Langsung ke konten utama

Membidik Calon Wirausaha Baru yang Produktif, Kreatif, Mandiri dan Berkomitmen



"Membidik Calon Wirausaha Baru yang Produktif, Kreatif, Mandiri dan Berkomitmen"

Tahun ini tidak terasa program pencetakan seratus ribu wirausaha baru sudah masuk tahun ke empat, dari target 5 tahun janji Gubernur Jawa Barat. Semakin kesini, harapannya akan semakin baik dan akan didaptakan para wirausaha baru (entreprener) yang lebih baik, lebih produktif, lebih mandiri sehingga memiliki usaha yang dapat dikembangkan melalui berbagai treatmen/pendekatan yang mendukung suksesnya misi pencetakan WUB kedepan.

Target kuantitatif bisa saja kita peroleh melalui rekruitmen dan pengembangan dari setiap program yang berhubungan dengan kewirausahaan di Jawa Barat.  Namun perlu dilakukan peningkatan dan perolehan jumlah wirausaha baru yang lebih berkualitas, berdaya saing, memiliki responsibility dan komitmen  kuat untuk melahirkan wirausaha baru yang lebih siap dan tangguh di era global ini.

Lalu bagaimana strategi dan komitmen kita untuk mendapatkan wirausaha baru yang kita harapkan dapat menjadi agen-agen baru perubahan di negeri ini?  Tentunya dibutuhkan proses pencetakan dan pendekatan khusus yang  efektif dan efisien, terutama dalam rekrutmen awal dalam menggali potensi calon WUB, sejauh mana minat, komitmen dan minat calon WUB untuk menjadi seorang entreprener yang dapat nantinya akan terus menjalankan usahanya, meningkatkan produktivitas dirinya sekaligus pengembangan dirinya dalam kompetensi bisnis yang lebih fokus dan memiliki keunggulan tersendiri.

Untuk mencapai harapan itu, bebarapa hal yang perlu diperhatikan untuk mencari bibit-bibit wirausaha baru yang siap dicetak menjadi entreprener yang sebenarnya yang mampu melakukan kinerja bisnis yang mumpuni dan serius menjalankan bisnis itu menjadi sebuah pilihan. Dan tentunya disini dibutuhkan komitmen yang kuat dibarengi dengan perubahan mindset saat akan memulai usaha atau setelah terjun menjadi pengusaha. 

Luruskan niat dan selalu memelihara kenyamanan diri bahwa usaha itu harus dijalani dengan senang hati sesuai dengan passion kita sendiri.  Sehingga akan nyaman menjalaninya, tanpa beban, tanpa kegalauan atau keraguan lagi.

Selanjutnya lakukan sebuah perencanaan bisnis yang terkonsep dalam sebuah rencana usaha yang benar-benar disiapkan dari awal, baik produk/jasa yang akan dikembangkan, rencana produksi, penjualan sampai rencana brending yang akan dipakai sehingga lebih jelas dan terarah nantinya.

Siapkan pula mental dan semangat untuk melalkukan perubahan dalam segala hal, karena nantinya dalam berbisnis itu akan banyak dipengaruhi perubahan-perubahan. Dan lebih penting, adalah niat dan motivasi kita untuk memulai dan menjalankan usaha, dimana kita akan memasuki dunia bisnis yang sebenarnya. Niatkan semata-mata ingin menjadi wirausaha yang benar-benar kemauan dan inisiatif sendiri tanpa embel-embel apapaun. Kadang suka ada saja yang ingin coba-coba, atau mengejar bantuan pemerintah atau terbawa-bawa teman, dan alternatif lain daripada tidak ada kegiatan misalnya.  Semua harus dilakukan dengan hati dan keseriusan. Insya Allah kita akan dapatkan wirausaha-wirausaha yang handal dan berpotensi untuk mendukung perekonomian daerah.

Semoga kita akan mendapatkan kriteria wirausaha baru yang diharapkan dan menjadi sesuatu yang benar-benar berbeda untuk perbaikan kedepan. Wirausaha yang produktif, kreatif, mandiri, berkarakter dan berkomitmen serta memiliki keunggulan kompetitif kedepan...

