Langsung ke konten utama

Menjadi Wirausaha yang Pandai Mencuri Peluang


Sahabat wirausaha muda....

Terkadang dalam menjalankan bisnis kita dikelilingi oleh berbagai tantangan dan peluang, dan selalu berusaha mencari celah peluang, memilih dan memanfaatkan peluang-peluang mana saja yang paling tepat untuk dapat menunjang keberhasilan suatu proses yang cukup serius untuk menghasilkan sebuah karya besar yang akan mendongkrak kesuksesan.

Lalu bagaimana caranya kita dapat memanfaatkan momen-momen yang paling tepat untuk menjadikan peluang itu akan kita jadikan dasar untuk sebuah gagasan baru dan menjadi inspirasi untuk membuka peluang-peluang lainnya .?? Disanalah kita harus jeli dan sensitif, bahkan harus pandai mencuri peluang itu dari sisi mana kita akan mulai berkiprah. Disinalah yang mulai dinamakan bahwa mencuri itu diperbolehkan...Ya..mencuri peluang bagaimana orang lain tidak memanfaatkannya, tapi secara spesifik kita dapat mengambilnya.  Tatkala pesaing dan wirausahawan lain lengah dan tidak terfikir melakukannya, saat itulah kita secara startegis harus dapat memanfaatkannya menjadi sumber ide.

Mencuri peluang dalam mengekpresikan ide bisnis kita, tentunya ada trik-triknya tersendiri, pertama...kita tetap mengedepankan kehati-hatian siapa tahu peluang yang kita temukan itu akan beresiko besar, untuk itulah tetap harus kita analisa dan kita kaji terlebih dahulu kelemahan dan kekuatannya, serta kemanfaatan apa yang kita buat untuk bisnis kita.  Berarti ada peluang yang bisa kita ambil atau bahkan perlu kita hindari.

Kedua, harus ingat...tatkala kita mulai menemukan peluang yang benar-benar brilian itu...segera buat konsep implementasinya secara tertulis dengan mendesain satu analisa kelayakannya maupun menguraikan kemungkinan-kemungkinan resiko terburuknya kalau peluang itu gagal kita jalankan dalam perjalannya. Dan tentunya harus bisa melihat lebih dalam apakah penerapannya dapat memberi banyak manfaat serta berpenngaruh besar terhadap produktivitas bisnis kita, terhadap omzet maupun minat pasar dari produk kita.

Ketiga, tetapkan peluang itu menjadi sebuah konsep yang kita unggulkan dan menjadi pilihan utama dari alternatif-alternatif pengembangan ide-ide sebelumnya, dalam artian ada gagasan pembanding sebelumnya yang kita  dijadikan rekomendasi dalam membantu kita menerapkannya lebih strategis. Dan tentunya tetap mengedepankan kekuatan inovasi dan kreativitas yang relevan dengan kebutuhan pasar sehingga lebih memiliki daya saing dan keunggulan tersendiri dari apa yang kita lakukan selama ini.

Terakhir... Tentunya dalam mencuri peluang ini kita harus memiliki banyak menggali berbagai inspirasi dari setiap kejadian yang ada di sekitar kita, bahkan dari fenomena buruk sekalipun. Seperti sebuah kegagalan, kegalauan bahkan rumor-rumor yang ada. Siapa tahu kondisi yang tidak bersahabat dengan hati kita bahkan keterpurukan kita saat ini menjadi pembangkit kembali semangat kita untuk menemukan peluang  lain untuk menjadi alternatif pilihan dan menjadi upaya lain untuk menjadi terobosan yang spektakuler yang akan menentukan nasib bisnis kita kedepan.  Yang terpenting, berhubung ini berhubungan dengan mencuri peluang, lakukanlah semuanya ini dengan diam-diam tanpa dilontarkan dulu dan diketahui oleh orang lain..Khawatir belum apa-apa ide bagus kita malah sudah didahului orang lain.  Kuncinya satu, bersikaplah jujur pada diri sendiri, yakin akan kemampuan diri, asah terus insting bisnis kita sehingga lebih mudah  peka terhadap berbagai peluang untuk memanfaatkannya jadi sebuah konsep bisnis yang patut kita andalkan.  Disiplinkan diri untuk melakukan semua ini dengan sungguh-sungguh agar mendapatkan hasil yang maksimal tanpa keraguan lagi. Selalu optimis dan semangat menjalani setiap langkah usaha agar dapat menemukan peluang dan menyebar menjadi sebuah inspirasi bisnis yang terbaik dari sebuah peluang yang  entah kapan dan dimana/dari mana datangnya..
Semoga bermanfaat....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MINDSET KEWIRAUSAHAAN

