Langsung ke konten utama

LIMA STRATEGI BISNIS WIRAUSAHA MILLENIAL

 

5


STRATEGI BISNIS WIRAUSAHA MILLENIAL

Oleh : @KANGAHRO.COM

1. Inovatif dalam pengembangan produk

Orang-orang Indonesia menyukai hal-hal unik, kreatif dan benar-benar baru. Inilah yang menjadi perhatian utama untuk memikat pasar Indonesia. Semakin kreatif produk atau layanan yang Anda sajikan pada pelanggan, akan terasa semakin menarik bagi masyarakat untuk mengunjungi dan mencoba produk Anda. Cobalah untuk inovatif dalam mengembangkan produk. Dapat keunikan yang membuat produk Anda berbeda dan dapat bersaing secara lebih unggul dibanding pesaing.

2. Kompetitif menghadapi pesaing

Pesaing bisa menjadi salah satu tempat Anda belajar dalam mengkoreksi dan mengembangkan bisnis Anda. Selalu awasi perkembangan dan strategi pesaing Anda. Belajarlah untuk mengetahui keunggulan pesaing Anda sehingga Anda dapat membuat strategi dalam mencegahnya dan kembali unggul dalam persaingan. Ingatlah untuk tidak terlena dengan kekuatan pasar yang Anda miliki saat ini. Belajarlah dari perusahaan-perusahaan besar seperti Nokia dan Kodak yang terlanjur hanyut dalam kejayaan dan berakhir dengan kekalahan karena tidak memperhatikan perubahan lingkungan dan pesaing.

3. Positif dalam menilai lingkungan

Bagi seorang pengusaha besar, problem is occasion, dimana ada masalah maka disitu ada peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Ingatlah prinsip dasar manusia yang selalu mengharapkan kemudahan dalam berbagai aspek. Maka ketika ada suatu permasalahan, jika Anda dapat menjual kemudahan maka orang akan berdatangan pada Anda. Begitu pula ketika Anda menghadapi permasalahan internal, jika Anda dapat mengatasi permasalahan tersebut maka Anda sudah selangkah lebih maju dari pesaing Anda.

4. Selektif memilih bahan baku produk

Saat ini masyarakat Indonesia semakin cerdas dalam memilih produk unggulan. Bukan lagi mengenai harga, namun masyarakat kini lebih mengedepankan kualitas. Dalam pemahaman masyarakat, dengan kualitas yang baik maka produk dapat digunakan lebih lama dan harga jual kembali pun lebih stabil. Tapi tidak menuntut kemungkinan pula jika harga yang kompetitif dan lebih masuk akal akan menjadi pilihan terbaik menurut masyarakat.

5. Reaktif melihat trend yang ada

Dengan semakin mudahnya akses informasi dan penyebaran berita melalui media sosial, masyarakat Indonesia pun tidak ketinggalan dalam meramaikan trend yang ada, bahkan dalam beberapa waktu lalu Indonesia sempat menjadi sorotan bagi trend dunia melalui “om telolet om” maupun berbagai aksi kreatif warga. Dengan memanfaatkan trend yang ada baik melalui iklan maupun pengembangan produk, Anda dapat memikat pelanggan lebih banyak.

 

Itulah 5 strategi bisnis yang dapat Anda praktikan untuk memikat pelanggan di Indonesia. Untuk membuat keputusan bisnis dari strategi tersebut yang tepat Anda dapat mencoba menggunakan Swot Analysis yang telah kami jelaskan pada artikel sebelumnya. Strategi bisnis yang tepat akan sangat mempengaruhi pergerakan bisnis Anda dan menentukan posisi bisnis Anda dalam peringkat pasar untuk menarik pelanggan. Jangan mudah berpuas diri karena pergerakan bisnis di Indonesia begitu dinamis dan dapat berubah setiap saat.

 

 

 

Ketika kita mendengar kata usaha,tentu saja berkaitan dengan kata Pengusaha dan pengusaha sendiri adalah orang yang menjalankan kegiatan usaha baik usaha jual-beli, maupun usaha produksi yang tujuan utamanya adalah mendapatkan keuntungan dan menanggung resiko yang akan terjadi dalam kegiatan usahanya. Contohnya seperti Pengusaha Tahu dan Tempe, supermarket dan yang lainnya, Ketika kita membuat perusahaan atau usaha, pasti bisa saja kita mendapatkan keuntungan atau kerugian, tergantung bagaimana cara kita mengelola usaha tersebut. Ada banyak tips yang bisa memberikan informasi mengenai cara mengelola usaha dan keungan dalam perusaahan, tapi apakah anda tahu bahwa banyak perusahaan yang salah mengelola keuangan sehingga membuat kerugian yang besar pada perusahaan? Berikut adalah 10 kesalahan fatal dalam mengelola usaha :

  1. Modal awal terlalu besar
    Ketika kita hendak membuka sebuah usaha pastikan terlebih dahulu usaha apa yang akan kita buat, siapa pelangganya, dimana tempatnya dan bagaiman persaingan, karena dari sini kita bisa menentukan modal yang akan kita tentukan, karena apabila kita menentukan modal yang terlalu besar di awal dan ternyata usaha yang kita buat mengalami kerugian maka modal yang besar itu akan sia – sia
  2. Menggabungkan rekening pribadi dan perusahaan
    Apabila kita menggabungkan rekening pribadi dan perusahaan otomatis keuangnya akan tercampur dan dampaknya kita akan kesulitan mengelola keuangan perusahaan dan keuangan pribadi kita.
  3. Membianyai kebutuhan bisnis dengan uang pribadi
    Masih berhubungan dengan point dua, pastikan anda menghindari menggunakan uang pribadi untuk keperluan usaha atau bisnis, karena ketika menggunakan uang pribadi kita akan kesulitan untuk mengelola laporanya.
  4. Pengembalian Utang yang Buruk
    Saat ini sudah sangat mudah untuk memperoleh kredit modal usaha. Karena sudah banyak lembaga keuangan baik pemerintah maupun swasta yang bersedia memberikan pinjaman untuk keperluan tersebut. Akan tetapi banyak pelaku bisnis yang tergesa-gesa, yaitu meminjam tanpa memikirkan cara membayar kredit tersebut. Di tahun pertama perusahaan Anda berdiri, akan ada banyak ketidakpastian seperti pendapatan yang belum tetap, keuntungan yang belum dapat menutup modal, dan lain sebagainya. Untuk itu, diperlukan pengelolaan keuangan yang memungkinkan Anda untuk mengembalikan pinjaman modal sebelum waktunya. Ketika bisnis Anda mulai mengalami peningkatan, Anda dapat melakukan pinjaman yang lebih besar lagi.
  5. Tidak Menyiapkan Anggaran untuk Masa Mendatang
    Di awal berdirinya perusahaan, sang pemilik usaha tersebut cenderung memutar lagi seluruh keuntungan yang mereka dapat untuk membiayai keperluan bisnis. Tindakan seperti ini bisa membahayakan masa depan si pemilik itu sendiri karena dia tidak memiliki jumlah tabungan yang pasti.
    Pastikan anda selalu menyisihkan uang untuk anggaran – anggaran yang tidak terduga
  6. Tidak Memiliki Anggaran Operasional
    Sama seperti point 5, apabila kita tidak mempunyai anggaran operasional dan yang lainya, maka anda tidak dapat mengukur keuntungan yang akan anda dapatkan, karena dana anda tidak terkontrol dengan baik
  7. Tidak Membuat Rencana Pensiun
    Setiap pengusaha pasti ingin pensiun. Apakah anda tidak ingin memetik hasil usaha anda selama bertahun-tahun? Jika iya maka pastikan anda membuat renaca pensiun untuk diri anda
  8. Tidak Memiliki Dana Darurat
    Dana darurat ini biasanya berbentuk tabungan tunai karena sifatnya darurat dan bisa dicairkan kapan saja dibutuhkan. Selain menabung dan membiayai perusahaan, Anda pun harus memiliki dana darurat untuk keperluan yang tak terduga seperti, kecelakaan kerja, ganti rugi konsumen dan lain sebagainya. Dana darurat cukup penting dalam sebuah manajemen keuangan supaya Anda tidak terlibat hutang yang menumpuk.
  9. Utang yang Lebih Besar Dibanding Penghasilan
    Sama seperti point 4, awal mula membuat sebuah usaha, pasti kita akan mendapatkan penghasilan yang tidak pasti, Jika dalam modal awal usaha kita meminjam dana, maka kita harus pikirkan terlebih dahulu bagaimana cara mengelola utang – utang beserta pendapatan yang tidak pasti, karena apabila tidak kita pikirkan maka utang kita akan terus membenkak tanpa kita sadari.
  10. Melakukan Promo yang Terlalu Banyak
    Bersaing boleh akan tetapi pastikan persaingan tersebut tidak membuat keruigan yang sangat besar seperti memberikan promo terus menerus tanpa memikirkan keungan yang kita punya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MENYUSUN KEMATANGAN STRATEGI BISNIS MENGGUNAKAN ANALISIS SWOT (STRENGTHS-WEAKNESSES – OPPORTUNITIES – THREATS)

Dalam persaingan dunia bisnis yang sudah semakin memprihatinkan serta begitu cepatnya perkembangan dunia teknologi pada era pasar global seperti sekarang ini, maka hal ini semakin memaksa para pebisnis dalam berbagai bidang bisnis untuk terus berinovasi dan harus memiliki strategi yang terbaik dalam mempertahankan eksistensi dan tingkat kredibilitasnya dalam dunia bisnis yang perkembangannya sangat sulit untuk bisa terprediksikan tersebut.

Diperluakan adanya sebuah analisis yang secara khusus untuk memprediksikan terhadap kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan merupakan salah satu langkah awal yang dirasa sebagai salah satu langkah terbaik dalam menyusun strategi bisnis yang lebih tepat sasaran, tentang bagaimana dalam membaca akan adanya pergerakan dari berbagai peluang-peluang bisnis dan bagaimana cara terbaik dalam memenangkan persaingan untuk merebut berbagai peluang-peluang bisnis tersebut.

Dalam membuat sebuah analisis dan menyusun serta untuk mengkonsepkan dari sebuah inovasi dan strategi bisnis yang secara khusus harus menyentuh berbagai macam jenis aspek, seperti:

• Aspek produk (termasuk didalamnya adalah jasa maupun barang).
• Sumber daya manusia (SDM).
• Aspek financial.
• Aspek marketing.
• Mengidentifikasikan berbagai macam faktor, baik itu adalah faktor lingkungan Internal maupun eksternal sehingga akan dapat teridentifikasi adanya berbagai peluang bisnis.
• Aspek ancaman-ancaman terhadap perusahaan.
• Aspek kekuatan.
• Aspek kelemahan perusahaan.

Hal ini tentu saja harus tetap memperhatikan kompetensi inti dari perusahaan itu sendiri dan faktor-faktor kunci sukses apa saja yang perlu dimiliki oleh perusahaan.

Lalu langkah-langkah seperti apa yang harus dilakukan?