Semoga bermanfaat
Sukses Wirausaha Baru Jawa Barat

Penulis :
Kang Ahro
Trainer Kewirausahaan Jawa Barat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MINDSET KEWIRAUSAHAAN

  MINDSET KEWIRAUSAHAAN ... Oleh : Achmad Rosyad , SP, MM (kangahro.com)   “Kewirausahaan itu adalah sebuah Mindset” Kewirausahaan itu bukanlah sebuah status ataupun pekerjaan yang dilakukan sehari-hari, akan tetapi, adalah sebuah mindset . Itulah kenapa disebut dengan entrepreneurial mindset. Pola pikir ( mindset ) adalah cara memwirausaha ng terhadap sesuatu yang tertangkap oleh indra dan menghasilkan sikap yang terungkap dalam perilaku dan menghasilkan 'nasib'. Oleh karena itu, seringkali ditekankan kepada sikap mental seseorang dengan menjadi wirausaha. Atau bisa juga diartikan semacam filter diri sendiri untuk menafsirkan apa yang dilihat dan dialami. Pola pikir manusia bisa diubah, dari pola pikir yang negatif ke positif, pecundang ke pemenang, pekerja menjadi wirausaha. Pola pikir seorang wirausaha itu adalah pola pikir yang produktif, kreatif, inovatif karena pola pikir seperti inilah yang dibutuhkan oleh semua wirausaha untuk menjalankan suatu

MEMBANGUN ORGANISASI BISNIS YANG KUAT

MEMBANGUN ORGANISASI BISNIS YANG KUAT Oleh : Achmad Rosyad, SP, MM (KANGAHRO.COM) Widyaiswara Muda KUKM Jawa Barat BAGAIMANA CARA MEMBANGUN ORGANISASI YANG KUAT ? 1. BERORIENTASI PADA HASIL  Produktivitas seseorang atau organisasi terlihat dari hasil-hasil kerja yang mereka lakukan. Hasil-hasil ini tentunya adalah hasil-hasil kerja positif. Banyak terjadi hari ini organisasi yang ada hanya banyak melakukan pekerjaan namun sedikit dalam output kerja mereka. Mungkin sebagian dari kita masih berorientasi pada proses. Ada jargon yang sering kita dengar bahwa, “yang paling penting adalah prosesnya, hasil itu ngikut sendiri.” Jargon ini ada benarnya dan tidak selamanya benar. Memang kita harus memperhatikan proses dari pekerjaan kita, proses yang salah akan mempengaruhi hasil. Namun, melulu menikmati proses juga bukan pekerjaan yang produktif. Tetap ada target-target output dari pekerjaan yang kita lakukan. Tetap ada target-target pencapaian waktu penyesaian pekerjaan.  Kehidupan yang dinami

AYO MEMBANGUN DAN MEMELIHARA JARINGAN USAHA KALAU MAU EKSIS BERBISNIS

Untuk mempertahankan bisnis, salah satu strategi yang harus dibangun adalah dengan mengembangkan/memperkuat jaringan (networking) usaha.  Dimana kita harus dapat bersinergi, berkolaborasi dan saling menjalin kemitraan dengan usaha lain, baik yang sejenis maupun usaha yang berbeda dengan tujuan untuk memperbesar akses dan penting bagi peningkatan kualitas layanan dan produktivitas usaha dengan berbagai kemungkinan yang dapat dijalankan sekaligus dikerjasamakan. Jaringan usaha yang harus dibangun adalah memiliki pengertian sebuah jalinan komunikasi dan kerjasama antar lembaga ataupun individu yang berorientasi pada profit untuk  mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dimana jaringan usaha memiliki esensi dalam kaidah-kaidah yang akan menghubungkan simpul-simpul usaha dari yang kita miliki yang akan dikerjasamakan dengan pihak lain, diantaranya bagaimana kualitas Kepemimpinan  yang akan melakukan kerjasama yang akan dibangun, tentunya harus memiliki sikap dan keputusan yang dapat dipe