Langsung ke konten utama

MEMETAKAN SINERGITAS ABCGM ANTAR STAKEHOLDER UNTUK UMKM LEBIH BERNILAI

"MEMETAKAN SINERGITAS ABCGM ANTAR STAKEHOLDER UNTUK UMKM LEBIH BERNILAI"

Saat ini sudah waktunya semua stakeholder menunjukan atensinya untuk UMKM di negeri ini agar UMKM bisa terus eksis dan naik kelas, mendapatkan sentuhan fasilitasi berbagai program yang dapat disinergikan bersama. Stakeholder yang dimaksud tentunya adalah ABCGM (Akademisi-Business-Communitas- Goverment-Media) yang kita kenal dengan Jabar Masagi yang sedang dikembangkan di Provinsi  Jawa Barat.

Bagaimana kiranya strategi untuk memadukan sinergitas dan peranan antar stakeholder agar dapat bersatu padu, berperan aktif dan memberikan kontribusi positif selaligus melakukan upaya-upaya proaktif untuk kemajuan UMKM kedepan? Perlu dibuat sebuah peta sinergitas antar Stakeholder ABCGM dalam mengambil peranan dan berkiprah dalam aksi maupun kegiatan yang berhubungan dengan UMKM sesuai dengan tugas, fungsi dan potensi yang dimiliki baik oleh lembaga maupun perorangan yang dapat dituangkan dalam program-program kekinian yang mendukung UMKM lebih produktif, inovatif dan berdaya saing di berbagai media online/offline.

Berbicara sinergitas berarti kita akan memetakan siapa mengerjakan apa dari kelima Unsur ABCGM itu utuk berkolaborasi maupun berperan aktif memberikan kontribusi pemiliran maupun implementasi program-program unggulannya yang dapat disinergikan dengan program stakeholder lainnya dari setiap sisi kepentingan atau perannya.

Akademisi, tentu akan berperan dalam mengembangkan peningkatan kapasitas SDM baik dari sisi edukasi, teknologi, pengabdian masyarakat maupun pendampingan terpadu kepada UMKM. Akademisi juga akan dapat membuat sebuah penelitian maupun kajian ilmiah bagaimana penetrasi keilmuan kepada UMKM.

Kontribusi yang sinergi dari Unsur Busines  baik dari perusahaan swasta, BUMN, Praktisi Bisnis maupun Perbankan juga dapat dilakukan melalui program-program Pembiayaan, Akses Pemasaran, Promosi, Kelembagaan Usaha, Capacity Building,E-commrce, E-Business, Branding  Image Produk UMKM maupun strategi Corporate Branding bagi UMKM.

Lalu peran Communitas dalam sinergitas peran dalam pemberdayaan UMKM yang dapat dilakukan Komunitas seperti asosiasi bisnis, lembaga-lembaga yang mewadahi para pelaku bisnis UMKM dapat menunjukkan kiprahya dengan memberikan konsultasi bisnis, menerapkan program-program andalan yang sangat dibutuhkan oleh UMKM agar lebih jelas keberadaannya dan dapat bersama-sama eksis menjalankan bisnisnya dengan berbagai sentuhan program dari berbagai intuisi penting yang benar-benar mereka butuhkan. Dengan komunitas pula berbagai informasi terkini, penanganan permasalahan UMKM dapat difasilitasi dengan berbagai kegiatan yang sangan aplikatif dan memberi banyak kemudahan bagi UMKM.

Lalu, dengan pemerintah yang membidangi UMKM tentunya dari sisi G (Governance)  dengan membuat berbagai terobosan program dan kebijakan utuk memberdayakan UMKM dan membuat berbagai regulasi yang akan mendukung kepada UMKM sendiri serta memberikan fasilitasi penganggaran dalam program pendukungan UMKM, seperti kegiatan Promosi, Pelatihan, Akses Pasar, Teknologi Tepat Guna dan Marketing Online
yang sangat dibutuhkan UMKM.

Begitu pula peran Media (M) dalam sinergitas inipun sangat dibutuhkan untuk menunjang strategi promosi, mengangkat nama UKM menjadi pengusaha yang establis, memonitor berbagai aktivitas dan prestasi UMKM yang akan menginspirasi UMKM yang lainnya sehingga dapat bersama-sama berkembang mencapai tujuan yang diinginkan. Peran media sangat dibutuhkan untuk UMKM lebih memilili integritas dan karakter atau nilai tambah yang selama ini belum tereksplore dan perlu penembangan khusus melalui ekpose promosi dan pemberitaan serta menunjang branding image yang lebih komersial dan lebih mendapatkan tempat di hati konsumen melalui promosi interaltif akan promosi produk UMKM.

