Langsung ke konten utama

MINDSET KEWIRAUSAHAAN

 

MINDSET KEWIRAUSAHAAN ...

Oleh :

Achmad Rosyad, SP, MM

(kangahro.com)

 

“Kewirausahaan itu adalah sebuah Mindset”

Kewirausahaan itu bukanlah sebuah status ataupun pekerjaan yang dilakukan sehari-hari, akan tetapi, adalah sebuah mindset. Itulah kenapa disebut dengan entrepreneurial mindset.

Pola pikir (mindset) adalah cara memwirausaha ng terhadap sesuatu yang tertangkap oleh indra dan menghasilkan sikap yang terungkap dalam perilaku dan menghasilkan 'nasib'. Oleh karena itu, seringkali ditekankan kepada sikap mental seseorang dengan menjadi wirausaha.

Atau bisa juga diartikan semacam filter diri sendiri untuk menafsirkan apa yang dilihat dan dialami. Pola pikir manusia bisa diubah, dari pola pikir yang negatif ke positif, pecundang ke pemenang, pekerja menjadi wirausaha.

Pola pikir seorang wirausaha itu adalah pola pikir yang produktif, kreatif, inovatif karena pola pikir seperti inilah yang dibutuhkan oleh semua wirausaha untuk menjalankan suatu usaha. Wirausaha tidak selamanya mulus dalam menjalankan usahanya. Ada beberapa hambatan yang mungkin saja dialami saat akan membangun suatu usaha dan seringkali itu adadalah MODAL, merasa dirinya tidak berbakat dalam berwirausaha ataupun terlalu tua untuk memulai usaha. Mungkin hal-hal di bawah ini bisa dilakukan dalam memulai suatu usaha. motivasi yang kuat. Mindset yang tepat (produktif, kreatif, inovatif, positif) lakukan saja (just do it).

Seorang wirausaha akan sulit berkembang bila tidak memiliki mindset kreatif dan inovatif dalam dirinya. Kreatif dan inovatif sangat dibutuhkan wirausaha untuk bisa mengembangkan usaha agar lebih sukses, tentunya dengan sebuah mindset positif.

Mindset positif merupakan modal untuk meraih kesuksesan dan kebahagiaan hidup. Jangan anggap remeh cara berpikir dan pwirausaha ngan hidup, karena dari sana lah kehidupan akan ditentukan selanjutnya. Membangun mindset positif merupakan kunci penting untuk bisa sukses. Pemikiran atau prinsip dan pwirausaha ngan akan mempengaruhi manusia dalam mengambil keputusan dan tindakan. Termasuk motivasi hidup. Membangun mindset positif merupakan cara untuk menumbuhkan motivasi hidup secara lebih kekal. Mindset positif merupakan cara cerdas untuk fokus meraih kesuksesan.

Orang yang selalu memiliki pikiran negatif di dalam dirinya, maka akan sangat sulit untuk maju. Karena terhalang oleh berbagai dugaan buruk dalam dirinya sendiri. Berpikiran negatif juga akan membuat energi habis untuk memikirkan hal-hal yang sebenarnya mungkin tak penting. Rasa was-was, khawatir, merasa tidak mampu, berprasangka buruk dan tidak-tidak merupakan bagian dari pola pikir negatif yang harus dijauhi bila Wirausaha  ingin sukses.

 

Mengapa harus membangun mindset positive? Berikut ini beberapa alasannya

 

1.      Mindset positif merupakan bentuk rasa percaya diri pada kualitas diri yang dimiliki. Yakin dengan potensi yang dimiliki merupakan modal awal Wirausaha  untuk membangun motivasi dalam hidup.

 

2.      Mindset positive akan membuat lebih fokus dalam mencapai tujuan. Jangan sibuk memikirkan omongan-omongan negatif orang lain. Mendengarkan ucapan-ucapan negatif dari orang lain akan melemahkan semangat kita untuk sukses. Berpikirlah positif dan yakinlah mampu menghadapi apapun rintangan di tengah jalan menuju sukses. 

 

3.      Mindset positive adalah kunci sukses. Keyakinan untuk bisa menjadi baik sesuai dengan apa yang ada dalam konsep pemikiran mendorong diri melakukan usaha yang lebih maksimal untuk meraih sukses. Konsep pemikiran menjadi penggerak langkah dalam hidup. Dari konsep pemikiran lah akan terbangun bagaimana langkah nyata yang akan diupayakan untuk meraih kesuksesan.

 

Oleh karena itu, jangan sepelekan konsep pemikiran diri. Isilah dengan hal-hal positif yang akan memberikan dorongan besar untuk Wirausaha  meraih kesuksesan. Mindset positive merupakan modal penting Wirausaha  untuk bisa bahagia dalam hidup.

Bisikan-bisikan negatif di dalam pikiran sejatinya adalah bentuk ketidakpercayaan diri terhadap segenap potensi yang Wirausaha  miliki. Jadilah orang yang yakin dengan potensi diri sendiri. Jika diri sendiri ragu dengan potensi diri, lalu bagaimana dengan orang lain? Jadilah sosok yang mampu membangun rasa pemikiran positif, sehingga energi hidup akan terkumpul sepenuhnya untuk meraih kesuksesan.

