Langsung ke konten utama

Menemukan Simpul-Simpul Peluang di Setiap Pertemuan ABCGM

Setelah 7 bulan perjalanan pertemuan rutin ABCGM di Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, yang sudah diagendakan setiap rabu pagi hingga siang, dimana selalu berkumpul dan bermufakat membahas / mensinergikan antara akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah dan peranan media dalam memberdayakan UKM naik kelas di semua stakeholder yang membinanya selama ini.

Banyak hal yang disinergikan dan dikonsolidasikan bersama, seputar peran dan kontribusi semua pihak yang concern serta peduli dengan UKM di Jawa Barat, dari mulai permasalahan, promosi, pembiayaan, kerjasama lembaga, legalitas, pemberdayaan, pemasaran hingga branding produk UKM itu sendiri dan pencafian solusi bersama. Terlebih dalam keterkaitan program Pemerintah dalam hal ini Dinas KUK Jabar bersama Akademisi, Bisnis, Komunitas dan Media yang memberi dukungan penuh dan terlibat langsung selama ini.


Yang paling menarik disini, dalam petemuan ABCGM rutin ini selalu saja hadir lembaga maupun komunitas baru yg benar-benar mengatasnamakan UKM dan mau berbagi memperkenalkan konsep pemberdayaan maupun program-program uniknya untuk UKM. Dan siap memberikan kontribusi waktu, tenaga dan fikirannya untuk memikirkan bagaimana UKM bisa naik kelas ke peringkat berikutnya yang lebih baik. Kehadiran komunitas-komunitas dan lembaga baru yang ingin berperan memajukan UKM begitu beragam dan memiliki latar belakang serta motiv yang berbeda-beda awalnya.

Tetapi setelah dibahas dan dipetakan peranan dan posisi yang semestinya melalui rapat ABCGM ternyata semua bisa dikerucutkan menjadi satu visi dan misi yang searah dengan tujuan pemerintah selama ini. Hanya harus diberikan porsi yang jelas dari sisi mana semua atau masing-masing stakeholder itu berperan dan mengekspresikan aksinya untuk kemanfaatannya pada UKM yang selama ini dibesarkan dan dibina.

Kemitraan menjadi salah satu kata kunci untuk bisa memajukan UKM melalui penetrasi dan fasilitasi kerjasama antar UKM dengan stakeholder dengan pola-pola kemitraan dan pemberdayaan serta meningkatkan peran UKM dalam pembangunan ekonomi maupun dalam mendukung peningkatan pendapatan masyarakat melalui sektor usaha kecil. Terlebih kalau bisa menjadikan UKM lebih maju dan berkembang (naik kelas) melalui usaha kolaborasi yang bersinergi serta saling memberi penguatan aktif sesama UKM di dalamnya.

Dalam rapat ABCGM juga dibahas bagaimana mensinkronkan program masing-masing agar tidak berbenturan dan overleafing melalui pembahasan dan pemetaan database langsung di lapangan melalui konsolidasi binaan dan target market yang setiap minggu kita petakan bersama melalui komunikasi yang intens untuk sebuah tujuan yang sama.

Kami istilahkan kalau setiap minggu ABCGM bertemu pasti selalu ada yang baru dan menginspirasi untuk UKM naik kelas, baik dari sisi teknologi, terobosan inovasi, konsep aktual maupun penetrasi-penetrasi dari hasil kajian dan improvement yang berkesinambungan dan selalu menambah segar suasana sehingga semua termotivasi untuk terlibat langsung seluruh jajaran ABCGM yang ingin memajukan UKM tercinta ini...

Semoga kehadiran Tim ABCGM Jawa Barat lebih memberikan warna dan kreativitas tersendiri untuk melengkapi setiap niatan baik dan kontribusi pemikiran yang lebih bermakna dari semua anggota unsur ABCGM. Tetap semangat dan solid untuk UMKM naik Kelasnya....

