Langsung ke konten utama

MENYIAPKAN KOMPETENSI PEMBELAJAR YANG DAPAT MENDUKUNG LAHIRNYA WIRAUSAHA HANDAL



"MENYIAPKAN KOMPETENSI PEMBELAJAR YANG DAPAT MENDUKUNG LAHIRNYA WIRAUSAHA HANDAL"
Menyiapkan wirausaha baru dalam program pencetakan wirausaha baru yang sedang diprogramkan pemerintah saat ini, tidak hanya kita menyiapkan Sumber Daya calon wirausaha baru yang akan dijadikan sasaran kegiatan untuk mendapatkan input pelatihan, pemagangan, pemberdayaan dan penetrasi multi akses untuk mempersiapkan menjadi wirausaha atau entreprener yang handal.  Harus pula disiapkan SDM pembelajar yang akan mampu menggiring calon wirausaha untuk lebih memiliki mental dan percaya diri dalam mempersiapkan diri menjelang menjadi pengusaha yang sebenarnya.  Perlu internalisasi dan sikap mental yang harus ditanamkan dan ditumbuhkan dalam jiwa wirausaha yang akan mendukung perilaku seorang wirausaha kedepan yang selalu memelihara nilai-nilai luhur moral seorang pengusaha yang beretika dan mampu menjadi bagian dunia bisnis yang memiliki kompetensi di bidang usaha untuk profil wirausaha baru yang diharapkan
Keberhasilan pendidikan untuk wirausaha baru tergantung kepada siapa yang memberikan pencerahan dan motivasi untuk dapat membangun jiwa wirausahanya, yang selama ini stagnan dalam pola fikir (mindset) yang sudah menjadi zona nyaman mereka selama ini.  Dibutuhkan tenaga-tenaga pembelajar yang dapat menggugah keinginan dan minat para calon wirausaha untuk lebih serius menekuni ilmu pengetahuan pendukung dalam merintis sebuah usaha yang akan menjadi jalan pembuka dalam melakukan sebuah perjalanan bisnis yang prospektif dan menjadi andalan dalam perekonomian setiap wirausaha yang bersangkutan
Tidak berlebihan kalau pembelajar, trainer atau fasilitator dan istilah lainnya untuk personal-personal andalan yang akan memberikan transfer pengetahuan, dan sebagai motivator untuk menyampaikan kemampuan dan kompetensi dirinya kepada calon wirausaha yang akan digemblengnya menjadi wirausaha yang sebenarnya dalam proses belajar mengajar, praktek keterampilan maupun internalisasi sikap mental dan perubahan sikap calon wirausaha yang akan dikembangkan.
Kecerdasan dan intelektualitas seorang pembelajaran saja tidak cukup untuk membuat peserta pelatihan dapat mengalami transformasi perubahan sikap untuk mau melakukan inisiatif dalam menjalankan bisnis yang akan dilakukannya sesuai dengan rencana bisnisnya.  Tetapi bagaimana sang pembelajar nantinya mampu untuk mendorong dan menciptakan jiwa kewirausahaan yang akan tergali dari sebuah proses internalisasi nilai-nilai kewirausahaan yang akan dapat terimplementasi dalam perintisan bisnis yang merupakan bagian penting dalam memulai usaha baru.
Dalam hal ini diperlukan keluwesan dan kecerdasan emosional dari pembelajar yang diharapkan dapat menjadi  nilai kontribusi terbesar untuk sebuah perubahan besar yang akan terjadi pada sikap mental dan intelektualitas seorang wirausaha yang dicita-citakan.  Hanya masalahnya orang-orang yang dipercaya memegang amanah untuk menjalankan fungsi tersebut, terkadang mudah mengabaikan pentingnya nilai pembelajar yang harus diperhitungkan dalam proses pembelajaran kepada calon wirausaha tersebut.  Tidak hanya kita cukup dengan menyampaikan fenomena-fenomena teoritis keilmuan yang bersifat paparan bagaiman menjadi wirausaha.  Tetapi bagaimana kita dapat larut dalam proses untuk menjajagi setiap jiwa setiap orang yang dihadapkan pada penerapan berbagai metode yang tepat dan adaptatif menyesuaikan pada lingkungan kelas dalam sebuah pembelajaran yang kita hadapi.  Intinya kita tetap menerapkan prinsip membimbing dan membina mereka untuk mampu membuka diri agar lebih siap dan peduli merubah sikap, perilaku dan terutama mindsetnya untuk menjadi wirausaha handal.
Mendorong dan mengajarkan motivasi untuk berwirausaha ibarat mengekspresikan sebuah ketauladanan bagaimana kita dapat memberikan tuntunan atau merefleksikan sebuah nilai pembelajaran yang mengesankan yang dapat menjadi bekal awal untuk mereka dapat menjadi pelaku langsung dalam berwirausaha.  Tidak hanya mendapatkan ilmunya untuk diingat dan diamalkan, tapi lebih dari itu apa yang kita berikan lewat pembelajaran menjadi sebuah sikap mental yang akan diterapkan secara menyeluruh dan berkelanjutan
Mari kita tingkatkan kompetensi dan kepedulian untuk mendistribusikan pengetahuan dan keilmuan yang kita miliki menjadi sebuah nilai luhur yang akan digunakan sebagai tuntunan untuk menuju jalan kesuksesan bagi lahir dan terciptanya wirausaha baru yang handal, profesional, kreatif, imovatif dan berdaya saing serta berperan aktif dalam dunia bisnis yang lebih baik kedepan.
Selamat mengekspresikan kemampuan dan kompetensi personal kita sebagai pembelajar untuk menjadikan calon wirausaha menjadi lebih bermakna dan punya kemampuan manajerial dan teknis sekaligus untuk mencetaknya menjadi wirausaha sukses yang kita harapkan.
Tidak hanya mengandalkan kemampuan akademis dan kepawaian dalam melakukan proses belajar mengajar, tapi bagaimana kita memiliki kemampuan psykologis dalam menerapkan internalisasi antara komitmen dan kemampuan dalam menjalankan dan mengembangkan usaha yang baik kedepan sebagai Wirausaha Baru yang sukses dan berkah.
Semoga bermanfaat
Penulis :
KANG AHRO
Trainer Kewirausahaan Jawa Barat\

