkin sebagian dari kita masih berorientasi pada proses. Ada jargon yang sering kita dengar bahwa, “yang paling penting adalah prosesnya, hasil itu ngikut sendiri.” Jargon ini ada benarnya dan tidak selamanya benar. Memang kita harus memperhatikan proses dari pekerjaan kita, proses yang salah akan mempengaruhi hasil. Namun, melulu menikmati proses juga bukan pekerjaan yang produktif. Tetap ada target-target output dari pekerjaan yang kita lakukan. Tetap ada target-target pencapaian waktu penyesaian pekerjaan.  Kehidupan yang dinami

AYO MEMBANGUN DAN MEMELIHARA JARINGAN USAHA KALAU MAU EKSIS BERBISNIS

Untuk mempertahankan bisnis, salah satu strategi yang harus dibangun adalah dengan mengembangkan/memperkuat jaringan (networking) usaha.  Dimana kita harus dapat bersinergi, berkolaborasi dan saling menjalin kemitraan dengan usaha lain, baik yang sejenis maupun usaha yang berbeda dengan tujuan untuk memperbesar akses dan penting bagi peningkatan kualitas layanan dan produktivitas usaha dengan berbagai kemungkinan yang dapat dijalankan sekaligus dikerjasamakan. Jaringan usaha yang harus dibangun adalah memiliki pengertian sebuah jalinan komunikasi dan kerjasama antar lembaga ataupun individu yang berorientasi pada profit untuk  mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dimana jaringan usaha memiliki esensi dalam kaidah-kaidah yang akan menghubungkan simpul-simpul usaha dari yang kita miliki yang akan dikerjasamakan dengan pihak lain, diantaranya bagaimana kualitas Kepemimpinan  yang akan melakukan kerjasama yang akan dibangun, tentunya harus memiliki sikap dan keputusan yang dapat dipe