OLEH : KANG AHRO
www.kangahro.com
Widyaiswara Muda Dinas KUK jabar
@BP3Wjabar
@strategidanbisnis.com
@strabizTV
@ABCGMjabar.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MINDSET KEWIRAUSAHAAN

  MINDSET KEWIRAUSAHAAN ... Oleh : Achmad Rosyad , SP, MM (kangahro.com)   “Kewirausahaan itu adalah sebuah Mindset” Kewirausahaan itu bukanlah sebuah status ataupun pekerjaan yang dilakukan sehari-hari, akan tetapi, adalah sebuah mindset . Itulah kenapa disebut dengan entrepreneurial mindset. Pola pikir ( mindset ) adalah cara memwirausaha ng terhadap sesuatu yang tertangkap oleh indra dan menghasilkan sikap yang terungkap dalam perilaku dan menghasilkan 'nasib'. Oleh karena itu, seringkali ditekankan kepada sikap mental seseorang dengan menjadi wirausaha. Atau bisa juga diartikan semacam filter diri sendiri untuk menafsirkan apa yang dilihat dan dialami. Pola pikir manusia bisa diubah, dari pola pikir yang negatif ke positif, pecundang ke pemenang, pekerja menjadi wirausaha. Pola pikir seorang wirausaha itu adalah pola pikir yang produktif, kreatif, inovatif karena pola pikir seperti inilah yang dibutuhkan oleh semua wirausaha untuk menjalankan suatu

MEMBANGUN ORGANISASI BISNIS YANG KUAT

MEMBANGUN ORGANISASI BISNIS YANG KUAT Oleh : Achmad Rosyad, SP, MM (KANGAHRO.COM) Widyaiswara Muda KUKM Jawa Barat BAGAIMANA CARA MEMBANGUN ORGANISASI YANG KUAT ? 1. BERORIENTASI PADA HASIL  Produktivitas seseorang atau organisasi terlihat dari hasil-hasil kerja yang mereka lakukan. Hasil-hasil ini tentunya adalah hasil-hasil kerja positif. Banyak terjadi hari ini organisasi yang ada hanya banyak melakukan pekerjaan namun sedikit dalam output kerja mereka. Mungkin sebagian dari kita masih berorientasi pada proses. Ada jargon yang sering kita dengar bahwa, “yang paling penting adalah prosesnya, hasil itu ngikut sendiri.” Jargon ini ada benarnya dan tidak selamanya benar. Memang kita harus memperhatikan proses dari pekerjaan kita, proses yang salah akan mempengaruhi hasil. Namun, melulu menikmati proses juga bukan pekerjaan yang produktif. Tetap ada target-target output dari pekerjaan yang kita lakukan. Tetap ada target-target pencapaian waktu penyesaian pekerjaan.  Kehidupan yang dinami

Memelihara dan Meningkatkan Etos Kerja

Membangun,   Memelihara   dan Meningkatkan                                       ETHOS KERJA “Etos kerja dapat di artikan sebagai pandangan bagaimana melakukan kegiatan yang bertujuan mendapatkan hasil atau mencapai kesuksesan” Etos kerja sangat di perlukan oleh kita sebagai insan yang hidup di dunia ini yang   hanya menyediakan dua pilihan antara Mencintai pekerjaan atau Mengeluh setiap hari . Jika kita tidak bisa mencintai pekerjan , maka kita hanya akan memperoleh “5 – ng” : ngeluh, ngedumel, ngegosip, ngomel, ngeyel . Dalam urusan etos kerja, bangsa indonesia sejak dulu di kenal memiliki etos kerja yang kurang baik, sampai pada jaman pendudukan Belanda mereka menyebut kita dengan sebutan yang mengejek, in lander pemalas. Begitupun selama perjalanan bangsa ini salah satu faktor yang menyebabkan krisis multidimensi Indonesia sejak tahun 1997 adalah merajalelanya etos kerja yang buruk . Di bidang ekonomi, masyarakat lebih mengutamakan ekonomi rente daripada ek