Langsung ke konten utama

MENJADI WIRAUSAHA TIDAK CUKUP HANYA KEINGINAN DAN MIMPI SAJA


Sahabat wirausaha yang penuh semangat dan membanggakan.....

Memang...menjadi wirausaha itu tidak cukup hanya keinginan yang besar dan cita-cita atau impian semata untuk suskses menjalankan sebuah usaha. Tapi harus pula ditunjang oleh beberapa faktor...yang dapat menjadi motivasi dan penyemangat...Tentunya biar usaha kita dapat sukses, enjoy menjalaninya dan terus berlangsung lama sekaligus menjadi sebuah usaha yang diandalkan untuk menunjang ekonomi kita.

Faktor apa sajakah yang tentunya dapat mempengaruhi kinerja kita untuk dapat menjalankan, memelihara, menumbuhkan, mengembangkan hingga memperbesar skala usaha, dan bahkan menambah terus unit usaha lain yang dapat lebih variatif lagi. Apakah faktor keberuntungan...yang boleh jadi dapat juga mewarnai perjalanan  usaha kita? Atau faktor modal yang menunjang, atau faktor SDM sebagai tenaga handal dalam mengelola usaha atau faktor keuangan yang menjadi indikator kemajuan usaha kita...? Secara teoritis memang itulah faktor-faktor penunjang keberlangsungan usaha.  Bahkan ada faktor yang tidak kalah pentingnya, yakni faktor manajemen...bagaimana kita mengelola perusahaan yang kita cintai dari mulai merencanakan dengan konsep dan business plan yang jelas, menggunakan perhitungan dan analisis yang tepat dengan memperhatikan aspek pasar, produksi, SDM, sosial, lingkungan dan aspek inovasi/pengembangannya.

Sudah barang tentu semua faktor penujang di atas, pada saat kita akan menjalankan usaha...sudah harus lebih dulu difikirkan dan dibuat catatan-catatan penting sebagai dasar kita mendesain sebuah strategi yang jitu dalam mempersiapkan segalanya. Dan semua yang kita buat, kita konsepkan dan kita desain dalam sebuah business plan yang terencana itu...tentunya tidak jauh dari Ilmu Pengetahuan yang melingkupinya...Berarti sudah tidak terbantahkan...setiap langkah seorang wirausaha itu tidak pernah lepas dari Ilmu-ilmu pengetahuan yang ada di wilayah bisnis itu sendiri. Maka dari itu kita jalankan bisnis yang berbasis ilmu, menggunakan pengetahuan praktis penunjang untuk menyusun langkah-langkah strategis dalam menjalankan usaha kita, dari mulai merencanakan hingga memasarkannya.

Dan ilmu itu tentunya ada di sekitar kita, memakai pengetahuan manajemen perencanaan, produksi, hukum bisnis, pemasaran, manajemen SDM, manajemen keuangan dan ilmu pengetahuan lainnya yang relevan.

Dengan demikian tidak berlebihan kiranya untuk kita semua untuk memulai menjalankan usaha ini dengan menjadi Wirausaha yang berbasis ilmu..berpijak pada ilmu pengetahuan bisnis..yang sambil berjalan usaha dapat pula kita mempelajarinya..."lerning by doing" tentunya..

Yook mulai sekarang..cari tahu banyak tentang pengetahuan tentabg bisnis yang baik dan ilmu keterampilan yang sebanyak banyaknya untuk menunjang kreativitas, inovasi dan menemukan ide-ide briliyan untuk membuat usaha kita lebih update tentunya...Kuncinya satu kita harus banyak mencari informasi dan mengeksplor pengetahuan bisnis kita lewat berbagai media. .salah satunya dengan banyak membaca dan mencari tahu... Sepakat mulai saat ini kita reformasi bisnis kita dengan dibarengi kebiasaan-kebiasaan yang banyak meberi tambahan ilmu di setiap kesempatan.

Selamat mengeksplor ide bisnis yang lebih lanjut ke depan....ingat kesuksesan besar ada di tangan dan fikiranmu...mulai dari sekarang mari menjadi Wirausaha yang memiliki visi misi dan berbasis Ilmu..