Langkah awal yang harus dilakukan adalah dengan cara membuat Analisis SWOT. Analisis SWOT merupakan suatu bentuk analisis pada manajemen internal organisasi perusahaan yang secara tersistematis dapat membantu dalam upaya untuk penyusunan perencanaan (strategi) yang benar-benar matang agar bisa mencapai tujuan yang diinginkan oleh perusahaan, baik itu adalah yang bersifat untuk tujuan jangka pendek maupun tujuan berjangka panjang.

Definisi lain dari analisis SWOT adalah: sebuah bentuk analisis dari situasi dan kondisi yang lebih bersifat deskriptif (memberikan gambaran). Analisis ini menempatkan situasi dan kondisi sebagai faktor masukan, lalu akan dikelompokkan menurut kontribusinya masing-masing. Satu hal yang harus diingat oleh para pengguna analisis ini adalah bahwa analisis SWOT ini semata-mata hanya sebagai sebuah analisis yang memang ditujukan untuk menggambarkan tentang bagaimana situasi sebenarnya yang sedang dihadapi oleh perusahaan, dan bukan sebagai sebuah alat analisis ajaib yang mampu memberikan jalan keluar terbaik bagi permasalahan bisnis yang sedang dihadapi oleh perusahaan.
Analisis SWOT merupakan suatu metode perencanaan strategis yang digunakan untuk:

1. Mengevaluasi Kekuatan (Strengths).
2. Mendeteksi Kelemahan (Weaknesses).
3. Memanfaatkan Peluang (Opportunities).
4. Memprediksikan Ancaman (Threats).

Dalam menjalankan sebuah bisnis. Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah-milah terlebih dahulu seputar berbagai hal yang banyak berpengaruh besar terhadap keempat faktor diatas, selanjutnya harus menerapkannya ke dalam sebuah gambar matrik SWOT, yang mana aplikasinya adalah tentang bagaimana kekuatan yang dimiliki oleh perusahaan sehingga dapat dimanfaatkan untuk mengambil keuntungan dari berbagai peluang-peluang bisnis yang ada, sehingga kekuatan/kelebihan yang dimiliki tersebut akan mampu dalam menutupi berbagai kelemahan-kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan, dengan kata lain pada saat terjadi ancaman (threats), maka perusahaan sudah sangat siap dalam menghadapi dan untuk melawati ancaman tersebut.

Dengan jalan melakukan analisis SWOT, maka pihak manajemen perusahaan akan dapat dengan cepat menentukan langkah-langkah apa saja yang harus segera dilakukan dalam usaha untuk mencapai target dan sasaran yang diinginkan oleh perusahaan. Karena pada prinsipnya dengan menggunakan alat analisis SWOT, maka perusahaan akan mampu untuk memahami kekuatannya sendiri sekaligus mengetahui kelemahannya serta akan mampu dalam mengidentifikasikan tentang adanya berbagai peluang-peluang yang masih bisa untuk diambil dahn memanfaatkan kekuatan sendiri untuk mengatasi berbagai jenis ancaman-ancaman yang akan dihadapi oleh perusahaan. Baik itu adalah ancaman yang berasal dari dalam (internal) maupun yang berasal dari luar (eksternal) perusahaan.

Nah, itulah pembahasan singkat seputar penggunaan alat untuk menganalisis untuk perencanaan strategi bisnis agar bisa menjadi lebih matang yang disebut dengan analisis SWOT (Strengths Weaknesses Opportunities Threats). Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian, terimakasih dan salam sukses. Untuk konsultasi bisnis atau penyusunan analisa SWOT, hubungi 081-8521172 atau 081-252982900

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Begini Jurus Jitu Menyusun Strategi Bisnis yang Efektif

SESEORANG yang sedang menjalankan sebuah bisnis atau sebuah organisasi harus memiliki strategi bisnis yang baik, supaya apa yang dijalankannya bisa menghasilkan lebih banyak materi dan uang dalam jangka panjang.

Selain itu, pengelolaan bisnis yang baik juga bisa membantu sebuah perusahaan untuk tetap sehat walau sedang diterpa cobaan dari luar (krisis ekonomi global, misalnya).

Dalam sebuah jejaring bisnis, terutama yang berkaitan dengan dunia di luar, tidak ada satu pun perusahaan yang sanggup hidup sendiri. Sebuah perusahaan akan selalu membutuhkan perusahaan lain dalam mata rantai jejaring perusahaan.

Karena itulah dibutuhkan sebuah strategi bisnis yang bagus supaya setiap perusahaan mampu bertahan dari krisis eksternal, supaya efeknya tidak merambat ke perusahaan lain di dalam jejaring yang sama.

Menjalankan Strategi Bisnis Tertentu
Di luar sana ada banyak orang yang selalu mencoba menjalankan bisnis baru, dan di luar sana ada banyak orang yang selalu mencoba mempertahankan bisnis yang telah dirintis. Entah ini menulis blog, atau menjalankan toko online baru, banyak orang yang akan selalu mencoba menjalankan bisnis dengan cara apapun.

Membangun bisnis berarti siap dengan strategis bisnis tertentu. Setidaknya ada delapan tips tentang bagaimana membangun bisnis yang baik, di antaranya adalah:

• Berpikir kritis
Ada orang yang cinta akan pikiran kritis. Dan bila digabungkan dengan fokus terhadap bidang yang sedang digeluti, maka hasilnya adalah produktivitas. Jadilah pengusaha di bidang tertentu, yang bakal dijalankan sesuai minat, dengan pikiran kritis, serta fokus terhadap tantangan yang ada di depan mata.

• Berani mengambil resiko
Mengambil resiko dengan beberapa pendekatan baru patut dilakukan, bahkan untuk perusahaan kecil sekali pun. Keberanian mengambil resiko akan berbuah manis, terutama bila dibarengi dengan kerja keras.

• Berpikir terbuka
Setiap bisnis memiliki karakteristik tersendiri, dan tugas pengelolanya adalah untuk mengetahui karakteristik yang muncul. Mulailah untuk berpikir secara terbuka serta mengambil perspektif berbeda, guna membuat ide-ide yang muncul menjadi nyata.

• Berpikir tajam serta fokus
Keterbukaan dalam berpikir menjadi kunci bagi siapa pun yang ingin memulai ide bisnis tertentu. Ini akan membantu seseorang mencari perspektif yang berbeda dari sebuah ide bisnis. Selain itu, lihatlah segala macam aspek dalam sebuah ide bisnis dan jangan hanya melihat situasi yang enak saja. Selalu ada kepahitan dalam segala hal yang indah.

• Jadilah orang yang oportunis
Menjadi seorang oportunis bukanlah yang buruk. Artinya ia bisa melihat peluang di dalam segala hal, dan peluang merupakan hal penting dalam sebuah bisnis.

• Jadilah orisinil
Tanamkan ide bahwa individu adalah unik dan memiliki ide kreatif yang berbeda dengan orang lain. Seseorang harus mulai berpikir bahwa kreatifitas yang orisinil selalu lebih baik dibandingkan peniruan yang ingin tampak seperti orang lain.

• Bekerja keras
Ini bukanlah sebuah rahasia yang tertutup rapat, melainkan sebuah strategi penting yang mesti dilakukan siapapun yang ingin mengasah kemampuan diri.

• Jadi seseorang yang kreatif
Di dalam bisnis, pemasaran adalah segalanya. Selain itu diperlukan kreativitas untuk menciptakan sejumlah peluang bisnis tertentu. Kemampuan berpikir cerdas dan cepat, serta kreatif menjadi elemen strategi bisnis yang harus dicamkan di dalam benak banyak orang.

Strategi yang Baik Menuntut Perencanaan
Di bidang apapun, strategi menuntut perencanaan yang bagus. Di dalamnya ada banyak elemen bisnis yang terkait langsung dengan marketing, atau pemasaran. Dengan demikian ada beberapa macam konsep yang harus diketahui terkait dengan strategi bisnis.

• Produk
Produk yang baik adalah benda yang inovatif dan berguna. Selain itu, produk yang bagus juga harus mampu memenuhi kebutuhan pelanggan tertentu, sekaligus memuaskan hasrat mereka.

• Promosi
Kegiatan promosi perlu dilakukan oleh penjual barang, tujuannya untuk meningkatkan kesadaran pengguna terhadap produk yang dijual. Ini menjadi elemen kunci paling penting di dalam setiap strategi bisnis.

• Lokasi
Strategi ini terkait dengan bagaimana mendistribusikan produk sekaligus memperluas pemasok serta citra yang bisa diandalkan. Promosi yang baik akan memudahkan pelanggan untuk menggunakan produk yang diinginkan.

• Harga
Kualitas produk harus sesuai dengan harganya, dan sebaliknya, harga sebuah produk harus menyesuaikan dengan kualitasnya. Pelanggan akan mencari produk lain yang sama, bila harganya ternyata lebih murah ketika dijual di toko C.

Tidak ada patokan mengenai bagaimana seseorang bisa menjalankan strategi bisnis yang baik. Dan seterusnya, tidak ada tips yang pasti, yang bisa mengajarkan orang untuk memulai bisnis dengan strategi yang tepat.

Yang benar adalah: setiap strategi bisnis yang dirancang perlu memperhatikan beberapa elemen penting termasuk daerah operasi, demografi pelanggan, jumlah pesaing, tingkat ekonomi, dan ukuran bisnis. Setiap strategi dan perencanaan bisnis bukanlah konsep yang bisa disamakan begitu saja, antara satu model bisnis dengan yang lainnya.

Kendati strategi bisnis harus disesuaikan dengan konteks serta jenis bisnis, orang harus sadar bahwa menciptakan strategi adalah sesuatu yang bisa dipelajari dengan baik.

Belajar menciptakan strategi dengan mengambil hikmah dari berbagai macam pengalaman bisnis, merupakan sebuah langkah pertama yang bisa ditempuh.

Artinya, pengalaman adalah guru terbaik, dimana darinya seseorang bisa belajar untuk mengambil keputusan yang baik dan dengan cara seefektif mungkin. (edubisnis)

 

 

 

 

 

 

Dalam menjalankan sebuah bisnis, menyusun strategi bisnis adalah hal penting yang perlu dilakukan sejak awal. Strategi bisnis adalah upaya perusahaan dalam mengambil kebijakan dan pedoman yang memiliki komitmen dan tindakan yang terintegrasi serta dirancang untuk membangun keunggulan dalam persaingan bisnis untuk memenuhi dan mencapai tujuan bisnis. Dengan adanya strategi bisnis, perusahaan mampu menentukan arah perusahaan dengan mengidentifikasinya dari segi pasar, pesaing, pelanggan dan lain sebagainya. Untuk mencapai keuntungan bisnis yang maksimal, berikut enam strategi bisnis yang dapat dilakukan.

Perhatikan Kualitas

Sekarang ini, semakin banyak bisnis baru yang bermunculan dengan produk beragam. Namun, bisnis yang benar-benar memerhatikan kualitas dapat dibilang hanya sedikit. Kualitas dalam bisnis adalah hal penting yang perlu ditingkatkan untuk menarik banyak konsumen. Perhatikan kualitas dari beberapa unsur yang Anda jual dalam bisnis tersebut. Mulai dari kualitas kemasan, kualitas rasa (jika menjual produk makanan), kualitas isi produk, kualitas bahan baku hingga kualitas layanan yang terbaik. Kualitas yang lebih baik dari pesaing tentu akan membuat bisnis Anda selangkah lebih maju.

