Langsung ke konten utama

Manajemen Produksi Untuk Usaha dan Bisnis UKM

 

Manajemen Produksi Untuk Usaha dan Bisnis UKM

BY :  @kangahro.com

 


 

 

Aspek manajemen produksi UKM memerlukan sebuah penelitian untuk menentukan langkah yang tepat mengenai apa saja yang dapat di aplikasikan dalam upaya meningkatkan efektifitas usaha serta untuk membangun manajemen bisnis itu sendiri.

Umumnya usaha kreatif kerajinan tangan, bisnis kuliner dan jajanan serta home industri lainnya merupakan bentuk bisnis yang masih berskala kecil sehingga untuk manajemen produksi dari usaha kecil menegah atau yang biasa dikenal dengan nama UKM ini belum terlalu maksimal. Selain dari keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki keahlian lebih, tidak jarang juga karena ketersediaan modal yang terbatas.

Harapan pemilik bisnis sendiri jangan sampai usaha yang telah berjalan dan memiliki pangsa pasar yang sudah bagus ternyata harus berhenti di tengah jalan akibat kurang atau tidak adanya modal untuk berkembang.

Sampai saat ini masih banyak bisnis UKM yang tidak menerapkan manajemen produksi dalam usahanya karena masih menganggap usaha yang dilakukannya belum terlalu besar sebab hanya sebuah bisnis kecil kecilan dengan modal terbatas.

Khususnya di wilayah daerah, adanya UKM ini sangat memberikan manfaat yang besar salah satunya adalah membantu masyarakat sekitar untuk bisa mendapatkan penghasilan sehingga bisa menghidupi keluarganya ditengah kesulitan ekonomi yang masih sering melanda.

Barang yang di hasilkan oleh UKM kebanyakan juga masih mengandalkan tenaga manusia yang tentunya secara kapasitas akan kalah dengan produksi yang telah menggunakan teknologi mesin.

Aspek manajemen produksi UKM untuk mendukung berjalannya usaha

 

Agar proses produksi dari usaha kecil menengah ini bisa tetap berlangsung maka perlu adanya manajemen produksi seperti:

#1 Pembelian atau penyediaan bahan baku

Untuk bahan baku yang memang tidak tersedia secara cuma cuma, artinya UKM harus melakukan pembelian bahan baku terlebih dahulu sebelum melakukan proses produksi.

Di sinilah perlunya ketersediaan modal awal yang seringkali di anggap paling berat dan menyulitkan apabila tidak ada solusi bijak seperti pinjaman modal usaha ataupun jenis pinjaman dari bank melalui program KUR dan lan sebagainya.

#2 Menjaga kualitas produksi

Menjaga kualitas produksi dari barang-barang yang dihasilkan oleh UKM memang sangat penting agar daya beli masyarakat tidak mengalami penurunan serta bertujuan menjaga kepercayaan konsumen.

Selalu lakukan pengecekan dengan teliti setiap produk yang dihasilkan supaya tidak ada cacat sama sekali karena dengan dengan adanya barang yang berkualitas tinggi maka juga berpeluang bisa dipasarkan hingga ke mancanegara.

 

#3 Penyimpanan produk yang sudah jadi

Penyimpanan barang ini harus diperhatikan karena apabila stok barang tidak mencukupi permintaan pasar maka akan mengurangi tingkat keuntungan yang diperoleh.

Akan tetapi pahami juga bahwa barang yang dihasilkan juga tidak dapat terlalu berlebihan karena apabila daya beli masyarakat masih terlalu minim, maka resikonya ialah perputaran modal yang tidak lancar.

#4 Melakukan pemeliharaan barang

Ketika melakukan penyimpanan barang juga harus diperhatikan agar produk yang sudah dihasilkan tidak mengalami kerusakan.

Selalu lakukan perawatan barang meliputi kebersihannya dan memastikan bahwa tidak ada mahkluk mikro organisme yang bisa merusak atau menurunkan kualitasnya.

Simak juga ulasan terkait tentang membuat analisa SWOT untuk merencankan sebuah usaha serta artikel manarik lainnya mengenai strategi bisnis untuk meningkatkan omzet penjualan dan profit.

#5 Proses pengiriman barang

Ini adalah tahap akhir dari sebuah produksi dan menentukan keberlangsungan dari usaha UKM. Saat barang yang sudah dikirim mendapat respon pasar yang bagus dan ada pemesanan berulang dengan jumlah yang meningkat, maka bisa dikatakan bahwa bisnis UKM yang dijalankan memiliki potensi untuk bisa lebih berkembang menjadi lebih besar lagi.

Sehingga untuk bisa menjadikan UKM sebagai peluang usaha yang maju dan berkembang, tetap perlu adanya dukungan dari sumber daya manusia yang memadai dan memang memiliki keahlian di bidangnya serta ditunjang dengan manajemen produksi yang baik agar sirkulasi bisnis tidak mengalami hambatan.

Dalam mengelola atau manajemen produksi untuk usaha kecil menengah atau UKM sebenarnya hanya membutuhkan langkah penerapan 5 aspek penting dalam pelaksanaanya.

Saat mengunjungi setiap daerah, tentu anda akan menemukan barang kerajinan serta makanan khas daerah tersebut yang dibuat oleh masyarakat daerah setempat untuk menambah hasil pendapatan rumah tangga.

Barang kerajinan khas daerah biasanya dihasilkan melalui kerajinan tangan dengan bahan baku yang dapat ditemukan serta dimanfaatkan dan berada disekitar mereka yang kemudian juga akan dijual di sekitar daerah bahkan adan yang dipasarkan hingga ke luar negeri.

Pada umumnya usaha kerajinan tangan seperti ini termasuk dalam Usaha Kecil Menengah atau yang sering disingkat UKM. Pengertian UKM adalah kegiatan ekonomi rakyat dengan jenis usaha skala kecil.

UKM merupakan salah satu bagian penting perekonomian negara dan daerah. UKM juga sangat membantu dalam hal menciptakan lapangan kerja baru karena melalui UKM banyak tercipta jenis usaha baru dengan tenaga kerja yang baru pula.

Dengan tumbuhnya UKM maka diharapkan aneka usaha kecil yang sudah ada dapat tetap terus berjalan dan berkembang serta mempunyai pangsa pasar tersendiri dan tidak harus terhenti di tengah jalan karena faktor tertentu.

Ada beberapa permasalahan yang sering dihadapi oleh UKM seperti kurangnya modal usaha merupakan faktor utama yang sangat dibutuhkan untuk mengembangkan suatu usaha karena usaha kecil dan menengah biasanya merupakan usaha perorangan atau industri rumah tangga.

Selain itu terbatasnya sumber daya manusia baik dari segi pendidikan formal, pengetahuan umum dan ketrampilan khusus juga akan sangat mempengaruhi pada strategi bisnis pengelolaan suatu usaha salah satunya saat proses produksi barang sehingga akan berakibat pada jumlah barang yang dihasilkan.

Terbatasnya sarana dan prasarana yang dimiliki oleh UKM, jaringan usaha, akses pasar yang terbatas serta persaingan antara sesama pengusaha juga kurang mendukung dan kemudian akan mempengaruhi jalannya usaha kecil dan menengah ini.

Oleh karena itu UKM ini perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah dan perlu dilindungi untuk mencegah adanya persaingan usaha yang tidak sehat.

Beberapa cara dilakukan supaya UKM tetap dapat terus tumbuh dan berkembang.  Salah satunya dengan cara mendidik banyak sumber daya manusia yang ada untuk memiliki kemampuan dan ketrampilan khusus supaya dapat memproduksi barang dengan kuantitas serta kualitas yang lebih baik agar mampu memenuhi kebutuhan konsumen.

Kemudian alasannya lagi ialah karena barang yang dihasilkan berasal dari kerajinan tangan yang jumlahnya tentu akan jauh berbeda dengan jumlah barang yang diproduksi oleh mesin.

Sementara itu kebanyakan UKM belum menerapkan manajemen industri yang baik dalam usaha mereka. Karena tanpa sistem manajemen yang baik akan membuat usaha menjadi kacau dan berdampak pada kelangsungan hidup usaha UKM itu sendiri.

5 Aspek penting dalam mengelola serta manajemen produksi usaha kecil menengah

Berikut ini ada beberapa manajemen produksi yang dapat dilakukan supaya UKM yang ada tetap dapat berjalan dan berkembang lebih besar kedepannya :

#1 Sumber mendapatkan bahan baku

Barang yang diproduksi UKM biasanya memanfaatkan bahan baku yang ada disekeliling mereka.

Ketika tidak ada bahan baku dari lingkungan sekitar yang bisa dimanfaatkan, tentu saja terlebih dahulu mereka harus membelinya barulah kemudian memulai proses produksi.

 

#2 Selalu menjaga hasil produksi

Karena barang yang diproduksi melalui UKM ini mempergunakan kerajinan tangan maka tidak ada satu barangpun yang mempunyai hasil yang sama seperti barang yang diproduksi oleh mesin.

Sehingga sangat penting untuk selalu menjaga kualitas dari barang yang diproduksi supaya daya beli konsumen tetap terjaga oleh mutu produk yang dihasilkan.

Lakukan pengecekan dengan teliti terhadap barang yang selesai diproduksi supaya hanya barang dengan kualitas yang bagus saja yang lolos untuk dipasarkan di pasar dalam negeri bahkan sampai ke mancanegara.

#3 Menjaga stok produksi barang

Sebagai jenis usaha berskala kecil, maka yang harus selalu diperhatikan adalah menjaga stok produksi barang supaya sirkulasi modal tetap berputar dengan baik dan lancar tidak mengalami perubahan secara drastis.

Jangan sampai kekurangan jumlah barang yang hendak dipasarkan karena akan membuat konsumen kecewa dan berpindah pada produksi lain sejenis yang tentu saja merugikan serta mengurangi keuntungan yang akan diperoleh.

Juga tidak baik jika terlalu banyak menimbun stok barang sementara anda belum bisa menarik minat konsumen secara optimal.

#4 Pergudangan (Penyimpanan stok barang)

Perhatikan selalu pada proses penyimpanan stok barang yang sudah dihasilkan supaya tidak mengalami kerusakan yang dapat menyebabkan barang tidak dapat dijual.

Lakukan pengecekan berkala terhadap tempat penyimpanan barang dan perawatan pada barang itu sendiri sehingga meskipun barang belum laku terjual dalam waktu dekat kondisi barang masih tetap terjaga dengan baik.

 

#5 Memperhatikan respon masyarakat terhadap hasil produksi

Tahap akhir dari suatu usaha produksi barang adalah pada saat barang produksi tersebut dikirimkan ke pasar luas.

Respon masyarakat yang bagus biasanya di tandai dengan jumlah pemesanan berulang dan meningkat, serta semakin luasnya masyarakat yang mengetahui tentang produk yang sedang di pasarkan.

Demikian beberapa aspek manajemen produksi yang dapat dilakukan pada usaha kecil dan menengah supaya bisnis ini dapat tetap berjalan bahkan berpotensi bisa berkembang menjadi lebih besar hanya dari usaha modal kecil yang ditekuni dengan serius.

 

SELAMAT LANCAR MENGATUR PRODUKSI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Beranda Bisnis 8 Manajemen Bisnis Skala UKM

8 Manajemen Bisnis Skala UKM

Oleh

Noviyanto

5623

Manajemen Bisnis Skala UKM – Jika Anda mengira bisnis skala UKM tidak membutuhkan manajemen, Anda keliru besar.

Manajemen yang bisa didefinisikan sebagai cara untuk mencapai target bersama melalui bantuan orang lain sangat penting untuk diterapkan oleh bisnis skala UKM.

Meski usaha Anda memiliki modal yang cukup, tanpa adanya manajemen, bisa dipastikan bisnis akan lesu, tidak berkembang, tidak efektif bahkan akan gulung tikar dalam waktu yang tidak lama.

Tentu, Anda tidak ingin hal ini terjadi. Maka, lakukanlah manajemen yang baik dan benar agar bisnis UKM Anda terus berkembang.

8 Manajemen Bisnis Skala UKM

1. Manajemen yang Harus Diperhatikan

Manajemen disini tentu menyangkut hampir semua hal. Oleh sebab itu, jika Anda manajer atau pemilik bisnis tersebut, maka Anda harus berpikir menyeluruh. Itu karena manajemen menyangkut hidup dan matinya suatau bisnis. Paling tidak, ada beberapa hal yang harus dikelola dengan baik, diantaranya adalah;

  • Manajemen keuangan
  • Manajemen SDM atau pegawai
  • Manajemen resiko
  • Manajemen pemasaran
  • Manajemen produksi
  • Manejemen pengembangan
  • Manajemen pemulihan

Semua hal yang tertulis diatas harus diperhatikan dengan baik dan serius. Anda harus memperbaiki sistem manajemen semua poin yang sudah disebut di atas. Jika sistem manajemen sudah baik, Anda tinggal mengkontrolnya agar tidak lepas dari pengawasan. Sistem manajemen yang baik tidak hanya akan mempermudah pengelolaan bisnis melainkan juga untuk mendapatkan keuntungan yang lebih maksimal.

2. Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan bisa menggunakan cara pembedaan antara uang pribadi dan uang bisnis atau usaha. Jangan campur adukkan antara keuangan pribadi dan bisnis. Catat segala transaksi baik yang masuk dan keluar. Perhatikan laba yang diperoleh. Semakin besar perusahaan, maka sistem keuangan akan semakin kompleks. Anda membutuhkan seorang akuntan, pengawas dll.

3. Manajemen SDM

Manajemen SDM juga penting untuk mengetahui sejauh mana SDM bisa dimaksimalkan. Anda bisa memulai dengan level pendidikan pegawai. Bisnis Anda harus selalu berinovasi agar bisa bersaing dengan sehat. SDM harus terus dilatih dan di-training sehingga mereka akan lebih produktif.

4. Manajemen Resiko

Dalam dunia bisnis, pasti ada resiko. Namun Anda harus cermat menganalisa masalah dan resiko yang akan terjadi. Anda juga bisa meminimalisir resiko kerugian perusahaan atau bisnis Anda.

Manajemen resiko bisa berupa banyak hal tergantung resiko apa yang akan menjadi fokus. Resiko yang sudah diprediksi akan meninggalkan sedikit kerugian bagi bisnis Anda.

5. Manajemen Pemasaran

Pemasaran disini bukan hanya perkara produk sampai di tangan konsumen tetapi juga kesesuaian antara apa yang diinginkan oleh pasar dengan produk yang Anda tawarkan. Selain itu, termasuk dalam manajemen pemasaran adalah iklan, sosialisasi dan lain sebagainya.

Pemasaran yang tepat bisa menghemat dana, tenaga dan waktu. Sebagai contoh, sikat gigi di hotel dibuat dengan kualitas rendah dan hanya bertahan dalam waktu 1 minggu. Ini contoh produk kualitas rendah tapi tepat sasaran karena tamu hotel tidak ada yang lama.

6. Manajemen Produksi

Ketika berbicara tentang produk, berarti Anda sedang berbicara tentang kualitas. Baik produk homogen atau heterogen yang Anda buat, pastikan kualitas yang terbaik yang Anda berikan.

Bisnis skala UKM juga wajib menjaga kualitas produknya. Bahkan, bisnis UKM Anda memerlukan standarisasi untuk produk yang dihasilkan. Standarisasi akan meningkatkan mutu dan kualitas produk.

7. Manajemen Pengembangan

Pengembangan bisa diartikan banyak hal terutama untuk mengembangkan bisnis Anda semakin besar dan luas. Tentu, diperlukan sistem manajemen yang tepat agar berjalan efektif dan efisien. Melebarkan sayap tidak mudah. Jika terburu-baru, tanpa rencana matang, hasilnya justru akan rugi berlipat-lipat.

8. Manajemen Pemulihan

Bisnis Anda, di waktu tertentu bisa saja stagnan, tidak berkembang bahkan macet. Jika ini kondisinya, manajemen pemulihan dibutuhkan. Pemulihan bisa dimulai dengan mencari masalah baik internal dan eksternal kemudian dicarikan solusinya. Setelah itu, lakukan beberapa perbaikan.

Dengan melakukan beberapa tips di atas, tentunya bisnis yang Anda jalani, walau dengan skala UKM, bisnis Anda akan berjalan sesuai dengan harapan.

Memang tidak mudah untuk menerapkan seluruh jenis manajemen seperti di atas, namun, demi keberlangsungan serta keuntungan yang lebih besar di masa depan, serta untuk menghindari kerugian dan kebangkrutan. Pastikan Anda melakukan dengan benar. Selamat mencoba!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Manajemen Produksi untuk UKM

Kerajinan memang seringkali melahirkan karya yang unik dan memiliki daya tarik pembeli yang cukup kuat. Umumnya kerajinan memang lebih banyak dianggap sebagai representasi dari suatu daerah, sehingga tidak jarang jika kerajinan seringkali dijadikan oleh-oleh khas suatu daerah.

Salah satu kerajinanan yang saat ini telah banyak memberikan keuntungan financial bagi para pengrajinnya adalah kerajinan tas plastik anyam.

Sebagai usaha kecil yang lebih banyak mengandalkan tenaga dan ketrampilan menganyam ini, manajemen produksi untuk UKM di sektor karajinan tas plastik anyam adalah memang belum dilakukan secara maksimal.

Akibatnya proses produksi seringkali mengalami hambatan khususnya modal. Dengan pangsa pasar yang masih bagus, sayang rasanya jika UKM di sektor ini harus berhenti berproduksi hanya kerana manajemen produksi untuk UKM disektor kerajinan ini tidak diterapkan.

Perannya yang sangat besar dalam memberikan pekerjaan kepada masyarakat memang sudah sepantasnya mendapatkan perhatian.

Bagaimanapun juga sumber daya manusia yang kompeten memang sangat diperlukan untuk membantu menyusun manajemen produksi pada UKM secara maksimal. Jika tidak didukung dengan sistem manajemen produksi yang baik, maka bisa jadi akan menghambat proses penjualan yang akhirnya bisa merugikan pihak produsen dan bisa mengecewakan konsumen.

Proses produksi yang dilakukan oleh UKM biasanya memang merubah barang baku menjadi barang baru baik itu dengan cara menenun, menyamak, memotong, dan lain-lain. untuk UKM di sektor kerajinan tas plastik anyam ini adalah merubah barang jadi menjadi barang baru. Barang jadi di sini berupa bahan anyam untuk tas seperti halnya plastik gulung.

 

Setiap gulungnya biasanya bisa untuk membuat beberapa tas. Dengan perpaduan warna yang ada, setipa gulungnya bisa menghasilkan jumlah berbeda tergantung dari banyaknya motif yang digunakan.

Agar proses produksi tidak terhambat atau berhenti di tengah jalan, bagian dari manajemen produksi berikut ini harus benar-benar diperhatikan;

a. Pembelian bahan baku
Sebelum melakukan produksi, bagi UKM yang tidak bisa menyediakan bahan baku sendiri maka harus membeli.

b. Menjaga kualitas
Kualitas produksi merupakan hal sangat penting untuk benar-benar diperhatikan oleh produsen, dalam hal ini adalah UKM.

Bagaimanapun juga kualitas produk merupakan pertimbangan utama bagi setiap konsumen, karena tanpa kualitas, konsumen akan enggan untuk membeli produk anda. Lakukan pengecekan pada setiap produk yang telah selesai diproduksi, dan pastikan tidak ada satupun yang cacat.

c. Penyimpanan barang yang telah jadi
Stok barang yang cukup memang harus diperhatikan. Dalam manajemen produksi untuk UKM ini penyimpanan barang juga merupakan bagian penting yang harus terus terpenuhi.

Hanya saja anda harus benar-benar mengetahui rata-rata kebutuhan barang yang diperlukan oleh konsumen. Ingat, jangan sampai anda menimbun barang terlalu banyak karena bisa mengganggu sirkulasi modal usaha.

d. Melakukan pemeliharaan barang
Barang yang sudah jadi tapi masih disimpan sebagai stok untuk jangka beberapa waktu, maka barang tersebut membutuhkan perawatan. Perawatan di sini difungsikan untuk mengantisipasi adanya barang yang rusak atau kotor.

e. Melakukan pengiriman barang
Tahap ini merupakan tahap akhir yang nantinya akan menentukan eksistensi bisnis anda. Barang yang dikirim dan mendapatkan respon bagus dari konsumen maka pastinya UKM anda akan melakukan pemesanan lagi. Ini artinya bisnis anda sudah mulai mendapatkan peluang untuk maju.

Manajemen produksi untuk UKM memang merupakan bagian yang tidak kalah penting dengan manajemen SDM untuk UKM. Semakin baik manajemen keduanya, maka akan sangat membantu UKM untuk mencapai keberhasilan.

Produksi & Operasi

Proses produksi memang tidak berhubungan langsung dengan konsumen namun hambatan di bagian produksi dapat mengakibatkan terhambatnya produk/jasa Anda sampai di tangan konsumen yang akhirnya menimbulkan kekecewaan atau citra yang buruk.

Proses produksi dalam suatu kegiatan usaha meliputi proses perubahan dari bahan mentah menjadi barang jadi; proses peningkatan sumber daya manusia dalam menyediakan jasa. Elemen-elemen yang terlibat dalam proses produksi adalah bahan mentah, bahan setengah jadi, barang jadi, mesin, peralatan, metode dan lain-lain.

Proses produksi yang umumnya banyak dilakukan oleh UKM (Usaha Kecil Menengah) adalah merubah bentuk bahan mentah menjadi bentuk baru dengan cara menenun, menyamak, memintal, memotong dan lain-lain. Contohnya industri tekstil, kerajinan tangan, kulit, furnitur dan lain-lain. Proses produksi lainnya adalah menggabungkan beberapa bahan mentah menjadi barang baru, seperti industri jasa boga, obat-obatan tradisional, kosmetik dan lain-lain.

Agar proses produksi usaha Anda berjalan tanpa hambatan Anda harus memperhatikan masalah:

Pembelian

Kegiatan pembelian dalam perusahaan adalah mendapatkan barang/jasa yang diperlukan untuk memproduksi barang/jasa yang akan dijual. Pada awal usaha Anda dapat melakukannya sendiri, baca selanjutnya …

Penerimaan dan Penyimpanan

Manajemen penyimpanan atau pergudangan yang efektif memungkinkan Anda untuk memenuhi
kebutuhan konsumen dengan tingkat keuntungan yang maksimal dan biaya yang minimal.
Baca selanjutnya …

Pengawasan Kualitas

Pengawasan kualitas sama artinya dengan memeriksa hasil pekerjaan atau hasil produksi agar sesuai dengan kriteria yang kita tetapkan. Pengawasan kualitas secara tradisional biasa dilakukan di 3(tiga) titik. Baca selanjutnya …

Pemeliharaan

Dalam proses produksi dan operasional perusahaan faktor pemeliharaan mesin dan peralatan memegang peranan penting yang menentukan turun naiknya tidak hanya tingkat produksi tapi juga moral karyawan dan kepuasan dalam bekerja. Baca selanjutnya …

Penyimpanan dan Pengiriman

Metode pengiriman produk/jasa perusahaan Anda tidak saja penuh dengan tantangan tapi sekaligus memberikan peluang. Proses pengiriman adalah bagian yang juga menentukan keberhasilan atau kegagalan usaha Anda. Baca selanjutnya …

Penelitian dan Pengembangan

Kebanyakan orang mengasosiasikan fungsi penelitian dan pengembangan di dalam perusahaan dengan penemuan produk baru. Padahal, pengembangan produk/jasa yang sudah ada tidak kalah pentingnya karena

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penelitian dan Pengembangan

Kebanyakan orang mengasosiasikan fungsi penelitian dan pengembangan di dalam perusahaan dengan penemuan produk baru. Padahal, pengembangan produk/jasa yang sudah ada tidak kalah pentingnya karena selera dan perilaku konsumen selalu berubah dari waktu ke waktu.

Jika usaha Anda ingin sukses maka Anda senantiasa harus selalu menawarkan produk/jasa yang mampu memenuhi kebutuhan mutakhir dan kebutuhan masa depan konsumen. Konsumen senantiasa memerlukan produk/jasa yang lebih baik dari yang ada. Anda dapat memenuhinya dengan selalu menggunakan bahan mentah yang lebih baik, meningkatkan kualitas proses produksi, mengemasnya lebih kuat dan lebih menarik, dan memastikan produk Anda selalu tersedia di pasar. Yang juga penting adalah selalu mendengarkan keluhan dan komentar konsumen karena penelitian dan pengembangan produk berkaitan erat dengan penelitian pasar dan konsumen.

 

 

 

 

 

 

 

 

6 Langkah Penting Manajemen SDM Untuk Kesuksesan UKM

 

Kang Ads

Feb 23, 2018 · 3 min read

 

Usaha Kecil Menengah atau disingkat UKM merupakan salah satu sektor yang sanggup bertahan meski diterpa badai krisis. UKM kini menjadi salah satu sendi penting perekonomian Indonesia. Meskipun jika dilihat dari jumlah karyawannya, UKM jelas jauh lebih kecil dibandingkan perusahaan besar. Namun bukan berarti UKM tidak butuh SDM yang berkualitas. Selain produk yang baik, SDM (Sumber Daya Manusia) yang berkualitas juga menjadi hal penentu kesuksesan usaha. Untuk itu dibutuhkan Manajemen SDM untuk UKM yang baik sehingga masing-masing individu yang dipilih dapat berkontribusi secara maksimal bagi UKM.

Manajemen SDM merupakan sekumpulan rencana pengembangan, perbaikan dan evaluasi karyawan agar menjadi lebih baik. Dengan kinerja karyawan yang lebih baik, bisnis yang kecil pun bisa memberikan hasil yang besar. Namun untuk mencapai tujuan itu, diperlukan Manajemen SDM untuk UKM yang baik dan terarah. Masalahnya, bagaimana harus memulai perbaikan manajemen SDM? Mari kita diskusikan 6 langkah manjemen SDM di bawah ini.

1.   Menyusun struktur organisasi UKM

Saat usaha mulai berkembang, struktur organisasi adalah hal pertama yang harus dibenahi. Mulailah membenahinya dari penunjukkan posisi-posisi penting seperti koornidator produksi, staff produksi, bendahara dan lainnya. Pilihlah karyawan yang memang cakap dalam mengisi posisi tersebut. Berikan kepercayaan secara resmi agar mereka merasa bertanggung jawab dan memiliki loyalitas kepada perusahaan.

2. Mulailah proses seleksi dan rekrutmen anggota baru

Ketika sudah banyak bidang pekerjaan yang harus ditangani dan membutuhkan sejumlah karyawan baru, maka Anda harus melakukan proses seleksi dan rekrutmen. Lakukan seleksi dengan kriteria yang sesuai dengan kebutuhan usaha. Perhatikan karakter calon karyawan tersebut. Pilihlah calon karyawan yang berkualitas, mau belajar dan bekerjasama dalam team dengan baik.

3. Mengagendakan pelatihan dan pengembangan untuk semuakaryawan

Sesi pelatihan dan pengembangan karyawan harus di agendakan atau di jadwalkan secara berkala. Sesi ini dapat meningkatkan pengetahuan para karyawan. Dengan adanya pengetahuan yang bertambah maka diharapkan karyawan akan mampu menyelesaikan tugas perusahaan dengan lebih baik dan dapat meningkatkan performa kinerja mereka.

4. Buatlah aturan, prosedur dan kebijakan perusahaan

Untuk memperbesar kerajaan bisnis Anda, mulailah bertindak sebagai sebuah perusahaan besar. Buatlah aturan-aturan yang jelas seperti jam operasional dan tata tertib yang harus ditaati. Jangan lupa untuk membuat kebijakan perusahaan yang bermanfaat bagi karyawan. Contohnya, fasilitas berupa asuransi, bonus dan insentif berdasarkan performa.

5. Pemberian gaji yang wajar

Upah atau gaji merupakan hal pertama yang mendukung kepuasan kinerja karyawan. Dengan memiliki gaji yang wajar diatas UMR, biasanya akan membuat seorang karyawan memiliki loyalitas dan performa kinerja yang baik yang juga membuatnya untuk terus bertahan berada dalam UKM yang Anda kelola. Upah yang diterima haruslah cukup untuk memenuhi kebutuhan karyawan tersebut, dan tidak memberatkan Anda sebagai pihak yang mengupah.

6. Lakukan evaluasi Manajemen SDM secara berkala

Evaluasi kinerja sangat penting dilakukan untuk mengetahui performa setiap karyawan secara berkala. Bentuk evaluasi bisa berupa laporan maupun hasil wawancara. Tugas Andalah sebagai pemimpin untuk mempelajari hasil kerja masing-masing karyawan. Berikan apresiasi terhadap karyawan yang berprestasi, sebaliknya, bimbing kembali karyawan yang kurang berprestasi.

Dengan manajemen SDM yang baik, loyalitas dan komitmen karyawan akan tetap terjaga. Hal ini akan membantu bisnis UKM agar terus maju dan berkembang. Kualitas SDM merupakan salah satu hal penting selain masalah strategi pemasaran UKM yang dapat ikut menentukan apakah sebuah UKM dapat bertahan.

Bagi anda para pelaku UKM jika menemukan kendala mengenai pembuatan website maupun toko online bisa menggunakan platform Djaring.id untuk mengelola website bisnis anda menjadi lebih mudah dan nyaman.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA BAGI UMKM

Jumat, 11 Mei 2018

Administrator

Artikel

Dibaca: 2051 kali

A.  FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN USAHA

     1. FAKTOR EKSTERNAL

- situasi perekonomian

- situasi sosial politik

- kebijakan pemerintah (peraturan perundangan)

- perubahan lingkungan persaingan

- serta perubahan selera konsumen

Faktor eksternal sulit dikendalikan oleh suatu usaha karena keberadaannya di luar organisasi

      2. FAKTOR INTERNAL

- sumber daya keuangan

- sumber daya manusia

- Kebijakan organisasi

- sikap dan perilaku karyawan

- manajemen dan struktur organisasi

Faktor internal keberada annya di dalam organisa si sehingga sepenuhnya dapat dikendalikan oleh pemilik usaha

 B.      Permasalahan UMKM

1.    

1.   Kesulitan mencari pasar potensial

2.   Terbatasnya permodalan

3.   Packaging/pengemasan produk

4.   Teknologi masih sederhana

5.   Manajemen one man show (segala sesuatu dikelola oleh satu orang)

6.   Kesulitan mengakses perbankan

7.   Kurang mendapat informasi/data akurat

8.   Mutu produksi/pelayanan

9.   Administrasi/keuangan

Salah satu ciri dan sekaligus permasalahan yang dihadapi oleh UMKM adalah penerapan manajemen “one man show” yang artinya segala fungsi manajemen mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan hingga pengendalian dipegang oleh satu orang yaitu pemilik usaha. Oleh karena itu perlu penerapan manajemen SDM agar pengelolaan UMKM lebih terorganisir

UMKM merupakan salah satu sektor yang sanggup bertahan meski diterpa krisis tahun 1997 lalu. UMKM kini menjadi salah satu sendi penting perekonomian Indonesia. Jika dilihat dari jumlah karyawannya, UMKM jelas jauh lebih kecil dibandingkan perusahaan besar. Namun bukan berarti UMKM tidak butuh SDM yang berkualitas. Dalam proses meningkatkan manajemenSDM bagi UMKM, dibutuhkan struktur organisasi yang tepat dan efektif.