Membangun mindset positif memang tak mudah, namun itu pasti bisa Wirausaha  lakukan. Memang perlu tuli sejenak dari bisikan-bisikan negatif, baik dari diri sendiri atau orang lain. Fokuskan energi kita untuk hal-hal positif. Butuh proses yang tidaklah instan untuk menjadi seorang pengusaha atau entrepreneur, bisa jadi waktunya cukup panjang.

Banyak hal baru yang bisa jadi tidak diduga sebelumnya, yang muncul ketika kita terjun langsung ke dalam dunia bisnis. Orang bilang, bisnis itu kadang untung, kadang rugi. Ya, bisnis memang penuh resiko, kalau kita tidak pintar, jangan berbisnis, bisa-bisa bukan “Untung” tetapi “Buntung”.

Hal inilah yang membuat sebagian besar orang akhirnya tidak berani mengambil resiko untuk meraih kesuksesannya dengan berbisnis. Dalam memulai usaha dibutuhkan dua faktor penting, yang pertama skill dan yang kedua adalah mindset entrepreneur. Dari faktor itulah, mengapa adanya mindset entrepreneur sangatlah penting dalam menjalankan bisnis.

Sebab dengan mindset entrepreneur, seseorang akan termotivasi untuk selalu produktif dan melakukan inovasi-inovasi baru untuk menciptakan peluang usaha yang menguntungkan.

 

Pentingnya Mindset Kewirausahaan bagi Wirausaha untuk Sukses

Menjadi seorang wirausaha atau entrepreneur sukses memang butuh proses yang tidaklah instan, bisa jadi waktunya cukup panjang. Banyak hal-hal baru yang bisa jadi tidak diduga sebelumnya, yang muncul ketika terjun langsung ke dalam bisnis.  Orang bilang bisnis itu ya Untung, ya Rugi.   Bisnis itu penuh resiko, kalo tidak pintar, jangan berbisnis, bisa-bisa bukan “Untung” tetapi “Buntung”.

Hal inilah yang membuat sebagian besar orang pada akhirnya tidak berani mengambil resiko, untuk meraih kesuksesannya dengan berbisnis. Apalagi jika melihat pola pikir masyarakat yang sampai saat ini masih sangat terpaku dengan mimpi mereka seorang karyawan di perusahaan bonafit, atau menjadi pegawai negeri sipil (PNS) yang bisa memberikan jaminan kecukupan di hari tua.

Apakah mimpi wirausaha  juga hanya sebatas itu? Biasakan tidak membatasi pola pikir Wirausaha  dgn cita-cita kecil sebagai karyawan saja, namun ubah mindset Wirausaha  untuk memiliki mimpi besar (setinggi langit) dengan menjadi wirausaha.

Bagaimana caranya mengubah mindset untuk menjadi wirausaha? Tentu ini bukan pekerjaan mudah, karena pola pikir sejak dulu sudah dibentuk untuk menjadi seorang karyawan.  Orang tua mana yang tidak bangga bila anak-anaknya bekerja di perusahaan bonafit, atau di instansi pemerintahan, sehingga secara otomatis pola pikir kita mulai terbentuk untuk menjadi seorang pegawai.

Belum lagi instansi pendidikan di negara kita yang masih minim memberikan ilmu tentang kewirausahaan, sehingga mindset entrepreneur kita masih sangat kurang.  Padahal dalam memulai usaha dibutuhkan dua faktor penting, yaitu  skill dan mindset wirausaha. Dari faktor itulah, mengapa adanya mindset wirausahar sangatlah penting dalam menjalankan bisnis. Sebab dengan  mindset wirausaha, seseorang akan termotivasi untuk selalu produktif dan melakukan inovasi-inovasi baru untuk menciptakan peluang usaha yg menguntungkan.

 

MEMBENTUK MINDSET WIRAUSAHA 

Cara mudah untuk membentuk mindset wirausaha  bisa dilakukan dgn beberapa tahapan berikut .

1.      Lihatlah potensi diri Wirausaha . Buat daftar potensi yg Wirausaha  punya, kemudian kembangkan semua potensi yg ada, untuk menciptakan inovasi baru      

2.      Belajarlah dari kisah para wirausaha sukses yg sudah berhasil mengembangkan bisnisnya dari nol. Dengan  begitu Wirausaha  akan terinspirasi dan termotivasi untuk mengikuti jejak kesuksesan mereka dalam menjalankan bisnis.

3.      Ikuti pelatihan, seminar atau sharing bisnis yg bisa membantu Wirausaha  mengetahui segala kelebihan dan kekurangan sumber daya, yg bisa Wirausaha  jadikan sebagai prospek bisnis. Bila perlu, lakukan kunjungan langsung untuk melihat proses operasional sebuah usaha. Dan yg paling utama dari ketiga langkah tersebut adalah Wirausaha  harus tetap “Action!”, karena tanpa action, maka mimpi kita tentu tidaklah akan menjadi sebuah kenyataan.