Kenali Target Pasar

Sebelum menjual sebuah produk secara profesional, Anda harus menjadi konsumen terlebih dahulu. Dengan menjadi pemakai produk yang Anda jual, maka Anda dapat mengetahui siapa target pasar Anda dan apa yang mereka inginkan dari produk yang Anda jual tersebut. Hal ini akan membuat Anda lebih mengerti kebutuhan pasar dan apa yang diinginkan pembeli dari bisnis Anda.

Kreativitas dan Inovasi

Kreativitas dan inovasi merupakan modal penting dalam menjalankan bisnis. Oleh karena itu, setiap pengusaha atau pelaku bisnis harus membekali diri dengan berbagai ilmu pengetahuan dan wacana lainnya sebagai sumber inspirasi. Ide kreatif dapat menjadi sumber inspirasi dalam menciptakan suatu inovasi produk tertentu sehingga akan memberikan peluang sukses yang lebih besar pada bisnis Anda. Selain itu, dengan kreativitas dan inovasi yang Anda tawarkan maka akan meningkatkan kepercayaan konsumen dan mereka tidak merasa bosan.

Promosi Efektif

Melakukan promosi yang efektif kepada calon konsumen merupakan strategi yang wajib dilakukan oleh pebisnis. Saat ini, melakukan promosi sangatlah mudah, bahkan dapat dilakukan secara gratis. Anda dapat menggunakan social media atau media online lainnya untuk memperkenalkan produk dan melakukan promosi pada banyak orang yang lebih spesifik dan menyukai produk Anda. Saat melakukan promosi, sebaiknya gunakan visual yang berkualitas, serta informasi yang detail untuk menjelaskan tentang produk yang Anda jual. Lakukan promosi secara berkala, dengan begitu calon konsumen akan lebih mudah terjaring.

Manfaatkan Teknologi

Pemanfaatan teknologi untuk bisnis dapat memotong biaya produksi yang dibutuhkan. Contohnya jika sebuah pekerjaan dapat dilakukan dengan teknologi mesin hingga robot, makan otomatis biaya operasional karyawan juga dapat ditekan. Terlebih jika bisnis digital, Anda dapat menjalankan bisnis secara otomatis dengan memanfaatkan platform yang ada.

Manajemen Bisnis

Manajemen merupakan hal yang tidak kalah penting dalam menjalankan suatu bisnis. Salah satu hal penting yang berkaitan dengan manajemen ini adalah manajemen keuangan. Ingat, keuangan merupakan nyawa dari setiap bisnis yang Anda jalankan. Salah satu manajemen keuangan yang penting untuk dilakukan adalah melakukan proses akuntansi secara tepat dan akurat.

Baca juga : Strategi Bisnis Yang Efektif Untuk Menang Dalam Persaingan

Jurnal merupakan software akuntansi online yang dapat membantu Anda melakukan proses akuntansi dengan cepat, aman dan nyaman. Jurnal telah tersertifikasi ISO/IEC 27001 yang menjamin keamanan data dan informasi keuangan Anda. Jurnal juga dapat mengolah seluruh transaksi keuangan Anda menjadi laporan keuangan yang lengkap sesuai kebutuhan perusahaan. Dengan Jurnal, Anda dapat melihat kondisi keuangan perusahaan secara cepat dan realtime, serta dapat diakses di mana pun dan kapan pun. Daftarkan bisnis Anda sekarang juga dengan Jurnal dan nikmati free trial 14 hari. Info lebih lanjut, klik di sini.

 

 

5 Jenis Strategi Bisnis yang Efektif Dicoba

 

Strategi Bisnis yang Efektif

Berdasarkan pengalaman yang banyak dibagikan, strategi bisnis yang efektif adalah modal paling utama dalam pembangunan bisnis kamu. Tanpa adanya strategi yang efektif ini, bisnis yang kamu bangun mungkin tidak akan menunjukkan banyak hasil memuaskan. Walau memang membangun bisnis membutuhkan banyak modal dan tenaga, namun itu saja tidak cukup. Kamu perlu menyiapkan strategi, jadi saat modal dan tenaga telah dihabiskan strategi yang dapat kamu gunakan. Strategi bisnis adalah yang dapat kamu gunakan untuk memimpin proses pengembangan bisnis hingga mencapai kesuksesan.

Tentunya suatu hal yang dinamakan strategi tidak dilakukan tanpa perencanaan dan panduan. Kamu pun harus memiliki hal tersebut, jadi kamu perlu mengetahui saja strategi bisnis yang dapat kamu lakukan. Setelah mendaftar semua strategi bisnis yang efektif, kamu dapat merencanakan dan membuat panduan yang mana saja yang akan kamu lakukan dan bagaimana bentuk real dari pelaksanaannya. Buat juga terget yang ingin dicapai dari setiap strategi yang kamu susun tersebut. Jika sudah, maka kamu bisa memulainya dan merasakan bagaimana hasil dari strategi yang sudah kamu susun. Pertanyaannya, sudahkah kamu tahu apa saja strategi bisnis yang efektif untuk dicoba?

5 Jenis Strategi Bisnis yang Efektif Dicoba

Setiap pelaku bisnis termasuk kamu tentu ingin efektif dalam menyusun dan menggunakan pilihan strategi. Itulah mengapa kamu sangat dicarankan mempelajari berbagai jenis strategi yang efektif dicoba dan mengaplikasikannya pada bisnis yang kamu miliki. Jika sebelumnya kamu tidak mengetahui apa saja jenis strategi tersebut, maka sekarang kamu tidak perlu bingung lagi. Bagian berikut akan menyebutkan setidaknya ada 5 strategi bisnis yang efektif dicoba. Gunakan informasi ini untuk mengembangkan bisnis anda semakin sukses.

1. Strategi Harga

Jenis strategi yang pertama yang sangat penting untuk kamu gunakan adalah strategi penentuan harga. Bisnis yang kamu pasarkan sebaiknya dijual dengan harga standar yang ada di pasaran. Jika kamu menjualnya terllau mahal ataupun murah, maka akan ada efek negatifnya untuk bisnis kamu sendiri. Jika kamu memang ingin bersaing harga tidak masalah, asalkan bisnis kamu memang memiliki keunggulan sendiri.

2. Strategi Kemasan

Sebaiknya kamu tidak meremehkan pentingnya kemasan dari apapun bisnis yang kamu pasarkan. Kemasan atau yang sering dikenal dengan istilah packaging adalah yang pertama dilihat oleh konsumen. Jadi kemasan yang menarik, berbeda, serta unggul dibandingkan kompetitornya adalah strategi yang terbaik dalam hal kemasan yang perlu kamu perhatikan.

3. Strategi Konten

Mungkin bagi kamu yang belum pernah menggunakan manfaat internet untuk bisnis kamu masih bingung apa itu konten. Konten adalah alat yang kamu gunakan untuk memasarkan bisnis dan tips memulai usaha online. Jadi dengan kata lain, konten sangat penting dan harus dibuat dengan tepat. Konsumen harus mendapatkan kesan saat membaca konten yang baik. Jadi perhatikanlah penyusunan strategi konten.

4. Strategi Pemasaran

Ini dia jenis strategi yang sangat efektif jika berhasil dilakukan dengan baik. Strategi pemasaran yang maksimal adalah yang membuat bisnis kamu dikenal dan akrab bagi masyarakat. Jika kamu berhasil menemukan teknik pemasaran yang paling tepat, maka pastinya bisnis kamu tidak butuh lama akan mencapai kesuksesan yang diharapkan oleh banyak pebisnis seperti kamu juga.

5. Strategi Pertumbuhan

Suatu bisnis yang sukse adalah bisnis yang bertumbuh setiap harinya. Pertumbuhan bisnis ini dilihat dari bagaimana kualitas bisnis dari waktu ke waktu, hingga bagaimana persaingan bisnis kamu dengan kompetitor terjadi. Suatu bisnis yang terus bertumbuh dan berkembang ini menandakan bahwa bisnis kamu sehat dan bisa terus dilanjutkan. Jadi pastikan untuk melakukan berbagai strategi yang dapat mendukung pertumbuhan bisnis ini.

Berikut tadi 5 jenis strategi bisnis yang efektif untuk kamu coba. Bagaimana menurut kamu apakah sudah cukup jelas untuk kamu coba gunakan? Jika sudah cukup jelas, maka kamu pun sudah pasti bisa mencobanya sendiri. Jika kamu merasa masih ada yang kurang jelas, maka kamu dapat mempelajari strategi bisnis lebih lanjut melalui pembahasan berikutnya. Jangan lupa untuk menggunakan kelima strategi tersebut dengan seimbang dan memastikan bahwa bisnis kamu sudah dikembangkan dengan cara yang tepat. Selamat mencoba!

 

 

Perumusan Strategi Bisnis Sebagai Kunci Kesuksesan

·         November 14, 2016

·         By Researchers

·         In Business

·         No Comment

·         1

·         Tagged: strategi bisnis

Terkadang kita tidak tahu apa yang harus di perbuat untuk dapat menjalankan bisnis dengan baik. Berbagai masalah datang yang membuat kita kehilangan arah akan target bisnis yang telah kita tetapkan. Namun bukan berarti tidak ada yang bisa kita perbuat untuk memajukan dan mengembangkan bisnis tersebut.

strategi-bisnis

Banyak hal yang dapat kita temukan dan lakukan demi mewujudkan kesuksesan yang telah lama kita impikan. Namun satu hal yang pasti, semua hal tersebut membutuhkan sebuah perencanaan yang matang.

Dalam bisnis, sebuah strategi merupakan hal yang sangat penting. Karena strategi bisnis merupakan kunci kesuksesan yang akan membantu kita dalam berbagai hal.

Perumusan Strategi Bisnis

Dalam membangun sebuah strategi bisnis, kita harus mampu untuk menyusun langkah – langkah yang bertujuan untuk membangun visi serta misi bisnis atau perusahaan, menetapkan tujuan strategi serta keuangan yang dimiliki.

Dengan begitu kita dapat membuat atau merancang sebuah strategi bisnis yang efektif untuk bisnis kita. Berikut beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam merumuskan strategi bisnis yaitu.

  1. Mengidentifikasi lingkungan yang akan dimasuki oleh perusahaan di masa depan dan menentukan misi perusahaan untuk mencapai visi yang telah di tetapkan.
  2. Melakukan analisis lingkungan perusahaan baik internal maupun eksternal untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman yang dapat di hadapi oleh perusahaan.
  3. Merumuskan faktor – faktor kunci keberhasilan (Key Success Factor) dari strategi – strategi yang telah dirancang berdasarkan analisis yang telah dilakukan.
  4. Menentukan tujuan dan ukuran target. Mengevaluasi berbagai strategi alternatif yang dapat digunakan dengan mempertimbangkan sumber daya yang dimiliki.

Memilih dan menentukan strategi yang paling sesuai untuk dapat mencapai tujuan perusahaan dalam jangka pendek dan jangka panjang.