 C.      Manajemen SDM

Manajemen sumber daya manusia merupakan kegiatan yang mengatur tentang cara pengadaan tenaga kerja, melakukan pengembangan, memberikan kompensasi, pemeliharaan, dan pemisahan tenaga kerja melalui proses-proses manajemen dalam rangka mencapai tujuan organisasi/perusahaan (Yuli, 2005:15).

Tujuan utama  manajemen sumber daya manusia adalah untuk meningkatkan kontribusi pegawai terhadap organisasi dalam rangka mencapai produktivitas organisasi yang bersangkutan. Hal ini dapat di pahami karena semua kegiatan organisasi dalam mencapai tujuan, tergantung kepada manusia yang mengelola organisasi yang bersangkutan. Oleh sebab itu, sumber daya manusia tersebut harus dikelola agar dapat berdaya guna dan berhasil guna dalam mencapai tujuan organisasi.

 D.      Sasaran Manajemen SDM

1.   Membantu perusahaan mendapatkan tipe dan jumlah karyawan untuk memenuhi strategi dan tujuan perusahaan

2.   Menciptakan suasana yg mampu mendorong masing2 karyawan mengembangkan keterampilan mereka

3.   Memelihara kinerja dan meningkatkan produktivitas

4.   Memantapkan dan memelihara hubungan antara karyawan dan pemilik

5.   Memelihara keselamatan dan kesehatan lingkungan kerja

6.   Meningkatkan kedisiplinan karyawan dan efektivitas kerja

E.  LANGKAH-LANGKAH PENERAPAN MANAJEMEN SDM BAGI UMKM

         1.      MENYUSUN STRUKTUR ORGANISASI

Pada saat usaha mulai berkembang, benahilah struktur organisasi usaha. Mulailah dengan penunjukan posisi2 penting seperti pemilih bahan baku, koordinator produksi, staf produksi, quality control, bendahara, marketing dan lain-lain.

2.       PROSES SELEKSI DAN REKRUITMEN

Ketika memerlukan karyawan baru, lakukan dengan seleksi, jangan sampai merekrut karyawan secara asal-asalan jika ingin usaha tetap berjalan dan berkembang. Perhatikan karakter setiap calon karyawan, pilihlah yang memiliki disiplin, komitmen dan keinginan belajar yang kuat.

3.       PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KARYAWAN

Sesi ini akan memberikan pengetahuan yang lebih matang dan memadahi untuk membantu perusahaan menjalankan bisnis. Selain itu dapat meningkatkan kekompakan dan performa karyawan sebagai sebuah tim guna mencapai tujuan perusahaan.

4.       SUSUN ATURAN, PROSEDUR DAN KEBIJAKAN PERUSAHAAN

Untuk mengembangkan usaha, buatlah aturan-aturan yang jelas seperti jam operasional, prosedur produksi, dan tata tertib yang harus ditaati. Selain itu buatlah kebijakan perusahaan yang bermanfaat bagi karywan seperti asuransi, rekreasi, bonus dan insentif berdasarkan performa karyawan.

5.       BERIKAN UPAH YANG MASUK AKAL

Sesuaikan upah dengan tanggung jawab masing-masing karyawan, upah yang diterima harus cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar karyawan, dan tidak memberatkan kondisi keungan perusahaan.

6.       LAKUKAN EVALUASI SECARA BERKALA

Evaluasi kinerja dilakukan untuk mengetahui efektivitas karyawan dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan, sekaligus mempelajari kinerja masing-masing karyawan. Berikan apresiasi terhadap karyawan yg berprestasi, bimbing karywan yang kurang berprestasi.

 

DENGAN MANAJEMEN SDM YANG BAIK, LOYALITAS DAN KOMITMEN KARYAWAN AKAN TETAP TERJAGA. HAL INI AKAN MEMBANTU BISNIS UMKM AGAR TIDAK TERLALU SERING MENGGANTI KARYAWANNYA.
#KUALITAS SDM MENCERMINKAN BISNIS YANG ANDA GELUTI#

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MANAJEMEN SDM PADA UMKM

July 19, 2017

Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi, disingkat UMKM, adalah pelaku bisnis yang menjadi harapan banyak ekonomi di dunia. Tak terkecuali Indonesia. UMKM yang jumlahnya sekitar 58 juta unit usaha, mendominasi 99% jumlah unit usaha di negara kita.  Mereka memberikan beberapa kontribusi yang cukup signifikan dalam perekonomian nasional, antara lain penyerapan tenaga kerja (97,4%), PDB (59,05%), eksport dan hal-hal positif lainnya, termasuk sarana untuk peningkatan kesejahteraan, pertumbuhan dan kesempatan kerja.

UMKM adalah unit usaha yang sesuai dengan UU No. 20/2008 adalah usaha perorangan atau badan usaha yang maksimal memiliki kekayaan bersih (networth) di luar tanah dan bangunan tempat usaha sebesar Rp 10 Milyar, dan penjualan tahunan maksimal Rp 50 Milyar, sebagai berikut:

Dari jumlah tenaga kerjanya berdasarkan BPS, maka Usaha Mikro terdiri dari 1-4 orang, Usaha Kecil 5-20 orang, dan Usaha Menengah sd 100 orang.

Dalam istilah sehari-hari, khususnya di lingkungan lembaga keuangan baik bank maupun non bank, maka dalam istilah UMKM terkandung badan usaha Koperasi. Koperasi ini merupakan unit usaha yang diatur dengan UU sendiri yaitu UU no. 25/1992 tentang Perkoperasian.

Sama dengan kondisi UMKM di Negara lain, pengembangan UMKM di Indonesia menghadapi berbagai tantangan (untuk tidak menyebut kendala), utamanya adalah akses pembiayaan dan pemasaran.

Survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan beberapa kendala yang dihadapi UMKM Indonesia (berdasarkan prioritas) adalah: kurangnya permodalan, kesulitan pemasaran, persaingan usaha yang ketat, kesulitan bahan baku, kurangnya pengetahuan teknis produksi dan keahlian, kurangnya keterampilan manajerial (SDM) dan kurangnya pengetahuan manajemen keuangan dan pencatatan keuangan (akuntansi).

Salah satu faktor yang berperan penting dalam usaha adalah SDM. Selama ini pengembangan SDM di UMKM merupakan upaya banyak pihak untuk membantu pengembangan bisnis UMKM. Hal ini banyak dilakukan melalui peningkatan pengetahuan di bidang pemasaran, teknik produksi, keuangan. Sementara itu, keterampilan pelaku UMKM sendiri di bidang pengelolaan SDM, kurang mendapat perhatian. Berdasarkan salah satu penelitian tentang UMKM, maka mayoritas pelaku UMKM di Indonesia masih didominasi oleh tamatan SMA/SMK (44%), S1 (18%), D3 (8%), dan sisanya di bawah SMA.

Sementara itu, sama dengan Usaha Besar, maka untuk tumbuh dan berkembang, UMKM harus mampu mengelola dengan baik faktor-faktor internal maupun eksternal di lingkungan bisnisnya. Salah satu faktor internal yang membutuhkan pengetahuan dan keterampilan pengelolaan adalah perihal Sumber Daya Manusia pada UMKM.

Secara umum, bisnis UMKM lebih mengutamakan kegiatan pemasaran dan keuangan, karena memang kedua hal tersebut merupakan faktor penting penentu pertumbuhan usaha. Seringkali aspek usaha lainnya dipikirkan belakangan, atau bagaimana nanti saja. Namun bila disadari lebih lanjut, maka man behind the gun atau faktor SDM merupakan kunci utama, yang biasanya dimulai dari pemilik usaha (owner) dan tenaga kerja di lingkungan sang pemilik tersebut.

Sama dengan yang terjadi di perusahaan besar, maka pengelolaan SDM di UMKM juga meliputi kegiatan rekrutmen, seleksi, penempatan, pengembangan, kompensasi (upah), mempertahankan (retention), evaluasi, promosi hingga pengakhiran hubungan kerja.

Mengelola SDM bagi UMKM merupakan sebuah keterampilan yang penting dimiliki pengusaha. Secara umum berdasarkan pengamatan, beberapa tantangan yang dihadapi UMKM dalam mengelola SDM adalah sebagai berikut:

1.   Kepatuhan dengan Hukum. UMKM menghadapi hal ini, terlebih bagi mereka yang usaha sudah berkembang dan tenaga kerjanya mulai bertambah. Tantangan yang dihadapi UMKM dalam hal ini adalah mematuhi ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku (UU TK), seperti mulai memiliki peraturan kepegawaian perusahaan, terdaftar di Dinas Tenaga Kerja setempat. Selain itu juga ketentuan mengenai hak-hak karyawan, jaminan kesehatan, lembur, dll. Perihal kepatuhan hukum ini tentu memerlukan energi UMKM selain pengetahuan yang cukup.

2.   Kesulitan dalam Rekrutmen. UMKM biasanya kesulitan menentukan standar dalam melakukan rekrutmen. Umumnya mereka langsung saja mencontoh usaha lain dari sisi pemenuhan pegawai, kurang cermat dalam menyesuaikannya dengan kebutuhan bisnis.

3.   Menetapkan peraturan. UMKM sering merasa bahwa peraturan ini nantinya akan membebani diri sendiri. Pemilik usaha umumnya kurang bisa menentukan hal-hal apa saja yang perlu diatur. Terkadang pemilik terlalu tegas atau khawatir karyawan malah akan mengendor kerjanya bila dibuatkan peraturan.

4.   Mengembangkan Kompetensi Pegawai. Sedikit sekali pemilik usaha UMKM yang memahami dengan tepat bagaimana potensi karyawannya. Hal ini karena umumnya konsentrasi pemilik lebih ke arah produksi, pemasaran keuangan, selain pemilik tersebut biasanya adalah key person yang memiliki keahlian produksi. Pada umumnya pemilik sangat juga lupa melakukan update terhadap keterampilannya sendiri. Alhasil, tak ada SDM dalam UMKM tersebut yang berkembang di sisi kompetensinya.

5.   Menetapkan Upah Pegawai. Pada umumnya UMKM kesulitan dalam menentukan upah pegawainya. Sebagaian mereka tidak memperhitungkan upah untuk diri sendiri atau anggota keluarga yang membantu dalam kegiatan usaha. Banyak di antara mereka pula yang memberikan bayaran jauh lebih tinggi bagi anggota keluarga dibanding pegawai lain, walau jenis pekerjaannya sama. Di sisi lain, UMKM juga sering khawatir bila belum dapat memenuhi Upah Minimal, sehingga keberadaan tenaga kerjanya sering ditutup- Walaupun di sisi lain sebenarnya UMKM dapat mempekerjakan pegawai secara paruh waktu sesuai kebutuhan, namun karena pengetahuan ketenagakerjaan kurang, maka hal ini kurang dapat disolusikan dengan baik.

6.   Memisahkan biaya usaha dan belanja keluarga. UMKM sering kali mencampuradukkan biaya usaha dengan belanja keluarga. Dengan melibatkan anggota keluarga sebagai SDM usaha, maka belanja keluarga menjadi rancu dengan biaya usaha. Hal ini dapat diatasi dengan pendampingan UMKM.

7.   Menilai Kinerja Karyawan dan pemberian Reward & Punishment. Karena kesederhanaan berpikir dan kondisi usahanya, UMKM pada umumnya memiliki keterbatasan dalam melakukan penilaian kinerja karyawan. Dalam hal ini, sering tidak ada standar atau aturan baku. Demikian juga dalam hal pemberian reward maupun punishment. Karena adanya anggota keluarga yang terlibat dalam usaha, maka kegiatan penilaian kinerja, pemberian reward dan punishment menjadi kurang obyektif, dan ujungnya dapat menimbulkan kendala SDM.

8.   Mempertahankan dan Memberhentikan Pegawai. Dengan kesederhanaannya, UMKM dapat menciptakan kondisi kerja yang membuat SDM bekerja dengan nyaman seperti dalam keluarga. Namun dengan kedekatan kekeluargaan, UMKM juga kadang mengalami kesulitan untuk memberhentikan pegawainya.

Memperhatikan tantangan di atas, maka pelaku UMKM perlu meningkatkan kepedulian terhadap pengetahuan dan keterampilan pengelolaan SDM. Hal ini tentu perlu diimbangi dengan niat yang kuat, di mana SDM yang bagus tentu akan meningkatkan kinerja UMKM itu sendiri. Masalah loyalitas pegawai kerap dihadapi, namun jika dipikirkan dan dipahami sejak awal, maka hal ini akan lebih baik, karena banyak terjadi ketika bisnis sedang maju, dan beberapa karyawan meninggalkan usaha tersebut, maka perkembangan bisnis menjadi terhambat.

Hal ini dapat dipahami karena pada umumnya UMKM belum dapat memberikan gaji yang bersaing bagi karyawannya, jika dibandingkan perusahaan besar. Beban kerja juga relatif lebih berat dan harus serba bisa, bahkan untuk Usaha Menengah yang telah memiliki struktur, maka seseorang yang handal sering merangkap jabatan, sistem belum tertata rapi dan fasilitas seadanya. Apalagi bila sang pemilik usaha menggaji pegawai yang merupakan saudaranya lebih besar dari karyawan bagus tersebut. Di sini sering timbul ide sang karyawan untuk hengkang dari bisnis UMKM tersebut dan membuat bisnis sendiri. Di sini pula muncul persaingan UMKM yang ketat.

Untuk hal ini, maka perlu ditanamkan sejak awal oleh pemilik atau pelaku UMKM bahwa karyawan yang memiliki loyalitas tinggi, kerjanya bagus, jujur, serta mau bertindak layaknya sang pemilik, maka mereka adalah aset yang sangat besar dalam bisnis UMKM tersebut. Untuk itu, maka pelaku UMKM perlu memikirkan program yang menarik untuk mempertahankan karyawan. Terkait hal ini maka jobdesk masing-masing karyawan termasuk tanggung jawab dan keterampilan perlu diperhatikan, perlu diukur dengan baik.

Kita dapat menengok cara tradisonal yang dilakukan Restoran Padang, di mana diberlakukan sistem bagi hasil, yaitu 40%-50% dari laba bersih yang diperoleh untuk investor (pemilik dana usaha) dan sisanya untuk karyawan. Hal ini juga terjadi di sektor pertanian sebenarnya, di mana dikenal istilah “maro” atau separo-separo. Selanjutnya semakin bertambah pengetahuan pengelolaan SDM sang pemilik usaha, maka manajemen SDM secara perlahan dapat diterapkan dengan menggunakan teknik-teknik yang lebih baru.

Berdasarkan pengalaman kami menilai dan membina UMKM, maka secara administratif, beberapa hal berikut ini merupakan pengetahuan dan keterampilan dasar yang perlu dimiliki oleh UMKM sehubungan pengelolaan SDM:

1.   Penyusunan struktur organisasi/bisnis, meliputi pemilik, manajer/koordinator, kesekretariatan, keuangan, umum, dll.

2.   Sistem seleksi yang memperhatikan kebutuhan usaha.

3.   Pelatihan dan pengembangan SDM yang tidak terbatas pada pemilik saja, namun bagi seluruh karyawan, untuk semua aspek usaha termasuk pengetahuan tata kelola SDM pada UMKM.

4.   Administrasi kepegawaian yang didasari pengetahuan dan kebutuhan yang memadai, misalnya: pengupahan, absensi, lembur, fasilitas karyawan, asuransi kesehatan, dan dokumentasi data karyawan.

5.   Perlunya menyusun peraturan perusahaan untuk usaha yang sudah memiliki karyawan lebih dari 25 orang, guna ketertiban dan pengelolaan yang lebih baik.

UMKM tidak harus memiliki pegawai yang khusus menangani SDM, namun kegiatan pengelolaan SDM ini lebih ke fungsional. Di mana pelaku UMKM harus melengkapi dirinya sendiri dengan berbagai pengetahuan dan fungsi MSDM seperti rekrutor, mediator, mengembangkan karyawan, dll. Sejak awal, pelaku UMKM perlu melakukan perencanaan usaha, termasuk perencanaan di bidang SDM (perlu karyawan berapa dengan kompetensi apa, dll) dan secara bertahap pemilik usaha juga menularkan pengetahuan tersebut kepada pegawai yang dipercaya, hingga tiba saatnya pemilik benar-benar akan berfungsi sebagai owner usaha dan seluruh aspek usaha dikerjakan oleh pegawai (SDM).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Manajemen SDM dan Strategi Pengembangan SDM untuk UKM

Saat ini banyak perusahaan yang memiliki banyak karyawan namun mereka tidak memiliki kemampuan untuk bekerja sesuai dengan pekerjaannya. Hal ini karena perusahaan salah dalam memilih atau merekrut karyawan.

Pihak perusahaan hanya asal-asalan saja dalam merekrut karyawan padahal perusahaan perlu SDM yang baik agar bisa berkembang. Disinilah peran pimpinan sangat diperlukan untuk melakukan manajemen SDM bagi perusahaannya.

Demikian juga dengan manajemen SDM untuk UKM. UKM saat menjadi perhatian khusus oleh pemerintah karena usaha kecil menengah ini mampu menyerap tenaga kerja dan mengurangi pengangguran.

Manajemen SDM untuk UKM sangat penting agar usaha yang didirikan bisa berkembang dan tidak mengalami kebangkritan. Biasanya SDM ynga rendah itulah yang menyebabkan kegagalan usaha sehingga manajemen SDM benar-benar harus ditingkatkan jika anda menginginkan usaha anda maju dan berkembang.

Manajemen sumber daya manusia pada dasarnya merupakan perencanaan, pengembangan, perbaikan atau evaluasi kinerja karyawan dengan tujuan efektivitas dan bersifat langsung pada semua karyawan.

Manajemen SDM ini terdiri dari perencanaan, pemilihan atau seleksi, pelatihan dan penilaian terhadap kinerja karyawan. UKM didirikan dengan modal yang pas-pasan bahkan ada pula modalnya dari pinjaman pihak ketiga. Karena usaha ini bersifat kecil-kecilan maka diperlukan manajemen SDM yang baik agar usaha bisa berkembang.

Tahap awal dari manajemen ini adalah perencanaan dimana UKM ini memerlukan pekerja dalam jumlah kecil atau banyak. Perencanaan tentang tenaga kerja ini terdiri dari berapa banyak pekerja yang dibutuhkan, apa saja yang akan mereka kerjakan atau pekerjaan apa yang akan mereka kuasai, struktur organisasi dalam perusahaan yang akan dibangun dan juga segala hal yang menyangkut ketenagakerjaan.

 

Bila anda sudah merencanakan manajemen SDM untuk UKM yang akan anda bangun, anda bisa memilih atau menyeleksi tenaga kerja yang anda butuhkan sesuai dengan stuktur organisasi yang sudah dibentuk.

Seleksi ini bukan hanya memudahkan pencarian tenaga kerja yang cocok namun dengan selekse SDM anda bisa menghindari tenaga kerja yang sia-sia. Untuk rekruitment karyawan anda bisa memilih karyawan yang berpotensi dan sesuai dengan kebutuhan anda.

Perlunya rekruitment karyawan sesuai dengan kebutuhan akan memperkecil biaya operasional perusahaan. Karena pekerja yang dipilih sesuai dengan apa yang dibutuhkan perusahaan sehingga biaya perusahaan bisa ditekan seminimal mungkin. Manajemen SDM ini difungsikan bukan hanya untuk jangka pendek namun jangka panjang pun perencanaan untuk rekruitment karyawan tetap harus dipertimbangkan untuk menggantikan karyawan yang tidak produktif lagi.

Setelah UKM anda benar-benar mendapatkan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan, anda bisa melakukan pengembangan, pelatihan dan evaluasi hasil kerja karyawan tersebut.

Manajemen SDM sangat dipengaruhi oleh kinerja karyawan dalam jangka waktu beberapa lama untuk menentukan baik tidaknya pekerjaan mereka. Sebelum mereka bekerja, mereka harus mendapatkan pelatihan tentang apa yang akan mereka kerjakan. Baik bagi pimpinan perusahaan maupun karyawan manajemen SDM untuk UMK ini sangat bermanfaat ketika banyak persaingan usaha kecil dan menengah.

Semua aspek yang menyangkut karyawan harus dipahami dengan cermat. Setelah beberapa periode penilaian karyawan sangat diperlukan untuk mengetahui bagaimana kinerja mereka.

Manajemen SDM untuk UKM ini sangat berpengaruh terhadap potensi perusahaan yang akan dijalankan atau sedang dijalankan. Bila manajemen tertata dengan baik tentu saja apa yang diharapkan akan tercapai.

Usaha kecil dan menengah bukan hanya memerlukan skill saja namun perencanaan atau manajemen bagi SDM juga sangat berpengaruh. Melihat dari banyaknya UKM yang didirikan saat ini tentu saja harus ada perencanaan bisnis dan pengelolaan yang tepat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4 Hal Penting Untuk Peningkatan Manajemen SDM Bagi UKM

Sleekr March 2, 2016 Human Resources (HR)


Usaha Kecil Menengah atau disingkat UKM merupakan salah satu sektor yang sanggup bertahan meski diterpa badai krisis tahun 1997 lalu. UKM kini salah satu sendi penting perekonomian Indonesia. Jika dilihat dari jumlah karyawannya, UKM jelas jauh lebih kecil dibandingkan perusahaan besar. Namun bukan berarti UKM tidak butuh SDM yang berkualitas. Nah, dalam proses meningkatkan manajemen SDM bagi UKM, dibutuhkan struktur organisasi yang tepat dan efektif. Struktur organisas apakah yang dibutuhkan UKM? Dan apakah struktur tersebut dapat menunjang peningkatan SDM? Mari kita simak tulisan berikut ini.

1.   Menyusun Struktur Organisasi dalam UKM

Biarpun dalam satu UKM hanya terdiri dari 3 orang, bukan berarti struktur organisasi tidak perlu dibuat loh. Saat ini mungkin Anda tidak akan memerlukannya, tapi mungkin pada masa mendatang saat usaha kecil Anda berkembang—dan menjadi besar, struktur organisasi jadi penting dan urgen. Sebagai permulaan, buat saja struktur dari level direksi hingga manajer dan staf. Tidak masalah jika semua posisi itu dijabat oleh 2 atau 3 orang saja. Setelah terbentuk, maka akan memudahkan Anda dalam merekrut SDM, mendaftar usaha ke departemen perdagangan, atau bahkan bermitra dengan pihak lain. Struktur oraganisasi UKM tentunya tidak birokratis. Pengambilan keputusan pun akan dapat dilakukan dengan cepat dan tegas.

 

 

2.   Rangkap jabatan

Rangkap jabatan bukan hal asing bagi para pengusaha skala UKM. Seorang direktur bisa merangkap jadi manajer HRD ketika ia merekrut tenaga kerja. Ia juga bisa menjadi tenaga penjualan ketika memasarkan produk hasil UKM. Direktur juga bisa menjadi manajer keuangan saat mengurusi laporan keuangan usahanya. Atau bahkan sang direktur kadang merangkap jadi office boy untuk bersih-bersih tempat usahanya sendiri. Rangkap jabatan memang memusingkan, namun juga bisa bermanfaat loh. Anda jadi tahu bagaimana melakukan job desc pekerjaan setiap orang dan bagaimana melakukannya dengan baik. Ingat, Tony Fernandes sewaktu masih merintis usaha maskapai penerbangan pun sampai membawakan koper penumpang pewasatnya loh.

3.   Perekrutan dan peningkatan SDM dalam UKM

Jika UKM Anda berkembang, tidak ada salahnya untuk merekrut tenaga kerja baru. Proses perekrutan tidak jauh beda dengan perusahaan pada umumnya. Ada psikotes, tes bidang, dan wawancara. Sudah banyak contoh-contoh tes di Internet dan Anda tinggal menirunya. Kalau sudah mendapatkan karyawan, maka perlu untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia. Caranya dengan mengikatkan karyawan Anda ke pelatihan dan training. Bila Anda tidak memiliki dana khusus untuk itu, tidak ada salahnya jika mengikutkan mereka ke pelatihan yang diadakan komunitas atau pemerintah untuk meningkatkan skil yang biasanya gratis.

4.   Mendelegasikan pekerjaan

Jika sudah memiliki karyawan, artinya Anda bisa mendelegasikan sebagian pekerjaan Anda kepada karyawan tersebut. Sebagai langkah awal, ajak karyawan mengerjakan pekerjaan Anda yang beraneka macam itu. Setelah itu, akan kelihatan di bagian mana ia lebih bisa diandalkan. Misalnya, karyawan Anda ternyata di samping bisa membuat produk, ia bisa juga memasarkannya. Maka berilah ruang seluas-luasnya untuk memberikan yang terbaik untuk UKM Anda. Sekalipun UKM Anda bukan perusahaan besar, tetaplah buat penilaian kerja secara berkala. Itu penting untuk keberlanjutan usaha Anda.

Nah itu tadi hal-hal yang diketahui mengenai struktur organisasi dalam UKM untuk meningkatkan kulitas SDM. Kalau hal tersebut dilakukan, besar kemungkinan UKM Anda akan berkembang dan sukses. Mau tahu tips seputar dunia HR atau ingin lebih mudah dalam mengorganisir karyawan Anda, kini bisa menggunakan software manajemen SDM terbaik sebagai solusi termudah pengelolaan SDM di perusahaan, mulai dari hari pertama karyawan tersebut bekerja.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Manajemen SDM untuk UKM Sukses

July 21, 2016

 

 

Selain produk yang baik, SDM (Sumber Daya Manusia) yang mumpuni juga menjadi hal penentu kesuksesan usaha. Untuk itu dibutuhkan Manajemen SDM untuk UKM yang baik sehingga masing-masing individu yang dipilih dapat berkontribusi yang berarti bagi UKM.

Manajemen SDM merupakan sekumpulan rencana pengembangan, perbaikan dan evaluasi karyawan agar menjadi lebih baik. Dengan kinerja karyawan yang lebih baik, bisnis yang kecil pun bisa memberikan hasil yang besar. Namun untuk mencapai tujuan itu, diperlukan Manajemen SDM untuk UKM yang baik dan terarah.

Umumnya, Manajemen SDM untuk UKM menggunakan pola langkah berikut:

1.   Seleksi

2.   Rekrutmen

3.   Pelatihan

4.   Pemberian upah

Tidak ada yang salah dengan pola manajemen di atas. Namun, saat usaha sudah mulai berkembang, tentu pola di atas tidak dapat digunakan lagi. Penambahan jumlah karyawan membuat Anda harus berpikir untuk mempekerjakan yang terbaik. Masalahnya, bagaimana harus memulai perbaikan manajemen SDM?

Tidak perlu bingung, kami sudah menyiapkan beberapa langkah yang dapat Anda aplikasikan pada Manajemen SDM untuk UKM Anda.

Langkah pertama: Susun struktur organisasi UKM

Saat usaha mulai berkembang, Anda harus mulai membenahi struktur organisasi Anda. Mulailah dari penunjukkan posisi-posisi penting seperti koornidator produksi, staff produksi, bendahara dan lainnya. Pilihlah karyawan yang memang cakap dalam mengisi posisi koordinator. Berikan kepercayaan secara lisan agar mereka merasa bertanggung jawab dan meningkatkan loyalitas mereka kepada Anda.

Langkah kedua: Mulailah proses seleksi dan rekrutmen anggota baru

Ketika karyawan-karyawan lama sudah menduduki posisi-posisi yang lebih tinggi, Anda memerlukan anggota baru. Lakukan seleksi, jangan sampai Anda merekrut karyawan asal-asalan jika ingin usaha tetap berjalan dengan sukses. Perhatikan karakter setiap calon karyawan, pilihlah karyawan yang memiliki komitmen dan keinginan belajar hal baru.

Langkah ketiga: Buatlah sesi pelatihan dan pengembangan untuk semua karyawan

Jangan menganggap remeh sesi pelatihan dan pengembangan. Sesi ini dapat memberikan pengetahuan yang lebih matang kepada para karyawan. Dengan hal ini, mereka memiliki modal pengetahuan yang memadai untuk membantu Anda menjalankan bisnis Anda. Selain itu, mereka juga dapat meningkatkan kekompakan mereka sebagai sebuah tim yang berujung pada peningkatan performa mereka.

Langkah keempat: Buatlah aturan, prosedur dan kebijakan perusahaan

Untuk memperbesar kerajaan bisnis Anda, mulailah bertindak sebagai sebuah perusahaan besar. Buatlah aturan-aturan yang jelas seperti jam operasional dan tata tertib yang harus ditaati. Jangan lupa untuk membuat kebijakan perusahaan yang bermanfaat bagi karyawan. Contohnya, fasilitas berupa asuransi, bonus dan insentif berdasarkan performa.

Langkah kelima: Berikan upah yang masuk akal

Tidak dapat dipungkiri upah adalah hal krusial dalam menjaga loyalitas karyawan. Sesuaikan upah dengan tanggung jawab pekerjaan mereka masing-masing. Usahakan agar pemberian upah dapat memuaskan kedua belah pihak. Upah yang diterima haruslah cukup untuk memenuhi kebutuhan karyawan, dan tidak memberatkan Anda sebagai pihak yang mengupah.

Langkah keenam: Lakukan evaluasi Manajemen SDM untuk UKM setiap beberapa bulan sekali

Evaluasi kinerja setiap karyawan untuk mengetahui efektifitas mereka dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. Tugas Andalah sebagai pemimpin untuk mempelajari hasil kerja masing-masing karyawan. Berikan apresiasi terhadap karyawan yang berprestasi, sebaliknya, bimbing kembali karyawan yang kurang berprestasi.

Dengan manajemen SDM yang baik, loyalitas dan komitmen karyawan akan tetap terjaga. Hal ini akan membantu bisnis UKM agar tidak terlalu sering mengganti karyawannya. Kualitas SDM mencerminkan bisnis yang Anda geluti, jadi ayo fokus memperbaiki SDM Anda!

 

 

 

 

 

 

 

Bagaimana Sumber Daya Manusia dan Manajemen Tenaga Kerja di UKM

 

Mengapa manajemen SDM melalui manajemen kinerja (performance) penting untuk mencapai tujuan perusahaan?

Manajemen SDM di UKM dan perusahaan besar sangat berbeda dalam empat hal berikut: jumlah tenaga kerja, tanggung jawab, sumber daya dan perekrutan. Karena perbedaan ini, strategi SDM perlu disesuaikan untuk usaha kecil dan menengah. Sementara tujuan SDM tetap sama, namun metodenya mungkin berbeda. Misalnya, UKM mungkin hanya memiliki satu orang yang menjalankan manajemen SDM, berbeda dengan tim atau departemen yang sering ditemukan di perusahaan besar. Dengan demikian, staff ini bertanggung jawab atas berbagai tugas yang berbeda, mulai dari menangani urusan administrasi seperti gaji hingga perekrutan dan pelatihan.

Dikarenakan bisnis kecil memiliki waktu dan sumber daya terbatas, berikut adalah hal-hal yang perlu Anda ketahui tentang manajemen tenaga kerja yang dapat membantu Anda menghemat waktu, mengurangi stres, dan mencegah kejenuhan.

