Langsung ke konten utama

BAGAIMANA MENGUKUR KEBERHASILAN SUATU USAHA..???

BAGAIMANA MENGUKUR  
KEBERHASILAN SUATU USAHA..???

Oleh  : Achmad Rosyad, SP, MM

Sahabat wirausaha yang selalu berharap sukses…
Kali ini saya ingin mengajak kita bersama merenungkan sebuah makna keberhasilan dari usaha-usaha kita yang selama ini kita rintis, kita bangun, tumbuh dan kembangkan menjadi usaha yang cukup terasa hasilnya sampa hari ini.  Tentunya kita belum dapat mengukur sudah sesukses apakah kita atau bagaimana kita merasakan tingkat keberhasilan ini akan berdampak pada nilai ekonomi, kesejahteraan pelakunya bahkan pada lingkungan sosial di sekitar kita.  Untuk mengukurnya kita perlu mrngadakan refleksi mereview kejadian-kejadian penting di perusahaan kita, dan menata ulang kembali  faktor-faktor masalah yang terjadi pada perkembangan perusahaan kita.

Sederhana dan mungkin kita malah belum mengenali permasalahan dan faktor X yang timbul menjadi sumber keberhasilan usaha kita, tentunya dengan selalu memotivasi diri kita dan menyemangati bahwa usaha ini harus berlangsung dan berlanjut dengan segala kemungkinan dan resiko yang akan dihadapi kedepan menjadi satu ukuran keberhasilan dalam dunia entrepreneur.  Lalu apa sajakah  pendukung keberhasilan usaha itu sebenarnya?  
Hal yang pertama, tentunya dari internal diri kita sebagai pelaku usaha, yaitu attitude kita dalam melakukan usaha ini, termasuk bagaimana kita menerapkan etika dalam berbisnis, berperilaku baik terhadap sesama rekan bisnis dan pelayanan kita kepada konsumen dan pelanggan. Sikap dan perilaku pribadi-pribadi positif yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan yang notabene juga harus melakukan pelayanan terbaik dan selalu beretika dalam lingkungan bisnis dengan mengembangkan sikap Jujur dan tulus dalam menjalankan usaha.  Termasuk bagaimana memelihara sikap toleransi, menghormati dan menghargai orang lain, menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan mengikuti kaidah-kaidah dan norma  yang berlaku di lingkungan bisnisnya 
Selanjutnya, melakukan kinerja pribadi pengusaha itu sendiri (auto self performance) dalam menjalankan bisnis secara focus, serius dan konsisten dengan Kerja Keras dan Keuletan untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan mencapai tujuan usaha yang kita inginkan.  Termasuk bagaimana kita menjalankan usaha dengan segenap upaya, strategi dan perjuangan untuk mendapatkan nilai ekonomi yang setinggi-tingginya, dibarengi dengan kesungguhan dan niat yang kuat sebagai bagian dari manifestasi Ibadah yang harus tetap terpelihara sepanjang kita menjalankan usaha ini, yang tak pernah terhenti sampai kapanpun.
Dan jangan lupa, keberhasilan usaha ditentukan pula oleh kedisiplinan kita menjalani setiap proses usaha itu sendiri, dari mulai merencanakan, menyusun rencana kerja, melakukan produksi, menyusun strategi promosi, pemasaran, melakukan inovasi, diversifikasi hingga mendayagunakan sumber daya yang ada dengan penuh disiplin dan tanggung jawab serta dibarengi dengan segala konsekuensi dan berani Menanggung Resiko, sekaligus mampu mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi dalam kondisi terjelek sekalipun.  Semua dapat dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan komitmen yang tinggi untuk melakukan semua proses kegiatan usaha dengan cara yang bijak dan penuh perhitungan.
Terakhir, yang merupakan dukungan yang sangat menentukan keberhasilan usaha sudah barang tentu dengan kemampuan dan keterampilan yang mumpuni untuk menjalankan usaha ini dengan totalitas dan kehandalan manajemen kita  sebagai pengelola usaha.  Bagaimana kita mampu melaksanakan manajemen dengan baik dan apik untuk mengelola sebuah usaha dan selalu mengawalnya dengan menggunakan prinsip-prinsip manajemen sebagai dukungan ilmu pengetahuan yang terimplementasi dari mulai merencanakan, mengorganisasikan, mengatur dan mengadakan pengawasan secara berimbang dan kontinu.