Ditulis oleh :
ACHMAD ROSYAD MANSOER, SP,MM
Widyaiswara Balatkop & UMKM
Provinsi Jawa Barat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MINDSET KEWIRAUSAHAAN

  MINDSET KEWIRAUSAHAAN ... Oleh : Achmad Rosyad , SP, MM (kangahro.com)   “Kewirausahaan itu adalah sebuah Mindset” Kewirausahaan itu bukanlah sebuah status ataupun pekerjaan yang dilakukan sehari-hari, akan tetapi, adalah sebuah mindset . Itulah kenapa disebut dengan entrepreneurial mindset. Pola pikir ( mindset ) adalah cara memwirausaha ng terhadap sesuatu yang tertangkap oleh indra dan menghasilkan sikap yang terungkap dalam perilaku dan menghasilkan 'nasib'. Oleh karena itu, seringkali ditekankan kepada sikap mental seseorang dengan menjadi wirausaha. Atau bisa juga diartikan semacam filter diri sendiri untuk menafsirkan apa yang dilihat dan dialami. Pola pikir manusia bisa diubah, dari pola pikir yang negatif ke positif, pecundang ke pemenang, pekerja menjadi wirausaha. Pola pikir seorang wirausaha itu adalah pola pikir yang produktif, kreatif, inovatif karena pola pikir seperti inilah yang dibutuhkan oleh semua wirausaha untuk menjalankan suatu

MEMBANGUN ORGANISASI BISNIS YANG KUAT

MEMBANGUN ORGANISASI BISNIS YANG KUAT Oleh : Achmad Rosyad, SP, MM (KANGAHRO.COM) Widyaiswara Muda KUKM Jawa Barat BAGAIMANA CARA MEMBANGUN ORGANISASI YANG KUAT ? 1. BERORIENTASI PADA HASIL  Produktivitas seseorang atau organisasi terlihat dari hasil-hasil kerja yang mereka lakukan. Hasil-hasil ini tentunya adalah hasil-hasil kerja positif. Banyak terjadi hari ini organisasi yang ada hanya banyak melakukan pekerjaan namun sedikit dalam output kerja mereka. Mungkin sebagian dari kita masih berorientasi pada proses. Ada jargon yang sering kita dengar bahwa, “yang paling penting adalah prosesnya, hasil itu ngikut sendiri.” Jargon ini ada benarnya dan tidak selamanya benar. Memang kita harus memperhatikan proses dari pekerjaan kita, proses yang salah akan mempengaruhi hasil. Namun, melulu menikmati proses juga bukan pekerjaan yang produktif. Tetap ada target-target output dari pekerjaan yang kita lakukan. Tetap ada target-target pencapaian waktu penyesaian pekerjaan.  Kehidupan yang dinami

Memelihara dan Meningkatkan Etos Kerja

Membangun,   Memelihara   dan Meningkatkan                                       ETHOS KERJA “Etos kerja dapat di artikan sebagai pandangan bagaimana melakukan kegiatan yang bertujuan mendapatkan hasil atau mencapai kesuksesan” Etos kerja sangat di perlukan oleh kita sebagai insan yang hidup di dunia ini yang   hanya menyediakan dua pilihan antara Mencintai pekerjaan atau Mengeluh setiap hari . Jika kita tidak bisa mencintai pekerjan , maka kita hanya akan memperoleh “5 – ng” : ngeluh, ngedumel, ngegosip, ngomel, ngeyel . Dalam urusan etos kerja, bangsa indonesia sejak dulu di kenal memiliki etos kerja yang kurang baik, sampai pada jaman pendudukan Belanda mereka menyebut kita dengan sebutan yang mengejek, in lander pemalas. Begitupun selama perjalanan bangsa ini salah satu faktor yang menyebabkan krisis multidimensi Indonesia sejak tahun 1997 adalah merajalelanya etos kerja yang buruk . Di bidang ekonomi, masyarakat lebih mengutamakan ekonomi rente daripada ek