Memanfaatkan teknologi dan serikat dagang untuk mendukung manajemen tenaga kerja Anda

Dulu mensortir lamaran pekerjaan adalah tugas berat dengan banyaknya kertas atau email yang memenuhi kotak masuk, tetapi teknologi saat ini dapat memudahkan pekerjaan tersebut. Ada banyak vendor yang menawarkan layanan untuk mengelola dan menyaring proses lamaran kandidat serta Organisasi Pemberi Kerja Profesional, yang akan membantu Anda meng-outsource pekerjaan yang menghabiskan waktu namun penting seperti mengatur daftar gaji.

Menawarkan fasilitas dan tunjangan yang melampaui remunerasi

 

UKM seringkali tidak dapat bersaing dengan perusahaan besar dalam hal gaji, tetapi Anda dapat mengawasi harga pasar saat ini untuk memastikan Anda tidak terlalu jauh dari standar. Untuk membuat penawaran lebih menarik, fasilitas seperti asuransi kesehatan, jam kerja fleksibel, dan lebih banyak cuti berbayar dapat membuat perbedaan besar bagi calon karyawan potensial.

Latih karyawan untuk tumbuh bersama perusahaan

 

Lakukan hal-hal yang melebihi standar; orientasi bagus untuk dilakukan, tetapi karyawan perlu merasa bahwa mereka memiliki masa depan di perusahaan dan potensi atau peluang untuk maju. Manajer dapat membantu mengembangkan karyawan dengan memperhatikan harapan serta aspirasi karyawan dengan menawarkan peluang belajar yang mendukung jalur karier mereka. Mereka harus menawarkan bimbingan dan petunjuk tentang cara merencanakan jalur karier di masa depan di dalam maupun di luar perusahaan .

Membangun tenaga kerja yang terlibat aktif

 

Karyawan menghabiskan sebagian besar jam kerja di kantor, jadi beri mereka alasan yang lebih memuaskan untuk berada di sana selain mendapatkan gaji. Penelitian tentang manajemen SDM menunjukkan bahwa manajemen karyawan yang efektif berkontribusi pada tenaga kerja yang lebih efisien dan produktif. Dimulai dari karyawan menjadi lebih kreatif, cuti sakit yang semakin sedikit, hingga melakukan lebih banyak usaha dan merasa bangga, terinspirasi dan termotivasi pada pekerjaannya. Selain itu, karyawan cenderung untuk tinggal lebih lama di perusahaan yang mendengarkan dan mengatasi masalah mereka. Anda dapat mempertahankan karyawan yang tepat dengan menerapkan manajemen SDM yang efektif.

Pemecahan masalah: Cara menjaga segala sesuatu berjalan dengan lancar

  • Resolusi konflik

Di tempat kerja, konflik dapat terjadi kapan saja. Hal ini dapat timbul dari komunikasi yang buruk atau pemahaman tentang tanggung jawab yang kurang dan bahkan dari gaya kerja yang berbeda atau kompetisi di tempat kerja. Untuk meredakan konflik, fokuslah pada masalah daripada orangnya; mengklarifikasi masalah dengan jelas dan mengidentifikasi pihak netral untuk menengahi diskusi. Gunakan praktik manajemen tim yang baik, bersikap terbuka untuk mengeksplorasi solusi yang berbeda dan memastikan bahwa semua pihak yang terlibat sepakat atas resolusi yang diusulkan.

  • Kepuasan karyawan

Karyawan di posisi manajerial mungkin kurang menyadari masalah aktual yang ada dibandingkan dengan yang berada di level non-manajerial karena merekalah yang biasanya melakukan eksekusi. Dianjurkan untuk memiliki sistem umpan balik (feedback) sederhana sehingga Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang apa yang terjadi di lapangan dan menerapkan perubahan yang diperlukan yang akan mengarah pada manfaat jangka panjang bagi perusahaan dan karyawannya.

  • Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan

Anda harus selalu mendapat informasi tentang undang-undang ketenagakerjaan terbaru. Tetap mematuhi hukum yang berlaku berpotensi mencegah masalah hukum dan peraturan.Memanfaatkan badan internasional seperti Chartered Institute of Personel and Development (CIPD), badan profesional untuk pengembangan SDM dan manusia, atau Organisasi untuk Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi (Organisation for Economic Co-Operation and Development /OECD), yang memiliki Pusat Kewirausahaan, UKM, Wilayah dan Kota.

Karyawan adalah sumber daya setiap UKM yang paling berharga

 

Karena itu, penting untuk berinvestasi dalam pelatihan karyawan dan pengembangan karier. Keterlibatan yang konsisten dan kuat dalam manajemen sumber daya manusia menciptakan tenaga kerja yang sangat terlatih dan terdidik. Hal ini akan membantu mendorong karyawan untuk berkinerja baik dan kompeten bagi perusahaan dan untuk meningkatkan layanan dan produk bagi pelanggan.

Kesimpulan

Sebagai seorang profesional dalam hal manajemen SDM, menurut Anda apa strategi manajemen SDM terbaik yang akan menarik karyawan ke suatu organisasi dan akan membuatnya bertahan? Karyawan-karyawan yang ambisius ingin menjadi bagian dari perusahaan yang mengembangkan kemampuan mereka sejak awal. Perusahaan yang membentuk mereka untuk masa depan dan yang paling penting, yang memastikan mereka diperlakukan dengan hormat dan sebagai pemain tim.

Langkah Awal Manajemen SDM untuk Kesuksesan UKM

10 MAR 2020 11:11 RUANG HR 160 KALI DI BACA 0 KOMENTAR 0 KALI DIBAGIKAN






Usaha Kecil Menengah (UKM) atau Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) punya peran penting dalam perkembangan ekonomi suatu negara. UKM diartikan sebagai usaha yang dilakukan oleh perorangan atau badan usaha dan bukan anak perusahaan atau anak cabang yang dimiliki, dikuasai, atau bagian dari sebuah usaha menengah atau usaha besar dan beberapa kriteria tertentu. Dilansir Kompas, Bappenas menyatakan UMKM memiliki peranan yang cukup besar bagi perekonomian Indonesia meliputi : perluasan kesempatan kerja dan penyerapan tenaga kerja, pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB), penyedia jaringan pengaman terutama untuk masyarakat berpendapatan rendah demi menjalankan kegiatan ekonomi produktif.

 

Mengingat peran UKM yang krusial sebagai salah satu penopang perekonomian, para pelaku UKM harus bisa menunjukkan kualitas baik dari segi produk maupun sumber daya manusianya. Meskipun bisnis UKM Anda masih terbilang baru dan kecil, tidak ada alasan untuk tidak mengesampingkan kualitas dan peran SDM. Kontribusi SDM yang baik akan berdampak bagi kesuksesan merek dagang, kemampuan bersaing dan keberlangsungan UKM Anda kedepannya. Untuk membangun SDM yang berkualitas dan mampu berkontribusi secara maksimal, dibutuhkan langkah manajemen SDM yang terencana.

 

Menentukan founding team

Sejak awal mendirikan usaha, Anda perlu memperhitungkan orang-orang yang punya potensi dan kemampuan membangun usaha yang Anda jalani untuk pertama kali, mereka bisa disebut sebagai founding team. Founding team merupakan sekumpulan orang yang mengawali sebuah bisnis dengan kemampuan berbeda sehingga bisa saling melengkapi. Tentukan maksimal 2 orang terbaik yang Anda kenal, pilihlah rekan yang punya tujuan yang sama, komitmen, semangat dan tekad yang kuat, sampai kepercayaan satu sama lain. 

 

Merekrut karyawan baru dengan selektif

Aspek kedua setelah Anda membentuk founding team adalah membangun tim kerja. Ketika sudah banyak bidang yang harus dikerjakan untuk menjalankan dan mengembangkan usaha, perlu dilakukan proses rekrutmen karyawan baru. Lakukan seleksi dengan menyesuaikan kebutuhan perusahaan Anda, baik jumlah dan posisinya. Seleksi dilakukan bukan hanya dengan menilai aspek kompetensi namun juga attitude calon karyawan. Pilihlah calon karyawan yang punya keterampilan dan karakter yang baik, kombinasi kedua aspek tersebut akan menghasilkan karyawan yang mampu berkontribusi besar untuk UKM Anda.

 

Memberi pelatihan SDM

Modal yang besar memang menjadi hal yang penting untuk membangun sebuah usaha, namun yang tidak kalah penting ialah kehadiran karyawan sebagai roda penggerak UKM Anda. Bekali karyawan Anda dengan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi kerja, menghasilkan SDM yang terlatih dan terdidik. Dengan begitu mereka akan mampu menghasilkan produk dan inovasi yang mendukung perkembangan bisnis UKM Anda.

 

Menyusun Standar Operasional Perusahaan

Tanamkan prinsip dan keyakinan usaha Anda akan semakin besar dan berkembang kedepannya. Buatlah aturan, prosedur dan kebijakan yang berlaku untuk seluruh karyawan di UKM Anda. SOP bertujuan bukan hanya untuk mengatur kegiatan operasional tetapi juga menjadi pedoman untuk menjaga konsistensi dan kedisiplinan karyawan terkait aspek produksi, SDM maupun pemasaran.

 

Membangun keterlibatan tenaga kerja

Karyawan lebih banyak menghabiskan waktu harian mereka di lingkungan kerja, jadi berikan mereka kenyamanan selain gaji yang memang sudah jadi kewajiban. Perusahaan yang memberikan kesempatan karyawannya untuk terlibat aktif, mendengar setiap masalah dan aspirasi mereka cenderung bertahan lebih lama dan loyal. Manajemen SDM dengan mengikutsertakan karyawan dalam setiap aktivitas perusahaan berdampak pada efisiensi dan produktivitas kerja.

 

Pemberian remunerasi yang masuk akal

Tidak bisa dipungkiri upah atau gaji menjadi hal yang mendukung kepuasan karyawan, bahkan mampu mempengaruhi hasil kerja. Berikan gaji sesuai standar pada posisi yang sama atau sesuai UMR. Jika ingin memberi upah lebih besar pertimbangkan dulu performance dan kontribusinya bagi UKM Anda.

 

Melakukan evaluasi manajemen SDM

Langkah terakhir yang dilakukan sebagai bagian dari manajemen SDM bagi bisnis UKM adalah evaluasi kinerja. Proses ini penting untuk mengetahui performa setiap karyawan selama periode tertentu, bentuknya bisa berupa diskusi maupun laporan langsung. Tugas Anda adalah mempelajari hasil kerja masing-masing karyawan. Berikan apresiasi bagi karyawan yang telah sampai atau melampaui ekspektasi dengan tujuan memotivasi kinerjanya agar semakin baik lagi.

 

Dengan menyusun manajemen SDM yang baik, Anda akan memiliki karyawan yang punya loyalitas dan kualitas tinggi untuk bekerja sama membawa UKM Anda lebih maju.Temukan kandidat muda terbaik untuk bergabung di perusahaan Anda bersama TopKarir, hubungi kami di sini. Tips-tips karir lainnya seputar HR bisa Anda temukan di Ruang HR TopKarir.

 

 

Tips Menghemat Anggaran untuk Bisnis Startup

03 APR 2020 11:11 RUANG HR 140 KALI DI BACA 0 KOMENTAR 0 KALI DIBAGIKAN






Modal usaha menjadi hal yang penting untuk membangun bisnis. Bisnis startup pasti akan menghadapi banyak tantangan saat awal berdiri, kondisi yang bisa mengancam keselamatan bisnis kapan saja bisa datang menghantui. Untuk itu dibutuhkan pondasi yang kuat dan dan konsistensi agar bisnis bisa tetap bertahan menghadapi segala macam tantangan.

 

Salah satu tantangan yang sering dihadapi pebisnis adalah masalah keuangan. Apalagi untuk Anda yang memulai bisnis startup dengan modal “pas-pasan” tentu menjadi “PR” untuk mempelajari bagaimana mengelola keuangan dengan baik. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan untuk menghemat anggaran bisnis Anda.

 

Mengenal cash flow dari bisnis yang dijalankan

Mungkin Anda sebagai pendiri startup bukan berasal dari latar belakang di bidang finansial, namun memahami konsep keuangan dengan baik menjadi suatu kewajiban. Setidaknya Anda harus tahu, bagaimana mengatur cash flow dari bisnis yang dijalankan.

 

Bukan sekedar fokus pada keuntungan dan kerugian tapi juga memperhatikan pengelolaan kas, pengeluaran rutin, tagihan sampai biaya operasional. Sangat penting untuk mengelola cash flow agar tetap positif.

 

Optimalisasi Digital Marketing 

Dibanding fokus menghabiskan biaya untuk menampilkan iklan berbayar di media sosial atau konvensional, lebih baik merekrut SEO berkualitas yang punya kemampuan membangun koneksi yang luas dengan audience melalui konten.

 

Tidak hanya membahas kualitas konten dan menempatkan laman perusahaan anda di daftar teratas pencarian Google, tapi juga menyajikan sesuatu yang bernilai bagi audiens. Dengan begitu bisnis Anda akan semakin dikenal, diingat dan mampu bersaing di ranah industri yang lebih luas. Tidak banyak memakan biaya namun efektif.

 

Dibanding sistem pemasaran menggunakan media konvensional atau bahkan pemasaran secara langsung, digital marketing mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan spesifik. Dengan begitu kegiatan pemasaran Anda dapat lebih fokus dan terarah pada target audiens yang tepat.

 

Menggunakan jasa outsourcing

Outsourcing merupakan penggunaan tenaga kerja yang berasal dari luar perusahaan untuk mengerjakan tugas atau pekerjaan yang bersifat spesifik dan terikat kontrak. Untuk merekrut pekerja outsourcing, Anda bisa bekerja sama dengan perusahaan penyedia jasa outsourcing. Dengan mempekerjakan karyawan outsourcing, perusahaan Anda dapat menghemat anggaran untuk melakukan pelatihan, sebab tenaga outsourcing sudah memiliki keahlian spesifik yang dibutuhkan perusahaan.

 

Selain itu juga dapat mengurangi beban rekruitmen, karena perusahaan penyedia jasa outsourcing bisa memilih kandidat karyawan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda. Salah satu bentuk dari outsourcing adalah freelancer. Anda bisa menemukan kandidat freelancer sesuai kebutuhan perusahaan Anda di TopKarir Freelance. Sistem yang mudah dan aman akan membantu Anda bekerja sama dengan tenaga freelance pilihan.

 

Membuat program magang

Program magang yang menarik bisa diterapkan untuk memangkas biaya operasional karyawan. Para intern atau mereka yang mengikuti program magang, membutuhkan biaya kerja yang lebih sedikit dibanding karyawan full-time. Pada dasarnya intern hanya membutuhkan pengalaman dan pembelajaran yang bermanfaat untuk bekal karir profesional mereka ke depan. Jika perusahaan Anda bisa membuat program magang yang menarik, Anda bisa mendapatkan talenta muda dari berbagai universitas-universitas ternama, yang siap belajar dan berkontribusi untuk perusahaan Anda.

 

 

Temukan kandidat muda terbaik untuk bergabung di perusahaan Anda bersama TopKarir, hubungi kami di sini. Tips-tips karir lainnya seputar HR bisa Anda temukan di Ruang HR TopKarir.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Manajemen Ukm

ShareTweet

Apakah yang demikian dinamakan manajemen bisnis?

Jika hanya itu yang diperlukan dalam menjalankan usaha, mengapa tidak semua orang menjadi pengusaha? Jika menangani bisnis adalah hal yang mudah, mengapa ada konsultan? Jawabannya sederhana: menangani bisnis adalah tugas yang lebih rumit dari yang kita perkirakan.

Selalu saya katakan, tidak peduli seberapa besar atau kecil sebuah perusahaan, merupakan hal yang sangat besar untuk menangani isu setiap harinya. Kita bisa saja mendapatkan sedikit bantuan.Manajemen bisnis tradisional, yang pernah saya pelajari dan metodologinya saya gunakan ketika membahas isu bisnis dengan klien, yang keseluruhan aspeknya ditemukan dalam menjalankan bisnis, besar atau kecil.

Apakah perusahaan tersebut bernilai jutaan dollar atau milyaran dolar, semua perusahaan berjalan sama.

Manajemen bisnis tradisional sangat menjelaskan individu; mengatur bisnis dengan metode tradisional yang telah digunakan bertahun-tahun.

Metode tradisional tersebut terdiri dari tiga aspek: strategi sales dan marketing , metode operasi dan produksi yang efisien, serta finance dan accounting (SG&A). Saya yakin semua pengusaha harus memahami tiga area bisnis tersebut dan mencoba mengaturnya dengan baik.

Kebanyakan perusahaan besar fokus pada area-area ini, dimana mereka memiliki sumber untuk menggaji karyawan yang memiliki spesialiasi di bidang tersebut.

Misalnya, beberapa perusahaan terbesar di Amerika Serikat, seperti Home Depot, Starbucks dan Dell. Mereka mensyaratkan manajemen yang tepat dah ahli dalam operasional bisnis mereka serta memelihara posisi finansial yang positif bagi para investor. Perusahaan-perusahaan ini menggaji karyawan full time sesuai dengan fungsinya di dalam perusahaan.

Ketika kita melihat usaha kecil di Amerika, kita harus bertanya, “Apakah UKM memiliki sumber finansial untuk menggaji sumber seruoa, seperti chief financial officer, atau Sales yang berkualitas”? Jawaban yang cepat: tidak! Sebenarnya, tidak adalah satu-satunya jawaban.

Jika kita melihat perusahaan yang lebih besar dan bagaimana mereka mengatur sales dan marketingnya, kita temukan bahwa perusahaan besar memiliki sumber finansial untuk menggaji karyawan full time yang berpengalaman di bidang sales dan marketing.

Bisa kita katakan hal yang sama untuk aspek ketiga manajemen bisnis tradisional, operasi dan produksi. Sekali lagi, bisnis besar memiliki revenue untuk posisi full-time seperti general manager, manager produksi, dan terkadang, Vice-President of Operations.

Sekali lagi, usaha kecil jarang memiliki peluang untuk membayar gaji tenaga ahli full time, yang mengakibatkan biaya bisnis membengkak ribuan dollar setiap tahunnya.

Jadi, sekarang kita tahu bahwa bisnis tradisional memerlukan keahlian individu di bidang tertentu, seperti keuangan, marketing, sales, produksi, opearsi, dan manajemen.

Sebagai pengusaha kecil, dapatkah anda membayar penuh upah karyawan? Haruskah anda mempekerjakan semua karyawan ini agar anda memiliki lebih sedikit waktu di kantor dengan mengkhawatirkan isu bisnis?

Saya telah melihat banyak perusahaan dengan nilai jutaan dan milyaran dollar; satu-satunya perbedaan adalah yang satu membayar karyawan full time yang memiliki keahlian dan yang satunya tidak. Sudah jelas, bahwa perusahaan yang lebih besar memiliki dana untuk menggaji karyawan yang berpelanggaman, sedang usaha kecil tidak.

Jadi, bagaimana pengusaha kecil belajar dasar-dasar manajemen bisnis tanpa mengambil gelar MBA atau mengeluarkan ribuan dollar setiap tahunnya untuk gaji para ahli?

Baru-baru ini, manajemen bisnis tradisional harus membuat ruang baru untuk aspek baru dalam bisnis: teknologi.

Selama bertahun-tahun, manajemen bisnis tradisional harus menggabungkan strateginya dengan perkembangan teknologi dimana setiap pemilik usaha dari Starbuck hingga Jim’s Auto telah menggabungkan teknologi kedalam operasional sehari-hari.

Masalahnya adalah bisnis percaya bahwa teknologi akan menjadi solusi bagi setiap masalah, namun hingga pemikir manajemen bisnis berpendapat bahwa teknologi akan gagal jika tidak diterapkan dengan tepat.

Dimana, manajemen bisnis tradisional harus menggabungkan dirinya dengan teknologi.

Jadi, kini anda memiliki model bisnis tradisional untuk dipertimbangkan, dan anda juga harus berpikir bahwa model memiliki keterkaitan dengan teknologi. Anda melihat, mengatur perusahaan tidak semudah yang diperkirakan. Ketika anda melihat model bisnis ini, saya yakin kalau anda tidak pernah melihat bisnis anda dengan cara ini sebelumnya. Percaya atau tidak, lulusan sekolah mengajarkan hal demikian dan sudah jelas perusahaan besar memiliki uang untuk membayar orang untuk memikirkan hal-hal demikian, tapi bagaimana dengan pengusaha kecil?

Pengusaha kecil tidak memiliki sumber finansial untuk membayar konsultan karena beberapa alasan : tidak perlu berbicara dengan pengusaha kecil. Mengapa? Kebanyakan perusahaan konsultan selalu mencari “ikan besar”, 1% dari bisnis di Amerika yang mampu membayar fee fenomenal yang mereka kenakan.

Perusahaan konsultan yang lebih besar tidak memiliki waktu atau keinginan untuk bertemu dengan pengusaha kecil, ataupun merubah fee mereka sekitar kurang lebih $400.00 per jam.

Salah satu komentar yang sering saya dengar dari pengusaha kecil adalah , “Ide bagus, andai orang-orang saya dapat melakukannya, tapi saya tidak dapat berharap mereka untuk merubah cara mereka.” Saya katakan, “Lebih baik anda meminta mereka untuk mengganti cara kerjanya atau kehilangan pekerjaan”! Yang cukup janggal, pengusaha kecil segan atau skeptis meminta bantuan untuk bisnis mereka. Mengapa pengusaha kecil tidak menginginkan bantuan?

Saya yakin bisnis adalah bisnis, terlepas dari ukuran perusahaan, pendapatan pertahun, atau jumlah karyawan. Ingatlah, bahwa bisnis terbesar didunia sebelumnya adalah usaha kecil dan saat ini mereka bernilai tinggi.

Semua bisnis “diatur” jalannya menuju ke atas, terlepas dari industri.

Saya telah melihat berbagai bisnis jutaan dollar di setiap industri, termasuk kontraktor, restoran, perusahaan jasa dan perusahaan manufaktur. Dan saya telah bekerja untuk perusahaan senilai milyaran dollar. Ada satu persamaan yang mereka miliki: Mereka berjalan hampir sama, beberapa menghasilkan pendapatan yang lebih banyak dari yang lainnya.

Sering saya katakan, tidak peduli apa yang anda buat untuk dijual, BAGAIMANA memproduksinya adalah yang terpenting bagi pertumbuhan bisnis anda.

Bisnis anda tidak perlu terlalu kecil atau besar untuk ditinjau proses bisnisnya. Belum pernah saya bertemu dengan pengusaha, presiden atau CEO sebuah perusahaan yang dapat mengatakan pada saya bahwa bisnis mereka berjalan sangat mulus sehingga tidak diperlukan perubahan.

Hal ini sama sekali tidak benar.Pengendali alamai ekonomi Amerika adalah apa yang menyebabkan diperlukannya perubahan di semua ukuran bisnis dan saya menjamin jika anda tidak memikirkan kembali strategi bisnis anda secara konstan, maka pesaing yang akan melakukannya.

Dapatkah anda katakan bahwa bisnis anda cukup fleksibel untuk mengatur kompetisi dan berada dititik atas kurva, atau bisnis anda dapat mengatasi fluktuasi ekonomi sehari-hari di Amerika?

Tanyakan pada diri anda beberapa pertanyaan berikut.

1. Pernahkan pendapatan total anda naik atau turun dari tahun kemarin?

2. Pernahkan profit anda meningkat dan turun sejak tahun lalu?

3. Darimana datangnya dollar berikutnya?

4. Apakah anda lelah berangkat kerja?

5. Apakah anda memiliki tingkat inventory yang memadai?

6. Berapa banyak karyawan yang laporan pada anda sehari-hari?

7. Apakah karyawan anda benar-benar melakukan apa yang anda perintahkan dan sesuai yang anda harapkan?

8. Apakah anda memiliki tim manajemen di tempat?

9. Adakah pengeluaran bisnis yang tidak anda harapkan?

10. Apakah setiap karyawan di perusahaan anda memiliki fungsi kerja spesifik yang menjustifikasi beban kerja mereka?

11. Ingatkah anda ketika memiliki usaha anda merupakan kebahagiaan bagi anda dan keluarga?

12. Apakah anda yakin perusahaan berjalan semulus dan se-effisien seperti yang seharusnya?

13. Apakah anda memiliki rencana jangka panjang?

14. Apakah karyawan berbagi visi bisnis dengan anda?

15. Kepada siapa karyawan mengadu saat terjadi masalah?

16. Jika anda bertemu dengan saya, dapatkan anda mengatakan bahwa bisnis anda tidak perlu perubahan, atau apakah memang sudah menguntungkan?

Sumber Artikel:
http://www.leadershiparticles.net

Luis Luarca adalah President of Allectus LLC, perusahaan konsultan manajemen yang membantu bisnis ukuran kecil dan menengah dan juga penulis www.allectus.com/bookstore”Business Management for Business Owners; How to Manage Your Small or Mid Sized Business”.

Diterjemahkan oleh:Iin untuk pengusahamuslim.com



Read more
https://pengusahamuslim.com/400-manajemen-ukm.html

 

 

 

3 Tips Jitu Terapkan Sistem Manajemen Bisnis UKM

UKM atau dikenal dengan usaha kecil menengah, di Indonesia saat ini sudah semakin marak. Usaha seperti ini bisa dikatakan masih cukup mudah untuk dikelola sendiri dan belum memerlukan modal yang terlalu besar. Meski begitu, bisnis UKM juga harus dipersiapkan untuk menjadi bisnis yang besar suatu hari nanti.

Untuk menjadikan bisnis UKM menjadi bisnis yang berkembang, maka  pemilik bisnis harus bisa menerapkan sistem manajemen bisnis UKM dengan maksimal. Masalah pada bisnis UKM sepertinya masih menemui kendala pada sisi manajemen usahanya. Itulah sebabnya, banyak bisnis UKM yang sulit berkembang.

Sistem Manajemen Bisnis UKM

Berbicara mengenai sistem manajemen, sepertinya masih dianggap kurang penting oleh para pelaku UKM. Pasalnya, kebanyakan dari kegiatan usahanya masih dijalankan sendiri.

Padahal, dengan menerapkan sistem manajemen pada setiap bisnis, khususnya untuk bagian keuangan dan pemasaran, para pelaku usaha akan lebih fokus pada pengembangan usahanya.

Sebaiknya pelaku usaha mulai mempercayakan beberapa aspek manajemen dari usahanya kepada pihak lain, untuk membangun sistem manajemen bisnis UKM yang akan berimbas pada pengembangan bisnis UKM itu sendiri.

Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan para pelaku UKM, untuk terapkan sistem manajemen bisnis rintisan dengan baik:

Kondisi Administrasi Usaha yang Tertib

Usaha UKM sebaiknya memiliki kondisi adminstrasi yang baik, dari awal usaha ini dijalankan. Setiap kegiatan usaha yang terjadi harus ada berkasnya dan dicatat dengan baik.

Dengan membuat pencatatan administrasi yang tertib, Anda sebagai pemilik UKM dapat menghindari terjadinya percampuran antara kepentingan usaha dan kepentingan rumah tangga. Disinilah peran sistem manajemen bisnis rintisan sangat diperlukan.

Kreativitas Menjalankan Usaha

Anda tentu ingin bukan, jika usaha UKM yang sedang dijalani saat ini, akan mengalami perkembangan yang baik di masa  depan nanti. Untuk meraih hal tersebut, kita memerlukan kreativitas dalam menjalankan usaha tersebut.

Anda bisa meningkatkan nilai jual produk dengan menambah varian rasa misalnya, juga bisa menyediakan lokasi penjuala produk yang dekat dengan fasilitas umum misalnya.

Anda yang mungkin memiliki usaha UKM di bidang kuliner, dapat menggabungkanya dengan pemilik usaha waralaba mini market hingga pusat oleh-oleh.

Harus Lebih Fokus

Pemilik usaha UKM harus lebih fokus terhadap pengembangan usahanya, dan disesuaikan dengan jenis usaha yang sebelumnya ada. Misalnya, Anda pemiliki suatu usaha kios makanan yang akan berkembang bersamaan dengan usaha hotel.

Mempelajari dan terapkan sistem manajemen bisnis UKM tidak ada salahnya. Hal tersebut, juga dapat bermanfaat untuk kemajuan Negara. Dengan menerapkan tips sistem manajemen, usaha Anda akan berkembang dengan cepat.

Anda juga harus menerapkan pembukuan dengan baik pada bisnis Anda, jika Anda kesulitan untuk melakukan pembukuan manual, gunakanlah software akuntansi seperti Accurate Online untuk memudahkan itu semua.

Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online selama 30 hari secara gratis melalui link ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pentingnya Manajemen Bagi UKM

Permasalahan utama yang dihadapi oleh pelaku UKM antara lain dari sisi manajemen usaha. Manajemen yang diartikan mencapai sasaran bersama dan melalui orang lain, oleh pengusaha kecil umumnya kurang diterapkan karena semua hal dikerjakan sendiri. Dari seluruh aspek manajemen mulai proses pemasaran, produksi, SDM sampai keuangan. Karena itulah sebaiknya untuk bisa berkembang pelaku usaha kecil harus mulai bisa mendelegasikan sebagian aspek manajemen usahanya ke pihak lain sehingga mereka bisa memikirkan ke arah pengembangan usaha.

Supaya pendelegasian berjalan baik diperlukan penyusunan sistem seperti halnya yang terdapat pada usaha dengan sistem waralaba. Kalau seorang wirausaha bisa membuat sistem seperti sistem waralaba maka usaha itu sudah mulai maju, sehingga bisa mengembangkan cabangnya dengan sistem tersebut.

Pendelegasian sebagian aspek manajemen ke orang lain itu sendiri bisa mulai dilakukan bila kondisi usahanya sudah mulai mandiri, di mana pasar sudah ada, usahanya sudah mulai rutin, dan bila wirausaha itu ingin membuka cabang ke tempat lain.

Aspek manajemen berupa manajemen produksi, pemasaran, keuangan dan SDM. Dari manajemen produksi ada hambatan pengetahuan, hambatan untuk pemasaran ekspor berupa kualitas karena membuat produk yang homogen itu tidak mudah. Maka sebaiknya produk yang diekspor pengusaha kecil itu bukan produk yang mengarah ke produk yang mengarah ke produk yang menekankan sisi homogen, tapi produk-produk seni seperti handicraft.

Biasanya produk yang homogen dikerjakan oleh pabrikan. Manajemen produksi itu terkait masalah kualitas. Jadi produk usaha kecil juga perlu ada standarisasi. Dengan adanya standarisasi membuat mutu produk akan meningkat.

Lalu aspek pemasaran, misalnya kesesuaian dengan segmen market. Produk dengan kualitas rendah bisa saja dihasilkan bila segmen marketnya tepat, seperti produk sikat gigi di hotel yang hanya kuat digunakan dalam waktu seminggu saja disesuaikan dengan turn over pengunjungnya.

Kendala lain yang dihadapi pelaku UKM adalah aspek manajemen keuangan. Manajemen keuangan perusahaan besar tidak cocok diterapkan di perusahaan kecil sehingga tidak bisa disamakan. Kalau turn over-nya harian dan penjualan dilakukan secara kas, maka sebaiknya pembelian juga secara kas. Jangan sampai membeli barang secara kredit dan dibayar secara kredit tapi setelah jatuh tempo tidak bisa dibayar karena hal itu akan menyulitkan pengusaha itu sendiri.

