Langsung ke konten utama

SELALU MEMELIHARA NILAI-NILAI POSITIF WIRAUSAHA UNTUK MENJADI PEBISNIS JEMPOLAN

SELALU MEMELIHARA NILAI-NILAI POSITIF WIRAUSAHA UNTUK MENJADI PEBISNIS JEMPOLAN

Oleh : Kang Ahro

Sahabat wirausaha yang diberkahi Allah...pasti punya harapan dan cita-cita untuk menjadi wirausaha yang handal, profesional, mandiri, sukses dan jadi row model...atau istilah kerennya wirausaha jempolan...yang menjadi kebanggaan tersendiri dan akan pula berdampak pada kemajuan usaha dimata publik dan selalu menjadi yang terbaik/terunggul baik produk maupun pelayanan dalam menjalankan bisnisnya.

Lalu bagaimana kita bisa menjadi hebat dan jempolan itu? Sebenarnya potensi-potensi itu sudah ada di internal pribadi masing-masing seorang wirausaha. Hanya belum tereksplor..dan kita belum menyadarinya...apalagi untuk melejitkannya menjadi sebuah pribadi unggul dan memiliki karater / typical pebisnis yang berbeda yang akan mrnjadi ciri khas gaya bisnis excelent kedepan.

Kunci sukses menjadi pebisnis jempolan itu akan datang dari pengalaman dan inisiasi kinerja kita sendiri sebagi wirausaha, untuk lebih memberi penguatan pada potensi-potensi yang sudah ada.  Nilai-nilai positif dari seorang wirausaha yang patut ditimbuhkan untuk melejitkan potensi kita sebagai wirausaha yang handal dan jempolan dimulai dari kekuatan karakter diri yang lebih menonjol dalam hal komitmen dan motivasi awal kita membangun bisnis sampai hari ini.

Lalu wirausaha harus terus meningkatkan kapasitas dirnya dengan berbagain pengetahuan dan keterampilan yang menunjang bisnisnya sehingga akan lebih memiliki kompetensi yang lebih dari wirausaha lain,  selalu update mengikuti trend permintaan pasar maupun tuntutan zaman.  Selalu melakukan terobosan dan mengikuti perubahan.

Yang tak kalah penting juga adalah bagaimana kita dapat merubah perilaku dan kebiasaan yang dapat menunjang unggulnya citra diri sehingga lebih diminati orang lain serta mampu memberikan pengaruh besar terhadap persaingan bisnis atau menyikapi berbagai dinamika pesaing. Semua itu membutuhkan kesabaran, ketekunan, ketelatenan dan strategi yang harus terus dioptimalkan. Lebih ditekankan pula pada bagaimana kita dapat menginternalisasikan perubahan nilai positif dari seorang wirausaha itu akan lebih menjadi pribadi-pribadi yang lebih baik, yang berdampak pada antusiasme minat orang lain untuk berinteraksi lebih intens dengan kita sebagai pelaku bisnis yang santun, kharismatik, penuh percaya diri, selalu hamble, menghargai orang lain, penuh empati, peduli lingkungan sekitar dan mampu memberikan manfaat untuk orang banyak.  

Itulah karakter dan typical pebisnis jempolan yang kita harapkan..Dengan selalu.menanamkan nilai-nilai itulah pengusaha akan semakin dihargai di masyarakat, yang akan mendapatkan apresiasi lebih serta mengundang minat semua  dalam dunia bisnisnya untuk selalu ingin berinteraksi dengan sosok panutan yang bisa menjadi contoh panutan bagi gaya bisnis para pemula  ingin jauh lebih baik mencari row model bagi bisnisnya.

Semoga bermanfaat dan menginspirasi kita semua..dengan mau dan mampu menelusuri semua nilai di atas sehingga.menjadi lebih nyata dalam implementasi menjalankan bisnis kita kedepan.....

Tetap semangat dan sukses selalu.....

Kangahro.com
Trainer Kewirausahaan Jawa Barat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MINDSET KEWIRAUSAHAAN

  MINDSET KEWIRAUSAHAAN ... Oleh : Achmad Rosyad , SP, MM (kangahro.com)   “Kewirausahaan itu adalah sebuah Mindset” Kewirausahaan itu bukanlah sebuah status ataupun pekerjaan yang dilakukan sehari-hari, akan tetapi, adalah sebuah mindset . Itulah kenapa disebut dengan entrepreneurial mindset. Pola pikir ( mindset ) adalah cara memwirausaha ng terhadap sesuatu yang tertangkap oleh indra dan menghasilkan sikap yang terungkap dalam perilaku dan menghasilkan 'nasib'. Oleh karena itu, seringkali ditekankan kepada sikap mental seseorang dengan menjadi wirausaha. Atau bisa juga diartikan semacam filter diri sendiri untuk menafsirkan apa yang dilihat dan dialami. Pola pikir manusia bisa diubah, dari pola pikir yang negatif ke positif, pecundang ke pemenang, pekerja menjadi wirausaha. Pola pikir seorang wirausaha itu adalah pola pikir yang produktif, kreatif, inovatif karena pola pikir seperti inilah yang dibutuhkan oleh semua wirausaha untuk menjalankan suatu

Memelihara dan Meningkatkan Etos Kerja

Membangun,   Memelihara   dan Meningkatkan                                       ETHOS KERJA “Etos kerja dapat di artikan sebagai pandangan bagaimana melakukan kegiatan yang bertujuan mendapatkan hasil atau mencapai kesuksesan” Etos kerja sangat di perlukan oleh kita sebagai insan yang hidup di dunia ini yang   hanya menyediakan dua pilihan antara Mencintai pekerjaan atau Mengeluh setiap hari . Jika kita tidak bisa mencintai pekerjan , maka kita hanya akan memperoleh “5 – ng” : ngeluh, ngedumel, ngegosip, ngomel, ngeyel . Dalam urusan etos kerja, bangsa indonesia sejak dulu di kenal memiliki etos kerja yang kurang baik, sampai pada jaman pendudukan Belanda mereka menyebut kita dengan sebutan yang mengejek, in lander pemalas. Begitupun selama perjalanan bangsa ini salah satu faktor yang menyebabkan krisis multidimensi Indonesia sejak tahun 1997 adalah merajalelanya etos kerja yang buruk . Di bidang ekonomi, masyarakat lebih mengutamakan ekonomi rente daripada ek

AYO MEMBANGUN DAN MEMELIHARA JARINGAN USAHA KALAU MAU EKSIS BERBISNIS

Untuk mempertahankan bisnis, salah satu strategi yang harus dibangun adalah dengan mengembangkan/memperkuat jaringan (networking) usaha.  Dimana kita harus dapat bersinergi, berkolaborasi dan saling menjalin kemitraan dengan usaha lain, baik yang sejenis maupun usaha yang berbeda dengan tujuan untuk memperbesar akses dan penting bagi peningkatan kualitas layanan dan produktivitas usaha dengan berbagai kemungkinan yang dapat dijalankan sekaligus dikerjasamakan. Jaringan usaha yang harus dibangun adalah memiliki pengertian sebuah jalinan komunikasi dan kerjasama antar lembaga ataupun individu yang berorientasi pada profit untuk  mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dimana jaringan usaha memiliki esensi dalam kaidah-kaidah yang akan menghubungkan simpul-simpul usaha dari yang kita miliki yang akan dikerjasamakan dengan pihak lain, diantaranya bagaimana kualitas Kepemimpinan  yang akan melakukan kerjasama yang akan dibangun, tentunya harus memiliki sikap dan keputusan yang dapat dipe