Langsung ke konten utama

CITRA DIRI SEORANG PENDAMPING WIRAUSAHA / BUSINESS COACHING

"CITRA DIRI SEORANG PENDAMPING WIRAUSAHA / BUSINESS COACHING"

Oleh : Kang Ahro
Trainer Kewirausahaan Jawa Barat

Sahabat wirausaha...... dalam merencanakan maupun memulai usaha bahkan saat menjalankan usaha, kita kadang sangat membutuhkan advice dan masukan positif untuk mendukung beberapa aspek yang kita rasa belum pas atau masih timpang disana-sini.  Disanalah kita butuh pihak luar atau orang di sekitar kita untuk membantu memperbaharui segala yang kita belum baik, terlebih dari sisi manajemen, kelembagaan usaha, brending, teknis produksi, hingga promosi dan perizinan (legal aspek) serta proses pengembangan usahanya.
Untuk memfasilitasi hal-hal seperti itu ternyata masih perlu didampingi oleh pihak yang lebih kompeten dan lebih pengalaman di bidangnya untuk bisa berbagi (sharing) pengalaman menjawab berbagai masalah dan kondisi kritis yang diharapkan dapat memberi pencerahan dan solusi-solusi alternatif.  Bahkan dapat membantu menjembantani  kita dengan berbagai pihak yang memiliki fasilitas dan kemudahan untuk dapat membantu salah satu pemecahan masalah usaha kita.

Lalu peran pendamping (coach) seperti apa yang kiranya dapat membantu memberikan berbagai solusi dan akan dengan mudah menuntun kita akan lebih baik dalam merintis usaha kedepan, di awal-awal perintisan usaha ini? Tentunya kita harus menemukan sosok/profil yang ideal dan mampu menggandeng wirausaha baru lebih baik dalam perintisan usahanya.

Pendamping yang diharapkan adalah mereka yang memiliki pengalaman bisnis dan kemampuan teknis usaha sesuai bidang usahanya sehingga akan lebih mudah mentransfer pengetahuan dan keterampiln kepada wirausaha. Dan pendamping harus memiliki jiwa entreprener dan selalu mau belajar menambah ilmu nya untuk terus berbagi dengan dampingannya. Terlebih dia  dapat menjadi agen perubahan yang dapat mengarahkan dan mengawal proses perintisan usaha serta memiliki jiwa panutan, selalu menyenangkan dan mau bekerja dengan hati.

Itulah sekelumit sikap dan peran pendamping yang harus benar-benar dapat diterapkan di saat mendampingi wirausaha, selain komitmen dan motivasinya untuk terus memberikan kontribusi total untuk turut mencetak wirausaha baru yang lebih baik dan mumpuni.

Selamat menjalani peran pendamping yang begitu penuh dinamika dan  akan tetap menyenangkan di dalam sebuah aktivitas yang patut dijalani...

Sukses untuk kita semua...

Penulis :
Kangahro.com
www.startegidanbisnis-strabizTV

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MINDSET KEWIRAUSAHAAN

  MINDSET KEWIRAUSAHAAN ... Oleh : Achmad Rosyad , SP, MM (kangahro.com)   “Kewirausahaan itu adalah sebuah Mindset” Kewirausahaan itu bukanlah sebuah status ataupun pekerjaan yang dilakukan sehari-hari, akan tetapi, adalah sebuah mindset . Itulah kenapa disebut dengan entrepreneurial mindset. Pola pikir ( mindset ) adalah cara memwirausaha ng terhadap sesuatu yang tertangkap oleh indra dan menghasilkan sikap yang terungkap dalam perilaku dan menghasilkan 'nasib'. Oleh karena itu, seringkali ditekankan kepada sikap mental seseorang dengan menjadi wirausaha. Atau bisa juga diartikan semacam filter diri sendiri untuk menafsirkan apa yang dilihat dan dialami. Pola pikir manusia bisa diubah, dari pola pikir yang negatif ke positif, pecundang ke pemenang, pekerja menjadi wirausaha. Pola pikir seorang wirausaha itu adalah pola pikir yang produktif, kreatif, inovatif karena pola pikir seperti inilah yang dibutuhkan oleh semua wirausaha untuk menjalankan suatu

MEMBANGUN ORGANISASI BISNIS YANG KUAT

MEMBANGUN ORGANISASI BISNIS YANG KUAT Oleh : Achmad Rosyad, SP, MM (KANGAHRO.COM) Widyaiswara Muda KUKM Jawa Barat BAGAIMANA CARA MEMBANGUN ORGANISASI YANG KUAT ? 1. BERORIENTASI PADA HASIL  Produktivitas seseorang atau organisasi terlihat dari hasil-hasil kerja yang mereka lakukan. Hasil-hasil ini tentunya adalah hasil-hasil kerja positif. Banyak terjadi hari ini organisasi yang ada hanya banyak melakukan pekerjaan namun sedikit dalam output kerja mereka. Mungkin sebagian dari kita masih berorientasi pada proses. Ada jargon yang sering kita dengar bahwa, “yang paling penting adalah prosesnya, hasil itu ngikut sendiri.” Jargon ini ada benarnya dan tidak selamanya benar. Memang kita harus memperhatikan proses dari pekerjaan kita, proses yang salah akan mempengaruhi hasil. Namun, melulu menikmati proses juga bukan pekerjaan yang produktif. Tetap ada target-target output dari pekerjaan yang kita lakukan. Tetap ada target-target pencapaian waktu penyesaian pekerjaan.  Kehidupan yang dinami

Memelihara dan Meningkatkan Etos Kerja

Membangun,   Memelihara   dan Meningkatkan                                       ETHOS KERJA “Etos kerja dapat di artikan sebagai pandangan bagaimana melakukan kegiatan yang bertujuan mendapatkan hasil atau mencapai kesuksesan” Etos kerja sangat di perlukan oleh kita sebagai insan yang hidup di dunia ini yang   hanya menyediakan dua pilihan antara Mencintai pekerjaan atau Mengeluh setiap hari . Jika kita tidak bisa mencintai pekerjan , maka kita hanya akan memperoleh “5 – ng” : ngeluh, ngedumel, ngegosip, ngomel, ngeyel . Dalam urusan etos kerja, bangsa indonesia sejak dulu di kenal memiliki etos kerja yang kurang baik, sampai pada jaman pendudukan Belanda mereka menyebut kita dengan sebutan yang mengejek, in lander pemalas. Begitupun selama perjalanan bangsa ini salah satu faktor yang menyebabkan krisis multidimensi Indonesia sejak tahun 1997 adalah merajalelanya etos kerja yang buruk . Di bidang ekonomi, masyarakat lebih mengutamakan ekonomi rente daripada ek