Jadi sebaiknya kalau mau meningkatkan penjualan dilakukan secara cash dan sebaiknya menyisihkan laba untuk melakukan pembelian lagi karena manajemen piutang itu tidak mudah, perlu mengatur waktu kapan jatuh tempo dan jumlahnya. Jadi dilakukan secara konservatif, karena usaha kecil bila menanggung risiko sedikit bisa terguncang, misalnya membeli stok dalam jumlah banyak tapi pemasaran produk kurang bagus akan berisiko.

Manajemen SDM juga perlu diperhatikan. Misalnya dari tingkat pendidikan karyawan, wirausaha harus mengembangkan diri secara terus-menerus dengan mengikuti pelatihan sebagai investasi jangka panjang. Training tidak dapat langsung dirasakan manfaatnya, tapi perlu pengembangan diri terus-menerus dan suatu saat akan dipakai.

Fungsi ikut pelatihan selain meningkatkan kemampuan diri dapat juga memperluas relasi. Di PPM misalnya ada pelatihan program menyusun rencana usaha. Pelatihan ini ditujukan bagi wirausaha yang ingin mulai mengembangkan usaha dan akan berhubungan dengan bank sehingga dapat menjadi bankable.

Di dalam pelatihan itu peserta dapat menyusun rencana usaha untuk diberikan kepada pendana, dalam bentuk proposal, setelah mereka dilatih. Biasanya pelatihan dilakukan dalam bentuk inhouse training dengan dana dari sponsor, misalnya dari perusahaan tempat wirausaha itu menjadi mitra binaan.

Pemulihan Usaha

Usaha yang tidak berkembang dari sisi manajemen harus dipulihkan karena kalau melakukan likuidasi terhadap usaha itu biayanya sangat mahal. Pemulihan tersebut dilakukan dengan mencari masalahnya apakah masalah persaingan atau internal.

Bila masalahnya terletak pada persaingan usaha dapat dicari strategi baru, misalnya inovasi untuk memenangkan persaingan. Kalau masalahnya internal, dapat dikendalikan secara internal, misalnya boros dalam keuangan. Seperti misalnya produk gerabah di Kasongan Bantul yang sebelumnya hampir mati usahanya karena produknya hanya untuk digunakan sebagai tempat air minum dari tanah liat dan kalah dari sisi persaingan dengan tempat air minum modern. Tetapi dengan mengubah fungsinya menjadi produk handicraft, kini produk Kasongan bertahan bahkan berkembang lebih maju dengan masuk ke pasar ekspor.

Dukungan dari pihak luar juga diperlukan untuk membantu memulihkan usaha yang tidak berkembang bagus. Begitu juga produk keramik sebagai souvenir di Plered, Purwakarta, Jabar. Jadi selalu ada jalan untuk memecahkan masalah. Tetapi waktunya rata-rata memang tidak cepat untuk menerapkan manajemen agar usaha itu pulih. Bisa sampai 5-10 tahun untuk bangkit.

Seperti juga batik perlu inovasi baru misalnya dengan cara mengubah segmen market dengan membuat batik tulis di atas kain sutra. Bagaimanapun juga produk itu ada life cycle-nya sehingga perlu dicari cara atau kreativitas untuk memperlama life cycle produk itu. Sedangkan manajemen yang dapat dilakukan dalam jangka pendek seperti menerapkan tertib administrasi, sehingga bila membutuhkan dana dapat dibuat business plan untuk diajukan ke bank.

Beberapa kiat bagi pelaku UKM dalam menerapkan sistem manajemen, yaitu:

1. Tertib Administrasi. Manfaat manajemen bagi pelaku UKM untuk pengembangan usahanya sehingga di awal usaha akan lebih tertib administrasinya. Sehingga semua transaksi usaha dapat dicatat untuk direview. Kondisi yang biasa terjadi umumnya antara kepentingan bisnis dan rumah tangga tercampur, sehingga di sinilah diperlukan peran manajemen.

2. Kreativitas. Pengembangan kreativitas diperlukan, karena biasanya saat bisnis itu berdiri akan ada bisnis sejenis di lokasi yang berdekatan. Saat itulah perlu ada pengembangan kreativitas. Seperti halnya pada waralaba asing yang cukup kreatif, sehingga dengan kreativitas akan membuat produk itu bernilai jual lebih tinggi.

Misalnya produk makanan jagung bakar dengan penambahan variasi rasa akan meningkatkan nilai jualnya. Penampilan produk dan tempat usaha juga harus diperhatikan. Kreativitas lain seperti misalnya produk handphone yang dilengkapi bermacam-macam fungsi seperti kamera. Usaha salon dilengkapi pijat refleksi, merupakan contoh penggabungan usaha dengan adanya kreativitas.

Dapat saja satu jenis usaha dilakukan tanpa penggabungan usaha lain tetapi harus masuk ke segmen market yang tepat, misalnya layanan pijat refleksi saja yang ditujukan kepada penumpang yang sedang menunggu kedatangan pesawat di airport.

Mengembangkan usaha secara latah juga harus dilakukan secara kreatif, tetapi tindakan latah atau meniru tidak sekadar meniru melainkan harus menyesuaikan dan selalu melihat perkembangan selanjutnya. Jadi dalam jangka pendek seseorang perlu mengikuti perubahan dengan cepat/tanggap terhadap perubahan untuk memenangkan persaingan.

3. Fokus. Pengembangan usaha yang dilakukan disesuaikan dengan usaha yang sudah ada, sehingga meskipun ada usaha lain yang bagus perkembangannya tetap harus disesuaikan dengan kondisi usaha sebelumnya. Misalnya usaha kios dapat saja dikembangkan bersamaan dengan usaha wartel.

*Tulisan ini dimuat di Tabloid Peluang Usaha No.9 Tahun 1, 26 Desember 2005 – 8 Januari 2006.

 

 

 

5 Cara Meningkatkan Bisnis UKM Menjadi Lebih Berkembang

Bisnis kecil bisa berkembang semakin besar, bila dikelola dengan tepat. Layaknya sebuah perusahaan besar, setiap usaha UKM seharusnya memiliki manajemen usaha yang baik dan kinerja tinggi supaya bisnis cepat berkembang menjadi lebih besar. Di bawah ini akan kita akan jabarkan 5 cara melakukan manajemen UKM agar menjadi lebih besar.

 

Buat Business Plan yang Tepat

Memiliki sebuah business plan atau perencanaan program kerja, walaupun terkesan sederhana, namun sangat penting keberadaannya bagi sebuah manajemen usaha. Adanya sebuah business plan dalam usaha, akan membuat semua program kerja dalam perusahaan akan terarah dan terhindar dari pemborosan biaya. Jika sebuah perusahaan tidak memiliki business plan yang baik sejak awal, maka akan sulit bagi semua karyawan maupun pihak yang terkait dengan usaha, untuk menentukan kegiatan operasional, biaya, tujuan, dan peluang yang akan diraih pada periode usaha berikutnya.

 

Miliki Standard Operating Prosedur

Standard Operating Procedure atau SOP sebenarnya sangat dibutuhkan dalam bisnis UKM untuk sebuah pembiasaan. Layaknya perusahaan waralaba, bisnis UKM pun harus mampu menciptakan standarisasi kerja. Tujuannya untuk menjaga kualitas produk tetap baik dan membiasakan karyawan memiliki sebuah panduan sistem kerja yang terarah sehingga lebih mudah bagi pihak perusahaan untuk melakukan kontrol. SOP adalah salah satu alat manajemen usaha untuk meningkatkan kinerja karyawan menjadi lebih baik.

 

Lakukan Segmentasi Pasar

Dalam merancang suatu produk, UKM harus menjalankan segmentasi pasar. Cara ini dilakukan oleh usaha-usaha besar dalam mempersiapkan produknya. Sebuah produk atau jasa, harus membidik pasar tertentu agar manfaat dari sebuah produk bisa maksimal dirasakan konsumen. Setiap market punya kebutuhan yang berbeda. Dengan melakukan segmentasi pasar, usaha kecil menengah bisa lebih mengoptimalkan setiap produk yang dikeluarkannya.

 

Tingkatkan Penggunaan Internet

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa saat ini Internet hampir tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Perusahaan UKM pun harus menyadari hal ini dan menjadikaannya sebagai salah satu strategi manajemen peningkatan usaha. Penggunaan Internet sebagai salah satu strategi pemasaran akan menjadikan usaha berjalan efektif, memiliki visibilitas yang luas dan yang terpenting, membuat anggaran perusahaan tidak terkuras.

 

Tingkatkan Kapasitas Informasi Teknologi (IT)

Dunia informasi teknologi saat ini telah terkait oleh banyak hal dalam sebuah proses industri. Dari mulai tingkat produksi sampai konsumsi, dari pemasaran sampai keuangan, semuanya membutuhkan kemajuan di bidang teknologi informasi agar proses usaha berjalan lebih cepat dan segala keputusan maupun perencanaan bisa diambil secara tepat.

Dalam bidang keuangan misalnya, perusahaan harus bisa menggunakan teknologi software akuntansi untuk mulai mengelola semua transaksi keuangan agar dapat diolah lebih cepat menjadi sebuah laporan yang bisa digunakan untuk mengambil keputusan program pembiayaan sebuah rencana bisnis ke depan.

 

Jurnal software akuntansi online dapat menjadi salah satu solusi manajemen usaha di bidang penggunaan informasi teknologi. Dengan Jurnal, dapatkan kemudahan untuk mengolah semua transaksi keuangan menjadi informasi yang tepat untuk perencanaan dan peningkatan usaha Anda. Dapatkan semua informasi yang Anda butuhkan tentang Jurnal di sini dan coba gratis 14 hari sekarang juga.

 

 

BisnisCustomer StoryDunia UKMEventInspirasiInvestasiKeuanganKeuangan BisnisLifestyleMarketingPanduan AkuntansiPast EventProdukUncategorized

Related Articles

Inspirasi

6 Tips Ruang Kerja yang Nyaman untuk Produktivitas Work From Home

Inspirasi

Outing Kantor : Definisi, Manfaat dan Rekomendasi

Inspirasi

Urban Farming dengan Sistem Hidroponik Menjadi Usaha Menguntungkan di 2020

Bisnis,Inspirasi

Inspirasi Budidaya Lele Sangkuriang Milik Fauzan Hangriawan


PUBLISHED 29 Jan 2018

IN Inspirasi


Novia Widya Utami


SHARE THIS ARTICLE:

AddThis Sharing Buttons

Share to Facebook

Share to TwitterShare to LinkedInShare to WhatsAppShare to SlackShare to Email

 

 

Tips dan Kiat Sukses untuk Memulai UKM

 

Indah

Konten kiriman user

Untuk meraih kesukesan tidak ada jalan yang instant. Termasuk dalam bidang Usaha Kecil Menengah (UKM).

ADVERTISEMENT

Menurut Gunawan Ardiyanto, konsultan bisnis sekaligus penulis buku-buku tentang UKM, untuk bisa menuju kesuksesan dan peluang usaha, UKM memerlukan proses dan waktu proses tersebut tidak sama antara usaha yang satu dengan usaha lainnya.

Agoen, sapaannya, menilai bahwa proses tersebut juga harus ditunjang oleh pengetahuan dalam menjalankan bisnis UMKM. Berikut ini 5 tips untuk sukses di bidang UMKM untuk Anda yang ingin memulai usaha.

1. Pahami Kebutuhan Pasar

Analisis yang perlu Anda lakukan adalah memperhatikan produk seperti apa yang saat ini dibutuhkan oleh masyarakat. Ini akan sangat membantu Anda agar bisa membuat produk sesuai permintaan pasar.

2. Kenali Pesaing

Anda harus mengamati produk yang ditawarkan oleh pesaing Anda. Temukan kelebihan dan kekurangannya.

ADVERTISEMENT

3. Jual Kualitas

Mutu dan kualitas adalah hal yang sangat penting. Jika Anda ingin menjadikan produk Anda sebagai national flag dibidangnya, tentu mutu dan kualitas harus menjadi standar utama. Produk yang baik menentukan harga.

4. Business Plan

Trial and error adalah usaha dengan coba-coba dan tidak mau belajar dari ahlinya, tidak mau mengeluarkan biaya untuk proses belajar tersebut dan akhirnya malah mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk kegagalan yang dilakukandan juga mengalami kerugian yang sebenarnya bisa dihindari atau paling tidak diminimalkan.

Rencana bisnis (business plan) ini tidak hanya diperlukan pada saat memilih dan memulai suatu usaha, tetapi bisa juga digunakan untuk mengevaluasi sampai mengembangkan usaha.

5. Standar Operasional Prosedur (SOP)

ADVERTISEMENT

SOP bisa diartikan sebagai perincian dari rencana bisnis yang Anda miliki. Adanya SOP dalam suatu perusahaan bermanfaat untuk menjaga konsistensi suatu prosedur kerja dalam memberikan kejelasan prosedur kerja, tanggung jawab dan wewenang serta yang paling penting dapat meminimalisir kesalahan karena langkap-langkahnya sudah dijelaskan dalam SOP ini. Selain itu, SOP juga berfungsi agar pekerjaan menjadi lebih mudah karena pendelegasian pekerjaan lebih jelas.

6. Strategic Plan

Strategic plan ini digunakan sebagai strategi untuk setiap permasalahan yang ada baik intern maupun ekstern., jangka pendek, menengah atau jangka panjang dan juga dapat digunakan untuk menghadapi partner, supplier, bahkan karyawan Anda sendiri.

7. Membangun Network

Membangun network atau jaringan bisa dilakukan dengan berbagai cara, jaringan ini diperlukan untuk mencari partner yang akan selalu mensupport usaha kita misalnjya supplier, transporter, distributor, dan lain sebagainya.

ADVERTISEMENT

8. Memanfaatkan Internet dan Media Sosial

Selain iu, membangun jaringan atau network juga dapat dimulai dengan penggunaan media sosial secara efektif sehingga dapat menghemat waktu dan juga biaya yang dikeluarkan. Calon pelaku UKM harus belajar melek media yaitu menggunakan berbagai media sosial seperti email, facebook, twitter, BBM, membuat blog dan atau website.

Tips untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) agar Semakin Maju

Tip Startup / UKM, Tip Umum, UKM,

#maju #ukm #usaha kecil menengah

Usaha Kecil Menengah (UKM) merupakan salah satu skala usaha yang memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat. Bahkan kehadiran dan pemberdayaan UKM ini mampu meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi negara. Meski berskala kecil, namun UKM merupakan langkah awal dari pembangunan ekonomi kerakyatan yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Para wirausaha tentu ingin sukses dengan bisnis yang dirintisnya. Mulai dari skala kecil dengan harapan mampu berkembang secara bertahap hingga menjadi skala menengah bahkan besar. Tak dipungkiri banyak UKM yang berjaya karena mampu meraih kesuksesan merebut pasar. Namun, tak sedikit pula yang kuncup alias jalan di tempat tanpa mengalami perkembangan yang signifikan bahkan gagal dan tersingkir dari industri.

Kegagalan memang menyedihkan bahkan menyakitkan, tapi tak seharusnya diratapi justru harus mampu menjadi cambuk untuk terus mengobarkan semangat meraih sukses. Merintis sebuah UKM memang gampang-gampang susah, meski skalanya kecil tapi tak bisa juga diremehkan. Meski berskala kecil namun pengelolaannya tetap harus dilakukan dengan serius agar hasil yang diperoleh serius pula.

Sekadar menjalankan bisnis memang kelihatan tak terlalu sulit, namun untuk mengembangkannya hingga mencapai kesuksesan dibutuhkan strategi. Tanpa strategi yang tepat, bisnis atau usaha meski skala kecil hanya akan jalan di tempat, bahkan tereliminasi karena kalah bersaing. Berikut tips jitu bagi UKM untuk bertahan dan mengembangkan bisnisnya.

  • Tentukan tujuan

Apa tujuan Anda merintis sebuah UKM? Sekadar untuk menghasilkan uang? Tak bisa dipungkiri uang menjadi alasan dan tujuan dalam merintis suatu UKM. Namun sejatinya bisnis tak hanya sekadar menghasilkan uang saja. Bisnis juga tentang memberi nilai kepada pelanggan atas segala sesuatu yang melekat pada produk atau jasa yang ditawarkan, baik layanan, keahlian atau keterampilan, maupun kualitas.

Diakui atau tidak, banyak pelaku UKM yang masih bingung dengan tujuan yang ingin dicapai dari bisnis yang dijalankannya. Banyak yang ingin merintis bisnis UKM, tapi bingung dengan jenis bisnis yang akan dirintisnya. Alhasil, keinginan membangun bisnis UKM tidak terealisasi. Jika pun dapat terealisasi, tidak ada tujuan pasti yang ingin dicapainya.

Sebelum memulai bisnis, memang ada baiknya jika mengenali bisnis itu sendiri. Seperti pepatah yang mengatakan, tak kenal maka tak sayang. Demikian pula dengan bisnis, selama tidak mengenali bisnis Anda sendiri, maka Anda tidak akan serius untuk mengembangkannya. Sebaliknya, semakin mengenal bisnis yang Anda jalankan, Anda akan semakin sayang sehingga senantiasa berusaha untuk mengembangkannya.

Bicara tentang tujuan bisnis, Anda sebagai wirausaha atau pelaku UKM harus mampu menilai bisnis Anda sendiri luar dalam. Anda bisa memulainya dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul dari dalam benak Anda sendiri maupun orang-orang di sekitar Anda, bahkan pelanggan Anda.

1.   Misalnya seperti beberapa pertanyaan berikut.

2.   Mengapa Anda berbisnis?

3.   Mengapa Anda tertarik dengan bisnis ini?

4.   Mengapa Anda memilih dan menjalankan bisnis ini?

5.   Mengapa Anda ingin mengembangkan bisnis ini?

Mungkin tampak rumit. Namun, jawaban dari beberapa pertanyaan tersebut akan membuat Anda semakin mengenal bisnis Anda. Dengan mengenal bisnis yang dijalankan, tentunya Anda akan dapat lebih mudah menentukan tujuan yang ingin dicapai dari bisnis tersebut.

  • Lakukan diferensiasi

Dalam dunia bisnis pastilah ada persaingan, termasuk pada industri UKM. Bicara tentang persaingan, segala sesuatu mungkin saja terjadi. Namun yang pasti terjadi adalah perebutan pasar. Setiap pelaku UKM tentu ingin menjangkau pasar dengan berbagai cara, asal produk atau jasa yang menjadi unggulan bisnisnya bisa laku di pasaran.

Kompleksitas dari persaingan akan tampak pada industri UKM dengan jumlah pemain yang banyak. Banyaknya pemain tersebut akan memperebutkan pasar yang sama. Hasilnya, pemain dengan strategi unggul yang akan memenangkan persaingan.

Jika Anda menjalankan bisnis dengan mekanisme yang standar, maka bisnis Anda akan sulit berkembang bahkan bisa jadi tersingkir dari persaingan. Mengapa? Konsumen tentu akan menjadi produk atau layanan yang memiliki kualitas lebih baik, layanan prima, dan keunggulan-keunggulan lainnya.

Pertanyaannya, apa yang membedakan bisnis Anda dengan pemain lain pada industri UKM yang sama? Jika tidak ada perbedaan yang signifikan, Anda akan sulit untuk merebut pasar, apalagi jika Anda tergolong sebagai pemain baru. Jadi, lakukanlah diferensiasi untuk merebut pasar.

Sebagai contoh, Anda berbisnis di bidang kuliner. Meski skalanya kecil, Anda bisa memanfaatkan teknologi untuk memberikan warna yang berbeda dari bisnis Anda dibandingkan dengan pemain lainnya. Misalnya dengan order online, layanan antar, promo pada hari-hari tertentu, menu yang lebih variatif, dan lain sebagainya. Intinya lakukan sesuatu yang berbeda dari para pesaing Anda.

  • Jalin komunikasi dengan pelanggan

Pelanggan adalah mitra terbaik dalam bisnis Anda. Oleh sebab itu, jagalah hubungan baik dengan pelanggan agar mereka senantiasa bersedia melakukan repeat order secara sukarela. Salah satu caranya adalah dengan menjalin komunikasi dengan pelanggan. Menjalin komunikasi dengan pelanggan dapat direalisasikan dengan memberikan notifikasi setiap ada program promo, produk atau layanan baru, atau event khusus yang akan diselenggarakan baik melalui SMS (Short Message Service), WhatsApp, email, atau akun-akun media sosial UKM Anda.

Teknologi yang semakin berkembang sekarang ini disadari atau tidak jika dimanfaatkan secara tepat mampu menjangkau pasar dengan lebih mudah. Dengan membuat akun di beberapa sosial media seperti Facebook, Instagram, Telegram, Twitter, dan lain sebagainya dapat menjadi media bagi UKM untuk memasarkan produk atau layanannya kepada pasar secara lebih luas. Namun, harus diingat juga bahwa penyebaran informasi ke perangkat pribadi pelanggan, seperti SMS, WhatsApp, ataupun email sebagai langkah menjalin komunikasi harus dilakukan secara elegan dan santun. Artinya, jangan melakukan spam yakni mengirimkan pesan atau informasi secara massal secara terus-menerus kepada pelanggan, apalagi yang dikirimkan adalah pesan yang sama. Hal tersebut justru mengganggu dan dapat menimbulkan kekesalan dalam diri pelanggan.

  • Petakan jalur untuk mencapai tujuan

Banyak jalan menuju Roma. Mungkin itulah ungkapan yang pas untuk menggambarkan maksud dari tips ini. Untuk mencapai tujuan, jangan hanya berpatokan pada satu jalur saja, karena jika jalur tersebut tertutup alias buntu tanpa Anda ketahui sebelumnya, maka upaya Anda untuk mengembangkan bisnis pun akan tersendat. Intinya, Anda harus memetakan jalur-jalur yang bisa dilalui untuk mencapai tujuan dari bisnis Anda. Jika jalur A macet, Anda bisa beralih ke jalur B. Jika jalur B terputus, Anda bisa beralih ke jalur C, dan seterusnya.

Untuk mencapai tujuan yang diinginkan, apapun bisa dilakukan asal tidak merugikan orang lain apalagi bertentangan dengan norma-norma hukum yang berlaku. Jika Anda benar-benar berkomitmen untuk sampai pada tujuan, maka Anda tak hanya sekadar memetakan jalur atau jalan yang bisa dilalui, tetapi juga mencari tahu rintangan yang berpotensi menghalangi. Dengan demikian, Anda bisa merumuskan strategi sebagai solusi untuk mengatasi bahkan menghilangkan rintangan tersebut.

  • Tetap fokus

Tak sedikit pelaku UKM yang gagal karena tidak fokus pada bisnis yang dijalankannya. Ketika bisnis mulai menunjukkan perkembangan yang baik, mereka tidak memantapkan strategi agar bisnis semakin berkembang tetapi justru sibuk memikirkan untuk membuka atau memulai bisnis baru. Analoginya, bagaimana suatu bangunan yang pondasinya belum kuat, dipaksa menopang bangunan lain di atasnya? Tentu akan roboh. Demikian pula dengan bisnis.

Di saat bisnis belum memiliki positioning yang kuat di pasar, alangkah baiknya jika Anda tetap fokus pada bisnis tersebut, meski secara materi bisnis tersebut telah mampu menghasilkan pundi-pundi uang. Apabila bisnis Anda cukup mampu menguasai market share minimal selama dua tahun berturut-turut, maka Anda bisa mulai memikirkan untuk membuka bisnis baru.

Bisnis UKM memang tampak sederhana, tapi tak bisa juga dianggap remeh-temeh. UKM yang dikelola dengan baik secara bertahap mampu menjadi bisnis skala besar yang dapat memberikan manfaat bagi banyak orang. Sebaliknya, apabila pengelolaannya dilakukan serampangan tanpa visi misi yang jelas, bisnis UKM tersebut akan menjadi gerbang menuju kegagalan dan kebangkrutan. Oleh sebab itu, dibutuhkan tindakan yang tepat sebagaimana telah diuraikan dalam tips-tips di atas untuk mencapai kesuksesan UKM.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lakukan 5 Hal Ini Agar bisnis UKM Anda Unggul dari Kompetitor

Search for:

Bisnis Usaha Kecil Menengah (UKM) atau bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) telah menjamur dan menajdi kelompok usaha yang paling besar di Indonesia. Bisnis UKM memberikan kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 60%. Bisnis UKM menghasilkan produk lokal yang memiliki daya saing tersendiri di pasar barang. Dalam membuat dan mengembangkan bisnis UKM, diperlukan strategi tertentu agar bisnis ini bisa bertahan di pasar nasional hingga mampu bersaing di pasar global. Berikut adalah lima tips UKM yang harus dilakukan agar bisnis UKM Anda unggul dalam menghadapi persaingan pasar.

Source: Freepik

Menghasilkan Produk yang Berkualitas

Bisnis UKM akan berhasil jika produk yang ditawarkan memiliki kualitas dan ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki oleh produk lainnya. Kualitas produk bisa diperbaiki dan ditingkatkan dari beberapa sisi. Produk bisa memiliki desain yang unik dan tidak dimiliki oleh produk manapun. Ide baru mengenai desain produk, baik produknya sendiri maupun dalam segi pengemasan, akan membuat pembeli tertarik dengan produk Anda.

Kualitas produk yang bisa Anda upgrade bisa jadi dari sisi kualitas produk, entah dengan sisi pengalaman penggunaan produk yang terus ditingkatkan berdasarkan input dari pelanggan, maupun sisi lain seperti kemudahan penggunaan hingga keawetan produk jika disimpan. Dengan terus mengetahui kebutuhan pelanggan, bisnis UKM Anda bisa bertahan dalam menjawab kebutuhan pasar.

Memasang Harga yang Sesuai

Bisnis UKM akan bisa mencuri perhatian konsumen jika dalam segi harga produk yang ditawarkan sesuai dengan budget pelanggan yang menjadi target pasar. Selain itu, harga yang dipasang sesuai dengan kualitas produk yang ditawarkan. Penentuan harga produk bisa Anda menghitung harga produksi produk.

Beberapa hal yang harus masuk dalam penentuan harga produk adalah berdasarkan tiga hal, yaitu biaya produksi yang ditambah dengan keuntungan yang ingin didapatkan yang biasanya sebanyak 30% dari harga produksi, berdasarkan harga yang dipasang oleh kompetitor produk dan mereka Anda, dan berdasarkan permintaan dari konsumen.

Harga produk yang sesuai akan lebih mudah ditentukan dengan mengetahi target pasar yang akan disasar. Dengan menentukan harga yang sesuai, kerugian akan terhindar dan keuntungan masih bisa didapatkan.

Memilih Tempat yang Tepat

Dalam memulai dan mempertahankan bisnis UKM, pemilihan tempat penjualan juga berpengaruh dalam keberlangsungan bisnis UKM yang dibuat. Dalam memilih lokasi penjualan, Anda harus memperhatikan lokasi yang strategis dengan akses yang mudah, sesuai dengan target pasar yang dibidik, mudah dijangkau oleh konsumen yang akan membeli produk Anda, dan memiliki stan atau toko yang menarik perhatian konsumen.

Melakukan Promosi Produk

Mempromosikan produk bisnis UKM Anda adalah kunci penting dalam mengenalkan produk Anda ke konsumen dan pasar yang lebih luas. Saat ini, Anda telah dimudahkan oleh hadirnya media sosial yang dapat memperluas cakupan pasar Anda. Dengan strategi pemasaran, baik secara oflline maupun online, Anda bisa mendapatkan konsumen yang akan membeli produk Anda.

Selain itu, riset yang mendalam akan produk yang dijual dan siapa saja target konsumen Anda yang sesuai akan memudahkan Anda mengetahui media promosi mana yang sesuai dengan produk Anda. Mengetahui dan memikirkan strategi pemasaran offlinedan onlineyang tepat untuk produk Anda juga akan memberikan dampak baik bagi bisnis UKM Anda dalam jangka panjang.

Memilih SDM yang Berkualitas

Dalam menangani bisnis UKM, Anda tidak mungkin tidak memerlukan bantuan dari orang lain. Memilih coworker atau rekan kerja yang berkualitas akan juga membantu Anda dalam mengembangkan bisnis UKM Anda. Dengan bisnis UKM yang berkembang dengan baik, maka produk dan merek Anda akan mampu menghasilkan produk dan layanan yang terbaik dalam jangka panjang.

Demikian adalah lima hal yang bisa membuat bisnis UKM Anda unggul dari kompetitor. Selain lima hal tersebut Anda juga dapat menggunakan aplikasi inventory terintegrasi Moodah.id untuk menunjang kelangsungan bisnis Anda. Dengan Moodah.id dan melakukan kelima hal di atas, bisnis UKM Anda dapat behasil menghadapi pasar nasional maupun global dan bisa bertahan dalam jangka panjang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tips agar Bisnis UKM Mampu Bertahan di Masa Pandemi Corona

Virus Corona telah mencuri perhatian seluruh warga dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan secara resmi mengumumkan Covid-19 tersebut sebagai pandemi atau wabah global. Munculnya Virus Corona tentu berdampak pada berbagai lini kehidupan, termasuk aktivitas para pelaku bisnis usaha kecil dan menengah atau UKM.

Virus Corona dianggap menghambat proses bisnis karena pekerjaan yang biasanya dilakukan dengan bertatap muka menjadi sulit dilakukan.

Tantangan Menjalani Bisnis saat Situasi Sulit

Sulit Melakukan Ekspansi

Sejumlah pelaku bisnis UKM pasti kesulitan untuk mencapai target-target yang harus dicapai saat perekonomian nasional terganggu akibat Corona. Selain kesulitan mencapai target tertentu, pelaku bisnis biasanya urung melakukan ekspansi.

Mewabahnya Virus Corona membuat perekonomian lesu dan sulit melakukan penjajakan produk di dalam maupun ke luar negeri. Pelaku bisnis UKM biasanya baru bisa bergerak untuk mulai proses ekspansi setelah wabah Virus Corona mulai reda.

Keuangan Perusahaan Terganggu 

Pasar yang lesu akibat dampak dari Virus Corona tidak mampu mendongkrak angka penjualan para pelaku bisnis UKM. Imbasnya pendapatan yang diterima pun tidak sesuai harapan. 

Hal ini menyebabkan keseimbangan keuangan perusahaan terganggu. Dampak terburuknya, bisnis yang dijalankan bisa saja gulung tikar akibat dana yang ada habis sebelum bisnis tersebut berkembang atau balik modal.

Tips Jalankan Bisnis Tetap Lancar di Masa Pandemi

Menjalankan bisnis UKM saat perekonomian Indonesia terdampak Virus Corona sangat sulit.  Bahkan beberapa sektor usaha hampir mengalami kelumpuhan yang ujung-ujungnya mempengaruhi perekonomian negara dan menyebabkan perlambatan aktivitas ekonomi secara global.

Pada akhirnya, pelaku bisnis UKM harus memutar otak untuk menjaga kondisi perusahaannya agar tetap prima, tanpa perlu saling bertatap muka dan khawatir tertular Virus Corona. Untuk mengatasi persoalan ini, pelaku bisnis bisa menjalankan sejumlah strategi agar bisnis tetap berjalan lancar di tengah ancaman resesi ekonomi akibat Corona

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagaimana Tips Agar UKM Sukses? Simak Ini!

