Langsung ke konten utama

Menjalani Usaha dengan Cerdas dan Menyenangkan Tanpa Baper

"Menjalani Usaha dengan Cerdas dan Menyenangkan
 Tanpa Baper"

Sahabat wirausaha dimanapun, saat menjalankan usaha yang kita geluti selama ini, mungkin dalam hati bertanya-tanya di sela waktu setelah selesai beraktivitas..... Apakah usaha yang kita jalani ini sudah benar-benar pas dengan pribadi kita, atau lebih cocok dengan karakter serta kemampuan kita selama ini....? Disinilah kita perlu berfikir secara cerdas, mengevaluasi kembali merenungkan kilas balik pada sebuah perjalanan usaha kita selama ini.  Mumpung masih belum terlanjur jauh melangkah dan lebih kompleks lagi dengan masalah-masalah dan resiko yang kita hadapi.  

Mari kira cermati dengan fikiran yang cerdas langkah-langkah positif apa sajakah yang harus kita ambil untuk menuntun usaha kita lebih baik dan sesuai dengan kapasitas sumber daya yang memiliki daya dukung serta berkesinambungan tentunya.
Dan satu hal yang pantang kita lakukan dalam menjalani usaha ini adalah menyikapi segala permasalahan dengan perasaan bukan dengan akal sehat. Istilah anak muda sekarang BAPER (TerBawa Perasaan)...

Sungguh tidak elok kalau setiap kondisi yang tidak menguntungkan dalam sebuah bisnis harus dilalui dengan mengandalkan perasaan takut, galau, emosi, penuh kepanikan, tidak tegaan, menyimpan dendam, apalagi gampang suudon dan mudah terhasut oleh perasaan yang tidak menentu yang akhirnya banyak bimbang/ragu sehingga tidak dapat mengambil keputusan terbaik untuk diri pribadi maupun perusahaan.

Perasaan-perasaan seperti itulah yang kerapkali mengikuti keadaan jika kita sedang mengalami gap antara harapan dan kenyataan yang ada yang harusnya terjadi bahkan kita sudah targetkan. Karena tidak tercapainya sebuah tujuan dapat menyebabkan kita dimainkan oleh perasaan kita sendiri dalam kondisi panik dan kacaunya fikiran yang berkepanjangan.  Segera atasi kondisi tersebut dengan selalu mengembalikannya pada nalar dan kecerdasan emosional yang stabil sehingga kita dapat berfikir jernih dalam keadaan tenang dan nyaman sehingga mudah menemukan alternatif solusi yang terbaik dalam menyikapi masalah di dalam bisnis kita, bahkan akan mampu mendapatkan sebuah pemikiran yang smart untuk membuat sebuah keputusan besar yang sangat penting dalam menentukan masa depan perusahaan.

Dengan demikian disini perlu ada semacam keseimbangan antara fikiran dan perasaan, yang harus dimanifestasikan dalam sebuah program kerja alternatif yang harus dilakukan untuk menyikapi sebuah kondisi kritis sekalipun di dalam perjalanan usaha kita. Awali dengan melakukan review terhadap penyebab terjadinya masalah, apakah dari internal diri kita atau penyebab eksternal lainnya yang begitu kompleks yang begitu mempengaruhi perkembangan usaha kita. Selanjutnya pusatkan pada pemikiran kita untuk menyusun sebuah strategi baru dalam mengantisipasi permasalahan teknis yang mempengaruhi tatanan manajemen maupun produksi hingga pemasaran yang harus ditata ulang dalam sebuah reformasi konsep bisnis yang terus didukung oleh kreativitas maupun inovasi yang terus dilakukan. 

Dan yang terpenting kita updete terus kemampuan personal kita dalam kapasitas srbagai seorang ownetr yang harus terus ditempa baik dari segi teknis (keterampilan) maupun sikap mental dan selalu mengasah kecerdasannya dengan selalu mau belajar dan belajar maupun menggali pengetahuan dari pengalaman dan transformasi ilmu dari informasi-informasi yang mendukung.

Selalulah smart menjadi wirausaha yang tetap eksis melakukan ikhtiar dan pemikiran yang mumpuni untuk usaha kita lebih baik dan barokah. Jangan lupa selalu berdoa dan mohon petunjuk langkah selanjutnya kepada yang maha mengatur segalanya dalam setiap upaya yang akan diridhoinya.