Tingkat – Tingkat Strategi

Dengan merujuk pada pandangan Dan Schendel dan Charles Hofer, kita dapat mengetahui bahwa dalam dunia bisnis terdapat 4 macam tingkatan strategi dimana keseluruhan dari strategi disebut dikenal dengan sebutan Master Strategi.

  1. Enterprise Strategy
    Strategi bisnis ini berkaitan dengan respon masyarakat. Setiap organisasi pastinya memiliki hubungan dengan masyarakat. Jadi dalam tingkat strategi ini sangat penting bagi kita dalam menjalin sebuah relasi atau hubungan kepada masyarakat dengan memberikan tingkat pelayanan yang sangat baik terhadap keinginan dan kebutuhan masyarakat.
  1. Corporate Strategy
    Strategi ini berkaitan dengan misi organisasi sehingga sangat sering disebut dengan sebutan Grand Strategy. Pada umumnya, tingkatan strategi ini adalah untuk menentukan misi seperti apa yang ingin di capai oleh suatu organisasi. Bagi sebuah organisasi, penting untuk organisasi tersebut untuk mengetahui maksud dari misi yang di miliki karena dengan begitu mereka akan tau bagaimana misi tersebut bisa di capai.
  1. Business Strategy
    Pada tingkatan strategi bisnis ini, kita akan mulai memikirkan tentang bagaimana kita dapat merebut perhatian pasar di tengah masyarakat agar bisa memperoleh keuntungan – keuntungan stratejik yang sekaligus mampu menunjang berkembangnya organisasi ke tingkat yang lebih baik.
  1. Functional Strategy
    Strategi bisnis satu ini merupakan strategi pendukung yang bertujuan untuk menunjang suksesnya strategi bisnis lainnya. Functional Strategi memiliki 3 jenis yang berbeda yaitu
    • Strategi Functional Ekonomi
      Strategi ini mencakup fungsi-fungsi yang memungkinkan sebuah organisasi dapat hidup sebagai satu kesatuan ekonomi yang sehat. Fungsi ini sendiri antara lain keuangan, pemasaran, sumber daya, dan lain sebagainya.
    • Strategi Functional Manajemen
      Mencakup fungsi-fungsi manajemen seperti planning, organizing, implementating, controlling, staffing, leading dan lain sebagainya. Pada satretegi ini, kita dapat menggunakan sebuah software bisnis yang kompeten seperti software erp agar kita dapat mengerjakan semua fuctional manajemen atau manajemen lainnya dengan mudah dan dapat menghasilkan data dengan cepat dan akurat.
    • Strategi Isu
      Fungsi utama dari strategi ini adalah mengontrol lingkungan, baik dalam situasi lingkungan yang telah diketahui atau yang belum diketahui.

Sekarang kita telah mengetahui lebih dalam tentang apa itu strategi bisnis dan bagaimana cara merumuskan strategi bisnis yang baik dan benar sehingga dapat membantu dalam mempercepat proses pertumbuhan bisnis.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengertian Strategi dan 3 Tingkatan Strategi dalam Dunia Bisnis

June 4, 2018 Budi Kho Produksi dan Operasional 0

Pengertian Strategi dan 3 Tingkatan Strategi dalam dunia Bisnis

Pengertian Strategi dan 3 Tingkatan Strategi dalam Dunia Bisnis – Di dalam dunia bisnis ataupun di tempat kerja kita, kita mungkin sering mendengar istilah “strategi bisnis”, Strategi Bisnis atau Business Strategy ini oleh perusahaan digunakan untuk menghadapi berbagai tantangan bisnis maupun untuk memenangi persaingan ketat dengan kompetitor-kompetitornya. Jadi, apa yang sebenarnya dimaksud “STRATEGI”?

STRATEGI yang dalam bahasa Inggris disebut dengan STRATEGY ini pada dasarnya adalah berasal dari bahasa  Yunani kuno yaitu StratÄ“gia yang jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia menjadi “seni pemimpin pasukan, komando, jenderal”.  Hingga abad ke-20, istilah Strategi ini sering digunakan untuk menunjukan cara yang komprehensif untuk mencapai tujuan politik, termasuk dalam mengatasi ancaman dan penggunaan kekuatan serta sumber daya yang tersedia. Namun saat ini, istilah STRATEGI  ini tidak hanya digunakan pada urusan kemiliteran dan politik saja tetapi juga digunakan secara luas dalam ekonomi dan dunia bisnis.

Di dalam dunia bisnis, Strategi dapat didefinisikan sebagai proses penentuan arah dan tujuan jangka panjang organisasi melalui upaya pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya organisasi secara efektif dan efisien sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar dan pemangku kepentingan (stakeholder). Organisasi atau perusahaan-perusahaan yang sukses dan produktif pada umumnya memiliki strategi perusahaan sebagai pemandunya. Setiap unit bisnis dalam organisasi juga memiliki strategi unit bisnis yang digunakan oleh pemimpinnya untuk menentukan bagaimana mereka akan bersaing di market/pasar masing-masing. Selanjutnya, setiap tim atau departemen yang berada di dalam unit bisnis juga memiliki strateginya sendiri untuk memastikan bahwa kegiatan sehari-harinya dapat membantu menggerakan unit bisnis dan organisasinya ke arah yang benar dan sesuai dengan yang diharapkan.

Pengertian Strategi menurut Para Ahli

Untuk lebih jelas mengenai Strategi ini, silakan lihat beberapa definisi dan pengertian Strategi menurut Para Ahli dibawah ini :

  • Pengertian Strategi menurut Siagian (2004), Strategi adalah serangkaian keputusan dan tindakan mendasar yang dibuat oleh manajemen puncak dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran suatu organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi tersebut.
  • Pengertian Strategi menurut Glueck dan Jauch (1989),  Strategi adalah Rencana yang disatukan, luas dan berintegrasi yang menghubungkan keunggulan strategis perusahaan dengan tantangan lingkungan, yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama dari perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh organisasi.
  • Pengertian Strategi menurut Craig & Grant (1996), Strategi adalah penetapan sasaran dan tujuan jangka panjang (targeting and long-term goals) sebuah perusahaan dan arah tindakan serta alokasi sumber daya yang diperlukan untuk mencapai sasaran dan tujuan (achieve the goals and objectives).
  • Pengertian Strategi menurut Stephanie K. Marrus (dalam Sukristono (1995)), Strategi adalah proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai.

3 Tingkatan Strategi Bisnis (3 Level of Business Strategy)

Pada umumnya, strategi bisnis pada sebuah perusahaan bisnis dapat terbagi atas 3 Tingkatan utama yaitu Strategi di Tingkat Korporasi (Corporate Level Strategy), Strategi di Tingkat Unit Bisnis (Business Unit Level Strategy) dan Strategi di Tingkat Fungsional (Functional Level Strategy). Strategi Korporasi berfokus pada menentukan bisnis mana yang harus dijalankan oleh perusahaan. Strategi Bisnis mengembangkan keunggulan kompetitif dalam segmen bisnis sedangkan Strategi Fungsional beroperasi pada tingkat pemasaran, produksi dan keuangan untuk memastikan bahwa memastikan bahwa setiap unit kerja memiliki strategi untuk mendukung bisnis perusahaannya.

Berikut ini adalah pembahasan singkat mengenai ketiga Tingkatan Strategi yang dimaksud.

1. Strategi Korporasi (Corporate Level Strategy)

Tingkat Strategi yang pertama dalam dunia bisnis adalah Strategi di Tingkat Korporasi atau Corporate Level Strategy, Strategi korporasi menangani seluruh ruang lingkup strategis perusahaan terutama dalam menentukan tujuan dan sasaran suatu perusahaan. Strategi ini diperlukan untuk menentukan bisnis apa yang harus atau ingin dimiliki oleh perusahaan seperti jenis produk yang akan diproduksi dan dimana produk tersebut harus dipasarkan. Corporate Level Strategy juga menentukan arah yang akan dituju oleh perusahaan dan peran setiap unit bisnis dalam perusahaan untuk mencapai arah tersebut.

Ada dua hal penting yang harus dilakukan pada strategi di tingkat korporasi, yaitu :

1. Menetapkan Visi dan Misi Perusahaan (Korporasi)

Pernyataan Visi adalah pernyataan yang menggambarkan tujuan dan kondisi dimasa depan yang ingin dicapai oleh perusahaan dalam jangka menengah atau jangka panjang. Visi atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Vision ini berfungsi sebagai panduan yang jelas untuk memilih tindakan saat ini dan di masa yang akan datang.

Pernyataan Misi adalah pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh perusahaan untuk mewujudkan visi tersebut. Misi atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Mission ini memberikan arah dan batasan-batasan proses pencapaian tujuan.

2. Menentukan Obyektif atau Tujuan Perusahaan (Korporasi)

Obyektif Perusahaan atau Tujuan Perusahaan yang ditentukan adalah alat yang mendasari semua perencanaan dan kegiatan strategis dan berfungsi sebagai dasar untuk membuat kebijakan dan mengevaluasi kinerja. Contoh Obyektif Perusahaan diantara seperti menghasilkan laba, meminimalkan pengeluaran atau memperbesar pangsa pasar dan lain-lainnya.

Strategi Unit Bisnis (Unit Business Level Strategy)

Strategi di Tingkat Unit Bisnis adalah strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan dari setiap unit bisnis seperti unit bisnis layanan, produk, divisi ataupun anak perusahaan. Strategi ini dijalankan oleh masing-masing unit bisnis namun harus bersinergi dan mendukung strategi korporasi yang telah ditetapkan oleh perusahaan induk. Strategi di Tingkat unit Bisnis ini sangat penting untuk dilakukan karena dapat melihat unit bisnis mana yang unggul dan unit bisnis mana yang perlu ditingkatkan lagi.

Memiliki Strategi di tingkat Unit Bisnis ini memungkinkan perusahaan mempertimbangkan biaya dan manfaat dari setiap unit bisnis dan memutuskan posisi yang tepat untuk pengalokasian sumber daya perusahaan bahkan dapat digunakan untuk memutuskan kapan waktunya untuk melakukan divestasi atau menjual unit bisnis yang tidak berkontribusi positif sehingga manajemen puncak perusahaan dapat fokus pada unit bisnis yang paling penting untuk pencapaian strategi korporasi.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan pada Strategi di Tingkat Unit Bisnis ini yaitu :

  1. Membedakan Perusahaan kita dengan Kompetitor. Salah satu cara yang terbaik untuk mengetahui apakah unit bisnis kita telah melakukan yang terbaik adalah dengan menggunakan analisis SWOT. Analisis SWOT ini memungkinkan kita untuk meninjau lingkungan persaingan dan menentukan strategi yang tepat untuk unit bisnis kita.
    Baca juga : Pengertian dan contoh Analisis SWOT.
  2. Menetapkan Obyektif (Tujuan) dan tindakan-tindakan yang mendukung strategi di tingkat unit bisnis dan strategi di tingkat korporasi. Sasaran kita saat membuat strategi unit bisnis adalah untuk menetapkan obyektif atau tujuan dan inisiatif yang mendukung unit bisnis sekaligus berkontribusi terhadap obyektif (tujuan) perusahaan secara keseluruhan.