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MINDSET KEWIRAUSAHAAN

  MINDSET KEWIRAUSAHAAN ... Oleh : Achmad Rosyad , SP, MM (kangahro.com)   “Kewirausahaan itu adalah sebuah Mindset” Kewirausahaan itu bukanlah sebuah status ataupun pekerjaan yang dilakukan sehari-hari, akan tetapi, adalah sebuah mindset . Itulah kenapa disebut dengan entrepreneurial mindset. Pola pikir ( mindset ) adalah cara memwirausaha ng terhadap sesuatu yang tertangkap oleh indra dan menghasilkan sikap yang terungkap dalam perilaku dan menghasilkan 'nasib'. Oleh karena itu, seringkali ditekankan kepada sikap mental seseorang dengan menjadi wirausaha. Atau bisa juga diartikan semacam filter diri sendiri untuk menafsirkan apa yang dilihat dan dialami. Pola pikir manusia bisa diubah, dari pola pikir yang negatif ke positif, pecundang ke pemenang, pekerja menjadi wirausaha. Pola pikir seorang wirausaha itu adalah pola pikir yang produktif, kreatif, inovatif karena pola pikir seperti inilah yang dibutuhkan oleh semua wirausaha untuk menjalankan suatu

Memelihara dan Meningkatkan Etos Kerja

Membangun,   Memelihara   dan Meningkatkan                                       ETHOS KERJA “Etos kerja dapat di artikan sebagai pandangan bagaimana melakukan kegiatan yang bertujuan mendapatkan hasil atau mencapai kesuksesan” Etos kerja sangat di perlukan oleh kita sebagai insan yang hidup di dunia ini yang   hanya menyediakan dua pilihan antara Mencintai pekerjaan atau Mengeluh setiap hari . Jika kita tidak bisa mencintai pekerjan , maka kita hanya akan memperoleh “5 – ng” : ngeluh, ngedumel, ngegosip, ngomel, ngeyel . Dalam urusan etos kerja, bangsa indonesia sejak dulu di kenal memiliki etos kerja yang kurang baik, sampai pada jaman pendudukan Belanda mereka menyebut kita dengan sebutan yang mengejek, in lander pemalas. Begitupun selama perjalanan bangsa ini salah satu faktor yang menyebabkan krisis multidimensi Indonesia sejak tahun 1997 adalah merajalelanya etos kerja yang buruk . Di bidang ekonomi, masyarakat lebih mengutamakan ekonomi rente daripada ek

AYO MEMBANGUN DAN MEMELIHARA JARINGAN USAHA KALAU MAU EKSIS BERBISNIS

Untuk mempertahankan bisnis, salah satu strategi yang harus dibangun adalah dengan mengembangkan/memperkuat jaringan (networking) usaha.  Dimana kita harus dapat bersinergi, berkolaborasi dan saling menjalin kemitraan dengan usaha lain, baik yang sejenis maupun usaha yang berbeda dengan tujuan untuk memperbesar akses dan penting bagi peningkatan kualitas layanan dan produktivitas usaha dengan berbagai kemungkinan yang dapat dijalankan sekaligus dikerjasamakan. Jaringan usaha yang harus dibangun adalah memiliki pengertian sebuah jalinan komunikasi dan kerjasama antar lembaga ataupun individu yang berorientasi pada profit untuk  mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dimana jaringan usaha memiliki esensi dalam kaidah-kaidah yang akan menghubungkan simpul-simpul usaha dari yang kita miliki yang akan dikerjasamakan dengan pihak lain, diantaranya bagaimana kualitas Kepemimpinan  yang akan melakukan kerjasama yang akan dibangun, tentunya harus memiliki sikap dan keputusan yang dapat dipe