Kondisi bisnis sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) kini perlahan mulai membaik. Namun, ternyata masih banyak juga UKM yang berada di daerah yang masih kesulitan untuk mengembangkan usahanya.

Padahal UKM di Indonesia ini semuanya berpeluang menjadi besar dan berkembang meskipun berada di daerah. Masalahnya adalah dibutuhkan proses yang tidak mudah dan tidak cepat untuk meraih kesuksesan tersebut.

Selain itu, pengetahuan dari SDM atau pelaku UKM sendiri juga perlu diperhatikan agar memiliki mindset dan tata kelola usaha yang lebih baik.

Baca juga: 6 Pilar Membangun UKM Hingga Beromzet Rp 5 Milyar Per Tahun

Pelaku UKM masih perlu diberikan pembelajaran yang positif tentang bagaimana mengelola bisnis UKM nya. Dan kali ini, EtalaseBisnis.com akan berbagi tips yang telah dikemukakan oleh Gunawan Ardiyanto, seorang konsultan bisnis dan penulis buku-buku UKM.

Berikut ini 5 Tips agar UKM Sukses:

Daftar Isi

·         #1 Buat Rencana Bisnis

·         #2 Buatlah S.O.P

·         #3 Rancang Strategic Plan

·         #4 Bangunlah Jaringan Bisnis

·         #5 Gunakan Media Online

#1 Buat Rencana Bisnis

Rencana bisnis atau bahasa kerennya Business Plan merupakan langkah yang bisa diambil untuk menyusun langkah kerja di depan. Tidak hanya digunakan ketika saat memulai usaha saja, tetapi Business Plan juga bisa digunakan bagi UKM yang telah berjalan untuk mengevaluasi kinerjanya.

Salah satu cara membuat business plan yang tepat adalah dengan berkonsultasi pada orang yang tepat. Orang yang tepat itu bisa orang yang ahli di dalam dunia bisnis atau seseorang yang telah sukses dalam mengelola bisnis.

Di dalam Business Plan sebaiknya dijelaskan tentang deskripsi usaha tersebut, analisa pasar dan juga kompetitornya, pemilihan lokasi usaha, metode marketing/pemasaran, tata kelola manajemen/SDM, rencana produksi, tata kelola keuangan, hingga rencana pengembangan usaha.

Pastikan juga membuat Plan B jika Plan A tidak berhasil dilakukan atau terkendala ketika mengembangkannya.

#2 Buatlah S.O.P

Memiliki Work Flow yang jelas tentunya akan memudahan ketika melakukan produksi sampai pemasaran. Untuk itu, buatlah Standard Operating Procedure (SOP) yang mencakup tahapan-tahapan kerja UKM Anda.

Fungsi dari adanya SOP ini adalah memberikan konsistensi dengan prosedur kerja yang jelas. Pada akhirnya adalah kualitas produksi yang dihasilkan akan sama atau bahkan lebih baik.

Jika produk UKM Anda ternyata banyak menarik perhatian, maka dengan memiliki SOP yang jelas, Anda pun akan semakin mudah dalam mengembangkannya. Misal ketika akan membuka cabang atau franchise untuk usaha Anda.

#3 Rancang Strategic Plan

Dalam poin pertama sudah dijelas bahwa Anda juga perlu menyiapkan Business Plan B. Meskipun tidak detail, tapi itu adalah bagian dari Strategic Plan. Strategi Bisnis sangat penting guna mengantisipasi kendala-kendala yang akan timbul di bisnis UKM Anda.

Misalnya jika suatu saat modal habis, maka Anda harus melakukan ini. Jika tidak memiliki strategi bisnis, nanti akan kesulitan jika sewaktu-waktu mendapatkan masalah internal ataupun dengan kompetitor Anda.

#4 Bangunlah Jaringan Bisnis

Jangan kerjakan bisnis sendirian. Bangunlah jaringan dengan berbagai pihak yang sifatnya saling menguntungkan. Dengan memiliki jaringan, Anda akan mudah mendapatkan supplier, jaringan pemasaran, hingga konsumen.

Membangun jaringan bisa dilakukan dengan berbagai cara, misalnya mengikuti seminar, workshop, bergabung di komunitas, atau pameran dll. Yang terpenting Anda harus aktif di dalam forum-forum tersebut.

Baca juga: UKM : Manfaat Yang Didapatkan Ketika Mengikuti Pameran

#5 Gunakan Media Online

Jangan gaptek dan tidak mau melek dengan yang namanya teknologi, khususnya media online. Saat ini Anda bisa menggunakan media-media online yang bisa diakses secara gratis. Katakanlah Facebook, Twitter, Blog, dll, semua itu bisa dimanfaatkan untuk pemasaran dan membangun jaringan juga.

Akan lebih baik jika UKM Anda memiliki website tersendiri yang berguna sebagai profil UKM serta penjualan produk UKM Anda. Jangan merasa belum butuh dengan media-media online tersebut. Karena dampak yang akan Anda rasakan jika dioptimalkan akan jauh lebih besar dibanding melakukan pemasaran secara konvensional.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

10 Ide Usaha Kecil Menengah Terbaik dan Cara Mudah Mengelolanya

June 25, 2018 8 min read

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu roda penggerak perekonomian Indonesia. Menurut Kementerian Koperasi dan UKM, sumbangan UMKM terhadap PDB Indonesia mencapai angka 60,34 persen pada tahun 2017. Artinya sekitar 60 persen nilai barang dan jasa yang diproduksi di Indonesia pada tahun 2017 berasal dari sektor UMKM.

Sebelum masuk ke pembahasan mengenai aplikasi penunjang jalannya UKM, ada baiknya mengenal apa itu UMKM. UMKM terdiri dari tiga jenis usaha, yaitu Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Usaha Menengah.

Perbedaan ketiganya terletak pada jumlah aset dan omzet yang dihasilkan.

Usaha Mikro adalah usaha produktif dengan aset kurang dari 50 juta rupiah dengan omzet maksimal 300 juta rupiah.

Sedangkan Usaha Kecil adalah usaha produktif dengan aset 50-500 juta rupiah dan omzet 300 juta sampai 2,5 milyar rupiah.

Terakhir, Usaha Menengah adalah usaha produktif dengan aset 500 juta hingga 10 milyar rupiah dan omzet 2,5-50 milyar rupiah.

Daftar isi tutup

1 Apa Saja Ide Bisnis UKM yang Bisa Anda Lakukan?

1.1 1. Fashion

1.2 2. Skin Care dan Kosmetik

1.3 3. Perlengkapan Bayi

1.4 4. MUA

1.5 5. Kuliner

1.6 6. Furnitur

1.7 7. Penginapan

1.8 8. Jasa Foto dan Video

1.9 9. Digital Marketing Agency

1.10 10. Buku

2 Mengelola Usaha Kecil Menengah dengan Bantuan Teknologi

2.1 WordPress

2.2 Google Bisnisku

2.3 WhatsApp Bisnis

2.4 Aplikasi Laporan Keuangan

2.5 Aplikasi Point on Sale (POS)

3 Kesimpulan

Apa Saja Ide Bisnis UKM yang Bisa Anda Lakukan?

1. Fashion

 

Usaha di bidang pakaian sepertinya masih menjadi primadona di Indonesia, terutama yang dilakukan secara online. Menurut The Jakarta Post, produk fashion menjadi salah satu incaran favorit orang Indonesia ketika berbelanja online.

Lingkup industri pakaian sangat luas, dari baju, celana, aksesoris, hingga sepatu. Bagi Anda yang memiliki passion di bidang industri fashion, tidak perlu ragu jika Anda ingin mulai usaha kecil menengah di bidang fashion.

Anda bisa menjual produk merek terkenal atau bisa juga membuat merek produk fashion sendiri. Merek-merek pakaian lokal pun kini juga banyak dicari oleh orang Indonesia.

Melalui toko online, para pemilik merek pakaian lokal bisa menjual produknya ke seluruh Indonesia, bahkan ke luar negeri juga. Banyak contoh merek pakaian lokal yang berhasil menjual produknya secara online seperti Nokha, Erigo, dan Men’s Republic.

2. Skin Care dan Kosmetik

 

Produk skin care dan kosmetik juga bisa menjadi pilihan untuk memulai usaha kecil menengah Anda. Pasalnya, industri skin care dan kosmetik di Indonesia memiliki masa depan cerah.

Berdasarkan laporan Kementerian Perindustrian, industri kosmetik mengalami pertumbuhan sebanyak 20 persen pada tahun 2017. Masih menurut laporan Kemenperin, 95 persen industri kosmetik nasional didominasi oleh industri kecil dan menengah.

Menurut Menperin Airlangga Hartanto, pasar yang ditargetkan pun sekarang menjadi lebih luas, tidak hanya perempuan, tetapi laki-laki kini juga menjadi pasar potensial untuk industri kosmetik dan skin care. Selain itu, tren untuk menggunakan bahan alami juga sedang populer di kalangan konsumen kosmetik Indonesia.

Jadi bagi Anda yang ingin memulai usaha kecil menengah di bidang kosmetik dan skin care, pastikan juga untuk mempertimbangkan laki-laki sebagai target pasar dan menggunakan bahan alami.

3. Perlengkapan Bayi

 

Jenis usaha kecil menengah satu ini mungkin terlihat biasa-biasa saja. Namun, menurut lembaga riset Sigma Research Indonesia, pasar produk ini bernilai 88,1 triliun rupiah pada tahun 2017.

Melihat peluang usaha besar pada industri ini, Anda bisa memulai usaha kecil menengah dengan menjadi reseller produk-produk bayi seperti botol susu, pakaian bayi, mainan bayi, hingga perlengkapan mandi bayi.

4. MUA

 

Jika Anda tidak begitu tertarik dengan usaha kecil menengah yang menjual produk, bisnis jasa pun tersedia, salah satunya adalah Make Up Artist (MUA). Bisnis ini semakin populer karena semakin banyak perempuan yang ingin tampil lebih cantik dengan make up profesional.

Jasa ini biasanya dibutuhkan di momen seperti wisuda, lamaran, pernikahan, photoshoot, dan acara-acara besar lainnya. Selain itu, jika Anda sudah cukup mahir, Anda juga bisa membuat kelas atau kursus make up.

Agar bisa menjangkau konsumen lebih banyak Anda harus memiliki online presence dengan mendaftarkan diri ke direktori make up artist seperti di HelloBeauty atau Go Glam. Lebih baiknya lagi, Anda memiliki website resmi.

5. Kuliner

 

Bisnis kuliner memang tidak pernah mati. Di Indonesia sendiri, bisnis kuliner menyumbang 41,40 persen produk domestik bruto ekonomi kreatif Indonesia dengan nilai 383 triliun rupiah.

Terlebih lagi dengan adanya layanan antar makanan seperti Go Food dan Grab Food, bisnis kuliner semakin berjaya di ranah online. Jasa antar makanan ini memungkinkan pelanggan untuk memesan makanan secara online dan makanan akan diantar ke lokasi pemesan.

Dengan memanfaatkan layanan antar makanan online, Anda memudahkan mereka yang sibuk atau tidak bisa pergi langsung ke toko. Go Food sendiri sudah bekerja sama dengan lebih dari 100 ribu partner yang 80 persen di antaranya adalah usaha kecil menengah.

Bagi Anda yang ingin memulai usaha kecil menengah di bidang kuliner, bekerja sama dengan layanan antar makanan online adalah sebuah keharusan. Dengan begitu, usaha kuliner Anda bisa lebih banyak mendapatkan pelanggan secara online.

6. Furnitur

 

Bisnis furnitur memang belum sepopuler jenis bisnis lainnya di dunia maya. Namun, bisnis furnitur menyumbang 16,9 persen omzet ecommerce Indonesia pada tahun 2017.

Kini pelanggan tidak harus mengunjungi toko secara langsung untuk membeli furnitur yang diinginkan. Pelanggan bisa melihat furnitur yang ingin dibelinya secara online dan membelinya secara online juga. Atau pelanggan pun bisa melihat furnitur secara online dan membelinya di toko.

Bagi yang ingin memulai usaha kecil menengah di bidang ini, Anda harus mulai memasarkannya secara online. Anda bisa membuat website toko online furnitur sendiri dan bekerja sama dengan marketplace khusus furnitur. Salah satu contoh usaha di bidang furnitur yang sukses memasarkan produknya secara online adalah NovaSolo

7. Penginapan

 

Tren backpacker di Indonesia membuat permintaan terhadap fasilitas penginapan murah seperti hostel dan guest house meningkat.

Bagi Anda yang tinggal di kawasan tujuan turis, usaha kecil menengah di bidang penginapan ini bisa dicoba. Dibandingkan dengan hotel, hostel dan guest house tidak memerlukan biaya banyak karena fasilitas yang diberikan biasanya hanya tempat tidur, kamar mandi, sarapan, dan fasilitas dasar lainnya.

Jika belum bisa membangun hostel atau guest house, Anda bisa memanfaatkan aplikasi home sharing seperti AirBnB. Dengan aplikasi ini Anda bisa menghasilkan uang dengan menyewakan tempat tinggal Anda kepada pelancong.

8. Jasa Foto dan Video

 

Jasa foto dan video juga perlu dipertimbangkan untuk dijadikan usaha kecil menengah Anda. Meskipun sekarang hampir semua orang bisa mengakses kamera, belum tentu bisa menghasilkan foto dan video yang bagus.

Biasanya jasa foto dan video ramai dicari untuk mendokumentasikan momen-momen penting seperti pre wedding, pernikahan, wisuda, ulang tahun, atau anniversary. Untuk foto pernikahaan sendiri sudah memiliki popularitas di Instagram melalui hashtag #weddingphotography.

Beberapa contoh jasa foto dan video yang sudah sukses adalah Bernardo Pictura.

9. Digital Marketing Agency

 

Kini hampir semua pengalaman berbelanja dimulai dari mesin pencari Google atau media sosial. Namun, tidak banyak pemilik usaha kecil menengah yang paham bagaimana menjalankan digital marketing dengan baik.

Bagi Anda yang memiliki keahlian di bidang digital marketing seperti Search Engine Optimization (SEO), content writing, copywriting, hingga website, membuka usaha kecil menengah di bidang ini disarankan.

10. Buku

 

Dengan adanya internet, kini membeli buku juga tidak perlu langsung ke toko buku. Pelanggan bisa membeli buku secara online melalui website, media sosial, ataupun marketplace.

Untuk usaha kecil menengah ini, Anda bisa menjual buku secara online saja atau bisa sekaligus membuat toko fisik. Namun, sebelumnya Anda perlu melakukan riset pasar terlebih dahulu sehingga Anda bisa memberikan harga dan layanan yang kompetitif dibanding toko buku mainstream.

Selain itu Anda juga perlu mengetahui buku seperti apa yang sulit ditemukan di toko buku mainstream, misalnya, buku impor atau buku langka yang banyak dicari orang. Jadi toko buku online Anda bisa bersaing dengan toko buku mainstream.

Mengelola Usaha Kecil Menengah dengan Bantuan Teknologi

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, usaha kecil menengah merupakan sektor ekonomi yang menggerakkan perekonomian Indonesia. Sebagai salah satu penggerak utama ekonomi Indonesia, pemilik usaha kecil menengah harus melek terhadap perkembangan teknologi karena besar pengaruhnya terhadap bisnis.

Teknologi mengubah cara hidup manusia, termasuk di dalamnya cara berbisnis. Kini Indonesia memasuki era revolusi industri 4.0, di mana semua mesin dihubungkan melalui sistem internet atau disebut juga sebagai revolusi digital.

Semua industri harus siap menghadapi revolusi industri ini, tidak terkecuali usaha kecil menengah. Agar bisa tetap bertahan dalam persaingan era revolusi digital, usaha kecil menengah harus menerapkan teknologi terbaru.

Sayangnya kesadaran terhadap pentingnya teknologi terhadap bisnis UKM belum disadari oleh semua pemilik usaha kecil menengah di Indonesia.

Berdasarkan laporan CNN Indonesia baru 20 persen pemilik usaha kecil menengah yang mengutamakan penerapan teknologi informasi di bisnisnya. Menurut laporan tersebut, kebanyakan dana alokasi untuk teknologi informasi usaha kecil menengah hanya berkisar pada komputer atau ponsel. Tentu saja dua hal tersebut belum cukup untuk mendukung jalannya usaha kecil menengah di era revolusi digital.

Masih menurut laporan CNN, kebanyakan pemilik usaha kecil menengah khawatir terhadap besarnya biaya yang dikeluarkan untuk alokasi teknologi informasi. Padahal tidak semua perangkat teknologi informasi perlu mengeluarkan biaya. Tersedia banyak alat gratis yang bisa digunakan pemilik usaha kecil menengah untuk keberlangsungan bisnisnya, dari aplikasi untuk mengelola website hingga aplikasi laporan keuangan.

Beberapa perangkat teknologi informasi memang membutuhkan biaya. Namun, pemilik bisnis UKM harus menyadari bahwa dana yang dikeluarkan untuk investasi di bidang teknologi informasi mampu membuat pengelolaan usaha kecil menengah semakin mudah, efektif, dan efisien sehingga dapat meningkatkan keuntungan.

Baca juga: Cara Memulai Bisnis Online Modal Kecil Bagi Pemula

Beberapa perangkat teknologi yang dapat Anda gunakan dalam mengelola usaha kecil menengah adalah sebagai berikut:

WordPress

 

Sudah punya website untuk bisnis online Anda? Jika belum, sebaiknya Anda mulai membuat website dari sekarang juga, apalagi kini membuat website tidak lagi sulit. Dengan menggunakan WordPress, Anda dapat membuat dan mengelola website bisnis online dengan mudah.

CMS ini dirancang agar mudah untuk dioperasikan oleh siapapun, baik pemula maupun mahir dalam bidang website. WordPress telah dipercaya oleh sekitar 74 juta pengguna yang tersebar di seluruh dunia, setidaknya terdapat 1 juta situs di antaranya adalah bisnis online.

WordPress tersedia secara gratis sehingga cocok untuk usaha kecil menengah. Selain itu, WordPress juga sudah kompatibel dengan WooCommerce sehingga akan memudahkan para pemilik usaha kecil menengah untuk membuat toko online.

Meskipun tersedia secara gratis, bukan berarti WordPress berkualitas rendah. Buktinya banyak perusahaan besar yang menggunakan CMS ini. Beberapa di antaranya adalah Sony Music, Beyonce, The Walt DisneyCompany, Mark and Spencer for Business, dan BBC America.

Baca juga: 20 Contoh Website Perusahaan dan Toko Online Terbaik

Google Bisnisku

 

Google Bisnisku merupakan fitur gratis dari Google untuk para pemilik bisnis agar lebih mudah dalam mengelola kehadiran onlinenya di Google, termasuk dalam pencarian Maps sekalipun. Mungkin fitur ini sudah tidak asing bagi Anda. Ketika mengetikkan nama sebuah tempat makan, perusahaan, atau kantor di Google, Anda akan menemukan informasi bisnis di sebelah kanan hasil pencarian seperti contoh di bawah ini.

Dengan menggunakan fitur ini Anda bisa memberikan informasi tentang bisnis Anda dari alamat bisnis, jam buka, nomor telepon, situs web resmi, hingga ulasan konsumen yang pernah membeli produk atau jasa Anda. Fitur ini juga memungkinkan para pencari di Google untuk mengajukan pertanyaan mengenai bisnis Anda di kolom Tanya Jawab.

Fitur ini tidak hanya memudahkan konsumen untuk menemukan bisnis Anda, tetapi juga untuk meningkatkan kepercayaan konsumen karena untuk dapat menggunakan fitur ini pemilik melakukan proses verifikasi terlebih dahulu dari Google.

Baca juga: Cara Daftar dan Verifikasi Google Bisnisku

WhatsApp Bisnis

 

Sekarang WhatsApp tidak hanya berfungsi untuk aktivitas chatting personal, tetapi juga untuk bisnis. Sama seperti dua aplikasi sebelumnya, WhatsApp Bisnis juga tersedia secara gratis.

Berbeda dari WhatsApp biasa, untuk memiliki WhatsApp bisnis Anda perlu melakukan proses verifikasi dengan mengisi seluruh informasi bisnis, termasuk alamat dan nomor telepon bisnis. Proses verifikasi ini berguna untuk menghindari kemungkinan adanya penyalahgunaan nama bisnis Anda.

Berikut merupakan beberapa fitur WhatsApp Bisnis yang bisa digunakan para pemilik bisnis UKM:

  • Profil Bisnis

WhatsApp Bisnis memungkinkan Anda untuk membuat profil bisnis yang berisi nama badan usaha, alamat, dan website resmi.

  • Statistik

Anda dapat mengetahui performa pesan yang dikirimkan melalui WhatsApp sehingga Anda bisa mengetahui berapa penerima yang membuka pesan dan berapa penerima yang mengabaikan pesan Anda.

  • Pesan Sapaan

Anda dapat menyapa pelanggan ketika mereka pertama kali terhubung dengan WhatsApp Bisnis Anda.

  • Pesan Otomatis

Anda juga dapat mengatur pesan otomatis ketika Anda tidak dapat membalas langsung pesan yang dikirimkan pelanggan.

Dengan fitur-fitur tambahan di atas, WhatsApp Bisnis tetap mudah untuk dioperasikan. Selain itu, dengan memiliki WhatsApp Bisnis, Anda juga memudahkan pelanggan untuk menghubungi Anda, mengingat kebanyakan orang Indonesia memakai WhatsApp untuk kebutuhan komunikasinya.

WhatsApp merupakan aplikasi chat paling populer di Indonesia dengan total unique visitor 35,8 juta per bulan. Pengguna WhatsApp pun cukup aktif, sebanyak 70 persen pengguna WhatsApp mengaku menggunakan aplikasi chat ini setiap hari.

10 Tips Membangun Personal Branding dengan Website WordPress

Aplikasi Laporan Keuangan

Mengurus keuangan bisnis UKM tentu berbeda dengan mengurus keuangan pribadi. Anda tidak hanya mengelola keuangan untuk diri Anda sendiri, tetapi juga keuangan untuk bisnis yang menyangkut kehidupan banyak orang.

Mengelola laporan keuangan memang merupakan hal yang sulit dan merepotkan. Namun, bukan berarti pemilik bisnis UKM bisa mengabaikan laporan keuangan. Meskipun sulit dan merepotkan, laporan keuangan memegang peranan penting untuk mengembangkan bisnis.

Melalui laporan keuangan, Anda bisa mengetahui kondisi keuangan perusahaan secara detail sehingga dapat merencanakan pengembangan bisnis lebih matang. Pemilik bisnis UKM pun tidak perlu khawatir karena tersedia banyak aplikasi laporan keuangan gratis maupun berbayar.

Beberapa aplikasi laporan keuangan yang dapat digunakan oleh pemilik bisnis UKM adalah Lamikro, Jurnal, atau Sleekr. Lamikro sendiri merupakan aplikasi laporan keuangan yang dibuat oleh Kementerian KUKM dan tersedia secara gratis untuk para pemilik bisnis UMKM. sedangkan Jurnal dan Sleekr adalah layanan laporan keuangan online berbayar.

Aplikasi Point on Sale (POS)

Bagi bisnis UKM yang memiliki toko fisik, memiliki aplikasi POS akan memudahkan kasir ketika menerima pembayaran dari konsumen. Aplikasi Point of Sale (POS) adalah pengganti mesin kasir dengan fitur lebih lengkap dan harga lebih terjangkau. Selain itu, aplikasi POS juga tersambung ke komputasi cloud sehingga semua transaksi yang terjadi di toko tersimpan dengan baik.

Terdapat banyak startup lokal yang menyediakan aplikasi ini. Beberapa di antaranya adalah Moka, Pawoon, Olsera, Deal POS, Omega POS Cloud, HelloBill, NadiPOS, MeeberPOS, Dokuku, dan Folio.

Kesimpulan

Terdapat banyak ide usaha kecil menengah yang dapat Anda terapkan. Anda harus bisa memahami potensi apa yang Anda miliki dan apa yang dibutuhkan di sekitar Anda.

Menyambut revolusi digital, pemilik usaha kecil menengah juga bisa memanfaatkan kemajuan teknologi dengan biaya terjangkau. Sebagian besar aplikasi yang kami rangkum di atas tersedia secara gratis sehingga pemilik usaha kecil menengah tidak terbebani secara finansial.

Beberapa aplikasi memang membutuhkan biaya seperti aplikasi laporan keuangan dan aplikasi POS. Namun, biaya yang dikeluarkan masih cukup terjangkau, mengingat fitur-fitur lengkap yang disediakan.

Tersedianya perangkat-perangkat di atas berfungsi untuk membantu para pemilik usaha kecil menengah mengelola bisnisnya dengan mudah. Selain itu, Anda harus mulai melek terhadap kemajuan teknologi dalam pengembangan bisnis agar tidak gagap ketika muncul teknologi baru.

Demikian artikel ide usaha kecil menengah dan cara mudah mengelolanya. Klik subscribe pada blog Niagahoster untuk mendapatkan tips dan trik terbaru mengenai blog, website, web hosting, dan bisnis online. Selamat mencoba tips-tips kami!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dear Pelaku UMKM, Ini 3 Tips untuk Pertahankan Bisnis di Tengah Corona

Bagikan:

WE Online, Bogor -

Pandemi Covid-19 memiliki dampak besar pada keberlangsungan bisnis Usaha Kecil dan Menengah (UMKM). Berdasarkan hasil survei, sebanyak 96% pelaku UKM mengaku sudah mengalami dampak negatif Covid-19 terhadap proses bisnisnya.

75% di antaranya mengalami dampak penurunan penjualan yang signifikan. Tak hanya itu, 51% pelaku UMKM meyakini kemungkinan besar bisnis yang dijalankan hanya akan bertahan 1 bulan hingga 3 bulan ke depan.

Sebanyak 67% pelaku UMKM mengalami ketidakpastian dalam memperoleh akses dana darurat, dan 75% merasa tidak mengerti bagaimana membuat kebijakan di masa krisis. Sementara, hanya 13% pelaku UMKM yakin bahwa mereka memiliki rencana penanganan krisis dan menemukan solusi untuk mempertahankan bisnis mereka.

 

 

 

 

 

Lima Tips Sukses UKM

Jumat, 5 April 2013 00:19 WIB

lihat foto

IST

Membangun jaringan melalui internet sangat efektif dan murah

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Feryanto Hadi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Tidak ada cara instan untuk meraih kesuksesan, termasuk pada sektor Usaha Kecil-Menengah (UKM).

Menurut Gunawan Ardiyanto, konsultan bisnis sekaligus penulis buku-buku tentang UKM, untuk bisa menuju pada jenjang kesuksesan dan peluang usaha, sebuah UKM memerlukan proses, dan lama proses tersebut tidak sama antara satu usaha dengan usaha lainnya,  tergantung besar-kecilnya usaha tersebut.

Proses yang dimaksud, kata Agoen, sapaan akrabnya, juga harus ditunjang dengan pengetahuan dalam menjalankan bisnis UMKM. Agun menuturkan, setidaknya ada lima hal yang harus diperhatikan oleh pelaku UKM untuk bisa meraih kesuksesan usahanya.

Berikut ini 5 Tips untuk Sukses di bidang UKM, seperti yang dituturkan Agoen kepada Wartakotalive.com, Kamis (4/4).

1. Mempunyai Business Plan

Banyak orang menjalankan usaha dengan cara coba-coba “Trial and Error”, tidak mau belajar dari ahlinya, tidak mau mengeluarkan biaya untuk proses belajar tersebut dan akhirnya malah mengeluarkan biaya yang sangat besar karena kegagalan-kegagalan atau mengalami kerugian yang sebenarnya bisa dihindari atau paling tidak diminimalkan.

Menurut Agun, dengan cara belajar dan bertanya kepada ahlinya atau kepada orang yang sudah sukses menjalankan jenis usaha tersebut, dapat membuka pengetahuan dan peluang untuk merangkai sukses.

Perencanaan Usaha (Business Plan) ini tidak hanya diperlukan pada saat memilih dan memulai usaha, tetapi juga bisa digunakan untuk mengevaluasi sampai mengembangkan usaha yang di dalamnya berisi antara lain Deskripsi Bisnis, Analisa Pasar dan Kompetitor, Pemilihan Lokasi, Pemasaran, Manajemen dan SDM, Rencana Produksi, Keuangan, Data informasi pendukung, Tujuan Jangka Pendek, menengah dan Jangka Panjang, Pengembangan Usaha.

2.   Mempunyai S.O.P

3.   Standard Operating Procedure (SOP) bisa diterjemahkan sebagai pendetailan dari Business Plan, manfaat adanya SOP antara lain dapat menjaga konsistensi dalam menjalankan suatu prosedur kerja, memberikan kejelasan prosedur kerja, tanggung jawab dan wewenang, dapat meminimalisir kesalahan dalam melakukan pekerjaan, memudahkan pendelegasian serta membantu dalam evaluasi terhadap setiap proses kerja

4.   Selain itu, SOP juga bisa digunakan sebagai persiapan untuk pembuatan franchise usaha kita

5.   3. Mempunyai Strategic Plan

6.   Strategic Plan ini digunakan sebagai strategi untuk menghadapi setiap permasalahan yang ada baik intern maupun ekstern,  jangka pendek, menengah atau  jangka panjang, bahkan bisa digunakan jika terjadi sesuatu yang terjadi secara mendadak atau tiba-tiba, misalnya menghadapi kompetitor, supplier, partner, bahkan karyawan kita sendiri.

7.   4. Membangun Network

8.   Membangun network atau jejaring bisa dilakukan dengan berbagai cara, jaringan ini diperlukan tidak hanya dalam hal pemasaran tetapi juga dalam rangka mencari partner yang akan mendukung usaha kita, misalnya supplier, transporter, distributor, menjalin simbiosis mutualisma (saling menguntungkan) dan lain-lain, melalui beberapa kegiatan misalnya sering menghadiri seminar, workshop atau training (tidak hanya dapat ilmu tetapi juga mendapatkan relasi), dengan membuat kartu nama, brosur, buletin, bergabung dengan beberapa komunitas entrepreneur, sosial, keagamaan, hobby, paguyuban dan sebagainya.

9.   5. Memanfaatkan Internet dan Social Media

10.                Untuk mengembangkan jaringan atau networking, internet dan social media sangat efektif digunakan pemanfaatan social media ini akan menghemat biaya dan waktu, karena UKM dengan calon konsumen atau partner tidak harus bertemu langsung, untuk itu pelaku UKM wajib belajar dan memanfaatkan internet mulai dari email, facebook, twitter, BBM, membuat blog atau website.

11.               

Artikel ini telah tayang di
Tribunnews.com dengan judul Lima Tips Sukses UKM, https://www.tribunnews.com/bisnis/2013/04/05/lima-tips-sukses-ukm?page=2.

Editor: Hendra Gunawan

12.                 

 

 

 

 

5 Strategi Meningkatkan Daya Saing UKM

No comments

Jumlah UKM (Usaha Kecil dan Menengah) kini mencapai 56,5 juta unik. Meski jumlah UKM di Indonesia saat ini begitu besar, tapi tak sebanding dengan tingkat daya saing UKM tersebut, baik lokal maupun internasional.