Strategi Fungsional (Functional Level Strategy)

Strategi di Tingkat Fungsional adalah strategi yang dirumuskan secara spesifik pada area fungsional tertentu untuk mendukung strategi unit bisnis. Area fungsional ini meliputi departemen-departemen yang terdapat di unit bisnis seperti pemasaran, produksi, keuangan, sumber daya manusia, IT serta penelitian dan pengembangan. Strategi Fungsional ini biasanya dihasilkan dan dievaluasi oleh kepala departemen seperti kepala pemasaran, kepala keuangan, kepala produksi dan operasi. Individu-individu ini dapat membantu memastikan bahwa departemen menjalankan elemen strategis yang ditetapkan serta memastikan komponen-komponen di fungsional ini membantu mendukung strategi di tingkat unit bisnis maupun strategi di tingkat korporasi.

Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam menetapkan strategi di tingkat fungsional, yaitu :

  1. Memahami setiap perincian proyek dan pengukurannya.
  2. Pastikan Strategi yang ditetapkan di tingkat fungsional ini harus selaras dengan strategi di tingkat unit bisnis dan strategi di tingkat korporasi.
  3. Hanya perlu mengukur data-data penting yang menentukan pencapaian terhadap sasaran dan tujuan utama.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengertian Strategi dan 3 Tingkatan Strategi dalam Dunia Bisnis

June 4, 2018 Budi Kho Produksi dan Operasional 0

Pengertian Strategi dan 3 Tingkatan Strategi dalam dunia Bisnis

Pengertian Strategi dan 3 Tingkatan Strategi dalam Dunia Bisnis – Di dalam dunia bisnis ataupun di tempat kerja kita, kita mungkin sering mendengar istilah “strategi bisnis”, Strategi Bisnis atau Business Strategy ini oleh perusahaan digunakan untuk menghadapi berbagai tantangan bisnis maupun untuk memenangi persaingan ketat dengan kompetitor-kompetitornya. Jadi, apa yang sebenarnya dimaksud “STRATEGI”?

STRATEGI yang dalam bahasa Inggris disebut dengan STRATEGY ini pada dasarnya adalah berasal dari bahasa  Yunani kuno yaitu StratÄ“gia yang jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia menjadi “seni pemimpin pasukan, komando, jenderal”.  Hingga abad ke-20, istilah Strategi ini sering digunakan untuk menunjukan cara yang komprehensif untuk mencapai tujuan politik, termasuk dalam mengatasi ancaman dan penggunaan kekuatan serta sumber daya yang tersedia. Namun saat ini, istilah STRATEGI  ini tidak hanya digunakan pada urusan kemiliteran dan politik saja tetapi juga digunakan secara luas dalam ekonomi dan dunia bisnis.

Di dalam dunia bisnis, Strategi dapat didefinisikan sebagai proses penentuan arah dan tujuan jangka panjang organisasi melalui upaya pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya organisasi secara efektif dan efisien sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar dan pemangku kepentingan (stakeholder). Organisasi atau perusahaan-perusahaan yang sukses dan produktif pada umumnya memiliki strategi perusahaan sebagai pemandunya. Setiap unit bisnis dalam organisasi juga memiliki strategi unit bisnis yang digunakan oleh pemimpinnya untuk menentukan bagaimana mereka akan bersaing di market/pasar masing-masing. Selanjutnya, setiap tim atau departemen yang berada di dalam unit bisnis juga memiliki strateginya sendiri untuk memastikan bahwa kegiatan sehari-harinya dapat membantu menggerakan unit bisnis dan organisasinya ke arah yang benar dan sesuai dengan yang diharapkan.

Pengertian Strategi menurut Para Ahli

Untuk lebih jelas mengenai Strategi ini, silakan lihat beberapa definisi dan pengertian Strategi menurut Para Ahli dibawah ini :

  • Pengertian Strategi menurut Siagian (2004), Strategi adalah serangkaian keputusan dan tindakan mendasar yang dibuat oleh manajemen puncak dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran suatu organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi tersebut.
  • Pengertian Strategi menurut Glueck dan Jauch (1989),  Strategi adalah Rencana yang disatukan, luas dan berintegrasi yang menghubungkan keunggulan strategis perusahaan dengan tantangan lingkungan, yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama dari perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh organisasi.
  • Pengertian Strategi menurut Craig & Grant (1996), Strategi adalah penetapan sasaran dan tujuan jangka panjang (targeting and long-term goals) sebuah perusahaan dan arah tindakan serta alokasi sumber daya yang diperlukan untuk mencapai sasaran dan tujuan (achieve the goals and objectives).
  • Pengertian Strategi menurut Stephanie K. Marrus (dalam Sukristono (1995)), Strategi adalah proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai.

3 Tingkatan Strategi Bisnis (3 Level of Business Strategy)

Pada umumnya, strategi bisnis pada sebuah perusahaan bisnis dapat terbagi atas 3 Tingkatan utama yaitu Strategi di Tingkat Korporasi (Corporate Level Strategy), Strategi di Tingkat Unit Bisnis (Business Unit Level Strategy) dan Strategi di Tingkat Fungsional (Functional Level Strategy). Strategi Korporasi berfokus pada menentukan bisnis mana yang harus dijalankan oleh perusahaan. Strategi Bisnis mengembangkan keunggulan kompetitif dalam segmen bisnis sedangkan Strategi Fungsional beroperasi pada tingkat pemasaran, produksi dan keuangan untuk memastikan bahwa memastikan bahwa setiap unit kerja memiliki strategi untuk mendukung bisnis perusahaannya.

Berikut ini adalah pembahasan singkat mengenai ketiga Tingkatan Strategi yang dimaksud.

1. Strategi Korporasi (Corporate Level Strategy)

Tingkat Strategi yang pertama dalam dunia bisnis adalah Strategi di Tingkat Korporasi atau Corporate Level Strategy, Strategi korporasi menangani seluruh ruang lingkup strategis perusahaan terutama dalam menentukan tujuan dan sasaran suatu perusahaan. Strategi ini diperlukan untuk menentukan bisnis apa yang harus atau ingin dimiliki oleh perusahaan seperti jenis produk yang akan diproduksi dan dimana produk tersebut harus dipasarkan. Corporate Level Strategy juga menentukan arah yang akan dituju oleh perusahaan dan peran setiap unit bisnis dalam perusahaan untuk mencapai arah tersebut.

Ada dua hal penting yang harus dilakukan pada strategi di tingkat korporasi, yaitu :

1. Menetapkan Visi dan Misi Perusahaan (Korporasi)

Pernyataan Visi adalah pernyataan yang menggambarkan tujuan dan kondisi dimasa depan yang ingin dicapai oleh perusahaan dalam jangka menengah atau jangka panjang. Visi atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Vision ini berfungsi sebagai panduan yang jelas untuk memilih tindakan saat ini dan di masa yang akan datang.

Pernyataan Misi adalah pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh perusahaan untuk mewujudkan visi tersebut. Misi atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Mission ini memberikan arah dan batasan-batasan proses pencapaian tujuan.

2. Menentukan Obyektif atau Tujuan Perusahaan (Korporasi)

Obyektif Perusahaan atau Tujuan Perusahaan yang ditentukan adalah alat yang mendasari semua perencanaan dan kegiatan strategis dan berfungsi sebagai dasar untuk membuat kebijakan dan mengevaluasi kinerja. Contoh Obyektif Perusahaan diantara seperti menghasilkan laba, meminimalkan pengeluaran atau memperbesar pangsa pasar dan lain-lainnya.

Strategi Unit Bisnis (Unit Business Level Strategy)

Strategi di Tingkat Unit Bisnis adalah strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan dari setiap unit bisnis seperti unit bisnis layanan, produk, divisi ataupun anak perusahaan. Strategi ini dijalankan oleh masing-masing unit bisnis namun harus bersinergi dan mendukung strategi korporasi yang telah ditetapkan oleh perusahaan induk. Strategi di Tingkat unit Bisnis ini sangat penting untuk dilakukan karena dapat melihat unit bisnis mana yang unggul dan unit bisnis mana yang perlu ditingkatkan lagi.

Memiliki Strategi di tingkat Unit Bisnis ini memungkinkan perusahaan mempertimbangkan biaya dan manfaat dari setiap unit bisnis dan memutuskan posisi yang tepat untuk pengalokasian sumber daya perusahaan bahkan dapat digunakan untuk memutuskan kapan waktunya untuk melakukan divestasi atau menjual unit bisnis yang tidak berkontribusi positif sehingga manajemen puncak perusahaan dapat fokus pada unit bisnis yang paling penting untuk pencapaian strategi korporasi.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan pada Strategi di Tingkat Unit Bisnis ini yaitu :

  1. Membedakan Perusahaan kita dengan Kompetitor. Salah satu cara yang terbaik untuk mengetahui apakah unit bisnis kita telah melakukan yang terbaik adalah dengan menggunakan analisis SWOT. Analisis SWOT ini memungkinkan kita untuk meninjau lingkungan persaingan dan menentukan strategi yang tepat untuk unit bisnis kita.
    Baca juga : Pengertian dan contoh Analisis SWOT.
  2. Menetapkan Obyektif (Tujuan) dan tindakan-tindakan yang mendukung strategi di tingkat unit bisnis dan strategi di tingkat korporasi. Sasaran kita saat membuat strategi unit bisnis adalah untuk menetapkan obyektif atau tujuan dan inisiatif yang mendukung unit bisnis sekaligus berkontribusi terhadap obyektif (tujuan) perusahaan secara keseluruhan.

Strategi Fungsional (Functional Level Strategy)

Strategi di Tingkat Fungsional adalah strategi yang dirumuskan secara spesifik pada area fungsional tertentu untuk mendukung strategi unit bisnis. Area fungsional ini meliputi departemen-departemen yang terdapat di unit bisnis seperti pemasaran, produksi, keuangan, sumber daya manusia, IT serta penelitian dan pengembangan. Strategi Fungsional ini biasanya dihasilkan dan dievaluasi oleh kepala departemen seperti kepala pemasaran, kepala keuangan, kepala produksi dan operasi. Individu-individu ini dapat membantu memastikan bahwa departemen menjalankan elemen strategis yang ditetapkan serta memastikan komponen-komponen di fungsional ini membantu mendukung strategi di tingkat unit bisnis maupun strategi di tingkat korporasi.

Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam menetapkan strategi di tingkat fungsional, yaitu :

  1. Memahami setiap perincian proyek dan pengukurannya.
  2. Pastikan Strategi yang ditetapkan di tingkat fungsional ini harus selaras dengan strategi di tingkat unit bisnis dan strategi di tingkat korporasi.
  3. Hanya perlu mengukur data-data penting yang menentukan pencapaian terhadap sasaran dan tujuan utama.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5 Jenis Strategi Bisnis yang Efektif Dicoba

 

Strategi Bisnis yang Efektif

Berdasarkan pengalaman yang banyak dibagikan, strategi bisnis yang efektif adalah modal paling utama dalam pembangunan bisnis kamu. Tanpa adanya strategi yang efektif ini, bisnis yang kamu bangun mungkin tidak akan menunjukkan banyak hasil memuaskan. Walau memang membangun bisnis membutuhkan banyak modal dan tenaga, namun itu saja tidak cukup. Kamu perlu menyiapkan strategi, jadi saat modal dan tenaga telah dihabiskan strategi yang dapat kamu gunakan. Strategi bisnis adalah yang dapat kamu gunakan untuk memimpin proses pengembangan bisnis hingga mencapai kesuksesan.