Begitulah..sepertinya kolaborasi ABCGM inilah yang sekarang  bisa diandalkan untuk membesarkan UMKM kearah lebih maju kedepan. Dengan memadukan berbagai perab aktif  semua stakeholder itu kedalam model sinergitas yang berkolaborasi dalam sebuah sistem inovasi dan penajaman peran proaktif dari semua pihak terkait dalam upaya memberdayakan UMKM jauh lebih baik lagi....

Semoga bermanfaat dan menginspirasi....

Penulis :
Achmad Rosyad 
Trainer Kewirausahaan Jawa Barat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MINDSET KEWIRAUSAHAAN

  MINDSET KEWIRAUSAHAAN ... Oleh : Achmad Rosyad , SP, MM (kangahro.com)   “Kewirausahaan itu adalah sebuah Mindset” Kewirausahaan itu bukanlah sebuah status ataupun pekerjaan yang dilakukan sehari-hari, akan tetapi, adalah sebuah mindset . Itulah kenapa disebut dengan entrepreneurial mindset. Pola pikir ( mindset ) adalah cara memwirausaha ng terhadap sesuatu yang tertangkap oleh indra dan menghasilkan sikap yang terungkap dalam perilaku dan menghasilkan 'nasib'. Oleh karena itu, seringkali ditekankan kepada sikap mental seseorang dengan menjadi wirausaha. Atau bisa juga diartikan semacam filter diri sendiri untuk menafsirkan apa yang dilihat dan dialami. Pola pikir manusia bisa diubah, dari pola pikir yang negatif ke positif, pecundang ke pemenang, pekerja menjadi wirausaha. Pola pikir seorang wirausaha itu adalah pola pikir yang produktif, kreatif, inovatif karena pola pikir seperti inilah yang dibutuhkan oleh semua wirausaha untuk menjalankan suatu

Memelihara dan Meningkatkan Etos Kerja

Membangun,   Memelihara   dan Meningkatkan                                       ETHOS KERJA “Etos kerja dapat di artikan sebagai pandangan bagaimana melakukan kegiatan yang bertujuan mendapatkan hasil atau mencapai kesuksesan” Etos kerja sangat di perlukan oleh kita sebagai insan yang hidup di dunia ini yang   hanya menyediakan dua pilihan antara Mencintai pekerjaan atau Mengeluh setiap hari . Jika kita tidak bisa mencintai pekerjan , maka kita hanya akan memperoleh “5 – ng” : ngeluh, ngedumel, ngegosip, ngomel, ngeyel . Dalam urusan etos kerja, bangsa indonesia sejak dulu di kenal memiliki etos kerja yang kurang baik, sampai pada jaman pendudukan Belanda mereka menyebut kita dengan sebutan yang mengejek, in lander pemalas. Begitupun selama perjalanan bangsa ini salah satu faktor yang menyebabkan krisis multidimensi Indonesia sejak tahun 1997 adalah merajalelanya etos kerja yang buruk . Di bidang ekonomi, masyarakat lebih mengutamakan ekonomi rente daripada ek

AYO MEMBANGUN DAN MEMELIHARA JARINGAN USAHA KALAU MAU EKSIS BERBISNIS

Untuk mempertahankan bisnis, salah satu strategi yang harus dibangun adalah dengan mengembangkan/memperkuat jaringan (networking) usaha.  Dimana kita harus dapat bersinergi, berkolaborasi dan saling menjalin kemitraan dengan usaha lain, baik yang sejenis maupun usaha yang berbeda dengan tujuan untuk memperbesar akses dan penting bagi peningkatan kualitas layanan dan produktivitas usaha dengan berbagai kemungkinan yang dapat dijalankan sekaligus dikerjasamakan. Jaringan usaha yang harus dibangun adalah memiliki pengertian sebuah jalinan komunikasi dan kerjasama antar lembaga ataupun individu yang berorientasi pada profit untuk  mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dimana jaringan usaha memiliki esensi dalam kaidah-kaidah yang akan menghubungkan simpul-simpul usaha dari yang kita miliki yang akan dikerjasamakan dengan pihak lain, diantaranya bagaimana kualitas Kepemimpinan  yang akan melakukan kerjasama yang akan dibangun, tentunya harus memiliki sikap dan keputusan yang dapat dipe