Langsung ke konten utama

"Menyikapi wadah-wadah Komunitas Wirausaha yang Bertebaran dan Membingungkan Pemula"

"Menyikapi wadah-wadah Komunitas Wirausaha yang Bertebaran dan
Membingungkan Pemula"
Sahabat Wirausaha......., semoga hari ini sedang dalam kondisi usaha yang sehat dan menyenangkan.  Perlu kita ketahui, sekarang banyak dirasakan mungkin oleh sebagian besar wirausaha, begitu banyak wadah-wadah atau komunitas serupa berupa asosiasi, himpunan atau kumpulan sesama wirausaha yang memiliki tujuan dan platform yang sama dalam menunjukan eksistensi maupun semangat kewirausahaan menjadi sebuah motivasi besar untuk terbangunnya sebuah kepentingan bersama dalam merintis usaha.
Dengan lahirnya setiap komunitas itu, sebenarnya sudah menjadi kebutuhan tersendiri, kususnya untu para anggota dari komunitas tersebut, setidaknya dapat menjadi jembatan atau wadah untuk mengakomodir kebutuhan anggota yang di dalamnya terdiri dari berbagai latar belakang bidang usaha dari para wirausahawan yang beraneka ragam, sehingga secara sinergi akan dapat mengembangkan diri menjadi sebuah jaringan yang akan saling mendukung di dalamnya.
Tapi kadangkala lahirnya berbagai wadah para wirausaha  yang berupa komunitas itu juga suka membingungkan, terlebih bagi para wirausaha baru, yang notebene masih mencari jatidiri dan konsep bisnis yang lebih kuat, sehingga mereka kadangkala terombang-ambing dalam kebingungan dan kegalauan yang berkepanjangan.  Mau dibawa kemana Saya, setelah masuk menjadi anggota sebuah komunitas bisnis ini..?  Hal inilah yang harus menjadi perhatian dengan menjamurnya komunitas-komunitas yang sebenarnya memiliki tujuan dan visi misi yang sama, atau hanya mengikuti tren saja membentuk sebuah wadah aspirasi bagi anggota komunitas yang akan saling berkesinambungan dalam program-program komunitas tersebut dalam mengantisipasi berbagai permasalahan atau memberikan solusi alternatif dalam mengakomodir berbagai kepentingan dari anggota komunitas tersebut.
Fenomena saat ini, banyak bermunculan komunitas yang mengatasnamakan kepentingan masalah anggota yang tidak memiliki tujuan yang jelas, ikut meramaikan dunia bisnis,menjadi tren dan menjadi latah, karena semakin bertambahnya wirausaha baru yang terus meningkat kebutuhannya untuk mendapatkan solusi alternatif untuk segera diatasi dalam percepatan dunia usaha yang dirintisnya.  Ada bagusnya semua komunitas ini harusnya duduk bersama berdiskusi bersama mencari berbagai kemungkinan yang dapat disinergikan untuk mencapai tujuan bersama yang diharapkan  mampu memberikan penguatan satu sama lain dalam membangun jaringan bisnis yang akan dapat dipadupadankan dalam sebuah link kebersamaan yang harmonis dan saling mendukung tentunya.
Yang lebih penting yang harus disikapi saat ini, bermunculannya berbagai komunitas ini malah diikuti oleh para pemula yang masih awam dan suka ikut-ikutan latah.  Setiap komunitas atau asosiasi itu diikuti, bahkan kalau berbayar sekalipun yang penting dapat menjadi alternatif atau batu loncatan untuk mendapatkan fasilitasi lebih lanjut, baik dari sisi kelembagaan usaha, produktivitas maupun akses pasar  dan branding image serta strategi-strategi baru dalam dunia bisnis yang sekarang sedang dijalankan.  Semua  kembali kepada pribadi wirausah masing-masing, apakah dengan mengikuti  komunitas tersebut cukup dapat memberikan manfaat dan fasilitas-fasilitas yang dapat melancarkan usahanya atau memberi keuntungan sebagai wadah yang dapat memfasilitasi berbagai kepentingan wirausaha yang sedang mereka kembangkan. 
Sikap positif yang sebaiknya dapat kita cerna menghadapi fenomena tersebut, adalah dengan mempelajari terlebih dahulu setiap karakter/profil komunitas tersebut, apakah sudah ada kaitannya dengan latar belakang usaha kita, flatform konsep bisnis yang sedang kita kembangkan dan akan cukup memberikan bimbingan untuk menjadi mitra kita dalam membantu menjembatani berbagai akses yang kita butuhkan.  Begitupun fenomena ini harus disikapi dengan kehati-hatian dan skala prioritas waktu dan kesempatan untuk menyikapinya, aspek apa saja yang akan menjadi prioritas kita sebagai wirausaha yang harus didahulukan dan benar-benar urgen untuk dapat kita lakukan sesuai dengan kondisi permasalahan atau potensi-potensi yang benar-benar prioritas untuk kita kedepankan dalam mendukung usaha kedepan.
Terakhir, harus ditemukan fokus kepentingan yang akan kita dijadikan momentum untuk dapat lebih meningkatkan kompetensi teknis kita sebagai wirausaha dalam segi keterampilan yang akan mendukung usaha sesuai dengan passion kita dalam menjalankan bisnis yang berkesinambungan.  Dengan bisnis yang lebih punya tempat dalam motivasi pribadi kita, akan lebih memudahkan untuk mengembangkan usaha itu secara fokus pula sesuai keunggulan yang akan kita jadikan output dalam usaha kita yang harus lebih dapat dipertimbangkan.
Semoga bisnis kita akan lebih fokus, dengan tidak mengindahkan berbagai tawaran maupun program-program yang mengawang awang yang belum tentu bisa kita lakukan dalam waktu yang bersamaan, lakukan usaha secara bertahap, kontinyu, fokus dan berkembang dengan sumber daya yang ada, tanpa harus terperangkap pada kepentingan komunitas yang hanya memanfaatkan potensi kita ada di dalamnya.  Tapi mulailah dari bisnis yang akan berjejaring secara sinergi dalam lingkungan yang lebih mendukung satu sama lain untuk sebuah komunitas yang sesuai dengan potensi maupun masalah kita.
Selamat bersikap dan melanjutkan bisnis yang tetap berintegrasi dalam indepedensi dan  kompetensi usaha masing-masing yang akan menunjukan keunggulan dan potensi diri yang mencirikan daya saingnya dalam dunia bisnis yang harus terus berjalan dan berlanjut.
Terima kasih. Semoga cukup menginspirasi kualitas usaha kita kedepan.yang lebih barokah.