Tentunya suatu hal yang dinamakan strategi tidak dilakukan tanpa perencanaan dan panduan. Kamu pun harus memiliki hal tersebut, jadi kamu perlu mengetahui saja strategi bisnis yang dapat kamu lakukan. Setelah mendaftar semua strategi bisnis yang efektif, kamu dapat merencanakan dan membuat panduan yang mana saja yang akan kamu lakukan dan bagaimana bentuk real dari pelaksanaannya. Buat juga terget yang ingin dicapai dari setiap strategi yang kamu susun tersebut. Jika sudah, maka kamu bisa memulainya dan merasakan bagaimana hasil dari strategi yang sudah kamu susun. Pertanyaannya, sudahkah kamu tahu apa saja strategi bisnis yang efektif untuk dicoba?

5 Jenis Strategi Bisnis yang Efektif Dicoba

Setiap pelaku bisnis termasuk kamu tentu ingin efektif dalam menyusun dan menggunakan pilihan strategi. Itulah mengapa kamu sangat dicarankan mempelajari berbagai jenis strategi yang efektif dicoba dan mengaplikasikannya pada bisnis yang kamu miliki. Jika sebelumnya kamu tidak mengetahui apa saja jenis strategi tersebut, maka sekarang kamu tidak perlu bingung lagi. Bagian berikut akan menyebutkan setidaknya ada 5 strategi bisnis yang efektif dicoba. Gunakan informasi ini untuk mengembangkan bisnis anda semakin sukses.

1. Strategi Harga

Jenis strategi yang pertama yang sangat penting untuk kamu gunakan adalah strategi penentuan harga. Bisnis yang kamu pasarkan sebaiknya dijual dengan harga standar yang ada di pasaran. Jika kamu menjualnya terllau mahal ataupun murah, maka akan ada efek negatifnya untuk bisnis kamu sendiri. Jika kamu memang ingin bersaing harga tidak masalah, asalkan bisnis kamu memang memiliki keunggulan sendiri.

2. Strategi Kemasan

Sebaiknya kamu tidak meremehkan pentingnya kemasan dari apapun bisnis yang kamu pasarkan. Kemasan atau yang sering dikenal dengan istilah packaging adalah yang pertama dilihat oleh konsumen. Jadi kemasan yang menarik, berbeda, serta unggul dibandingkan kompetitornya adalah strategi yang terbaik dalam hal kemasan yang perlu kamu perhatikan.

3. Strategi Konten

Mungkin bagi kamu yang belum pernah menggunakan manfaat internet untuk bisnis kamu masih bingung apa itu konten. Konten adalah alat yang kamu gunakan untuk memasarkan bisnis dan tips memulai usaha online. Jadi dengan kata lain, konten sangat penting dan harus dibuat dengan tepat. Konsumen harus mendapatkan kesan saat membaca konten yang baik. Jadi perhatikanlah penyusunan strategi konten.

4. Strategi Pemasaran

Ini dia jenis strategi yang sangat efektif jika berhasil dilakukan dengan baik. Strategi pemasaran yang maksimal adalah yang membuat bisnis kamu dikenal dan akrab bagi masyarakat. Jika kamu berhasil menemukan teknik pemasaran yang paling tepat, maka pastinya bisnis kamu tidak butuh lama akan mencapai kesuksesan yang diharapkan oleh banyak pebisnis seperti kamu juga.

5. Strategi Pertumbuhan

Suatu bisnis yang sukse adalah bisnis yang bertumbuh setiap harinya. Pertumbuhan bisnis ini dilihat dari bagaimana kualitas bisnis dari waktu ke waktu, hingga bagaimana persaingan bisnis kamu dengan kompetitor terjadi. Suatu bisnis yang terus bertumbuh dan berkembang ini menandakan bahwa bisnis kamu sehat dan bisa terus dilanjutkan. Jadi pastikan untuk melakukan berbagai strategi yang dapat mendukung pertumbuhan bisnis ini.

Berikut tadi 5 jenis strategi bisnis yang efektif untuk kamu coba. Bagaimana menurut kamu apakah sudah cukup jelas untuk kamu coba gunakan? Jika sudah cukup jelas, maka kamu pun sudah pasti bisa mencobanya sendiri. Jika kamu merasa masih ada yang kurang jelas, maka kamu dapat mempelajari strategi bisnis lebih lanjut melalui pembahasan berikutnya. Jangan lupa untuk menggunakan kelima strategi tersebut dengan seimbang dan memastikan bahwa bisnis kamu sudah dikembangkan dengan cara yang tepat. Selamat mencoba!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5 Tahapan Penting Dalam Menyusun Manajemen Strategi Bisnis

·         August 20, 2015

·         By Researchers

·         In Acumatica, Business

·         3 Comments

·         13

·         Tagged: strategi bisnis

Seperti yang telah 8ThinkTank telah bahas pada artikel sebelumnya mengenai 4 Proses Serta Pengertian Manajemen Proyek, Anda kini mengetahui betapa pentingnya sebuah manajemen demi kemajuan bisnis Anda.

Dalam proses manajemen proyek, hal yang pertama kali harus Anda lakukan adalah mempersiapkan perencanaan atau planning yang akan Anda atau tim Anda lakukan untuk mencapai target bisnis Anda.

Dengan memiliki planning bisnis ini, minimal Anda telah siap menghadapi kondisi terburuk yang akan terjadi pada bisnis Anda. “Plan for the worst and hope for the best”

strategi bisnis

Untuk melengkapi planning yang telah Anda buat, tentunya Anda juga harus memiliki strategi agar apa yang telah di rencanakan berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Dengan strategi bisnis yang tepat, bisnis Anda pun akan berjalan menjadi lebih pesat.

Berikut 5 Tahapan Dalam Menyusun Strategi Bisnis Yang Baik

  1. Membentuk Visi Strategis mengenai kemana organisasi akan bergerak
  2. Menetapkan tujuan – mengubah pandangan strategis menjadi hasil kinerja spesifik yang harus dicapai organisasi tersebut
  3. Merumuskan pilihan strategi untuk mencapai hasil yang diinginkan
  4. Mengeksekusi strategi yang dipilih secara efisien dan efektif
  5. Mengevaluasi efektivitas strategi dan dampaknya terhadap kinerja bisnis

Mengembangkan Visi Strategis

Visi strategis merupakan aspirasi manajemen mengenai arah masa depan dan juga memberikan gambaran secara rinci mengenai kemana organisasi tersebut akan bergerak. Visi ini sendiri menerangkan tujuan perusahaan dalam waktu jangka panjang dan membentuk identitas organisasi tersebut.

 

 

Menetapkan Tujuan Strategis

Maksud dari menetapkan tujuan disini adalah untuk mengkonversi pernyataan visi dan misi menjadi target kinerja yang spesifik. Setiap unit dalam suatu organisasi memerlukan target yang konkret dimana kinerja dan kontribusi mereka dapat di ukur terhadap pencapaian tujuan organisasi.

Merumuskan Strategi Bisnis

Beberapa langkah yang perlu dilakukan suatu organisasi dalam merumuskan strategi adalah:

  1. Mengidentifikasi lingkungan yang akan dimasuki dan menentukan misi perusahaan untuk mencapai visi yang telah dibuat.
  2. Melakukan analisis lingkungan internal dan eksternal untuk mengukur kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman yang akan dihadapi oleh suatu organisasi dalam menjalankan misinya.
  3. Merumuskan faktor-faktor ukuran keberhasilan (key success factors) dari strategi-strategi yang dirancang berdasarkan analisis sebelumnya.
  4. Menentukan tujuan dan target terukur, mengevaluasi berbagai alternatif strategi dengan mempertimbangkan sumberdaya yang dimiliki dan kondisi eksternal yang dihadapi.
  5. Memilih strategi yang paling sesuai untuk mencapai tujuan jangka pendek dan jangka panjang.

Mengeksekusi Strategi

Visi serta strategi yang telah dibuat tidak akan berarti jika kita tidak mengerjakannya secara tuntas dan optimal. Tanpa adanya eksekusi, tujuan yang telah diterapkan pun tidak akan pernah tercapai.

Mengevaluasi Strategi Bisnis

Proses pelaksanaan strategi harus dievaluasi secara reguler. Dalam vase evaluasi ini dapat dilihat apakah segalanya sudah berjalan dengan baik atau belum. Pada tahapan evaluasi ini, kita dapat melihatnya dengan menggunakan bantuan dari software bisnis yang telah banyak tersedia seperti salah satunya adalah Acumatica Cloud ERP.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3 Strategi Bisnis, Cocok Untuk Usaha Kecil Maupun Besar

12 September 2018 | Arimbi Annisa

Memiliki usaha tentunya akan menjadi impian pada orang – orang memiliki jiwa bisnis, umumnya bisnis akan sukses dan bertahan lama jika bisa bersaing dengan kompetitor secara online maupun konvensional. Anda harus memahami strategi bisnis apa yang harus Anda jalani agar dapat menunjang bisnis. Sudah terbayangkah Anda akan menggunakan strategi bisnis apa? Ketika menjalankan bisnis kita sebagai seorang pemilik usaha harus terus up to date dalam dunia bisnis tersebut agar bisa sukses. Setiap pelaku bisnis memiliki strategi yang berbeda – beda baik itu pelaku usaha pemula skala kecil maupun skala besar. Setelah mengetahui strategi bisnis tersebut, ada baiknya Anda melakukan evaluasi agar mengetahui perkembangan insight bisnis.

Berikut ini tiga tips strategi bisnis yang sebaiknya Anda jadikan refrensi dalam mengembangkan bisnis, dikutip dari cermati.com :

 

  1. Perhatikan Kualitas
    Banyak katagori bisnis yang tersedia saat ini, namun sebaiknya Anda benar – benar memerhatikan kualitas produk yang akan Anda jual, apakah sudah maksimal? Unsur kualitas yang harus Anda perhatikan mulai dari keamanan produk, kemasan, kualitas rasa (jika menjual produk dalam katagori makanan), hingga kualitas layanan harus yang terbaik.
  2. Promosi dan Berikan Product Knowladge dengan jelas
    Lakukan promosi di berbagai media konvensional maupun media online. Anda juga bisa mempromosikan bisnis Anda menggunakan media sosial di beberapa platform ternama seperti Instagram dan Facebook. Gunakan strategi bisnis di layanan iklan online agar usaha dan jasa Anda terdaftar di salah satu market place iklan. Jika Anda ingin melakukan promosi secara gratisan bisa gunakan sosial media pribadi, jangkau ruang lingkung sosial Anda danberikan yang terbaik agar di kemudian hari testimonial mereka yang akan jadi tools promosi bisnis Anda. Jangan lupa juga untuk menyertakan gambar visual yang menarik dan kreatif. Lakukan promosi secara berkala agar Product Knowladge diketahui dengan baik.
  3. Pengalaman Pelanggan
    Hal yang terpenting adalah user experience. Bagaimana mereka menilai produk atau jasa yang Anda tawarkan? Apakah dapat bersaing dengan produk yang lainnya atau tidak. Berikan sample produk secara Cuma – cuma agar mereka dapat mengetahui kualitas produk atau jasa Anda. Maksimalkan Strategi bisnis Anda melalui berbagai media yang ada, manfaatkan info bazar atau acara car free day untuk meningkatkan strategi bisnis Anda secara konvensional.

