Langsung ke konten utama

MENYEMANGATI DIRI SENDIRI DALAM MEMULAI BISNIS

"Menyemangati Diri Sendiri dalam Memulai Bisnis"


Sahabat entreprener mungkin hari ini saatnya memusatkan perhatian kita pada bisnis yang akan dimulai beroperasi, atau melanjutkan usaha yang pernah stagnan.  Dan sudah tidak diragukan lagi perlu penyemangat dan tekad yang kuat di awal perjalanan melakukan sebuah bisnis.  Biasanya kita masih merasa awam atau belum berani berbuat banyak untuk dapat terjun langsung sendiri mengekspresikan diri menjadi wirausaha seperti orang kebanyakan (pebisnis) yang lazim dilakukan.


Kondisi seperti ini sudah pasti dialami dan terjadi di awal kita akan memulai suatu bisnis dengan segala persiapan konsep bisnis, hitungan matematis proyeksi profit yang akan diperoleh, membidik pasar, menyusun sebuah rencana usaha yang fisibel bahkan sampai menyiapkan berbagai ide atau strategi khusus untuk pengembangan produk sekaligus promosinya.


Tetapi kadang kita terlena dengan persiapan teknis dan manajemen tersebut hingga mental kita sendiri belum terfokuskan untuk mendukung semuanya agar senantiasa berjalan sesuai rencana.  Bagaimanapun kita tetap harus dapat menyiapkan diri, menyemangati diri sendiri agar termotivasi lagi minimal agar usaha yang akan kita rintis ini bisa jalan saja dulu, itu sudah merupakan sebuah kekuatan.


Lalu bagaimana kita dapat menyemangati diri pribadi agar kita lebih percaya diri (pede) dan lebih yakin semuanya akan baik-baik saja sesuai rencana semula yang kita canangkan dalam fikiran dan hati kita untuk memulai usaha ini dengan penuh kesungguhan? Ada beberapa tips yang mudah-mudahan bermanfaat, pertama yakinkan diri kita untuk satu niatan kuat benar-benar mau usaha, luruskan niat yakinkan hati dan selalu meyakini sebuah langkah awal niatan yang baik kedepannya pasti akan lebih baik.

Kedua, yakin produk atau jasa yang kita buat adalah yang terbaik, dan akan menjadi pionir yang belum ada orang lain yang melakukan/membuat sebelumnya, karena kita butuh pengakuan orang lain untuk membuktikan produk yang kita buat ini adalah sebuah kreativitas yang unik serta lahir dari sebuah ide yang benar-benar terkonsep dan ideal.
Ketiga, yakinkan apa yg kita buat di awal bisnis ini adalah sebuah inovasi baru, mengandung unsur perubahan, tidak meniru konsep orang lain dan semata adalah orsinil buah pemikiran kita yang patut kita banggakan.


Dengan ketiga keyakinan tersebut, mudah-mudahan menjadi awal penyemangat kita memulai bisnis.  Tentunya dengan terus dibarengi dengan sikap diri yang selalu hambel, menunjukan sikap positif seorang pemula usaha yang tetap menjaga kepercayaan konsumen dengan menghasilkan produk yang baik dan diminati pasar, selalu menunjukan attitude yang mendukung rasa simpatik dari lingkungan bisnis kita dan menjadi mitra bisnis yang baik dengan orang-orangvyang akan terlibat langsung dalan perjalanan bisnis kita.


Itulah sekilas penyemangat dan midal motivasi awal untuk menjadi vitamin bagi kepercayaan diri memulai bisnis untuk sahabat yang saat ini kurang yakin akan dirinya apalagi bisnisnya yang akan mulai diperkenalkan kepada orang banyak.  Yang lebih penting, tetap melakukan semua persiapan dengan sungguh-sungguh, tekun, teliti dan selalu bersikap ramah, tetap menjadi pribadi yang menyenangkan dan dapat menarik simpati pasar bukan saja karena konsep usaha kita yang baik saja, tetapi lebih karena konsumen merasa berkesan berinteraksi dalam bisnis dengan kita.


