Langsung ke konten utama

Mindset Negatif dan Perilaku Negatif Penghambat Kemajuan Bisnis



"Mindset Negatif  dan Perilaku Negatif Penghambat Kemajuan Bisnis"


Sebelumnya Saya ingin mengajak teman-teman wirausaha di manapun untuk mengevaluasi perjalanan bisnis kita selama ini, mengapa bisnis kita kadang tersendat-sendat untuk maju dan berkembang.....

Kita kadang tidak menyadari, kehidupan bisnis dan prosesnya sangat dipengaruhi oleh perilaku kita sendiri sebagai owner-nya baik terhadap konsumen, pelanggan, mitra bisnis maupun kepada karyawan.  Apa penyebabnya dan bagaimana kita memulihkan kondisi yang cukup kritis ini menjadi sebuah keadaan yang menyenangkan dengan good mood serta passion yang menyenangkan?


Tentunya kembali lagi kepada mindset awal kita disaat menetapkan diri menjadi pengusaha.  Selama berproses cara berfikir (mindset) kita kadangkala belum dioptimalkan menjadi mindset positif yang mendukung usaha. Mindset itulah yang akan membuahkan attitude positif sehingga kita sebagai owner-nya begitu banyak memancarkan minat dan sikap yang sebaliknya dari lingkungan bisnis kita.


Apabila kita sudah salah menetapkan mindset dari awal dan terus memelihara mindset negatif itu di dalam diri kita sebagai wirausaha, sudah dapat dipastikan akan membawa pengaruh yang kurang menguntungkan dalam berinteraksi dan berkomunikasi dalam proses berbisnis yang dijalankan.


Seorang pengusaha yang memiliki pemikiran negatif akan selalu berperilaku Negatif sehingga mereka selalu negatif thinking, terlalu merasa benar sendiri, sulit percaya dengan orang lain, bahkan selalu meragukan kemampuan pegawai sehingga sulit untuk melepaskan pekerjaan-pekerjaan strategis kepada karyawan.  Begitu pula mereka yang selalu melihat mitra bisnisnya itu adalah pesaing berat yang akan menggeser kemajuan usahanya, menganggap pesaing itu sebagai musuh yang terus diwaspadai sehingga sulit untuk dapat berkolaborasi atau bermitra dan saling menguatkan satu sama lain. Orang berfikiran negatif bahkan melihat potensi dan keunggulan orang lain (karyawan) itu menjadi sebuah ancaman, selalu merasa gelisah bila melihat yang lain mengungguli kita.


Dengan mindset Negatif seorang wirausaha tidak dapat optimal memanfaatkan peluang, karena selalu dihantui rasa ragu dan takut mengambil resiko, padahal orang berbisnis itu selalu dibarengi dengan resiko. Selalu merasa minder dan tidak mau mengembangkan diri untuk mengubah tantangan menjadi peluang, sulut untuk berinovasi karena selalu merasa nyaman di zona yang ada selama ini serta tidak mau berubah (out of the box) untuk merevolusi dirinya maupun usahanya menjadi sebuah terobosan dan masuk pada kondisi yang lebih baik.


Itulah, intinya kita harus melihat diri kita dulu yang terdekat bahkan dari hati dan pikiran di dalam diri wirausaha yang harus sudah ditetapkan sejak awal memiliki mindset positif untuk membimbing kita pada sebuah proses yang teratur dan didukung oleh ketajaman pikiran untuk sukses dan selalu berhubungan baik dengan ekosistem bisnis dan memudahkan kita untuk berinteraksi dalam jaringan usaha yang saling bersinergi dan bermanfaat untuk kemajuan bisnisnya.


Ingat tiga hal, jaga giliran kita untuk selalu husnudzon, jaga hati kita untuk selalu tulus dan ikhlas menjalankan setiapl aktivitas serta menjaga komitmen kita untuk selalu berada dalam kondisi yang mendukung proses usaha didukung oleh motivasi positif sehingga terbuka lebih luas jalan menuju sukses usaha.


Selamat berjuang menjaga komitmen dan mindset kita untuk usaha lebih berkarakter dan sukses tanpa ekses dengan menghindari perilaku-perilaku Negatif yang terpatri dalam mindset positif para wirausahawan handal.......