Tags: Strategi Bisnis Untuk Usaha Kecil Maupun Besar, Business Planner, Usaha dan Bisnis

 

 

 

 

 

 

                                                   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4 Strategi Bisnis Terbaik yang Terbukti Menguntungkan

Apa sebenarnya arti dari strategi bisnis? Strategi bisnis secara umum mendefinisikan pendekatan, taktik, serta rencana strategis yang dapat Anda adopsi bagi bisnis Anda untuk menarik lebih banyak pelanggan dan menjaga loyalitas pelanggan yang sudah ada agar bisnis Anda dapat mencapai tujuannya.

Terminologi ini sebenarnya merupakan istilah yang sangat umum dan luas yang mencakup segala usaha untuk menghasilkan uang dan profit lainnya serta mencapai objektif organisasi. Mulai dari usaha untuk bermitra dengan perusahaan lain hingga menarik sumber daya terbaik untuk perkembangan bisnis, semuanya berada di bawah keseluruhan strategi bisnis Anda.

Mengidentifikasikan dan menentukan strategi bisnis yang efektif memang terlihat kompleks dan mengintimidasi, tetapi sebenarnya bukanlah hal yang serumit itu.

Sebelum membahas hal-hal penting dalam membangun strategis bisnis terbaik bagi bisnis Anda untuk menjadi lebih unggul dari kompetitor-kompetitor Anda, Anda harus terlebih dahulu memahami definisi dari istilah strategi bisnis.

Menurut seorang profesor bisnis ternama dari Harvard Business School, secara fundamental, menurutnya dua pedoman dari pengembangan strategi bisnis adalah lakukan hal yang pebisnis lain lakukan (dengan lebih hemat) atau lakukan hal yang pebisnis lain tidak bisa lakukan.

Kedua hal ini baginya sama-sama memiliki peluang untuk berhasil jika Anda menerapkannya, yang berbeda hanya secara ekonomis. Ia juga mengatakan, strategi adalah ketika sebuah perusahaan bisa meraih kesuksesan ketika memiliki posisi yang unik pada marketplace dan industrinya.

Sementara itu, seorang profesor bidang manajemen dari McGill University, Montreal, Kanada, menjabarkan strategi bisnis dalam 5P:

  • Rencana (plan) – Identifikasikan posisi bisnis Anda sekarang dan arah bisnis Anda. Kemanakah Anda ingin membawa bisnis Anda?
  • Cara (ploy) – Apakah bisnis Anda akan menjadi sebuah disrupsi, penantang, atau penghambat di industri Anda?
  • Pola(pattern) – Apa sajakah hal-hal yang pernah muncul di masa lalu pada industri yang Anda pilih yang membentuk sebuah pola?
  • Posisi(position) – Dimanakah posisi bisnis Anda dalam konteks hubungannya dengan lingkungan bisnis?
  • Perspektif(perspective) – Adakah cara seseorang atau sebuah perusahaan berpikir yang bisa membentuk inspirasi bagi Anda?

Apa manfaat dari memiliki strategi bisnis? Apakah strategi bisnis dapat memastikan kesuksesan bisnis Anda? Strategi bisnis sangat bermanfaat tentunya, karena dengan membangun dan mengimplementasikan sekumpulan strategi sebagai pedoman dan rencana Anda, Anda bisa lebih dapat mengukur dan setidaknya memiliki visi terhadap tujuan Anda.

Seorang profesor bisnis dari Dublin City University Business School menyebutkan setidaknya ada empat tantangan yang harus diperhatikan dalam mengembangkan strategi bisnis yang efektif, yaitu:

  • Orientasi (orientation)– Poin ini berkaitan dengan tujuan / objektif dan visi Anda. Dengan adanya bisnis Anda, masalah apa yang dapat terpecahkan? Apa objektif awal dari bisnis Anda yang pertama kali menggerakkan Anda? Kemana Anda ingin membawa bisnis Anda kedepannya?
  • Relevansi (relevance)– Value atau nilai apa yang Anda tawarkan dengan bisnis Anda? Apa yang membedakan bisnis Anda dengan kompetitor? Aspek apa saja yang membuat pelanggan tertarik pada bisnis Anda?
  • Pertukaran kondisi (tradeoff) – Apa kompetensi utama dan keunggulan Anda?
  • Tantangan pada pelaksanaan (execution challenge)– Bagaimana Anda menyampaikan objektif Anda ke suatu hal yang bisa ditindaklanjuti? Bagaimana Anda bisa tahu jika semuanya dapat berlangsung dengan baik?

Melihat dari empat pertanyaan mengenai tantangan tersebut, Anda bisa melihat bahwa sesungguhnya esensi dari strategi bisnis adalah mengenai bagaimana Anda dapat bergerak dari posisi/kondisi sekarang ini, ke tempat yang ingin Anda tuju (visi/tujuan) dengan memegang nilai-nilai atau pedoman serta objektif yang Anda yakini untuk Anda capai kedepannya.

Strategi Bisnis Terbaik yang Terbukti Menguntungkan

Setelah memahami dengan lebih dalam apa sebenarnya definisi tepat dan makna dari strategi bisnis dengan penjelasan-penjelasan di atas, Anda sekarang tentunya bisa lebih siap mempelajari strategi-strategi bisnis yang efektif untuk Anda kembangkan dan implementasikan pada bisnis Anda! Kita akan melihat beberapa strategi bisnis umum yang kerap sukses.

1. Tikung pasar pemula dengan strategi akuisisi

Salah satu strategi bisnis yang sangat umum adalah untuk perusahaan yang besar untuk mendapatkan posisi kuat di pasar yang sedang berkembang. UMKM yang memiliki modal yang cukup besar dapat menggunakan strategi bisnis akuisisi ini. Perusahaan tersebut biasanya kemudian melakukan akuisisi perusahaan yang sedang berada pada pasar tersebut untuk mendapatkan posisi pada pasar tersebut.

Strategi bisnis akuisisi adalah usaha untuk membeli perusahaan/brand produksi tambahan dari produk yang telah ada. Keuntungan dari strategi ini adalah dengan modal yang besar, sebuah perusahaan dapat lebih leluasa dalam menilai potensi bisnis perusahaan yang akan diakuisisi yang sesuai dengan visi perusahaan yang melakukan akuisisi.

Strategi akuisi juga bisa Anda gunakan, contohnya, ketika Anda merupakan produk/brand yang telah memulai bisnis secara offline dan belum terlalu menguasai pasar online.

Contoh: Akuisisi Instagram-Facebook

Pada April 2012, Facebook mengakuisisi perusahaan startup berbagi foto, Instagram. Perlu diingat bahwa hingga saat itu, Instagram hanya memiliki sekitar 30 juta pengguna dan belum memiliki kehadiran yang mapan di OS Android. Bagi sebagian besar orang, kejadian ini terlihat seperti keputusan yang agak gegabah dari Facebook.

Pada tahun 2014, basis pengguna Instagram telah melampaui 150 juta dan kemudian menjadi sebuah aplikasi berbagi foto yang dominan di semua platform seluler.

Strategi Facebook:

Facebook tentunya telah memikirkan tujuan dari langkah bold yang dilakukannya. Strategi Facebook dalam mengakuisisi Instagram bisa dibilang untuk a) menyudutkan pasar berbagi gambar melalui smartphone yang baru, dan b) melindungi taruhannya untuk pertumbuhan di masa depan.

Tag harga $1B yang dikeluarkan Facebook mungkin terlihat sangat tinggi dan terlalu beresiko pada tahun 2012 tersebut, tetapi terlihat hampir murah hari ini, terutama melihat keuntungannya saat ini.

Instagram memungkinkan Facebook untuk bersaing di pasar di mana ia tidak memiliki kehadiran yang sangat kuat, dan membantu mempertahankan pengguna lain, kaum-kaum yang lebih muda. Selanjutnya, dengan membeli Instagram, Facebook memastikan bahwa ia memiliki keunggulan kompetitif atas Google, Microsoft, dan pesaing lainnya.

2. Diferensiasi produk

Selanjutnya, strategi diferensiasi produk juga merupakan salah satu strategi bisnis yang paling efektif, khususnya untuk UMKM. Dengan menggunakan strategi bisnis ini, Anda berarti menggali secara strategis faktor-faktor pembeda produk/layanan bisnis Anda dari kompetitor.

Menonjol dari para pesaing adalah salah satu persyaratan utama untuk kesuksesan bisnis. Jika para konsumen tidak dapat membedakan nilai plus dari bisnis Anda jika dibandingkan dengan kompetitor, Anda akan mengalami kesulitan dalam melakukan penjualan.

Nilai pembeda untuk strategi bisnis ini tidak harus selalu berarti mengeluarkan biaya lebih untuk mengkapitalisasikannya. Diferensiasi produk bisa dicapai dengan apa saja termasuk dari bagaimana Anda merencanakan business model Anda, membuat produk Anda, atau menerapkan pendekatan lain pada layanan Anda.

Semua hal tersebut tidak harus mengeluarkan biaya tambahan jika riset mendalam dilakukan secara cermat dan strategis. Misalnya, Anda dapat melakukan ini dengan menyorot teknologi unggulan dari produk, fitur, gaya, atau harga yang Anda tawarkan. Anda dapat melihat strategi ini digunakan oleh hampir setiap bisnis, khususnya pemain-pemain di bidang bisnis B2C (business to customers).

Contoh yang bagus dari penggunaan strategi bisnis diferensiasi produk ini dapat dilihat dalam pendekatan Apple terhadap produknya.

Contoh: Apple iPad Air dibandingkan pesaingnya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

14 Strategi Bisnis

Oktober 02, 2016

Afif Wahyudi



Konon 70 persen bisnis skala kecil (bisnis rumahan, bisnis perorangan, industri rumah tangga) gagal di tahun pertama operasinya. Sisanya yang 30 persen, terseok-seok di tahun kedua. Dari 30 persen tadi, hanya 10 persennya saja yang selamat memasuki tahun ketiga. Berikutnya hanya 5 persen yang beruntung bertahan hidup sampai tahun kelima. Nah, yang benar-benar berumur panjang dan sukses, konon tak sampai satu persen dari sisanya.