Hal ini disebabkan , sekitar 70% memulai UKM karena desakan ekonomi, bukan karena memiliki produk yang unik atau keterampilan pada bidang tertentu. Kebanyakan UKM hanya melakukan proses produksi dan menjualnya sehingga DayaSaingUKM Indonesia sulit bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar.

Tentu saja kondisi ini membuat sebagian besar UKM Indonesia tidak memiliki daya saing. Untuk bertahan dan berkembang dalam dunia bisnis, kita harus memiliki keterampilan, bekerja profesional, dan inovasi bisnis. Paling tidak pelaku UKM Indonesia bisa melakukan 5 (ima) hal agar bisa meningkatkan daya saingnya baik lokal maupun internasional. Saya akan menuturkan kelima hal tersebut:

1. INOVASI. Dalam bisnis, inovasi adalah segala-galanya. Inovasi melahirkan produk yang unik. Dan unik adalah awal dari daya saing. Konsumen membeli sesuatu yang berbeda dari kategori produk yang sama. Membeli produk yang sama akan cepat menimbulkan kebosanan. Hanya kerja keras yang akan melahirkan kreativitas. Produk yg unik alias beda dari yang lain adalah awal dari sukses bisnis UKM.

2. BRANDING. Penyebab kegagalan UKM adalah tidak melakukan branding. Bahkan pengertian branding pun rancu dengan iklan atau merek. Rata-rata UKM hanya menciptakan logo dan kemasan yang indah, lalu beranggapan produknya akan laku. Ternyata itu saja tidak cukup. Mengapa?

Brand terjadi lewat pengalaman pertama konsumen dengan produk. Bukan oleh logo atau kemasan yang indah. Seperti yang saya katakan di depan, produk yang unik akan mampu membangun brand lewat pengalaman pertama yang berkesan dengan konsumen. Logo dan kemasan indah menjadi tanda atas berulangnya kesan pertama pada kesempatan berikutnya. Saat itulah terjadi Brand Loyalty. Untuk contoh yang lebih sederhana, biarkan saya menjelaskan lewat analogi diri kita sendiri.

Bayangkan diri kita dan bercerminlah. Maka nama kita adalah merek dan wajah kita adalah logo. Artinya, seperti halnya wajah, logo adalah pengenal yang tidak ada kembarannya. Produk adalah tubuh kita, apa yang dilakukan oleh tubuh kita. Bila kita memiliki talenta yang unik, kita berpotensi menjadi brand.

Brand adalah hubungan emosi yang terbentuk karena talenta unik kita yang bermanfaat bagi komunitas anda. Pembentukan brand sangat ditentukan oleh kesan pada impresi pertemuan pertama. Karena itulah, tampilkan talenta unik Anda pada pertemuan pertama. Jadi yang membangun brand adalah kelakuan Anda. Wajah adalah logo pengenal atas kelakuan Anda. Dan nama Anda adalah merek yang diingat.

Jika berkaitan dengan produk, konsumen akan mendapat manfaat fisik. Jika berkaitan dengan brand, konsumen mendapatkan manfaat yang bersifat emosional seperti bangga, cinta, jatidiri, dan lain-lain.

3. MARKETING. Marketing mix adalah Product, Price, Place, dan Promotion.

A. Product. Sebanyak 60% dari usaha UKM harus fokus pada produk. Produk harus unik. Masalahnya, pelaku UKM membuat produk yang rata-rata sama dengan “tetangga sebelah”. Artinya, tidak ada keunikan antara produk kita dengan produk kompetitor kita. DNA produk harus jelas. Asal-usul. Silsilah. Semuanya harus jelas. Lakukan inovasi agar jadi unik. Kalau mudah ditiru, brand Anda akan berumur pendek.

B. Price. UKM biasanya adu murah. Mengapa banyak UKM yang memberikan harga murah pada produknya? Karena mereka sadar bahwa produknya generik. Produknya adalah produk massal, umum, dan tidak memiliki keunikan tersendiri. Inilah yang membuat UKM tidak PD untuk memainkan harga. Kalau produknya UNIK, apalagi produk kita hanya satu-satunya yang ada di pasaran, kita bisa dengan mudah mematok harga premium dan mahal.

Bila produk unik dan harga premium, maka margin yang dihasilkan akan cukup besar untuk menambah mesin-mesin produksi. Kalau margin tipis, lama-lama akan menggerus modal.

C. Place. Biasanya UKM melakukan distribusi sendiri. Jarang menggunakan jasa distributor atau agen. Karena masih partai kecil.

D. Promotion. UKM tidak perlu iklan. Manfaatkan WOM (Word of Mouth – Getok Tular). Jikalau pengalaman pertama berkesan, WOM lahir dengan sendirinya. Namun, UKM bisa merancang WOM lewat sosmed juga

E. Positioning, kebanyakan UKM baru pada taraf menjual, bahkan mengenal siapa dan bagaimana dia di pasar pun belum tahu, UKM perlu mengenal sebagai dan seperti apa ingin dikenal?

F. People ,mengenal siapa pembeli potensial adalah hal yang wajib ditentukan oleh setiap pelaku usaha, tanpa menentukan target pasar yang jelas, sebuah bisnis akan tak tentu arah dengan jelas. dan syangnya masih sebagian besar UKM bahkan tidak mengetahui pentingnya penentuan siapa pembeli potensial mereka

G Packaging, packaging dalam pemasaran bukan hanya sebatas bentuk kemasan produk, namun juga kemasan tampilan tempat, tampilan website, tampilan materi promosi bahkan juga kemasan sang pelakunya sendiri

4. MANAGEMENT. Pelaku UKM harus belajar manajemen. How to get things done by people. Sebagai single fighter, pelaku UKM bisa bertemu langsung dengan konsumen. Terima order, ya masak, ya terima uang. Pada tahap masih kecil seperti ini, hubungan seringkali sama dengan personal brand pelaku UKM. Namun, tetap saja, jika ingin bisnisnya besar, UKM harus belajar manajemen.

5. SDM. Masalahnya, SDM di UKM rata-rata 1,7%. SDM 1,7% itu artinya pelaku UKM sebagai single fighterdibantu oleh suami, anak, ibu, sopir, dan pembantu rumah tangga, hehehe. Jika ingin besar, UKM harus serius memikirkan SDM-nya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5 Jurus Pemerintah Buat UMKM RI Berdaya Saing Global Kompas.com - 28/11/2019, 14:35 WIB Bagikan: Komentar Kantor Kementerian Koperasi dan UKM Lihat Foto Kantor Kementerian Koperasi dan UKM(KONTAN/DANIEL PRABOWO) Penulis Elsa Catriana | Editor Yoga Sukmana JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Pengembangan Usaha Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi dan UKM Iman Pribadi mengatakan, pihaknya sudah memiliki 5 jurus untuk mendukung perkembangan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah ( UMKM). "UMKM merupakan sektor yang paling kuat untuk ekonomi Indonesia, pelaku UMKM harus dapat terus berkembang apalagi di era revolusi industri 4.0," ujarnya di Jakarta, Kamis (27/11/2019). Lima jurus itu yakni pertama, pengembangan koperasi dengan pendekatan sentra. Kedua, pemberdayaan secara lintas sektoral sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar UMKM memiliki program kemitraan dengan para pengusaha dan perusahaan baik dengan bank ataupun lembaga penjaminan. Baca juga: Gandeng Bukalapak, Kemenkop Ingin UMKM Cepat Masuk Pasar Global Saat ini Kemenkop dan UKM telah bekerja sama dengan 46 penyalur yaitu 38 bank umum dan BPD, 5 lembaga pembiayaan dan 3 koperasi simpan pinjam. "Presiden ingin semua elemen berkolaborasi sehingga produk unggulan kita bisa berkelas," kata dia. Ketiga, pembiayaan industri sektor yang diharapkan bisa berkembang. Keempat, pemberdayaan UMKM yang dilakukan variatif sesuai dengan karakteristik UMKM sendiri sehingga bisa dilihat berapa banyak UMKM yang naik kelas. Kelima, mendorong UMKM menuju arah digital. "Yang ingin saya sampaikan dan yang selalu disebut-sebutkam bapak menteri kami berharap besar dan ingin koperasi dan UMKM Indonesia bisa memiliki daya saing global," ucapnya. Baca juga: Target Salurkan 80 Persen Kredit ke UMKM, Ini Strategi BRI Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian nasional, dibuktikan dengan lebih dari 90 persen pelaku usaha di Indonesia masuk dalam kategori sektor UMKM. Untuk mendukung pengembangan usaha, pemerintah mendorong perbankan untuk menyalurkan kredit atau pembiayaan ke sektor tersebut. Bank Indonesia juga mengelurkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.17/12/PBI/2015 tentang Pemberian Kredit atau Pembiayaan oleh Bank Umum dan Bantuan Teknis Dalam Rangka Pengembangan UMKM. Rasio kredit UMKM terhadap total kredit setiap bank ditargetkan minimal sebesar 20 persen pada akhir 2018 lalu. Ini dilakukan secara bertahap dimana pada tahun 2015 rasio kredit UMKM terhadap total kredit minimal 5 persen, tahun 2016 senilai 10 persen dan tahun 2017 sebesar 15 persen.

Artikel ini telah tayang di
Kompas.com dengan judul "5 Jurus Pemerintah Buat UMKM RI Berdaya Saing Global", https://money.kompas.com/read/2019/11/28/143504426/5-jurus-pemerintah-buat-umkm-ri-berdaya-saing-global.
Penulis : Elsa Catriana
Editor : Yoga Sukmana

 

 

 

 

 

Lakukan Cara Ini untuk Tingkatkan Daya Saing UKM

Bagikan:

 

WE Online, Jakarta -

UKM merasa perlu untuk meningkatkan kualitas dan daya saing karena melihat ketatnya persaingan bisnis di era pasar bebas saat ini . Melawan banyak produk, baik lokal maupun global, tentu bukan hal yang mudah. Di samping harus tetap menjaga stabilitas usaha, UKM juga perlu mengantisipasi kehadiran produk-produk baru.

Bagi pelaku UKM, sudah saatnya Anda bangkit dan bersiap untuk menghadapi persaingan usaha yang semakin sengit.

Ahli e-commerce dari Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Muhammad Rosihan, menyebutkan bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menjalankan usaha untuk dapat meningkatkan daya saing, sebagai berikut:

1. Konsisten Terhadap Jenis Produk

Baca Juga

Dokter Teriak Kencang: Tolong Segera Berikan Kami APD, Tanpanya Kami Bisa Tumbang!

Benarkah Menhub Kondisinya Memburuk?

Gerindra Tanya: Pak Jokowi, Pembubaran HTI Lebih Darurat Ketimbang Corona Ya?

Benarkah Corona Bisa Menular lewat Udara? Ini Penjelasannya...

Jika ingin serius berbisnis, mulailah untuk fokus dan konsisten pada sebuah produk yang sudah memiliki pasar. Terlalu banyak menjual produk dalam satu ruang akan membuat calon konsumen tidak yakin dengan Anda. Mereka akan berpikir bahwa Anda tidak benar-benar serius menjual sebuah produk sehingga kualitas produk pun diragukan.

Dengan memfokuskan dan selalu mengembangkan kualitas menjadi lebih baik akan membuat konsumen yakin terhadap Anda. Pertahankan, dan kembangkan.

2. Masuk ke Satu Segmen Pasar

Ketika sudah mendapatkan pasar, langkah selanjutnya adalah menentukan segmen pasar. Jangan terlalu serakah untuk mengambil semua segmen, seolah produk Anda akan diminati semua kalangan. Tentukan segmen pasar dan fokuslah pada kebutuhan pasar Anda.

Dalam proses mengembangkan sebuah UKM terkadang tidak perlu muluk-muluk, namun dibutuhkan inovasi dari setiap kualitas serta konsistensi pada satu segmen pasar.

3. Amati Tingkat Persaingan

Ketika usaha sudah berjalan lancar, jangan berpikir bahwa usaha yang dijalankan akan terus stabil. Anda harus rajin melakukan survei tentang kebutuhan pasar dan kondisi persaingan bisnis. Sebab di saat bisnis sedang naik, tidak menutup kemungkinan persaingan bisnis datang bertubi-tubi. Dalam fase inilah inovasi dan kreativitas Anda dibutuhkan.

4. Tingkatkan Kualitas Produk

Akan selalu ada produk yang lebih baik dan terbaru dibandingkan produk Anda. Ini yang harus Anda ingat. Maka bersiaplah untuk kenyataan pahit ini dengan terus berinovasi dan konsisten dengan produk dan pelayanan yang baik. Tingkatkan kualitas produk dan pelayanan agar pelanggan Anda tidak berpindah ke kompetitor. Di sisi lain pelanggan baru akan terus berdatangan.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ini Lima Strategi Tingkatkan Daya Saing UMKM

Gatra.com | 05 Nov 2019 16:12

Teten Masduki. (GATRA/Ryan Puspa Bangsa/re1)

Teten Masduki. (GATRA/Ryan Puspa Bangsa/re1)

Teten Masduki. (GATRA/Ryan Puspa Bangsa/re1)

  •  
  •  

ARTIKEL TERKAIT

Jakarta, Gatra.com - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop dan UKM), Teten Masduki mengatakan, untuk mendorong produk UKM memiliki daya saiing tinggi, pihaknya menyusun dan menetapkan lima program unggulan. Pasalnya, Teten menargetkan produk UKM dalam negeri bisa masuk dalam global value chain.

"Lima program ini sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo untuk menjadikan koperasi dan UMKM yang jumlahnya Iebih dari 60 juta itu sebagai andalan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan penyerapan tenaga kerja. Terutama di tengah situasi perekonomian global yang kurang baik saat ini," kata Teten di Jakarta, Selasa (5/11).

Program pertama yakni memperbesar akses pasar baik dalam maupun luar negeri. Sehingga, diharapkan akan terciptanya peluang dan permintaan terhadap produk-produk koperasi dan UMKM.

Baca Juga: Menkop Akan Datang di Munas Dekopin

"Ke depan, pelaku koperasi dan UMKM dapat bekerja maksimal tanpa perlu takut produknya tidak bisa dipasarkan. Salah satu cara adalah dengan mendukung dan membantu penjualan secara online, dengan membuat regulasi agar perusahaan aplikasi dari luar negeri turut mempromosikan dan menjual produk koperasi dan UMKM kita," jelasnya.

Kedua, peningkatan kualitas produksi serta inovasi untuk meningkatkan daya saing produk dan jasa yang dihasilkan. Selain itu, Kemenkop UKM juga akan mendorong sertifikasi produk-produk UMKM. Pihaknya akan membantu menyediakan teknologi dan sarana pendukung, untuk memperbaiki kualitas dan kapasitas produksi yang bisa digunakan secara kolektif.

Ketiga, agregasi pembiayaan diharapkan akan menjadi solusi peningkatan pertumbuhan koperasi dan UMKM. Kelancaran dan efisiensi transaksi bagi UMKM seperti digital payment, dan juga kelancaran logistik dinilai bisa memperkuat daya saing. Pemerintah mengaku telah mengadakan pembicaraan dengan instansi dan lembaga terkait untuk mencari skema pembiayaan yang tepat.

Baca Juga: Berkoperasi, Kopi Arabika Sumsel Melabuh di Pasar Dunia

Selanjutnya, poin keempat, pengembangan kapasitas manajemen dan usaha koperasi dan UMKM akan diwujudkan melalui pemberian konsultasi, pelatihan, dan pendampingan oleh para ahli. Selain untuk memperbaiki kualitas Iayanan, program ini diharapkan dapat menambah pengetahuan untuk memasarkan produk ke luar negeri.

Terakhir, memberikan kemudahan dan kesempatan mengembangkan usaha bagi koperasi dan UMKM. Kemenkop UKM juga menargetkan pertumbuhan usaha dan startup baru di kalangan milenial dengan melibatkan universitas serta pusat-pusat UKM.

"Dengan Iangkah ini produk-produk lokal memiliki kesempatan yang sama untuk ditempatkan sejajar dengan produk-produk impor di maI-mal besar di Indonesia maupun negara sahabat," pungkasnya.


 

 

 

 

 

 

8 Cara Jitu Mengembangkan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)

By Kristianto Poluakan, 18 September 2017

   


Mengembangkan UMKM membutuhkan langkah-langkah dan strategi yang tepat. Karena banyak UMKM yang berdiri namun usahanya tidak berkembang, mengalami kerugian, dan bahkan berakhir dengan ditutupnya usaha tersebut. Untuk itu artikel ini akan memberikan 8 tips untuk membantu anda mengembangkan UMKM anda sehingga dapat mengembangkan UMKM anda.

Survey dan Observasi Tempat yang Berpotensi

Salah satu cara untuk mengembangkan usaha anda adalah dengan membuka cabang usaha di tempat-tempat yang berpotensi terjadi penjualan yang tinggi. Hal itu dimulai dengan meneliti berbagai tempat yang memiliki target pasar.

Lakukanlah survey dan observasi tempat dan lokasi yang ingin anda buka. Mulailah dengan mencari tahu apakah tempat itu membutuhkan produk yang anda jual. Buatlah pertanyaan-pertanyaan seperti berapa jumlah orang yang lewat di tempat itu, berapa banyak orang yang kemungkinan akan membeli produk anda, seberapa mudah akses logistik, dan kebutuhan ketika anda buka cabang di tempat itu. Sehingga data observasi bisa dikumpulkan dan menjadi pertimbangan apakah tempat itu adalah tempat yang tepat untuk membuka bisnis anda.

Mengikuti Beberapa Acara Pameran dan Festival

Mendukung eksistensi dari produk anda, ikutilah acara pameran atau festival. Dengan Ini produk anda akan dikenalkan kepada masyarakat lebih luas. Pameran dan festival adalah salah satu tindakan pemasaran yang cukup terjangkau dan bisa mendapatkan lebih banyak manfaat seperti mengenal vendor-vendor baru, mengetahui kompetitor-kompetitor bisnis anda dan juga mendapatkan calon-calon pelanggan setia anda.

Pilihlah pameran atau festival yang cocok dengan produk anda. Contohnya ketika anda mempunyai bisnis fashion tentunya mengikuti pameran yang mempunyai tema tentang produk fashion. Jika anda mempunyai produk kuliner/makanan khas anda perlu mengikuti pameran tentang makanan tradisional.

Membangun Relasi antar Sesama Pengusaha

Menjalankan usaha bukan cuma sekadar berdagang sendirian, tetapi juga menambah relasi yang lebih banyak. Semakin banyak relasi, semakin mudah mencari vendor-vendor yang terpercaya. Selain itu juga dengan semakin banyaknya relasi yang anda miliki akan membuka peluang untuk memperluas wilayah bisnis anda.

Cobalah untuk bergabung di beberapa komunitas yang memiliki jenis usaha yang sama dengan anda. Dengan begitu anda akan dapat lebih mudah untuk mendapatkan informasi seputar usaha yang anda jalani.

Meningkatkan Mutu Pelayanan

Ini adalah bagian yang tidak kalah pentingnya dalam mengembangkan bisnis anda. Ketika anda menerima kritik dan saran dari pelanggan, anda bisa memperbaiki hal-hal yang pengalaman yang kurang menyenangkan dari pelanggan. Hal ini dapat membuat mutu pelayanan anda semakin baik.

Tetapi tidak semua permintaan anda dapat penuhi. Anda harus jeli melihat mana kritik dan saran yang membangun bisnis anda dan mana yang tidak. Dahulukan kritik yang sering muncul pada pelanggan anda, karena kritik itulah yang membuat sebagian besar pelanggan anda merasa kurang nyaman.

Setelah itu pilihlah saran yang anda terima dari sekian banyak pelanggan yang ada. Karena bisa jadi itulah yang mungkin akan membedakan anda dari kompetitor.

Mengikuti Perkembangan Teknologi dalam Bisnis

Di era digital ini, sangat disayangkan jika anda termasuk orang yang sedikit ketinggalan dalam hal teknologi. Karena itu dapat membantu anda untuk mengembangkan bisnis anda baik dalam hal administrasi, transaksi keuangan, komunikasi, dan penjualan. Sering-seringlah anda membuka artikel tentang teknologi yang berkaitan dengan bisnis agar anda tidak ketinggalan.

Memanfaatkan teknologi dalam bisnis seperti ketika berkomunikasi kepada pelanggan dengan memanfaatkan aplikasi messenger, mengirimkan video dan foto produk anda, video call dan lain-lain.

Semua ini dapat mempengaruhi perjalanan bisnis anda, karena sekarang pasar juga menuntut untuk cepat, tepat dan terpercaya. Kecepatan informasi, cepat tanggap, manajemen yang terstruktur, SOP (Standard Operation Procedure) adalah aspek yang dapat melengkapi dan sangat mendukung usaha anda. Jika anda punya sedikit pengetahuan tentang penggunaan teknologi dalam bisnis ini akan menjadi nilai plus bagi anda dibandingkan dengan kompetitor.

Gunakan Media Sosial untuk Memasarkan Produk Anda

Setiap pengusaha tentunya ingin meningkatkan penjualan dalam bisnisnya. Salah satu cara yang efektif adalah dengan melakukan pemasaran (marketing). Di zaman digital ini, dengan internet orang bisa menemukan informasi hanya dengan membuka ponsel. Kebanyakan dari mereka menggunakannya untuk mengakses media sosial.

Oleh karena itu pemasaran secara digital diperlukan untuk bisa memperkenalkan produk kepada calon pelanggan. Dengan seringnya mereka membuka media sosial semakin besar mereka bisa melihat produk anda. Manfaatkan kesempatan ini untuk melakukan pemasaran digital dengan menggunakan media sosial seperti facebook, instagram, line, whatsapp, dan BBM.

Manfaatkan Beberapa E-commerce untuk Menjual Produk Anda

Era digital membuat orang lebih memilih berbelanja dengan menggunakan internet alias belanja online. Karena belanja online bisa dilakukan dimana dan kapan saja. Selain itu pelanggan tidak perlu pergi ke mall ataupun ke tempat perbelanjaan untuk mendapatkan barang yang mereka inginkan. Salah satu cara orang untuk berbelanja online adalah dengan mengakses e-commerce.

E-commerce adalah situs dimana orang jual beli segala jenis barang dan semuanya dilakukan menggunakan internet atau secara online. E-commerce dengan konsep marketplace menawarkan jasa bagi pengusaha untuk menjual secara online dengan cara membuka toko di situs mereka.

Gunakan beberapa situs e-commerce untuk menjual produk dan memperluas area pasar target anda. Manfaatkan fitur yang ditawarkan oleh e-commerce tersebut untuk memudahkan anda mengatur semua penjualan.

Gunakan Sistem ERP untuk Mengatur Akuntansi dan Inventaris

Menjalankan bisnis bukanlah hanya aktivitas jual beli. Tetapi juga merupakan hal yang penting untuk selalu mengetahui alur administrasi dan keadaan finansial perusahaan anda. Maka dari itu diperlukan pencatatan dan perhitungan dari setiap transaksi yang terjadi.

Ketika penjualan secara kuantitas barang hanya bisa dihitung dengan jari tentu ini adalah suatu hal yang mudah. Akan tetapi ketika anda barang anda laris manis dan banyak terjadi transaksi penjualan dalam waktu satu bulan, pastinya ini akan menjadi hal yang cukup merepotkan.

Oleh karena itu, anda membutuhkan sistem ERP dimana di dalamnya terdapat fitur yang dapat membantu anda untuk mengelola inventory dan akuntansi anda. Dari situ bisa dilihat perkembangan omzet anda dari bulan ke bulan dan dari tahun ke tahun. Selain itu juga anda dapat melihat laporan laba rugi sehingga anda dapat melihat apakah pengeluaran anda lebih besar dari pemasukan secara keuangan.

Dalam hal inventaris anda dapat melihat jumlah stok barang yang anda miliki. Dari sini anda juga bisa dilihat mana barang yang kurang diminati dan mana barang yang laris manis sehingga anda dapat menjaga jumlah stok barang.


Mengembangkan usaha memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Karena untuk melakukan itu anda perlu merogoh kocek lebih dulu. Kesuksesan bisnis anda sangat tergantung pada strategi yang anda lakukan. Jika anda menjalankan strategi yang kurang tepat maka anda kemungkinan akan mengalami kerugian. Tetapi ketika melakukannya dengan baik dan sesuai dengan langkah-langkah yang terukur, bisa jadi ini akan meningkatkan pendapatan dan omzet anda.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6 Strategi Pengembangan Usaha Kecil Menengah!

By

Niko Ramadhani

-

2

2983

 

 

Perkembangan usaha kecil menengah di Indonesia baru-baru ini memang mengalami peningkatan yang cukup pesat. Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Sutyowati mengatakan menurut data yang ia himpun dari Badan Pusat Statistik (BPS) sekarang tercatat sudah 3,79 juta pelaku UMKM sudah memanfaatkan teknologi digital. Oleh karena itu, peran dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di perekonomian nasional terhitung sudah sangat besar.

Dari data tersebut juga membuktikan bahwa tentu masyarakat Indonesia sudah menyadari bahwa memiliki usaha kecil menengah di era seperti sekarang tentu sangat menjanjikan, apalagi jika kita tahu strategi pengembangan usaha kecil menengah. Dalam mengembangkan usaha agar menjadi besar tidaklah mudah banyak aspek yang harus dipenuhi, karena itu untuk kamu yang ingin mengembangkan usaha kecil menengah milikmu kita akan bagikan strategi pengembangannya. Berikut pembahasannya:

Mudahnya Mengembangkan Usaha Kecil Menengah Dengan Cara Ini!

Dalam memulai usaha ataupun mengembangkan usaha yang sudah ada, tentu harus memiliki niat dan kiat yang dapat membantu kamu dalam pengembangannya, karena itu untuk mendukung perkembangan bisnismu kamu bisa mengikuti beberapa tips di bawah ini:

·         Pilih Lokasi Yang Tepat

Untuk UKM yang bergantung kepada toko fisik, lokasi merupakan salah satu modal utama yang paling penting dalam mengembangkan usahanya. Dengan menentukan lokasi yang strategis (bisa dekat dengan pelanggan atau dekat dengan sumber bahan baku) tentu akan sangat berpengaruh dengan bisnismu,

Dengan memilih lokasi yang dekat dengan pelanggan, tentunya exposure atau awareness dari usahamu akan lebih besar sehingga kemungkinan terjadinya transaksi juga lebih besar. Jika memang tipe usahamu membutuhkan supply bahan baku secara konstan, maka kedekatan dengan lokasi bahan baku bisa memperkecil biaya yang pada akhirnya dapat membuat harga jual lebih rendah dan memberi competitive advantage pada usaha kamu.

·         Manfaatkan Media Sosial

Ya di era digital seperti sekarang, tentu peran dari media sosial sangat powerful dalam melakukan kegiatan apapun apalagi digunakan sebagai media untuk memasarkan usaha kecil menengah milikmu. Dengan media sosial, kamu bisa melakukan promosi dengan biaya yang scalable, artinya biaya dapat disesuaikan dengan budget dan tahap perkembangan usaha kamu.

Kelebihan lain dari promosi menggunakan media sosial adalah Reach atau jangkauan. Media sosial dapat menjangkau ke lebih pasar yang lebih luas baik itu mereka yang diluar pulau atau luar negeri sekalipun. Cara mempromosikannya juga bermacam-macam dari membuat gambar yang menarik atau memberikan informasi produk dengan suguhan artikel untuk membuat pelanggan lebih memahami secara detail produk yang kamu pasarkan.

·         Lakukan Inovasi

Pelanggan biasanya memiliki sifat mudah bosan dan cenderung ingin sesuatu yang baru, agar pelanggan tersebut tidak ‘pergi’ ke lain tempat kita harus memberikan inovasi untuk usaha kita agar dapat menarik mereka kembali. Hal ini sangat penting terutama bagi usaha yang memiliki banyak kompetitor. Karena itu inovasi sangat penting untuk dilakukan apabila ingin mengembangkan usaha tersebut.

Sebagai contoh, kamu memiliki usaha ayam goreng untuk membuat usaha ayam kamu tetap ramai pengunjung, selain mempertahankan cita rasa yang sudah kamu miliki kamu perlu memberikan inovasi ayam baru seperti ayam geprek, ayam saus telur asin, ayam kremes dan sebagainya. Selain dapat mempertahankan pelanggan lama, adanya inovasi bisa membuat usaha kamu mendapatkan pelanggan baru dari segmen yang berbeda.

·         Rencanakan Keuangan Dengan Baik

Kenapa aspek ini diperlukan dalam pengembangan usaha kecil menengah? Karena faktanya banyak usaha yang bangkrut dikarenakan adanya kesalahan dalam pengelolaan keuangan, kesalahan dalam pengelolaan tersebut timbul karena tidak adanya monitor keuntungan dan kerugian. Salah satu cara untuk pengelolaan keuangan yang lebih baik adalah dengan sistem pencatatan yang rapih serta membuat laporan keuangan secara rutin. Saat ini sudah banyak software-software yang bisa membantu pencatatan ini. Keuntungan lain dari adanya pencatatan dan laporan keuangan yang tertata adalah dapat digunakan sebagai dokumen pendukung dalam pengajuan pinjaman usaha.

Baca Juga: 6 Tahap Mengatur Rencana Keuangan Terbaik!

·         Kenali Kompetitor

Dalam bisnis, pada umumnya ada puluhan bahkan ribuan yang memiliki produk sama dengan produk yang kamu pasarkan. Inilah yang bisa disebut sebagai kompetitor, dan menjadi hal yang penting untuk  kita tahu apa kelebihan dan kekurangan mereka dibandingkan dengan kita. Dengan memahami bisnis mereka tentu kamu bisa menentukan hal yang bisa kamu improve ataupun tonjolkan, sebagai pembeda dari produk maupun layanan yang Kompetitor tawarkan. Berkompetisi sudah menjadi hal yang biasa dalam bisnis, dan dengan memiliki faktor pembeda dari kompetitor tentunya usaha kita akan bisa berkembang lebih jauh.

·         Menggunakan Pinjaman Usaha

Salah satu faktor penghambat dari kebanyakan UKM dalam mengembangkan usahanya adalah adanya keterbatasan modal usaha. Ketika UKM ingin menambah cabang di lokasi baru, atau menambah alat produksi (mesin), ataupun butuh dana talangan sementara untuk sebuah project baru, tentunya diperlukan modal tambahan.

Dana pinjaman usaha dapat menjadi solusi untuk mendapatkan modal tambahan, dan lebih murah dibandingkan harus menjual sebagian kepemilikan kepada partner (equity financing). Dana pinjaman usaha biasanya didapatkan dari bank tetapi ada syarat-syarat yang biasanya sulit dipenuhi oleh UKM, salah satunya adalah butuhnya agunan berupa fixed asset (tanah & bangunan

 

 

A.  PENGERTIAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH
• Usaha Mikro
Menurut Keputusan Menteri Keuangan No.40/KMK.06/2003 tanggal 29 Januari 2003, Usaha mikro yaitu usaha produktif milik keluarga atau perorangan Warga Negara Indonesia dan memiliki hasil penjualan paling banyak Rp.100.000.000,00 (seratus juta rupiah) per tahun. Usaha Mikro dapat mengajukan kredit kepada bank paling banyak Rp.50.000.000,-.
• Usaha Kecil
Sebagaimana dimaksud Undang-undang No.9 Tahun 1995, Usaha kecil adalah usaha produktif yang berskala kecil dan memenuhi kriteria kekayaan bersih paling banyak Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha atau memiliki hasil penjualan paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah) per tahun serta dapat menerima kredit dari bank maksimal di atas Rp50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) sampai dengan Rp.500.000.000,- (lima ratus juta rupiah).
• Usaha Menengah
Usaha Menengah sebagaimana dimaksud Inpres No.10 tahun 1998 adalah usaha bersifat produktif yang memenuhi kriteria kekayaan usaha bersih lebih besar dari Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak sebesar Rp10.000.000.000,00, (sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha serta dapat menerima kredit dari bank sebesar Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) s/d Rp.5.000.000.000,00 (lima milyar rupiah).