Semoga bermanfaat


Oleh Kang @Hroz
Trainer Kewirausahaan WUB
Jawa Barat
#pencetakan100ribuWUB#www.wirausahabarujabar.net
www.strtegidanbisnis.com
kangahro.com
strabizTV

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MINDSET KEWIRAUSAHAAN

  MINDSET KEWIRAUSAHAAN ... Oleh : Achmad Rosyad , SP, MM (kangahro.com)   “Kewirausahaan itu adalah sebuah Mindset” Kewirausahaan itu bukanlah sebuah status ataupun pekerjaan yang dilakukan sehari-hari, akan tetapi, adalah sebuah mindset . Itulah kenapa disebut dengan entrepreneurial mindset. Pola pikir ( mindset ) adalah cara memwirausaha ng terhadap sesuatu yang tertangkap oleh indra dan menghasilkan sikap yang terungkap dalam perilaku dan menghasilkan 'nasib'. Oleh karena itu, seringkali ditekankan kepada sikap mental seseorang dengan menjadi wirausaha. Atau bisa juga diartikan semacam filter diri sendiri untuk menafsirkan apa yang dilihat dan dialami. Pola pikir manusia bisa diubah, dari pola pikir yang negatif ke positif, pecundang ke pemenang, pekerja menjadi wirausaha. Pola pikir seorang wirausaha itu adalah pola pikir yang produktif, kreatif, inovatif karena pola pikir seperti inilah yang dibutuhkan oleh semua wirausaha untuk menjalankan suatu

MEMBANGUN ORGANISASI BISNIS YANG KUAT

MEMBANGUN ORGANISASI BISNIS YANG KUAT Oleh : Achmad Rosyad, SP, MM (KANGAHRO.COM) Widyaiswara Muda KUKM Jawa Barat BAGAIMANA CARA MEMBANGUN ORGANISASI YANG KUAT ? 1. BERORIENTASI PADA HASIL  Produktivitas seseorang atau organisasi terlihat dari hasil-hasil kerja yang mereka lakukan. Hasil-hasil ini tentunya adalah hasil-hasil kerja positif. Banyak terjadi hari ini organisasi yang ada hanya banyak melakukan pekerjaan namun sedikit dalam output kerja mereka. Mungkin sebagian dari kita masih berorientasi pada proses. Ada jargon yang sering kita dengar bahwa, “yang paling penting adalah prosesnya, hasil itu ngikut sendiri.” Jargon ini ada benarnya dan tidak selamanya benar. Memang kita harus memperhatikan proses dari pekerjaan kita, proses yang salah akan mempengaruhi hasil. Namun, melulu menikmati proses juga bukan pekerjaan yang produktif. Tetap ada target-target output dari pekerjaan yang kita lakukan. Tetap ada target-target pencapaian waktu penyesaian pekerjaan.  Kehidupan yang dinami

Memelihara dan Meningkatkan Etos Kerja

Membangun,   Memelihara   dan Meningkatkan                                       ETHOS KERJA “Etos kerja dapat di artikan sebagai pandangan bagaimana melakukan kegiatan yang bertujuan mendapatkan hasil atau mencapai kesuksesan” Etos kerja sangat di perlukan oleh kita sebagai insan yang hidup di dunia ini yang   hanya menyediakan dua pilihan antara Mencintai pekerjaan atau Mengeluh setiap hari . Jika kita tidak bisa mencintai pekerjan , maka kita hanya akan memperoleh “5 – ng” : ngeluh, ngedumel, ngegosip, ngomel, ngeyel . Dalam urusan etos kerja, bangsa indonesia sejak dulu di kenal memiliki etos kerja yang kurang baik, sampai pada jaman pendudukan Belanda mereka menyebut kita dengan sebutan yang mengejek, in lander pemalas. Begitupun selama perjalanan bangsa ini salah satu faktor yang menyebabkan krisis multidimensi Indonesia sejak tahun 1997 adalah merajalelanya etos kerja yang buruk . Di bidang ekonomi, masyarakat lebih mengutamakan ekonomi rente daripada ek