Selamat  berkarya terus untuk sebuah perubahan besar yang akan mendorong kita menjadi manusia-manusia yang mampu berfikir dan dapat menciptakan kenyamanan dalam menjalankan usaha kedepan tanpa baper lagi, tanpa keraguan dan kegalauan. Langkah pasti yang akan kita dapati untuk kesuksesan besar yang telah menanti di penghujung waktu yang pasti dan senantiasa menjadi wirausaha sejati yang kaya hati.......

Sukses wirausaha....
Semoga bermanfaat....

Penulis :
Kang Ahro
Trainer Wirausaha Baru Jawa Barat
@kangahro.com
www.strategidanbisnis.com www.wiraysahabarujabar.net

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MINDSET KEWIRAUSAHAAN

  MINDSET KEWIRAUSAHAAN ... Oleh : Achmad Rosyad , SP, MM (kangahro.com)   “Kewirausahaan itu adalah sebuah Mindset” Kewirausahaan itu bukanlah sebuah status ataupun pekerjaan yang dilakukan sehari-hari, akan tetapi, adalah sebuah mindset . Itulah kenapa disebut dengan entrepreneurial mindset. Pola pikir ( mindset ) adalah cara memwirausaha ng terhadap sesuatu yang tertangkap oleh indra dan menghasilkan sikap yang terungkap dalam perilaku dan menghasilkan 'nasib'. Oleh karena itu, seringkali ditekankan kepada sikap mental seseorang dengan menjadi wirausaha. Atau bisa juga diartikan semacam filter diri sendiri untuk menafsirkan apa yang dilihat dan dialami. Pola pikir manusia bisa diubah, dari pola pikir yang negatif ke positif, pecundang ke pemenang, pekerja menjadi wirausaha. Pola pikir seorang wirausaha itu adalah pola pikir yang produktif, kreatif, inovatif karena pola pikir seperti inilah yang dibutuhkan oleh semua wirausaha untuk menjalankan suatu

Memelihara dan Meningkatkan Etos Kerja

Membangun,   Memelihara   dan Meningkatkan                                       ETHOS KERJA “Etos kerja dapat di artikan sebagai pandangan bagaimana melakukan kegiatan yang bertujuan mendapatkan hasil atau mencapai kesuksesan” Etos kerja sangat di perlukan oleh kita sebagai insan yang hidup di dunia ini yang   hanya menyediakan dua pilihan antara Mencintai pekerjaan atau Mengeluh setiap hari . Jika kita tidak bisa mencintai pekerjan , maka kita hanya akan memperoleh “5 – ng” : ngeluh, ngedumel, ngegosip, ngomel, ngeyel . Dalam urusan etos kerja, bangsa indonesia sejak dulu di kenal memiliki etos kerja yang kurang baik, sampai pada jaman pendudukan Belanda mereka menyebut kita dengan sebutan yang mengejek, in lander pemalas. Begitupun selama perjalanan bangsa ini salah satu faktor yang menyebabkan krisis multidimensi Indonesia sejak tahun 1997 adalah merajalelanya etos kerja yang buruk . Di bidang ekonomi, masyarakat lebih mengutamakan ekonomi rente daripada ek

AYO MEMBANGUN DAN MEMELIHARA JARINGAN USAHA KALAU MAU EKSIS BERBISNIS

Untuk mempertahankan bisnis, salah satu strategi yang harus dibangun adalah dengan mengembangkan/memperkuat jaringan (networking) usaha.  Dimana kita harus dapat bersinergi, berkolaborasi dan saling menjalin kemitraan dengan usaha lain, baik yang sejenis maupun usaha yang berbeda dengan tujuan untuk memperbesar akses dan penting bagi peningkatan kualitas layanan dan produktivitas usaha dengan berbagai kemungkinan yang dapat dijalankan sekaligus dikerjasamakan. Jaringan usaha yang harus dibangun adalah memiliki pengertian sebuah jalinan komunikasi dan kerjasama antar lembaga ataupun individu yang berorientasi pada profit untuk  mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dimana jaringan usaha memiliki esensi dalam kaidah-kaidah yang akan menghubungkan simpul-simpul usaha dari yang kita miliki yang akan dikerjasamakan dengan pihak lain, diantaranya bagaimana kualitas Kepemimpinan  yang akan melakukan kerjasama yang akan dibangun, tentunya harus memiliki sikap dan keputusan yang dapat dipe