Mengapa? Banyak sebab! Modal minim, kurang pengalaman, keuangan yang payah, kesalahan manajemen, sedikit relasi, sampai terimbas resesi. Pendek kata, bisnis "balita" (usia di bawah lima tahun) memang rawan. Perlu pengelolaan ekstra ketat tapi dinamis, cerdas, plus kreatif. Jika Anda sedang merintis bisnis skala kecil, barangkali 14 strategi berikut ini bisa memberi inspirasi.

1. Rencana Bisnis 
Ada guyonan, jika mau berwiraswasta jangan terlalu banyak membuat rencana. Bisa-bisa Anda hanya berhasil membuat rencana, tapi tak pernah berani menjalankannya. Ada benarnya juga. Tapi bisnis sekecil apapun perlu rencana. Jalankan saja sebuah bisnis, lalu sambil berjalan lakukan perencanaan-perencanaan matang. Jadikan rencana bisnis sebagai arahan, bukan sebagai penghalang.

2. Amankan Modal
Bisnis skala kecil biasanya modal sendiri dan itu pun terbatas jumlahnya. Bisa juga Anda didukung investor atau modal pinjaman. Jika demikian, hati-hatilah mengelolanya. Hindari perluasan biaya operasional di luar rencana bisnis semula. Cara terbaik mengamankan modal adalah dengan melakukan pengecekan posisi keuangan setiap hari. Amankan setiap pengeluaran, seolah-olah hidup Anda benar-benar tergantung dari cadangan modal tadi.

3. Potong Biaya 

Penghematan adalah kata kunci pengamanan modal. Hindari semua biaya-biaya yang tidak perlu. Hindari tambahan biaya operasional. Upayakan selalu dapat harga diskon dari supplier. Jika beli tunai mahal, beli secara kredit atau menyewa bisa jadi pilihan. Sesuaikan pilihan teknologi dengan kebutuhan. Jika hanya butuh komputer untuk mengetik dan software program keuangan sederhana, jangan terobsesi pada komputer super canggih yang mahal harganya.

4. Laba Tunai

Direkomendasikan supaya Anda benar-benar punya laba tunai, bukan sekedar laba dalam pembukuan. Banyaknya piutang tidak mengindikasikan usaha Anda menguntungkan. Jadi jangan terjebak pada laba di atas kertas. Artinya, makin banyak transaksi tunai (cash and carry) makin bagus pula cashflow Anda. Salah satu sumber kebangkrutan bisnis balita
adalah kegagalan mereka mencairkan laba di atas kertas menjadi laba tunai.

5. Kepuasan Pelanggan
Kelangsungan bisnis Anda ditentukan oleh kepuasan pelanggan. Maka jangan beri konsumen produk dan pelayanan bermutu rendah. Beri jaminan kepuasan pelanggan! Bila memungkinkan, galakkan after sales service (layanan purna jual). Jadikan hal ini sebagai kredo bisnis Anda. Setelah itu, konsistenlah memenuhi janji Anda. Jika produk cacat, gantilah! Jika ada komplain, tampunglah dan adakan perbaikan.

6. Pelanggan Produktif 
Meskipun kepuasan pelanggan jadi komitmen utama, fokuslah pada pelanggan yang paling banyak memberikan laba. Kepada merekalah kredo kepuasan pelanggan diberlakukan secara ketat. Ini demi efisiensi biaya pelayanan. Dari 100 pelanggan, mungkin hanya 20 persen yang memberikan laba terbanyak. Walau begitu perlakukan 80 persen sisanya dengan sangat bijaksana. Di antara mereka selalu terbuka kemungkinan bisa memberi lebih banyak laba.

7. Tuailah Referal
Dampak nyata kepuasan pelanggan adalah rekomendasi pada bisnis Anda. Setiap orang paling apes punya 50 teman dekat, relasi, atau, koneksi. Jika punya 10 pelanggan saja yang puas, maka asal hitung saja Anda punya 500 prospek baru. Kalau pelanggan puas, tak perlu ragu meminta rekomendasi mereka. Banyak referal (rujukan) bisa Anda dapat. Untuk bisnis tertentu (misalnya jasa konsultasi), surat-surat kepuasan pelanggan bisa jadi magnet bisnis yang efektif.

8. Iklan dan Promosi 
Supaya publik tahu jasa dan produk Anda, beriklanlah. Untuk menekan anggaran, gunakan iklan baris atau iklan kolom yang murah. Pasang iklan dalam waktu yang cukup, dan anggap ini sebagai investasi. Tidak selamanya iklan dan promosi mahal. Brosur, katalog, kartu nama, stiker, adalah instrumen baku. Anda pun bisa ambil bagian dalam sponsorisasi aneka kegiatan olah raga atau amal untuk meningkatkan brand awareness.

9. Manfaatkan Koneksi
Koneksi dan relasi bisnis adalah mutlak. Kenalilah orang-orang di posisi kunci seperti bagian pembelian atau marketing. Manfaatkan semua lini di mana Anda terlibat, seperti lingkungan sekolah, kampus, sekitar rumah, lingkungan kerja, organisasi sosial-politik, klub-klub hobi, dll. Bukan saja berpotensi jadi customer, koneksi dan relasi bisa memberi Anda tambahan modal, proyek, referensi, koneksi baru, dsb.

10. Ikutlah Ekspo Bisnis

Ikutlah berbagai pameran untuk berpromosi. Di sini segala keunggulan dan keunikan produk bisa dilihat banyak orang. Inilah kesempatan untuk memperluas networking bisnis, bertemu pelanggan potensial, dan memperoleh feedback langsung dari konsumen. Jika beruntung, Anda bisa menarik minat investor besar. Dengan penataan stan yang menawan, serta keramahan, Anda bakal menarik minat banyak pengunjung.

11. Jadilah PR (Public Relation)
Yang paling diabaikan oleh usaha rumahan adalah soal public relations. Sekecil apapun bisnis Anda, jangan abaikan hal ini. Kerpibadian yang hangat dan menawan bisa jadi humas yang baik. Itu pun bisa mendongkrak citra produk (bisnis) Anda. Bila ada kesempatan, jalin hubungan sedekat-dekatnya dengan para jurnalis media cetak, televisi, maupun radio. Dari merekalah Anda dapat publikasi rendah biaya.

12. Bentuklah Sistem 
Bisnis rumahan menjadikan Anda bos bagi diri Anda sendiri. Maka sukses tidaknya bisnis itu sangat tergantung pada upaya Anda sendiri. Anda pun akan jadi sebuah sistem. Namun jangan terus-menerus one-man show. Anda harus mulai membentuk sistem yang memungkinkan usaha itu bisa berjalan walau tanpa kehadiran fisik Anda. Ini penting jika suatu saat bisnis berkembang volumenya, dan membutuhkan lebih banyak sumber daya.

13. Volume Bisnis
Banyak bisnis rumahan mendadak dapat order berlipat ganda. Sayang jika tidak siap, order akan lewat begitu saja. Jika produk dan servis Anda nomor satu, siapkan sistem dan SDM yang bisa menampung pertambahan volume bisnis secara cepat. Di sinilah Anda perlu memaksimalkan networking bisnis untuk berbagi order tanpa kehilangan keuntungan.

14. Fleksibel
Anda bisa saja yakin dengan prospek sebuah bisnis dan cara-cara yang sekarang Anda pakai untuk menjalankannya. Namun jangan lupa, bersiaplah untuk melakukan banyak modifikasi rencana dan inovasi strategi. Tinggalkan cara-cara yang sudah terbukti tidak memberikan hasil, dan jangan memaksakan keyakinan Anda sendiri. Bisa mengevaluasi kinerja bisnis, peka dengan perubahan tren, pandai menangkap peluang, serta berani ambil risiko, adalah karakter para entrepreneur umumnya.

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MINDSET KEWIRAUSAHAAN

  MINDSET KEWIRAUSAHAAN ... Oleh : Achmad Rosyad , SP, MM (kangahro.com)   “Kewirausahaan itu adalah sebuah Mindset” Kewirausahaan itu bukanlah sebuah status ataupun pekerjaan yang dilakukan sehari-hari, akan tetapi, adalah sebuah mindset . Itulah kenapa disebut dengan entrepreneurial mindset. Pola pikir ( mindset ) adalah cara memwirausaha ng terhadap sesuatu yang tertangkap oleh indra dan menghasilkan sikap yang terungkap dalam perilaku dan menghasilkan 'nasib'. Oleh karena itu, seringkali ditekankan kepada sikap mental seseorang dengan menjadi wirausaha. Atau bisa juga diartikan semacam filter diri sendiri untuk menafsirkan apa yang dilihat dan dialami. Pola pikir manusia bisa diubah, dari pola pikir yang negatif ke positif, pecundang ke pemenang, pekerja menjadi wirausaha. Pola pikir seorang wirausaha itu adalah pola pikir yang produktif, kreatif, inovatif karena pola pikir seperti inilah yang dibutuhkan oleh semua wirausaha untuk menjalankan suatu

Memelihara dan Meningkatkan Etos Kerja

Membangun,   Memelihara   dan Meningkatkan                                       ETHOS KERJA “Etos kerja dapat di artikan sebagai pandangan bagaimana melakukan kegiatan yang bertujuan mendapatkan hasil atau mencapai kesuksesan” Etos kerja sangat di perlukan oleh kita sebagai insan yang hidup di dunia ini yang   hanya menyediakan dua pilihan antara Mencintai pekerjaan atau Mengeluh setiap hari . Jika kita tidak bisa mencintai pekerjan , maka kita hanya akan memperoleh “5 – ng” : ngeluh, ngedumel, ngegosip, ngomel, ngeyel . Dalam urusan etos kerja, bangsa indonesia sejak dulu di kenal memiliki etos kerja yang kurang baik, sampai pada jaman pendudukan Belanda mereka menyebut kita dengan sebutan yang mengejek, in lander pemalas. Begitupun selama perjalanan bangsa ini salah satu faktor yang menyebabkan krisis multidimensi Indonesia sejak tahun 1997 adalah merajalelanya etos kerja yang buruk . Di bidang ekonomi, masyarakat lebih mengutamakan ekonomi rente daripada ek

AYO MEMBANGUN DAN MEMELIHARA JARINGAN USAHA KALAU MAU EKSIS BERBISNIS

Untuk mempertahankan bisnis, salah satu strategi yang harus dibangun adalah dengan mengembangkan/memperkuat jaringan (networking) usaha.  Dimana kita harus dapat bersinergi, berkolaborasi dan saling menjalin kemitraan dengan usaha lain, baik yang sejenis maupun usaha yang berbeda dengan tujuan untuk memperbesar akses dan penting bagi peningkatan kualitas layanan dan produktivitas usaha dengan berbagai kemungkinan yang dapat dijalankan sekaligus dikerjasamakan. Jaringan usaha yang harus dibangun adalah memiliki pengertian sebuah jalinan komunikasi dan kerjasama antar lembaga ataupun individu yang berorientasi pada profit untuk  mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dimana jaringan usaha memiliki esensi dalam kaidah-kaidah yang akan menghubungkan simpul-simpul usaha dari yang kita miliki yang akan dikerjasamakan dengan pihak lain, diantaranya bagaimana kualitas Kepemimpinan  yang akan melakukan kerjasama yang akan dibangun, tentunya harus memiliki sikap dan keputusan yang dapat dipe