  MINDSET KEWIRAUSAHAAN ... Oleh : Achmad Rosyad , SP, MM (kangahro.com)   “Kewirausahaan itu adalah sebuah Mindset” Kewirausahaan itu bukanlah sebuah status ataupun pekerjaan yang dilakukan sehari-hari, akan tetapi, adalah sebuah mindset . Itulah kenapa disebut dengan entrepreneurial mindset. Pola pikir ( mindset ) adalah cara memwirausaha ng terhadap sesuatu yang tertangkap oleh indra dan menghasilkan sikap yang terungkap dalam perilaku dan menghasilkan 'nasib'. Oleh karena itu, seringkali ditekankan kepada sikap mental seseorang dengan menjadi wirausaha. Atau bisa juga diartikan semacam filter diri sendiri untuk menafsirkan apa yang dilihat dan dialami. Pola pikir manusia bisa diubah, dari pola pikir yang negatif ke positif, pecundang ke pemenang, pekerja menjadi wirausaha. Pola pikir seorang wirausaha itu adalah pola pikir yang produktif, kreatif, inovatif karena pola pikir seperti inilah yang dibutuhkan oleh semua wirausaha untuk menjalankan suatu

Memelihara dan Meningkatkan Etos Kerja

Membangun,   Memelihara   dan Meningkatkan                                       ETHOS KERJA “Etos kerja dapat di artikan sebagai pandangan bagaimana melakukan kegiatan yang bertujuan mendapatkan hasil atau mencapai kesuksesan” Etos kerja sangat di perlukan oleh kita sebagai insan yang hidup di dunia ini yang   hanya menyediakan dua pilihan antara Mencintai pekerjaan atau Mengeluh setiap hari . Jika kita tidak bisa mencintai pekerjan , maka kita hanya akan memperoleh “5 – ng” : ngeluh, ngedumel, ngegosip, ngomel, ngeyel . Dalam urusan etos kerja, bangsa indonesia sejak dulu di kenal memiliki etos kerja yang kurang baik, sampai pada jaman pendudukan Belanda mereka menyebut kita dengan sebutan yang mengejek, in lander pemalas. Begitupun selama perjalanan bangsa ini salah satu faktor yang menyebabkan krisis multidimensi Indonesia sejak tahun 1997 adalah merajalelanya etos kerja yang buruk . Di bidang ekonomi, masyarakat lebih mengutamakan ekonomi rente daripada ek

AYO MEMBANGUN DAN MEMELIHARA JARINGAN USAHA KALAU MAU EKSIS BERBISNIS

Untuk mempertahankan bisnis, salah satu strategi yang harus dibangun adalah dengan mengembangkan/memperkuat jaringan (networking) usaha.  Dimana kita harus dapat bersinergi, berkolaborasi dan saling menjalin kemitraan dengan usaha lain, baik yang sejenis maupun usaha yang berbeda dengan tujuan untuk memperbesar akses dan penting bagi peningkatan kualitas layanan dan produktivitas usaha dengan berbagai kemungkinan yang dapat dijalankan sekaligus dikerjasamakan. Jaringan usaha yang harus dibangun adalah memiliki pengertian sebuah jalinan komunikasi dan kerjasama antar lembaga ataupun individu yang berorientasi pada profit untuk  mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dimana jaringan usaha memiliki esensi dalam kaidah-kaidah yang akan menghubungkan simpul-simpul usaha dari yang kita miliki yang akan dikerjasamakan dengan pihak lain, diantaranya bagaimana kualitas Kepemimpinan  yang akan melakukan kerjasama yang akan dibangun, tentunya harus memiliki sikap dan keputusan yang dapat dipe