Sesuai dengan Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2008, pengertian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) adalah :
• Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.
• Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini.
• Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.
B. PERANAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH
Usaha mikro, kecil, dan menengah dalam perekonomian suatu negara memiliki peran yang penting. Bukan hanya di Indonesia, tetapi kenyataan menunjukkan bahwa posisi usaha mikro, kecil, dan menengah mempunyai peranan strategis di negara-negara lain juga. Indikasi yang menunjukkan peranan usaha mikro, kecil, dan menengah itu dapat dilihat dari kontribusinya terhadap PDB, Eksport non-migas, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang cukup berarti. (M. Irfan, 2000)
Adapun peranan yang sangat strategis dan penting ditinjau dari berbagai aspek. Pertama, jumlah industrinya yang besar dan terdapat dalam setiap sektor ekonomi. Kedua, potensinya yang besar dalam menciptakan lebih banyak kesempatan kerja bila dibandingkan dengan investasi yang sama pada usaha dengan skala lebih besar. Ketiga, kontribusi UMKM dalam pembentukkan PDB cukup signifikan. Keempat, memiliki sumbangan kepada devisa negara dengan nilai ekspor yang cukup stabil.


C. PERMASALAHAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH
Keberhasilan untuk bertahan dalam masa krisis tidak serta merta menjadikan UMKM mampu berkembang dengan baik. Banyak faktor yang mempengaruhi lambannya perkembangan usaha tersebut, antara lain perhatian dari pemerintah dan kalangan perbankan yang dirasakan masih kurang. Walaupun upaya-upaya untuk meningkatkan perhatian kepada UMKM sudah dilakukan, masih banyak pekerjaan rumah yang belum terselesaikan secara optimal. Pekerjaan rumah tersebut antara lain adalah upaya pembinaan, pengembangan dan juga pendanaan (modal) kepada sektor UMKM. Sementara modal memang penting, tetapi dalam mewujudkan komitmennya pemerintah baru pun harus terpusat pada rencana nasional. Masalahnya bahwa belum ada kejelasan kebijakan industri dan bagaimana yang diadopsi nanti agar lebih mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja bagi penggangguran dan mengatasi kemiskinan.
Survey dari BPS mengidentifikasikan berbagai kelemahan dan permasalahan yang dihadapi UMKM berdasarkan prioritasnya, yakni meliputi: (i) kurangnya permodalan, (ii) kesulitan dalam pemasaran, (iii) persaingan usaha yang ketat, (iv) kesulitan bahan baku, (v) kurang teknis produksi dan keahlian, (vi) kurangnya keterampilan manajerial (SDM) dan (vii) kurangnya pengetahuan dalam masalah manajemen termasuk dalam keuangan dan akuntansi. Selain itu, UMKM juga membutuhkan adanya iklim usaha yang kondusif seperti adanya kemudahan dalam hal perijinan, perundangan yang memadai dan kondisi makro ekonomi yang stabil.
Hasil kajian tersebut mengindikasikan bahwa salah satu faktor dominan dalam pengembangan UMKM adalah faktor permodalan, meskipun bukan yang paling menentukan dalam pertumbuhan dan perkembangan UMKM. Untuk itu diperlukan peranan dari sektor perbankan maupun lembaga keuangan lainnya seperti pegadaian, modal ventura, leasing, dan lainnya dalam penyediaan permodalan bagi UMKM. Hasil kajian juga menunjukkan bahwa kredit bank masih merupakan salah satu alternatif sumber permodalan bagi UMKM. Ironisnya, justru hingga saat ini UMKM merupakan salah satu sektor yang dianggap belum layak mendapatkan akses perbankan.
Terhadap banyaknya keluhan UMKM terkait dengan sulitnya mendapatkan permodalan dari perbankan, secara umum, permasalahan yang terjadi adalah adanya perbedaan persepsi antara UMKM dengan bank, khususnya mengenai kelayakan kredit. UMKM memiliki usaha yang prospektif dan menguntungkan (feasible) namun demikian belum layak dari kacamata bank (bankable) karena minimnya agunan, atau agunan yang dimiliki kurang mencukupi dalam meng-cover risiko kredit. Oleh karena itu untuk mencari jalan keluarnya, perlu melihat permasalahan tersebut dari dua sisi secara berimbang yakni dari sisi perbankan maupun dari sisi UMKM itu sendiri.
Permasalahan bank-bank dalam melayani sektor UMKM diantaranya adalah: (i) belum memiliki SDM yang kompeten untuk menangani debitur UMKM, (ii) orientasi bank yang berfokus kepada segmen korporat, (iii) jaringan kantor bank yang masih terbatas dan belum merata penyebarannya termasuk BPR, (iv) masih adanya persepsi perbankan yang keliru dengan menganggap UMKM sebagai debitur yang ‘merepotkan’, beresiko tinggi, dan kurang menguntungkan. Selain itu, faktor lain adalah kesulitan menjangkau daerah –daerah pelosok atau sentra-sentra pengusaha mikro dan kecil, biaya overhead yang cukup besar untuk penyaluran kredit kepada UMKM, terbatasnya pemahaman mengenai karakteristik UMKM pada sebagian besar bank umum, dan belum adanya lembaga penjamin kredit yang berfungsi secara optimal.
Sementara itu, beberapa permasalahan UMKM dalam mengakses kredit kepada perbankan antara lain: (i) umumnya UMKM belum mempunyai pembukuan yang jelas sehingga menyulitkan perbankan untuk mengetahui informasi mengenai usaha tersebut secara lengkap, (ii) masih banyaknya UMKM yang belum terdaftar sebagai badan usaha resmi, (iii) kurangnya kemampuan sumber daya manusia yang mengelola UMKM, (iv) faktor akses pemasaran produk yang dihasilkannya. Disamping itu masalah ketidakmampuan UMKM untuk memberikan jaminan yang layak dan secara umum dapat dipertanggungjawabkan, merupakan kendala utama yang selama ini dialami oleh UMKM.
Permasalahan lain yang dikeluhkan UMKM dalam menghadapi perbankan sebagaimana terekam dalam berbagai acara Temu Wicara antara UMKM, perbankan dan pemerintah, antara lain: (i) persyaratan agunan dalam permohonan kredit, (ii) langkanya sumber dana murah perbankan, (iii) persyaratan kredit yang sulit dipenuhi, (iv) tingginya suku bunga kredit, (v) pendampingan / konsultasi untuk UMKM dan, (vi) terbatasnya informasi pengembangan usaha.
Dari sisi operasional perbankan, pemberian kredit kepada UMKM cenderung menguntungkan bagi bank karena beberapa hal. Pertama, tingkat kepatuhan nasabah usaha kecil lebih tinggi dibandingkan nasabah usaha besar sehingga tingkat kemacetannya relatif kecil. Kedua, pemberian kredit kepada UMKM mendorong penyebaran resiko, nominal kredit UMKM umumnya kecil dengan jumlah nasabah yang besar sehingga pemberian kredit tidak terkonsentrasi pada satu kelompok / sektor usaha. Ketiga, suku bunga kredit yang cenderung lebih tinggi dari tingkat bunga pasar memungkinkan bank-bank memperoleh pendapatan bunga yang memadai. Pengalaman selama ini menunjukkan bahwa ketersediaan dana pada saat yang tepat, dalam jumlah yang tepat, sasarannya yang tepat dan dengan prosedur yang sederhana lebih penting dari pada bunga murah.
D. PENGEMBANGAN MANAJEMEN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH
Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah lebih terfokus kepada pengembangan manajemen, karena untuk dapat memajukan UMKM harus dilakukan perbaikan dari sisi internal. Dalam upaya perbaikan, maka langkah-langkah dalam prinsip manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian harus dilakukan.


v Perencanaan Pengembangan Usaha
Pemilik UMKM harus mengidentifikasi usaha yang akan dijalankan, meliputi :
1. Kekuatan apa yang dimiliki
2. Kelemahan atau kendala apa yang dihadapi
3. Peluang-peluang apa yang muncul yang bisa diamati
4. Ancaman apa yang bisa menghambat berkembangnya usaha
Setelah identifikasi dilakukan, langkah selanjutnya adalah membuat perencanaan pengembangan usaha yang meliputi perencanaan di bidang pemasaran, Sumber Daya Manusia (SDM), produksi, dan permodalan.
ü Pemasaran, mencakupi :
a. Pasar mana yang bisa di masuki
b. Produk baru apa yang dapat dikembangkan
c. Cara apa yang dapat dilakukan untuk lebih mengenalkan produk
d. Berapa harga yang seharusnya ditetapkan untuk dapat bersaing dengan usaha sejenis
e. Pihak-pihak mana saja yang bisa diajak bekerja sama untuk memasarkan produk
ü Sumber Daya Manusia, mencakupi :
a. Bekal ketrampilan apa yang perlu dikembangkan
b. Pihak mana yang bisa diajak bekerja sama untuk menambah ketrampilan, baik bagi karyawan maupun pemilik
c. Berapa tambahan pegawai yang diperlukan
d. Upaya-upaya apa yang akan dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai

ü Produksi, mencakupi :
a. Dari bahan baku yang ada, bisakah dibuat produk yang lain, kapan akan dilaksanakan
b. Berapa banyak produk yang akan dibuat di masa datang
c. Kapan dibutuhkan menambah pembelian peralatan produksi
d. Berapa banyak persediaan yang mencukupi kebutuhan tanpa berlebihan
ü Permodalan, mencakupi :
a. Kapan diperlukan tambahan modal dan seberapa besarnya
b. Dimana akan dapat diperoleh tambahan modal
c. Siapa yang perlu di hubungi yang dapat membantu permodalan
v Pengorganisasian Rencana dan Pelaksanaannya
Pemilik yang biasanya pada usaha kecil merangkap sebagai pembuat rencana dan sekaligus yang bertugas untuk melaksanakan rencana tersebut harus mampu mengatur waktu sedemikian rupa sehingga rencana yang dibuat dapat dilaksanakan. Pemilik haruslah mengorganisasikan waktu yang dimilikinya disela-sela kesibukan operasional dan memikirkan serta melaksanakan rencana yang telah dibuat.
Kegiatan yang dilakukan meliputi :
1. Melakukan kunjungan ke tempat pemasaran dan mengumpulkan informasi
2. Mencari informasi ke pihak-pihak yang terkait dengan yang direncanakan
v Mengadakan Evaluasi Terhadap Rencana
Evaluasi terhadap rencana penting dilakukan agar dapat mendeteksi secara dini persoalan yang timbul dalam pengelolaan usaha dan memperkirakan masalah apa yang mungkin akan muncul untuk diambil tindakan pencegahan.
Pada dasarnya, pengembangan usaha adalah tanggung jawab dari setiap pengusaha atau wirausaha. Untuk itu, bagi industri rumah tangga membutuhkan pandangan ke depan, motivasi, dan kreatifitas dalam mengembangkan usahanya.
E. TAHAPAN PENGEMBANGAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH
Secara umum, terdapat lima tahap pengembangan usaha, yaitu :
1. Identifikasi peluang
2. Merumuskan alternatif usaha
3. Seleksi alternatif terbaik
4. Pelaksanaan alternatif terbaik
5. Evaluasi
• Tahap 1 : Identifikasi Peluang Usaha
Untuk dapat mengidentifikasi dan merinci peluang usaha, diperlukan data dan informasi. Informasi biasanya diperoleh dari berbagai sumber, seperti :
- Rencana perusahaan
- Saran dan usul manajemen usaha kecil
- Program pemerintah (misalnya system sub kontrak)
- Hasil berbagai riset peluang usaha
- Kadin atau asosiasi usaha sejenis
- Temuan konsultan usaha kecil
• Tahap 2 : Merumuskan alternatif usaha
Setelah informasi terkumpul dan di analisis maka pimpinan perusahaan atau manajer usaha dapat merumuskan usaha apa saja yang mungkin dapat dibuka.


• Tahap 3 : Seleksi alternatif
Alternatif yang banyak selanjutnya harus dipilih satu atau beberapa alternatif yang terbaik (prospektif). Untuk usaha yang prospektif, dasar pemilihannya antara lain dapat menggunakan kriteria sebagai berikut :
- Ketersediaan pasar
- Resiko kegagalan
- Harga
• Tahap 4 : Pelaksanaan alternatif terpilih
Setelah penentuan alternative terpilih, maka tahap selanjutnya pelaksanaan usaha yang terpilih tersebut.
• Tahap 5 : Evaluasi
Evaluasi dimaksudkan untuk memberikan koreksi dan perbaikan terhadap usaha yang dijalankan. Disamping itu juga di arahkan untuk dapat memberikan masukan bagi perbaikan pelaksanaan usaha selanjutnya.
F. KONSULTASI USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH
Untuk menunjang pengembangan UMKM dibutuhkan konsultasi manajemen. Pengertian konsultasi manjemen koperasi (KMK) yang dikemukakan oleh Endy Atma Sulistya dalam KMK – VOL 1 – ILO, 1993, menyebutkan bahwa konsultasi manajemen itu merupakan :
- Suatu seni karena keberhasilannya sangat ditentukan oleh banyak faktor, antara lain kemampuan konsultan, penerimaan klien sampai seberapa jauh mereka terbuka dan mau merubah situasi, waktu dan juga biaya.
- Suatu metode, karena siapapun yang melakukan konsultasi ada satu tahapan yang teratur dan sistematis yang harus dilalui. Penguasaan metode yang baik bagi konsultan akan dapat bekerja secara efektif dan efisien.
- Suatu proses, karena kegiatan konsultasi dimulai dengan kegiatan – kegiatan yang harus dilaksanakan oleh konsultan sejak awal secara terencana, sistematis dan berkesinambungan. Proses ini membtuhkan waktu dan memerlukan faktor produksi seperti tenaga, dana, alat dan waktu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5 Strategi Mengembangkan UMKM untuk Menghadapi Pasar Global

UMKM atau Usaha Mikro Kecil dan Menengah sedang diminati banyak masyarakat di Indonesia. Tidak heran bila UMKM merupakan kelompok usaha yang paling besar di Indonesia dan berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 60%. Selain itu, bisnis UMKM ini lebih kuat dalam menghadapi krisis global. Untuk bisa menghadapi pasar global memang tidaklah mudah, karena produk UMKM akan bersaing dengan produk negara lain. Untuk menyiasatinya dibutuhkan strategi yang tepat untuk mengembangkan UMKM agar bisa bersaing menghadapi pasar global. Berikut 5 strategi yang harus dimiliki UMKM:

 

Product

Menentukan produk dalam bisnis UMKM adalah langkah yang paling utama sebelum bisnis berjalan. Produk yang Anda jual haruslah sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan oleh semua konsumen. Untuk itu, Anda harus melakukan riset terlebih dahulu tentang selera pasar,  tren pasar yang sedang berkembang saat ini, dan melihat seberapa besar peluang pasar yang akan kita bidik. Selain itu, dari segi kualitas, produk yang akan dijual haruslah memiliki kualitas yang bisa bersaing dengan produk yang sudah ada, kalau perlu bisa sekelas dengan produk yang dijual dengan standar pasar global.

 

Price

Untuk menentukan harga jual produk, Anda harus teliti menghitung total semua biaya yang dikeluarkan selama produksi berlangsung. Ada 3 cara penetapan harga yang bisa Anda lakukan agar terhindar dari kerugian saat penentuan harga.

a. Penentuan harga berdasarkan biaya produksi ditambah dengan keuntungan, biasanya keuntungan diambil 30% dari harga produksi.

b. Penentuan harga berdasarkan kompetitor, jadi Anda bisa riset terlebih dahulu sebelum menentukan harga,  tentukan harga di bawah kompetitor, tetapi dengan kualitas yang sama dengan kompetitor. Jadi ini bisa menjadi salah satu strategi untuk menarik konsumen dari kompetitor.

c. Penentuan harga berdasarkan permintaan, jadi konsumenlah yang akan menentukan harga produk yang Anda miliki dengan mengacu pada kualitas yang dimiliki, tetapi jika harga yang diberikan masih di bawah harga produksi, Anda harus bisa menaikan harga jualnya, sehingga bisa tetap mendapatkan keuntungan.

 

Place

Agar penjualan bisa maksimal dan produk mudah didapatkan oleh konsumen, maka UMKM haruslah memilih tempat yang strategis untuk berjualan. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menentukan tempat usaha yaitu:

a. Lokasi yang strategis mudah di akses oleh semua orang dan dekat dengan keramaian.

b. Sesuai dengan target pasar yang sedang dibidik, jika targetnya adalah pekerja, maka usaha yang dibuat haruslah berdekatan dengan perkantoran.

c. Mudah dijangkau oleh semua konsumen terutama dari segi transportasi.

d. Produk yang dijual haruslah menarik perhatian konsumen.

 

Promotion

Promosi adalah langkah untuk mengenalkan produk yang Anda miliki kepada konsumen. Apalagi jika produk yang dijual adalah produk baru, maka promosi ini sangat penting dilakukan. Agar promosi yang dilakukan bisa tepat sasaran, maka Anda harus melakukan riset terhadap produk yang dijual dan siapa saja calon konsumen yang potensial untuk membeli produk tersebut. Setelah itu, Anda hanya perlu memilih, melalui media mana Anda melakukan promosi, apakah via media online atau media offline?

 

People

Yang terakhir adalah orang atau sumber daya manusia (SDM). SDM yang dipilih haruslah orang-orang pilihan yang bisa menghasilkan produk dan layanan terbaik. Jangan ragu untuk melakukan seleksi kepada calon karyawan dalam bisnis UMKM yang Anda bangun, hindari referensi dari kenalan atau sodara jika dirasa skill yang dimiliki belum sesuai.  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM)

Pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM)

UKM adalah singkatan dari usaha kecil dan menengah. Ukm adalah salah satu bagian penting dari perekonomian suatu negara maupun daerah, begitu juga dengan negara indonesia ukm ini sangat memiliki peranan penting dalam lajunya perekonomian masyarakat. Ukm ini juga sangat membantu negara/pemerintah dalam hal penciptaan lapangan kerja baru dan lewat ukm juga banyak tercipta unit unit kerja baru yang menggunakan tenaga-tenaga baru yang dapat mendukung pendapatan rumah tangga. Selain dari itu ukm juga memiliki fleksibilitas yang tinggi jika dibandingkan dengan usaha yang berkapasitas lebih besar. Ukm ini perlu perhatian yang khusus dan di dukung oleh informasi yang akurat, agar terjadi link bisnis yang terarah antara pelaku usaha kecil dan menengah dengan elemen daya saing usaha, yaitu jaringan pasar. Terdapat dua aspek yang harus dikembangkan untuk membangun jaringan pasar, aspek tersebut.

Kinerja nyata yang dihadapi oleh sebagian besar usaha terutama mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia yang paling menonjol adalah rendahnya tingkat produktivitas, rendahnya nilai tambah, dan rendahnya kualitas produk. Walau diakui pula bahwa UMKM menjadi lapangan kerja bagi sebagian besar pekerja di Indonesia , tetapi kontribusi dalam output nasional di katagorikan rendah. Hal ini dikarenakan UMKM, khususnya usaha mikro dan sektor pertanian (yang banyak menyerap tenaga kerja), mempunyai produktivitas yang sangat rendah. Bila upah dijadikan produktivitas, upah rata-rata di usaha mikro dan kecil umumnya berada dibawah upah minimum. Kondisi ini merefleksikan produktivitas sektor mikro dan kecil yang rendah bila di bandingkan dengan usaha yang lebih besar.

Untuk meningkatkan daya saing UMKM diperlukan langkah bersama untuk mengangkat kemampuan teknologi dan daya inovasinnya. Dalam hal ini inovasi berarti sesuatu yang baru bagi si penerima yaitu komunitas UMKM yang bersangkutan. Kemajuan ekonomi terkait dengan tingkat perkembangan yang berarti tahap penguasaan teknologi. sebagian terbesar bersifat STATIS atau tidak terkodifikasi dan dibangun di atas pengalaman. Juga bersifat kumulatif ( terbentuk secara ‘incremental’ dan dalam waktu yang tertentu ). Waktu penguasaan teknologi ini bergantung pada sektor industrinya ( ‘sector specific’) dan proses akumulasinya mengikuti trajektori tertentu yang khas.

Di antara berbagai faktor penyebabnya, rendahnya tingkat penguasaan teknologi dan kemampuan wirausaha di kalangan UMKM menjadi isue yang mengemuka saat ini. Pengembangan UMKM secara parsial selama ini tidak banyak memberikan hasil yang maksimal terhadap peningkatan kinerja UMKM, perkembangan ekonomi secara lebih luas mengakibatkan tingkat daya saing kita tertinggal dibandingkan dengan negara-negara tetangga kita seperti misalnya cina dan Malaysia. Karena itu kebijakan bagi UMKM bukan karena ukurannya yang kecil, tapi karena produktivitasnya yang rendah. Peningkatan produktivitas pada UMKM, akan berdampak luas pada perbaikan kesejahteraan rakyat karena UMKM adalah tempat dimana banyak orang menggantungkan sumber kehidupannya. Salah satu alternatif dalam meningkatkan produktivitas UMKM adalah dengan melakukan modernisasi sistem usaha dan perangkat kebijakannya yang sistemik sehingga akan memberikan dampak yang lebih luas lagi dalam meningkatkan daya saing daerah.

Ciri-ciri perusahaan kecil dan menengah di Indonesia, secara umum adalah:

Manajemen berdiri sendiri, dengan kata lain tidak ada pemisahan yang tegas antara pemilik dengan pengelola perusahaan. Pemilik adalah sekaligus pengelola dalam UKM.
Modal disediakan oleh seorang pemilik atau sekelompok kecil pemilik modal.
Daearh operasinya umumnya lokal, walaupun terdapat juga UKM yang memiliki orientasi luar negeri, berupa ekspor ke negara-negara mitra perdagangan.
Ukuran perusahaan, baik dari segi total aset, jumlah karyawan, dan sarana prasarana yang kecil Usaha Kecil Menengah tidak saja memiliki kekuatan dalam ekonomi, namun juga kelemahan, berikut ini diringkas dalam bentuk tabel:

Kekuatan dan Kelemahan UKM
KEKUATAN KELEMAHAN
•KEBEBASAN UNTUK BERTINDAK •MODAL DALAM PENGEMBANGAN
TERBATAS
•MENYESUAIKAN KEPADA KEBUTUHAN SETEMPAT •SULIT UNTUK MENDAPATKAN
KARYAWAN
•PERAN SERTA DALAM MELAKUKAN USAHA/TINDAKAN •RELATIF LEMAH DALAM
SPESIALISASI

Segala usaha bisnis dijalankan dengan azas manfaat, yaitu bisnis harus dapat memberikan manfaat tidak saja secara ekonomi dalam bentuk laba usaha, tetapi juga kelangsungan usaha. Beberapa faktor penentu keberhasilan usaha adalah:

•Kemampuan mengembangkan dan mengimplementasikan rencana perusahaan, baik jangka pendek maupun panjang
•Kapabilitas dan kompetensi manajemen.
•Perusahaan dapat memenuhi kebutuhan modal untuk menjalankan usaha.

Krisis global dunia telah menggagalkan, bahkan membangkrutkan banyak bisnis di dunia. Di tengah krisis global yang melanda dunia tahun 2008-2009, Indonesia menjadi salah satu negara korban krisis global, walaupun kita telah belajar dari pengalaman sebelumnya bahwa sektor UKM tahan krisis, namun tetap saja harus ada kewaspadaan akan dampak krisis ini terhadap sektor UKM,dan ada beberapa tantangan UKM dalam menghadapi era krisis global yaitu :

•Tidak adanya pembagian tugas yang jelas antara bidang administrasi dan operasi. Kebanyakan UKM dikelola oleh perorangan yang merangkap sebagai pemilik sekaligus pengelola perusahaan, serta memanfaatkan tenaga kerja dari keluarga dan kerabat dekatnya.

•Sebagian besar usaha kecil ditandai dengan belum dipunyainya status badan hukum. Mayoritas UKM merupakan perusahaan perorangan yang tidak berakta notaris, 4,7% tergolong perusahaan perorangan berakta notaris, dan hanya 1,7% yang sudah memiliki badan hukum (PT/ NV, CV, Firma, atau koperasi).

•Masalah utama yang dihadapi dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja adalah tidak terampil dan mahalnya biaya tenaga kerja. Regenerasi perajin dan pekerja terampil relatif lambat. Akibatnya, di banyak sentra ekspor mengalami kelangkaan tenaga terampil untuk sektor tertentu.

•Dalam bidang pemasaran, masalahnya terkait dengan banyaknya pesaing yang bergerak dalam industri yang sama, relatif minimnya kemampuan bahasa asing sebagai suatu hambatan dalam melakukan negosiasi, dan penetrasi pasar di luar negeri.

Dan salah satu langkah strategis untuk mengamankan UKM dari ancaman dan tantangan krisis global adalah dengan melakukan penguatan pada multi-aspek. Salah satu yang dapat berperan adalah aspek kewirausahaan. Wirausaha dapat mendayagunakan segala sumber daya yang dimiliki, dengan proses yang kreatif dan inovatif, menjadikan UKM siap menghadapi tantangan krisis global. Beberapa peran kewirausahaan dalam mengatasi tantangan di UKM adalah:

1.Memiliki daya pikir kreatif, yang meliputi:
a. Selalu berpikir secara visionaris (melihat jauh ke depan), sehingga memiliki
perencanaan tidak saja jangka pendek, namun bersifat jangka panjang
(stratejik).
b. Belajar dari pengalaman orang lain, kegagalan, dan dapat terbuka menerima
kritik dan saran untuk masukan pengembangan UKM.

2.Bertindak inovatif, yaitu:
a. Selalu berusaha meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan produktivitas dalam
setiap aspek kegiatan UKM.
b. Meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi persaingan bisnis.

3.Berani mengambil resiko, dan menyesuaikan profil resiko serta mengetahui
resiko dan manfaat dari suatu bisnis. UKM harus memiliki manajemen resiko
dalam segala aktivitas usahanya.

Sementara untuk mengatasi masalah yang ada di UKM saat ini, tidak saja dibutuhkan 3 sikap di atas, namun juga diperlukan langkah-langkah pendukung dari manajemen UKM, dalam aspek penataan manajemen UKM . Beberapa aspek pengelolaan manajemen UKM yang harus dibenahi dapat dibuat daftar nya sbb:

key indicator pengelolaan UKM

Personil
Fasilitas fisik
Akuntansi
Keuangan
Pembelian
Pengurusan barang dagangan
Penjualan / Marketing
Advertensi
Resiko
Penyelenggaraan sehari-hari

Banyak text book yang telah mendefinisikan ciri-ciri kewirausahaan dari berbagai
aspek, semisalnya gender, produk yang dihasilkan, usia, serta profil psikologis, seperti
yang ditulis oleh Griffin & Ebert (2005) dan Boone (2007), yang dapat diringkas sbb:
1. Mempunyai hasrat untuk selalu bertanggung jawab bisnis dan sosial
2. Komitmen terhadap tugas
3. Memilih resiko yang moderat
4. Merahasiakan kemampuan untuk sukses
5. Cepat melihat peluang
6. Orientasi ke masa depan
7. Selalu melihat kembali prestasi masa lalu
8. Memiliki skill dalam organisasi
9. Toleransi terhadap ambisi
10. Fleksibilitas tinggi

Memang cukup berat tantangan yang dihadapi untuk memperkuat struktur perekonomian nasional. Pembinaan pengusaha kecil harus lebih diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pengusaha kecil menjadi pengusaha menengah. Namun disadari pula bahwa pengembangan usaha kecil menghadapi beberapa kendala seperti tingkat kemampuan, ketrampilan, keahlian, manajemen sumber daya manusia, kewirausahaan, pemasaran dan keuangan. Lemahnya kemampuan manajerial dan sumberdaya manusia ini mengakibatkan pengusaha kecil tidak mampu menjalankan usahanya dengan baik. Secara lebih spesifik, masalah dasar yang dihadapi pengusaha kecil adalah: Pertama, kelemahan dalam memperoleh peluang pasar dan memperbesar pangsa pasar. Kedua, kelemahan dalam struktur permodalan dan keterbatasan untuk memperoleh jalur terhadap sumber-sumber permodalan. Ketiga, kelemahan di bidang organisasi dan manajemen sumber daya manusia. Keempat, keterbatasan jaringan usaha kerjasama antar pengusaha kecil (sistem informasi pemasaran). Kelima, iklim usaha yang kurang kondusif, karena persaingan yang saling mematikan. Keenam, pembinaan yang telah dilakukan masih kurang terpadu dan kurangnya kepercayaan serta kepedulian masyarakat terhadap usaha kecil.

Masalahnya kini, apakah kemitraan hanya sekedar retorika politis semata, ataukah memang secara kongkrit dan konsisten hendak diwujudkan dengan tindakan nyata? Komitmen kemitraan dirasakan bagaikan angin segar bagi kebanyakan usaha kecil. Harapan mereka adalah agar program kemitraan ini tidak hanya seperti angin sepoi-sepoi yang cepat berlalu. Semoga kemitraan tidak hanya sekedar menjadi mitos.

Berdasarkan pemaparan UKM dan kewirausahaan di atas, maka penulis mengambilkesimpulan sbb:

•Usaha Kecil Menegah (UKM) Indonesia telah membuktikan perannya sebagai kontributor pertumbuhan ekonomi Indonesia, dengan membuktikan diri secarahistoris tahan terhadap krisis.

•Setidaknya ada 7 tantangan yang dihadapi oleh UKM dalam krisis finansial global yang dapat mengancam daya saing dan operasional UKM.

•Aspek kewirausahaan dapat berperan dalam menghadapi tantangan yang dihadapi UKM, yaitu bagaimana UKM harus dapat bertindak inovatif, berpikir kreatif, dan berani mengambil resiko.

Penulis juga mengemukakan saran pengembangan UKM sebagai berikut:
•UKM harus memiliki manajemen resiko yang baik dalam rangka pengelolaan usaha, untuk itu disarankan adanya perhatian dan pengelolaan perusahaan berdasarkan kepada resiko yang ada.

•Kewirausahaan tidak akan berjalan jika tida memiliki sikap mental positif. Olehkarena itu, pelaku UKM diharapkan memiliki sikap mental positif sebagai syarautama untuk berpikir kreatif, bekerja secara inovatif, dan berani mengambil resiko.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Menjadi Pribadi Sukses dan Kaya dengan Memberi Maaf Orang Lain

Download Gratis Ebook PDF

Usaha Sukses. Cara Menjadi Sukses. Cara Jadi Orang Sukses.