PENULIS :
KANG AHRO
Trainer Kewirausahaan Jawa Barat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MINDSET KEWIRAUSAHAAN

  MINDSET KEWIRAUSAHAAN ... Oleh : Achmad Rosyad , SP, MM (kangahro.com)   “Kewirausahaan itu adalah sebuah Mindset” Kewirausahaan itu bukanlah sebuah status ataupun pekerjaan yang dilakukan sehari-hari, akan tetapi, adalah sebuah mindset . Itulah kenapa disebut dengan entrepreneurial mindset. Pola pikir ( mindset ) adalah cara memwirausaha ng terhadap sesuatu yang tertangkap oleh indra dan menghasilkan sikap yang terungkap dalam perilaku dan menghasilkan 'nasib'. Oleh karena itu, seringkali ditekankan kepada sikap mental seseorang dengan menjadi wirausaha. Atau bisa juga diartikan semacam filter diri sendiri untuk menafsirkan apa yang dilihat dan dialami. Pola pikir manusia bisa diubah, dari pola pikir yang negatif ke positif, pecundang ke pemenang, pekerja menjadi wirausaha. Pola pikir seorang wirausaha itu adalah pola pikir yang produktif, kreatif, inovatif karena pola pikir seperti inilah yang dibutuhkan oleh semua wirausaha untuk menjalankan suatu

Memelihara dan Meningkatkan Etos Kerja

Membangun,   Memelihara   dan Meningkatkan                                       ETHOS KERJA “Etos kerja dapat di artikan sebagai pandangan bagaimana melakukan kegiatan yang bertujuan mendapatkan hasil atau mencapai kesuksesan” Etos kerja sangat di perlukan oleh kita sebagai insan yang hidup di dunia ini yang   hanya menyediakan dua pilihan antara Mencintai pekerjaan atau Mengeluh setiap hari . Jika kita tidak bisa mencintai pekerjan , maka kita hanya akan memperoleh “5 – ng” : ngeluh, ngedumel, ngegosip, ngomel, ngeyel . Dalam urusan etos kerja, bangsa indonesia sejak dulu di kenal memiliki etos kerja yang kurang baik, sampai pada jaman pendudukan Belanda mereka menyebut kita dengan sebutan yang mengejek, in lander pemalas. Begitupun selama perjalanan bangsa ini salah satu faktor yang menyebabkan krisis multidimensi Indonesia sejak tahun 1997 adalah merajalelanya etos kerja yang buruk . Di bidang ekonomi, masyarakat lebih mengutamakan ekonomi rente daripada ek

AYO MEMBANGUN DAN MEMELIHARA JARINGAN USAHA KALAU MAU EKSIS BERBISNIS

Untuk mempertahankan bisnis, salah satu strategi yang harus dibangun adalah dengan mengembangkan/memperkuat jaringan (networking) usaha.  Dimana kita harus dapat bersinergi, berkolaborasi dan saling menjalin kemitraan dengan usaha lain, baik yang sejenis maupun usaha yang berbeda dengan tujuan untuk memperbesar akses dan penting bagi peningkatan kualitas layanan dan produktivitas usaha dengan berbagai kemungkinan yang dapat dijalankan sekaligus dikerjasamakan. Jaringan usaha yang harus dibangun adalah memiliki pengertian sebuah jalinan komunikasi dan kerjasama antar lembaga ataupun individu yang berorientasi pada profit untuk  mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dimana jaringan usaha memiliki esensi dalam kaidah-kaidah yang akan menghubungkan simpul-simpul usaha dari yang kita miliki yang akan dikerjasamakan dengan pihak lain, diantaranya bagaimana kualitas Kepemimpinan  yang akan melakukan kerjasama yang akan dibangun, tentunya harus memiliki sikap dan keputusan yang dapat dipe