Tetap semangat dan menyemangati diri sendiri dengan penuh percaya diri walaupun kita baru saja memulai perjalanan bisnis ini, yakin Allah SWT akan selalu menyertai, mendampingi dan melindungi  setiap langkah kita dari awal sampai meraih sukses nanti. Jangan lupa selalu berikhtiar dan berdoa untuk semuanya berjalan lancar dan bermanfaat untuk diri sendiri dan orang banyak....Aaamiin ...



Penulis :
KangAhro.com
Trainer Kewirausahaan
Pencetakan 100.000 Wirausaha Baru Jawa Barat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MINDSET KEWIRAUSAHAAN

  MINDSET KEWIRAUSAHAAN ... Oleh : Achmad Rosyad , SP, MM (kangahro.com)   “Kewirausahaan itu adalah sebuah Mindset” Kewirausahaan itu bukanlah sebuah status ataupun pekerjaan yang dilakukan sehari-hari, akan tetapi, adalah sebuah mindset . Itulah kenapa disebut dengan entrepreneurial mindset. Pola pikir ( mindset ) adalah cara memwirausaha ng terhadap sesuatu yang tertangkap oleh indra dan menghasilkan sikap yang terungkap dalam perilaku dan menghasilkan 'nasib'. Oleh karena itu, seringkali ditekankan kepada sikap mental seseorang dengan menjadi wirausaha. Atau bisa juga diartikan semacam filter diri sendiri untuk menafsirkan apa yang dilihat dan dialami. Pola pikir manusia bisa diubah, dari pola pikir yang negatif ke positif, pecundang ke pemenang, pekerja menjadi wirausaha. Pola pikir seorang wirausaha itu adalah pola pikir yang produktif, kreatif, inovatif karena pola pikir seperti inilah yang dibutuhkan oleh semua wirausaha untuk menjalankan suatu

Memelihara dan Meningkatkan Etos Kerja

Membangun,   Memelihara   dan Meningkatkan                                       ETHOS KERJA “Etos kerja dapat di artikan sebagai pandangan bagaimana melakukan kegiatan yang bertujuan mendapatkan hasil atau mencapai kesuksesan” Etos kerja sangat di perlukan oleh kita sebagai insan yang hidup di dunia ini yang   hanya menyediakan dua pilihan antara Mencintai pekerjaan atau Mengeluh setiap hari . Jika kita tidak bisa mencintai pekerjan , maka kita hanya akan memperoleh “5 – ng” : ngeluh, ngedumel, ngegosip, ngomel, ngeyel . Dalam urusan etos kerja, bangsa indonesia sejak dulu di kenal memiliki etos kerja yang kurang baik, sampai pada jaman pendudukan Belanda mereka menyebut kita dengan sebutan yang mengejek, in lander pemalas. Begitupun selama perjalanan bangsa ini salah satu faktor yang menyebabkan krisis multidimensi Indonesia sejak tahun 1997 adalah merajalelanya etos kerja yang buruk . Di bidang ekonomi, masyarakat lebih mengutamakan ekonomi rente daripada ek

AYO MEMBANGUN DAN MEMELIHARA JARINGAN USAHA KALAU MAU EKSIS BERBISNIS

Untuk mempertahankan bisnis, salah satu strategi yang harus dibangun adalah dengan mengembangkan/memperkuat jaringan (networking) usaha.  Dimana kita harus dapat bersinergi, berkolaborasi dan saling menjalin kemitraan dengan usaha lain, baik yang sejenis maupun usaha yang berbeda dengan tujuan untuk memperbesar akses dan penting bagi peningkatan kualitas layanan dan produktivitas usaha dengan berbagai kemungkinan yang dapat dijalankan sekaligus dikerjasamakan. Jaringan usaha yang harus dibangun adalah memiliki pengertian sebuah jalinan komunikasi dan kerjasama antar lembaga ataupun individu yang berorientasi pada profit untuk  mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dimana jaringan usaha memiliki esensi dalam kaidah-kaidah yang akan menghubungkan simpul-simpul usaha dari yang kita miliki yang akan dikerjasamakan dengan pihak lain, diantaranya bagaimana kualitas Kepemimpinan  yang akan melakukan kerjasama yang akan dibangun, tentunya harus memiliki sikap dan keputusan yang dapat dipe