Langsung ke konten utama

SAATNYA WIRAUSAHA MUDA MENUNJUKAN TARINGNYA



SAATNYA WIRAUSAHA MUDA MENUNJUKAN TARINGNYA....
Oleh : Kang Ahro
Widyaiswara Badiklat Perkoperasian & Wirasuaha Jabar
Trainer Kewirausahaan

Kalau kita cermati, di era pasar bebas sekaligus era digital saat ini, dimana semua urusan bisnis selalu melibatkan informasi teknologi yang mau tidak mau kita harus terlibat di dalamnya dan sekaligus menjadi para pemainnya.  Ini mencirikan dunia dan zamannya sudah berubah dan tinggal memastikan upaya apa yang harus diperbuat untuk menyikapi tantangan zaman yang semakin penuh persaingan ini...
Satu kata kunci untuk para usahawan dan pelaku usaha yang dapat menjawabnya adalah "perubahan".  Ya perubahan dalam segala hal, mulai dari mindset (cara berfikir), perubahan perilaku usaha, perubahan cara memanage dan mengelola usaha sekaligus teknik/cara memasarkan yang lebih kekinian.  Begitupun cara menghitung dan merencanakan satu rangkaian bisnis plan dan melakukan riset-riset sederhana untuk diversifikasi usaha kita. Terlebih dalam melakuksn negosiasi dan melakukan kerjasama usaha, mensinergikan jejaring usaha sampai mencari peluang-peluang strategis dalam menentukan langkah-langkah memajukan usaha kedepan.
Semua yang kita persiapkan di era yang penuh tantangan ini tentunya adalah kesempatan kita para wirausaha muda generasi penerus di dunia bisnis yang menjadi kunci utama majunya roda perekonomian di negeri ini. Saatnya kita tunjukan kontribusi dan kiprah kreatif yang muda yang berkarya dalam mengedepankan gaya bisnis yang kompetitif dan positif dalam segala aspek sehingga mampu menjadi agen perubahan pada pola bisnis dan berpengaruh nyata pada iklim bisnis yang sedang banyak dipengaruhi oleh faktor SDM.  Ya Sumber Daya Manusia pelaku usaha yang mempunyai daya ungkit dan ciri pribadi yang tangguh, berkarakter, amanah, jujur, kompeten di bidangnya, mampu mengambil keputusan strategis dan selalu  mengandalkan ketekunan, kegigihan serta menjalankan bisnis dengan empowering yang kuat sehingga dapat berbisnis secara sehat, dapat diandalkan, dan menjunjung tinggi kaidah-kaidah etika bisnis yang berlaku.
Kini saatnya pebisnis muda menunjukan eksistensi dan dedikasinya...ibarat harimau saat menghadapi jagat belantara yang selalu siap menunjukan taringnya...
Tunjukan kita mampu dan bisa melakukan hal yang terbaik mengembangkan usaha dengan penuh emphaty, dan optimis.  Menjalani semua proses usaha dengan keyakinan dengan suatu niatan  yang lurus untuk mencapai tujuan kita berusaha dalam hakikat menjadi manusia unggul yang dicita-citakan...
Saatnya kita wirausaha muda berkomitmen dan mulai menunjukan kapasitasnya dengan berbagai kompetensi yang mumpuni dengan berbagai add value diri kita yang terus ditumbuhkan sehingga bisnis kita lebih berdaya saing dan mampu menunjukan kemampuan dalam segala hal termasuk komunikasi (bahasa asing) untuk ekspansi dengan dunia luar.
Selamat berjuang wirausaha muda dalam menunjukan segala prestasi dan keunggulan untuk kita persembahkan bagi negeri yang kita cintai...
Di tangan dan pundak kita segala tugas dan harapan menanti untuk perubahan bangsa ini.....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MINDSET KEWIRAUSAHAAN

  MINDSET KEWIRAUSAHAAN ... Oleh : Achmad Rosyad , SP, MM (kangahro.com)   “Kewirausahaan itu adalah sebuah Mindset” Kewirausahaan itu bukanlah sebuah status ataupun pekerjaan yang dilakukan sehari-hari, akan tetapi, adalah sebuah mindset . Itulah kenapa disebut dengan entrepreneurial mindset. Pola pikir ( mindset ) adalah cara memwirausaha ng terhadap sesuatu yang tertangkap oleh indra dan menghasilkan sikap yang terungkap dalam perilaku dan menghasilkan 'nasib'. Oleh karena itu, seringkali ditekankan kepada sikap mental seseorang dengan menjadi wirausaha. Atau bisa juga diartikan semacam filter diri sendiri untuk menafsirkan apa yang dilihat dan dialami. Pola pikir manusia bisa diubah, dari pola pikir yang negatif ke positif, pecundang ke pemenang, pekerja menjadi wirausaha. Pola pikir seorang wirausaha itu adalah pola pikir yang produktif, kreatif, inovatif karena pola pikir seperti inilah yang dibutuhkan oleh semua wirausaha untuk menjalankan suatu

MEMBANGUN ORGANISASI BISNIS YANG KUAT

MEMBANGUN ORGANISASI BISNIS YANG KUAT Oleh : Achmad Rosyad, SP, MM (KANGAHRO.COM) Widyaiswara Muda KUKM Jawa Barat BAGAIMANA CARA MEMBANGUN ORGANISASI YANG KUAT ? 1. BERORIENTASI PADA HASIL  Produktivitas seseorang atau organisasi terlihat dari hasil-hasil kerja yang mereka lakukan. Hasil-hasil ini tentunya adalah hasil-hasil kerja positif. Banyak terjadi hari ini organisasi yang ada hanya banyak melakukan pekerjaan namun sedikit dalam output kerja mereka. Mungkin sebagian dari kita masih berorientasi pada proses. Ada jargon yang sering kita dengar bahwa, “yang paling penting adalah prosesnya, hasil itu ngikut sendiri.” Jargon ini ada benarnya dan tidak selamanya benar. Memang kita harus memperhatikan proses dari pekerjaan kita, proses yang salah akan mempengaruhi hasil. Namun, melulu menikmati proses juga bukan pekerjaan yang produktif. Tetap ada target-target output dari pekerjaan yang kita lakukan. Tetap ada target-target pencapaian waktu penyesaian pekerjaan.  Kehidupan yang dinami

Memelihara dan Meningkatkan Etos Kerja

Membangun,   Memelihara   dan Meningkatkan                                       ETHOS KERJA “Etos kerja dapat di artikan sebagai pandangan bagaimana melakukan kegiatan yang bertujuan mendapatkan hasil atau mencapai kesuksesan” Etos kerja sangat di perlukan oleh kita sebagai insan yang hidup di dunia ini yang   hanya menyediakan dua pilihan antara Mencintai pekerjaan atau Mengeluh setiap hari . Jika kita tidak bisa mencintai pekerjan , maka kita hanya akan memperoleh “5 – ng” : ngeluh, ngedumel, ngegosip, ngomel, ngeyel . Dalam urusan etos kerja, bangsa indonesia sejak dulu di kenal memiliki etos kerja yang kurang baik, sampai pada jaman pendudukan Belanda mereka menyebut kita dengan sebutan yang mengejek, in lander pemalas. Begitupun selama perjalanan bangsa ini salah satu faktor yang menyebabkan krisis multidimensi Indonesia sejak tahun 1997 adalah merajalelanya etos kerja yang buruk . Di bidang ekonomi, masyarakat lebih mengutamakan ekonomi rente daripada ek