Ingat sahabat wirausaha…..
Tidak ada suatu usahapun yag dapat berhasil tanpa ada kerja keras dan pengorbanan, semua harus dilakukan melalui proses dan komitmen.  Tidak ada bisnis yang langsung besar dan menggurita, selain ada proses konsistensi, kontinuitas, tumbuh dan berkembang hingga menjadi besar dengan tahapan yang benar sehingga puncak keberhasilan usaha dapat kita raih.   Semoga bermanfaat dan kita mulai melakukan semua hal yang dapat mendukung keberhasilan sebuah usaha.. Salam sukses lanjutkan perjuanganmu dalam Menggapai Sukses dalam segala hal…..

Penulis :
Achmad Rosyad Mansoer, SP, MM
Widyaiswara Ahli mUDA
dI Balai Diklat Perkoperasian dan Wirausaha Jawa barat
Trainer Kewirausahaan dan Konsultan Pemberdayaan Masyarakat KUMKM
Di Provinsi Jawa Barat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MINDSET KEWIRAUSAHAAN

  MINDSET KEWIRAUSAHAAN ... Oleh : Achmad Rosyad , SP, MM (kangahro.com)   “Kewirausahaan itu adalah sebuah Mindset” Kewirausahaan itu bukanlah sebuah status ataupun pekerjaan yang dilakukan sehari-hari, akan tetapi, adalah sebuah mindset . Itulah kenapa disebut dengan entrepreneurial mindset. Pola pikir ( mindset ) adalah cara memwirausaha ng terhadap sesuatu yang tertangkap oleh indra dan menghasilkan sikap yang terungkap dalam perilaku dan menghasilkan 'nasib'. Oleh karena itu, seringkali ditekankan kepada sikap mental seseorang dengan menjadi wirausaha. Atau bisa juga diartikan semacam filter diri sendiri untuk menafsirkan apa yang dilihat dan dialami. Pola pikir manusia bisa diubah, dari pola pikir yang negatif ke positif, pecundang ke pemenang, pekerja menjadi wirausaha. Pola pikir seorang wirausaha itu adalah pola pikir yang produktif, kreatif, inovatif karena pola pikir seperti inilah yang dibutuhkan oleh semua wirausaha untuk menjalankan suatu

MEMBANGUN ORGANISASI BISNIS YANG KUAT

MEMBANGUN ORGANISASI BISNIS YANG KUAT Oleh : Achmad Rosyad, SP, MM (KANGAHRO.COM) Widyaiswara Muda KUKM Jawa Barat BAGAIMANA CARA MEMBANGUN ORGANISASI YANG KUAT ? 1. BERORIENTASI PADA HASIL  Produktivitas seseorang atau organisasi terlihat dari hasil-hasil kerja yang mereka lakukan. Hasil-hasil ini tentunya adalah hasil-hasil kerja positif. Banyak terjadi hari ini organisasi yang ada hanya banyak melakukan pekerjaan namun sedikit dalam output kerja mereka. Mungkin sebagian dari kita masih berorientasi pada proses. Ada jargon yang sering kita dengar bahwa, “yang paling penting adalah prosesnya, hasil itu ngikut sendiri.” Jargon ini ada benarnya dan tidak selamanya benar. Memang kita harus memperhatikan proses dari pekerjaan kita, proses yang salah akan mempengaruhi hasil. Namun, melulu menikmati proses juga bukan pekerjaan yang produktif. Tetap ada target-target output dari pekerjaan yang kita lakukan. Tetap ada target-target pencapaian waktu penyesaian pekerjaan.  Kehidupan yang dinami

Memelihara dan Meningkatkan Etos Kerja

Membangun,   Memelihara   dan Meningkatkan                                       ETHOS KERJA “Etos kerja dapat di artikan sebagai pandangan bagaimana melakukan kegiatan yang bertujuan mendapatkan hasil atau mencapai kesuksesan” Etos kerja sangat di perlukan oleh kita sebagai insan yang hidup di dunia ini yang   hanya menyediakan dua pilihan antara Mencintai pekerjaan atau Mengeluh setiap hari . Jika kita tidak bisa mencintai pekerjan , maka kita hanya akan memperoleh “5 – ng” : ngeluh, ngedumel, ngegosip, ngomel, ngeyel . Dalam urusan etos kerja, bangsa indonesia sejak dulu di kenal memiliki etos kerja yang kurang baik, sampai pada jaman pendudukan Belanda mereka menyebut kita dengan sebutan yang mengejek, in lander pemalas. Begitupun selama perjalanan bangsa ini salah satu faktor yang menyebabkan krisis multidimensi Indonesia sejak tahun 1997 adalah merajalelanya etos kerja yang buruk . Di bidang ekonomi, masyarakat lebih mengutamakan ekonomi rente daripada ek