Tidak adanya keinginan untuk memberi maaf adalah hambatan besar untuk mewujudkan kehidupan yang Anda inginkan. Energi negatif ini akan menghalangi Anda mewujudkan hal-hal positif dalam hidup Anda. Empat Langkah Pengampunan: Sebuah cara yang ampuh untuk mencapai kebebasan, kebahagiaan dan kesuksesan

Bagaimana caranya menjadi pribadi sukses dan kaya saat Anda tersakiti? Seseorang yang mendambakan kesuksesan diri terutama kesuksesan bisnis perlu memahami bahwa tidak ada yang sempurna dalam hidup. Juga dalam beriteraksi sosial. Tidak semua orang setuju dengan kita dan menyenangkan hati. Pasti ada yang membuat kita tidak nyaman karena ucapan dan perilakunya. Ini adalah kesalahan. Dan kesalahan sangat menyakitkan. Tidak seharusnya terjadi pada kita, bukan? Terutama kalau hati tersakiti berulang kali, perlukah memberi pengampunan?

Betapa pun pedihnya hati, cobalah memberi maaf orang lain. Anda akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar ketika anda memutuskan untuk mengampuni dan begitu juga dengan semua orang yang anda di sekitar anda. Apakah anda perlu mengampuni orang lain, ataukah perlu mengampuni diri anda sendiri, melakukannya akan dapat membebaskan diri anda dari masa lalu dan memungkinkan anda untuk mencapai potensi anda yang sebenarnya. Yang fokus pada pencapaian diri sendiri, yang ingin sukses dalam bisnis aura positif akan terpancar di sekelilingnya dan kelegaan hati membuat segala urusan menjadi mudah dan menyenangkan. Dan jika kita melatih kesabaran diri dari waktu ke waktu, kita akan mampu membuat pribadi kita lebih kuat dari sebelumnya. Karena orang yang kuat itu bukanlah yang berotot, tapi siapa pun yang mampu menahan diri saat marah.

Tidak adanya keinginan untuk memberi maaf adalah hambatan besar untuk mewujudkan kehidupan yang Anda inginkan. Energi negatif ini akan menghalangi Anda mewujudkan hal-hal positif dalam hidup Anda. Download Gratis Ebook Ada suatu keyakinan universal yang sudah menjadi rahasia umum: jika Anda memikirkan pikiran negatif, Anda akan menarik peristiwa negatif. Sebaliknya berfikir positif Anda mendapatkan hasil yang positif pula. Untuk keberhasilan pribadi dan pencapaian bisnis apalagi bagi setiap pribadi yang ingin sukses dan kaya, perlu menerapkan hukum tarik menarik ini dalam kehidupannya.

Keberhasilan diri sendiri kita sendiri yang menentukan..Di awali dengan kemampuan mengalahkan diri sendiri, karena musuh terbesar manusia adalah dirinya sendiri. Betapa pun hebatnya seseorang memenangkan pertarungan dengan musuhnya, dia belum di katakan menang sebelum mampu mengalahkan diri sendiri.

Terutama bagi siapa pun yang ingin menjadi pribadi sukses dan kaya Sayangnya banyak dari kita terlanjur setuju dengan pendapat umum. Kita telah belajar dari masyarakat untuk tidak memaafkan; kita belajar untuk menghakimi dan menghukum diri kita sendiri dan juga orang lain untuk perilaku yang tak pantas kita terima Sebagian besar dendam muncul dari penilaian kita sendiri atas tindakan atau kata-kata seseorang yang menyakiti kita. Itu adalah penilaian dari itu menjadi buruk dalam pandangan kita yang akhirnya memicu kemarahan. Sadarlah. Yang ingin merubah nasib dalam bisnisnya, jangan terjebak dalam situasi yang lebih mengerikan yang justru akan membuat hidup Anda hancur. Tidak ada kesuksesan bisnis, semua akan hancur!

Sering kali kita merasa mendapatkan perlakuan tidak adil dan teraniaya dan satu-satunya cara membuat lega hati yaitu menuntut hukuman kepada pelaku samibl terus menerus menyimpan dendam. Kita mungkin berpikir, mereka akan menyesal atas apa yang mereka lakukan. Beberapa yang lain mungkin takut untuk memaafkan karena mereka merasa orang lain tidak patut dimaafkan karena sikapnya yang melampaui batas dan tidak mau berubah.

Cara terbaik bagi siapa pun yang ingin menjadi orang kaya dan sukses adalah melepaskan dendam kebencian dan memberi maaf pada siapa pun yang dia rasa berlaku tidak adil pada dirinya. Pencapaian pribadi, pencapaian bisnis tidak akan pernah terwujud tanpa Anda merubah pola pikir Anda tentang kebencian yang seharusnya bisa memacu diri untuk mendapatkan keberuntungan dalam hidup. Bagi Anda yang masih sulit melepaskan dendam dan memaafkan orang lain silakan unduh ebook kami. Mudah-mudahan bisa membantu. Salam sukses!

Usaha sukses? Cara Menjadi Sukses? Cara Jadi Orang Sukses? Empat Langkah Pengampunan: Sebuah cara yang ampuh untuk mencapai kebebasan, kebahagiaan dan kesuksesan

 

 

 

 

 

Menjadi Pribadi Sukses dan Kaya dengan Memberi Maaf Orang Lain

Download Gratis Ebook PDF

Usaha Sukses. Cara Menjadi Sukses. Cara Jadi Orang Sukses.

Tidak adanya keinginan untuk memberi maaf adalah hambatan besar untuk mewujudkan kehidupan yang Anda inginkan. Energi negatif ini akan menghalangi Anda mewujudkan hal-hal positif dalam hidup Anda. Empat Langkah Pengampunan: Sebuah cara yang ampuh untuk mencapai kebebasan, kebahagiaan dan kesuksesan

Bagaimana caranya menjadi pribadi sukses dan kaya saat Anda tersakiti? Seseorang yang mendambakan kesuksesan diri terutama kesuksesan bisnis perlu memahami bahwa tidak ada yang sempurna dalam hidup. Juga dalam beriteraksi sosial. Tidak semua orang setuju dengan kita dan menyenangkan hati. Pasti ada yang membuat kita tidak nyaman karena ucapan dan perilakunya. Ini adalah kesalahan. Dan kesalahan sangat menyakitkan. Tidak seharusnya terjadi pada kita, bukan? Terutama kalau hati tersakiti berulang kali, perlukah memberi pengampunan?

Betapa pun pedihnya hati, cobalah memberi maaf orang lain. Anda akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar ketika anda memutuskan untuk mengampuni dan begitu juga dengan semua orang yang anda di sekitar anda. Apakah anda perlu mengampuni orang lain, ataukah perlu mengampuni diri anda sendiri, melakukannya akan dapat membebaskan diri anda dari masa lalu dan memungkinkan anda untuk mencapai potensi anda yang sebenarnya. Yang fokus pada pencapaian diri sendiri, yang ingin sukses dalam bisnis aura positif akan terpancar di sekelilingnya dan kelegaan hati membuat segala urusan menjadi mudah dan menyenangkan. Dan jika kita melatih kesabaran diri dari waktu ke waktu, kita akan mampu membuat pribadi kita lebih kuat dari sebelumnya. Karena orang yang kuat itu bukanlah yang berotot, tapi siapa pun yang mampu menahan diri saat marah.

Tidak adanya keinginan untuk memberi maaf adalah hambatan besar untuk mewujudkan kehidupan yang Anda inginkan. Energi negatif ini akan menghalangi Anda mewujudkan hal-hal positif dalam hidup Anda. Download Gratis Ebook Ada suatu keyakinan universal yang sudah menjadi rahasia umum: jika Anda memikirkan pikiran negatif, Anda akan menarik peristiwa negatif. Sebaliknya berfikir positif Anda mendapatkan hasil yang positif pula. Untuk keberhasilan pribadi dan pencapaian bisnis apalagi bagi setiap pribadi yang ingin sukses dan kaya, perlu menerapkan hukum tarik menarik ini dalam kehidupannya.

Keberhasilan diri sendiri kita sendiri yang menentukan..Di awali dengan kemampuan mengalahkan diri sendiri, karena musuh terbesar manusia adalah dirinya sendiri. Betapa pun hebatnya seseorang memenangkan pertarungan dengan musuhnya, dia belum di katakan menang sebelum mampu mengalahkan diri sendiri.

Terutama bagi siapa pun yang ingin menjadi pribadi sukses dan kaya Sayangnya banyak dari kita terlanjur setuju dengan pendapat umum. Kita telah belajar dari masyarakat untuk tidak memaafkan; kita belajar untuk menghakimi dan menghukum diri kita sendiri dan juga orang lain untuk perilaku yang tak pantas kita terima Sebagian besar dendam muncul dari penilaian kita sendiri atas tindakan atau kata-kata seseorang yang menyakiti kita. Itu adalah penilaian dari itu menjadi buruk dalam pandangan kita yang akhirnya memicu kemarahan. Sadarlah. Yang ingin merubah nasib dalam bisnisnya, jangan terjebak dalam situasi yang lebih mengerikan yang justru akan membuat hidup Anda hancur. Tidak ada kesuksesan bisnis, semua akan hancur!

Sering kali kita merasa mendapatkan perlakuan tidak adil dan teraniaya dan satu-satunya cara membuat lega hati yaitu menuntut hukuman kepada pelaku samibl terus menerus menyimpan dendam. Kita mungkin berpikir, mereka akan menyesal atas apa yang mereka lakukan. Beberapa yang lain mungkin takut untuk memaafkan karena mereka merasa orang lain tidak patut dimaafkan karena sikapnya yang melampaui batas dan tidak mau berubah.

Cara terbaik bagi siapa pun yang ingin menjadi orang kaya dan sukses adalah melepaskan dendam kebencian dan memberi maaf pada siapa pun yang dia rasa berlaku tidak adil pada dirinya. Pencapaian pribadi, pencapaian bisnis tidak akan pernah terwujud tanpa Anda merubah pola pikir Anda tentang kebencian yang seharusnya bisa memacu diri untuk mendapatkan keberuntungan dalam hidup. Bagi Anda yang masih sulit melepaskan dendam dan memaafkan orang lain silakan unduh ebook kami. Mudah-mudahan bisa membantu. Salam sukses!

Usaha sukses? Cara Menjadi Sukses? Cara Jadi Orang Sukses? Empat Langkah Pengampunan: Sebuah cara yang ampuh untuk mencapai kebebasan, kebahagiaan dan kesuksesan

 

 

 

 

 

 

Simak Kiat Sukses Usaha Kecil Menengah Ini

Usaha kecil menengah adalah awal mula usaha bisnis yang besar. Usaha kecil perlu dikembangkan dengan baik agar sukses. Untuk membuat usaha anda sukses, berikut ini beberapa kiat yang dapat anda jadikan acuan.

Membuat rancangan bisnis

Rancangan bisnis adalah pondasi bisnis anda. Pada tahap ini anda harus memikirkan mengenai target pasaran anda, rencana pengembangan usaha, kelebihan dan kekurangan produk anda, strategi harga, dan sebagainya.

Rancangan ini perlu anda buat sebagai acuan bagi anda dalam menjalankan usaha anda. Layaknya jika anda dalam perjalanan, rancangan bisnis adalah peta anda. Yang akan mengantarkan anda ke tempat tujuan, yaitu kesuksesan.

Profesionalitas Usaha

Walaupun tergolong kepada usaha kecil menengah, namun anda harus profesional. Dari segi produksi, anda harus memikirkan efisiensi dalam penggunaan sumber yang tersedia. Dalam melakukan proses produksi, semua alat dan prosedur harus sesuai dengan standar yang berlaku. Yang paling penting juga adalah selalu menjaga kualitas produk dan jasa yang diberikan.

 

Selain itu pelayanan kepada pelanggan juga harus dilakukan secara profesional. Kepuasan konsumen adalah hal yang harus selalu anda jaga dalam membangun usaha. Pelayanan yang professional akan meningkatkan kepercayaan konsumen kepada anda.

Kerja sama dan jaringan yang luas

Dalam berbisnis atau membangun usaha, memang tidak bisa dipungkiri bahwa persaingan pasti ada. Namun hal ini tidak menutup kemungkinan bagi anda untuk mendapat partner dalam bekerja sama. Contohnya saja usaha makanan ringan yang bekerja sama dengan usaha warung makan. Kerja sama yang dibangun hendaklah menghasilkan keuntungan untuk kedua belah pihak.

Untuk dapat bekerja sama dengan pengusaha lain, anda harus mempunyai jaringan yang luas. Dalam membangun network atau koneksi, anda dapat bergabung dengan kelompok pengusaha. Selain untuk berbagi pengalaman, juga dapat menambah koneksi.

Penggunaan teknologi internet dengan maksimal

Saat ini internet telah menjadi kebutuhan bagi banyak orang. Semakin mudahnya dalam menyebarkan dan mendapatkan informasi adalah manfaat yang diberikan internet. Media social atau website serta blog dapat menjadi tempat promosi bagi anda. Kalau perlu mintalah teman – teman, keluarga, atau kerabata dekat untuk memberikan ulasan mengenai produk anda. Baca juga artikel Untung Besar Dari Usaha Kecil Menengah Ini

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ingin Untuk Besar dari Usaha Kecil Menengah? Coba Cara Ini!

 

Usaha Kecil Menengah – Ketika seseorang memiliki niatan dalam membuka usaha kecil menengah, hal pertama yang harus dipahami adalah bahwa dalam memulai suatu bisnis tidak semua dapat berjalan lancar dengan cepat.

Maka banyak hal yang harus Anda pikirkan dan persiapkan tentang apa saja yang harus dilakukan ketika ingin mengawali sebuah usaha.

Baca Juga : Ini Dia Kiat Sukses UKM dalam Menghadapi Persaingan Bisnis Global

Di balik maraknya usaha kecil menengah yang terkenal dan menghasilkan omzet yang mengiurkan. Masih banyak terdapat bisnis yang belum menemukan keuntungan yang besar atau bahkan hingga bangkrut.

Maka dari itu ketika Anda memulai suatu usaha janganlah lengah dan beranggapan bahwa semua usaha pasti sukses. Anda perlu dengan matang memikirkan strateginya terlebih dahulu.

Tips Jitu Memulai Usaha Kecil Menengah

Inilah beberapa tips yang harus Anda terapkan jika ingin usaha kecil menengah Anda sukses :

Pelajari Lingkungan Sekitar

Pada saat Anda ingin memulai sebuah usaha, hal yang perlu Anda lakukan pertama adalah lingkungan yang akan dijadikan lokasi memulai bisnis tersebut. Mulai dari kestrategisan tempat, orang ikut ambil bagian dalam usaha, dan minat lingkungan masyarakat sekitar.

Tentukan siapa orang yang akan membantu Anda dalam membangun usaha tersebut. Lalu tentukan juga target konsumen yang ingin Anda jadikan acuan dalam memproduksi suatu dalam usaha Anda.

Kenali Kompetitor

Ketika Anda memulai usaha, Anda harus mulai mencari tahu tentang siapa saja kompetitor Anda dan memahami usaha mereka. Hal ini bertujuan agar Anda bisa mempelajari tentang produk yang akan Anda hasilkan supaya bisa menarik minat konsumen.

Memproduksi dengan Kualitas Unggul

Saat Anda memulai usaha, hal yang harus Anda lakukan adalah dengan memproduksi produk Anda berdasarkan kualitas bukan sekedar mengedepankan kuantitas. Dengam mengutamakan kuantitas, maka otomatis konsumen akan melirik usaha Anda.

Kualitas kini menjadi sebuah kunci dalam sebuah kesuksesan usaha, karena kini konsumen seakan tidak perduli perkara harga suatu produk jika di setarakan dengan mendapatkan produk yang berkualitas.

Serius dan Fokus dalam Berbisnis

Dalam usaha mewujudkan kesuksesan suatu usaha, hal yang harus Anda benar-benar lakukan adalah dengan membuat diri Anda serius pada usaha tersebut dan tidak berhenti melakukan pembelajaran karena bosan dengan proses dalam usaha Anda.

Terus Belajar

Suatu usaha memang selalu mempunyai resiko, tidak hanya selalu mendatangkan keuntungan. Dalam menjalani usaha ada kalanya Anda mengalami keuntungan dan kerugian maka Anda harus terus bersabar dan mau belajar agar lebih baik.

Hal yang harus dipelajari adalah tentang pengembangan produk, promosi atau strategi. Anda tidak boleh mudah merasakan bosan menunggu dan mengusahakan progres usaha Anda.

Memanfaatkan Teknologi

Di era milenial seperti sekarang, rata-rata pelaku usaha, cara melakukan pemasaran usaha sangatlah mudah, terutama jika Anda mengoptimakan pemanfaatan teknologi dengan memasarkan usaha Anda secara lebih luas melalui internet seperti website dan media sosial.

Itulah beberapa hal yang harus Anda lakukan jika ingin memajukan usaha Anda. Semoga bermanfaat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

10 Tips Sukses untuk Pengusaha UKM

Untuk menjadi pengusaha yang sukses, pemilik usaha harus bisa memanfaatkan segala upaya untuk memajukan bisnisnya, mulai dari bagaimana menggunakan social media untuk mempromosikan bisnisnya, membuat terobosan-terobosan pada saat mengalami kondisi sulit ketika sedang merintis usahanya, atau membuat strategi marketing yang efektif. Semua pengetahuan tersebut diperlukan agar bisnis kita menjadi maju.

Di awal merintis bisnis merupakan saat-saat yang sangat sulit untuk menjalankan bisnis, bahkan untuk sekedar mempertahankan sebuah bisnis tetap berjalan. Rahasia agar kita bisa tetap survive adalah awali dari pikiran kita dengan mindset sukses, attitude dan positif thinking.

Berikut ini adalah tips untuk menjadi pemilik bisnis yang sukses:

1.   Di sosial media, kita harus ada di mana customer berada

Ketahui dimana customer kita hang out secara online. Kita tidak perlu berada dimana saja, Tetapi cukup dengan kita selalu ada di tengah-tengah customer dan selalu berkomunikas secara online dengan mereka.

2.   Jangan pernah berhenti bernetworking, jangan pernah menyerah

Bila kita berkumpul dengan orang-orang yang selalu mengatakan “kamu tidak bisa” maka itu akan menyebabkan kita cepat menyerah. Oleh karena itu kita harus selalu berjejaring dengan sebanyak mungkin dengan orang-orang positif yang akan memberikan semangat untuk mencapai tujuan sukses kita.

 

3.   Twitter meyediakan alat untuk riset pasar

Twitter adalah alat terbaik bagi pelaku bisnis UKM. Kita bisa mengetahui apa yang kompetitor dan customer lakukan, tanpa mereka sadari kita mengamati perilaku mereka.

 

4.   Bisnis adalah tentang mindset dan positif thinking

Tiga tahun awal memulai bisnis adalah masa-masa yang paling sulit, setiap hari adalah tentang bagaimana mempertahankan hidup. Semua adalah tentang cara berpikir kita. Maka selalu miliki mindset dan cara berpikir yang positif.

 

5.   Menuliskan ucapan terimakasih dengan tulisan tangan bisa membuat customer merasa Wooww.

Cara sederhana untuk memuat customer merasa WOOWW adalah dengan menuliskan kartu ucapan terimakasih dengan menggunakan tulisan tangan. Misalnya kartu dengan tulisan tangan “Terimakasih telah berbelanja di tempat kami”.

 

6.   Bagikan informasi yang bermanfaat bagi customer di Facebook

Memiliki halaman bisnis Facebook yang professional sangat penting. Para penjual dan pembeli banyak bersosialisasi di FB. Pastikan kita membagikan informasi yang bermanfaat bagi customer.

 

7.   Jadilah PR untuk bisnis sendiri

Jika kita adalah pelaku bisnis lokal maka jadikan media lokal sebagai PR kita. Baca beritanya, cari relasi, temukan tipe berita yang dimuat dan tawarkan diri kita sebagai bahan berita dari media tersebut.

 

8.   Buat sistem yang mapan untuk bisnis kita agar bisa ditawarkan ke investor (franchise)

Agar bisnis berkembang maka salah satu kuncinya adalah dengan membuka cabang di berbagai area, dan cara yang paling memungkinkan adalah dengan sistem waralaba (franchise). Untuk itu kita perlu membuat sistem bisnis yang mapan dan kuat untuk diduplikasi ke pewaralaba (franchisee).

 

9.   Saluran Penjualan harus dikualifikasi di setiap level leads

Kita perlu mensetup proses untuk mengkonversi sebanyak mungkin leads. Buat daftar leads di dalam saluran penjualan kita, tambahkan checkpoint untuk mengkualifikasi setiap leads.

 

10.                Cari kawan dan mentor

Pengusaha adalah profesi yang paling kesepian di dunia. Pengusaha yang sukses adalah yang berhasil berjejaring dengan rekan, kelompok dan asosiasi. Kita memerlukan teman untuk bertukar pikiran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kunci Sukses UKM

Pengetahuan Umum, UKM,

#kunci sukses #ukm

 

Menjalankan bisnis kecil sekelas UKM memang merupakan tantangan tersendiri. Terlebih saat ini semua bisnis mengembangkan usaha dengan bantuan teknologi. Akhirnya persaingan pasar juga lebih besar. Usaha kecil harus cerdas dalam menjalankan strategi agar terus dikenal pasar dan mampu mendapatkan pelanggan yang potensial. Hanya saja semua itu tidak pernah mudah tanpa melakukan kunci sukses UKM seperti dibawah ini.

1. Tetapkan Tujuan UKM Anda

Menjalankan bisnis kecil seperti UKM ternyata membutuhkan langkah awal penting seperti menjalankan bisnis besar. Salah satunya adalah menetapkan tujuan bisnis sejak awal pendirian UKM. Dengan mengetahui tujuan bisnis maka Anda bisa tahu sasaran pasar UKM, siapa yang akan terlibat dalam pasar, siapa yang akan membantu dan bagaimana bisnis akan dijalankan.

Tentu saja dengan mengetahui tujuan UKM maka Anda bisa menetapkan strategi seperti apa yang akan dijakankan agar cepat maju dan menang dalam persaingan.

 

2. Memiliki Sifat Leadership

Karena UKM biasanya dijalankan sendiri maka Anda harus tahu jiwa kepemimpinan yang menonjol dalam diri Anda. Banyak orang yang berusaha menjalankan bisnis dengan etos kerja dan kerja keras tapi akhirnya jatuh juga. Semua itu terjadi karena tidak memiliki sifat kepemimpinan yang baik.

Jadi hal yang sangat dibutuhkan agar UKM terus maju adalah sifat sebagai pemimpin. Dengan begitu Anda tahu tentang bagaimana untuk berbicara dengan orang lain, menetapkan tujuan bisnis, memiliki bakat menarik minat pelanggan dan bisa mengalahkan pesaing.

 

3. Bangun Tim Pemenang

Meskipun Anda menjalankan bisnis UKM dengan jumlah tenaga kerja yang masih sedikit, tapi Anda harus menetapkan tim pemenang sejak awal. Dengan menetapkan tim ini maka Anda bisa tahu kekuatan, visi dan misi, tantangan dan keinginan semua orang dalam tim.

Pastinya sebagai pemimpin maka Anda harus membangun rasa percaya diri, akuntabilitas, komitmen dan sifat kuat untuk bertahan. Semua kondisi ini harus dibangun sejak awal mendirikan UKM sehingga UKM benar-benar mampu bertahan sampai sukses.

 

4. Kekuatan untuk Menciptakan Solusi

Meskipun Anda  baru saja membangun UKM maka Anda harus berpikir bahwa bisnis kecil ini akan menjadi besar dan sukses. Karena itu hal lain yang harus dipikirkan adalah solusi cepat yang bisa diberikan kepada pelanggan.

Ternyata kekuatan untuk membangun solusi memang sangat penting. Termasuk dengan menjalankan sistem manajemen produk dan sistem manajemen usaha. Dari dua sistem manajemen ini harus dijalankan dengan strategi yang kuat sehingga bisa memenuhi keinginan pelanggan yang sedang menemukan kesulitan.

5. Rencana Pemasaran yang Tepat

Kemudian hal lain yang sangat dibutuhkan untuk menjalankan UKM menjadi bibit bisnis besar adalah rencana pemasaran. Anda harus menetapkan rencana pemasaran termasuk mengenai wilayah pemasaran, metode pemasaran, siapa yang akan menjalankan, persaingan pasar dan faktor yang lain.

Dengan menetapkan semua rencana itu maka Anda memiliki skala prioritas dalam bisnis. Hasilnya Anda bisa memprediksi keuntungan yang harus didapatkan dan bagaimana untuk mendapatkan keuntungan tersebut.

 

6. Pikirkan Inovasi

Saat ini semua bisnis berkembang dengan sangat cepat. Semua itu dimulai dengan inovasi yang dijalankan dengan pertimbangan dan ketepatan. Nah Anda juga harus memulai langkah ini dalam mengembangkan UKM yang masih kecil agar menjadi besar.

Inovasi bukan untuk memecah dan merubah pasar tapi untuk menemukan sesuatu hal yang baru. Anda bisa terdorong untuk selalu berpikir agar sebuah produk atau jasa yang sedang Anda kembangkan bisa berhasil. Inovasi juga akan menarik minat pelanggan dengan adanya diversifikasi produk.

 

7. Serahkan pada Ahlinya

Banyak orang yang berpikir bahwa UKM harus dijalankan sendiri dan tidak perlu menggunakan tenaga ahli. Ternyata ini langkah yang salah karena dengan melakukan semua sendiri maka sulit bagi bisnis Anda untuk maju atau berkembang dengan cepat.

Jadi jangan takut untuk menyerahkan beberapa pekerjaan kepada ahlinya. Memang Anda harus membayar uang untuk ahli tersebut tapi hasilnya lebih memuaskan dan bisa memberi efek untuk pasar. Misalnya adalah usaha kecil yang akan dikembangkan secara online. Maka Anda membutuhkan orang-orang yang sudah profesional dalam bidang online termasuk pembuatan web, toko online dan keperluan lain.

 

8. Jangan Takut Investasi

Memprediksi dan menghitung keuntungan tentu sangat penting untuk menjalankan sebuah bisnis. Namun jika Anda ingin maju maka jangan terburu-buru untuk menikmati keuntungan. Tanamkan keuntungan Anda sebagai investasi. Dengan cara ini maka bisnis yang Anda bangun bisa berkembang secara bertahap.

Investasi yang dilakukan tidak harus berkaitan dengan produk tapi juga bisa untuk membayar training pekerja agar menjadi ahli, inovasi produk, peningkatan layanan dan keperluan lain. Dengan begitu bisnis Anda pasti akan maju pesat.

 

9. Menjalin Kerjasama

Penting sekali bagi pemilik bisnis untuk mau bekerjasama dengan pihak yang lain. Artinya tidak semua bisnis dijalankan sendiri karena bisa memberi dampak yang sangat serius. Bermitra dengan UKM, lembaga atau bisnis lain yang lebih besar akan memberi manfaat yang lebih besar.

Ketika Anda bekerjasama dengan mitra lain maka Anda dituntut untuk memenuhi persyaratan dan keinginan mereka. Hal ini menyebabkan Anda keluar dari zona nyaman dan bekerja keras untuk memenuhi syarat tersebut. Misalnya dari segi kemasan produk, izin produk, rasa dan variasi produk dan ketentuan lain.

Demikian informasi mengenai kunci sukses UKM. Jika Anda bisa menjalankan semua pedoman tersebut maka bisnis kecil Anda bisa memiliki jaminan untuk berkembang menjadi bisnis yang besar. Bahkan banyak bisnis besar yang semuanya dimulai dari langkah kecil seperti usaha skala UKM.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MINDSET KEWIRAUSAHAAN

  MINDSET KEWIRAUSAHAAN ... Oleh : Achmad Rosyad , SP, MM (kangahro.com)   “Kewirausahaan itu adalah sebuah Mindset” Kewirausahaan itu bukanlah sebuah status ataupun pekerjaan yang dilakukan sehari-hari, akan tetapi, adalah sebuah mindset . Itulah kenapa disebut dengan entrepreneurial mindset. Pola pikir ( mindset ) adalah cara memwirausaha ng terhadap sesuatu yang tertangkap oleh indra dan menghasilkan sikap yang terungkap dalam perilaku dan menghasilkan 'nasib'. Oleh karena itu, seringkali ditekankan kepada sikap mental seseorang dengan menjadi wirausaha. Atau bisa juga diartikan semacam filter diri sendiri untuk menafsirkan apa yang dilihat dan dialami. Pola pikir manusia bisa diubah, dari pola pikir yang negatif ke positif, pecundang ke pemenang, pekerja menjadi wirausaha. Pola pikir seorang wirausaha itu adalah pola pikir yang produktif, kreatif, inovatif karena pola pikir seperti inilah yang dibutuhkan oleh semua wirausaha untuk menjalankan suatu

Memelihara dan Meningkatkan Etos Kerja

Membangun,   Memelihara   dan Meningkatkan                                       ETHOS KERJA “Etos kerja dapat di artikan sebagai pandangan bagaimana melakukan kegiatan yang bertujuan mendapatkan hasil atau mencapai kesuksesan” Etos kerja sangat di perlukan oleh kita sebagai insan yang hidup di dunia ini yang   hanya menyediakan dua pilihan antara Mencintai pekerjaan atau Mengeluh setiap hari . Jika kita tidak bisa mencintai pekerjan , maka kita hanya akan memperoleh “5 – ng” : ngeluh, ngedumel, ngegosip, ngomel, ngeyel . Dalam urusan etos kerja, bangsa indonesia sejak dulu di kenal memiliki etos kerja yang kurang baik, sampai pada jaman pendudukan Belanda mereka menyebut kita dengan sebutan yang mengejek, in lander pemalas. Begitupun selama perjalanan bangsa ini salah satu faktor yang menyebabkan krisis multidimensi Indonesia sejak tahun 1997 adalah merajalelanya etos kerja yang buruk . Di bidang ekonomi, masyarakat lebih mengutamakan ekonomi rente daripada ek

AYO MEMBANGUN DAN MEMELIHARA JARINGAN USAHA KALAU MAU EKSIS BERBISNIS

Untuk mempertahankan bisnis, salah satu strategi yang harus dibangun adalah dengan mengembangkan/memperkuat jaringan (networking) usaha.  Dimana kita harus dapat bersinergi, berkolaborasi dan saling menjalin kemitraan dengan usaha lain, baik yang sejenis maupun usaha yang berbeda dengan tujuan untuk memperbesar akses dan penting bagi peningkatan kualitas layanan dan produktivitas usaha dengan berbagai kemungkinan yang dapat dijalankan sekaligus dikerjasamakan. Jaringan usaha yang harus dibangun adalah memiliki pengertian sebuah jalinan komunikasi dan kerjasama antar lembaga ataupun individu yang berorientasi pada profit untuk  mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dimana jaringan usaha memiliki esensi dalam kaidah-kaidah yang akan menghubungkan simpul-simpul usaha dari yang kita miliki yang akan dikerjasamakan dengan pihak lain, diantaranya bagaimana kualitas Kepemimpinan  yang akan melakukan kerjasama yang akan dibangun, tentunya harus memiliki sikap dan keputusan yang dapat dipe