 

Perbedaan Wirausaha dengan Karyawan

Apakah menjadi seorang wirausaha selalu menguntungkan? Apakah menjadi seorang karyawan juga menguntungkan? Tentu saja jawaban dari kedua pertanyaan tersebut adalah belum pasti. Kedua jenis pekerjaan tersebut memiliki perbedaan.

Perbedaan ini dapat menjadi tolak ukur apakah menjadi wirausahawan lebih menguntungkan dan menjanjikan dibandingkan sebagai karyawan? Atau malah sebaliknya?

Berikut adalah perbedaan esensial antara Wirausahawan dan Karyawan :

 

WIRAUSAHA

1.     Penghasilan bervariasi atau tidak teratur, sehingga pada tahap awal sulit mengatur karena penghasilan tidak pasti

2.   Memiliki peluang yang lebih besar untuk menjadi orang kaya, penghasilan sebulan dapat menutupi pengeluaran atau biaya hidup untuk satu tahun

3.     Pekerjaan bersifat tidak rutin

4.     Kebebasan waktu yang tinggi (tidak terikat oleh jam kerja)

5.     Tidak ada kepastian (ketidakpastian tinggi) dalam banyak hal termasuk meramalkan keuntungan atau kekayaan

6.     Kreativitas atau inovasi dituntut setiap saat

7.     Ketergantungan rendah

8.   Berbagai risiko tinggi (asset dapat hilang bila dijadikan sebagai agunan dalam pinjaman) dan usahanya bangkrut

9.     Terbuka peluang untuk menjadi bos

10. Tanggung jawab besar

 

 

KARYAWAN

1.         Memiliki penghasilan pasti atau teratur, sehingga mudah diatur meskipun gaji kecil

2.         Peluang kaya relatif (sangat tergantung kemujuran dan karier)

3.         Pekerjaan bersifat rutin

4.         Waktu tidak bebas (terikat) pada jadwal atau jam kerja perusahaan

5.     Ada kepastian (dapat diprediksi) dalam banyak hal, keuntungan atau kekayaaan dapat    diramalkan/dihitung

6.    Bersifat menunggu instruksi/perintah

7.    Ketergantungan tinggi

8.    Risiko relatif rendah bahkan dapat diramalkan

9.    Menjadi bos relatif sulit apalagi bekerja pada perusahaan   keluarga

10. Tanggung jawab relatif

 

 

 


 

Karakteristik Seorang Wirausaha

Seorang wirausahawan adalah individu-individu yang berorientasi kepada tindakan, dan memiliki motivasi tinggi, yang beresiko dalam mengejar tujuannya.  Untuk dapat mencapai tujuan-tujuannya, maka diperlukan sikap dan perilaku yang mendukung pada diri seorang wirausahawan.

Sikap dan Perilaku sangat dipengaruhi oleh sifat dan watak yang dimiliki oleh seseorang. Sifat dan watak yang baik, berorientasi pada kemajuan dan positif merupakan sifat dan watak yang dibutuhkan oleh seorang wirausahawan agar wirausahawan tersebut dapat maju/sukses.

Ciri-ciri dan sifat-sifat profil/Karakteristik  seorang wirausahawan :

 

1.      Percaya Diri.
Wataknya : Keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme.

2.      Berorientasikan tugas dan hasil.
Wataknya : Kebutuhan akan prestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik dan emiliki inisiatif.

3.      Berani Mengambil Resiko.
Wataknya : Memiliki kemampuan mengambil resiko dan suka pada tantangan.

4.      Berjiwa Kepemimpinan.
Wataknya : Bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain dan suka terhadap saran dan kritik yang membangun.

5.      Selalu Orisinil
Wataknya : Memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serba bisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas.

6.      Berorientasi ke masa depan.
Wataknya : Persepsi dan memiliki cara pwirausaha ng/ cara pikir yang berorientasi pada masa depan.

7.      Jujur dan tekun.
Wataknya : Memiliki keyakinan bahwa hidup itu sama dengan kerja
    

Dari karakteristik  dan sifat watak seorang wirausahawan di atas, dapat kita identifikasi sikap seorang wirausahawan yang dapat diangkat dari kegiatannya sehari-hari, sebagai berikut:


a. Disiplin

Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki kedisiplinan yang tinggi. Arti dari kata disiplin itu sendiri adalah ketepatan komitmen wirausahawannterhadap tugas dan pekerjaannya.  Ketepatan yang dimaksud bersifat menyeluruh, yaitu ketepatan terhadap waktu, kualitas pekerjaan, sistem kerja dan sebagainya. 

 

Ketepatan terhadap waktu, dapat dibina dalam diri seseorang dengan berusaha menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang direncanakan.  Sifat sering menunda pekerjaan dengan berbagai macam alasan, adalah kendala yang dapat menghambat seorang wirausahawan meraih keberhasilan.  Kedisiplinan terhadap komitmen akan kualitas pekerjaan dapat dibina dengan ketaatan wirausahawan akan komitmen tersebut.

 

Wirausahawan harus taat azas. Hal tersebut akan dapat tercapai jika wirausahawan memiliki kedisiplinan yang tinggi terhadap sistem kerja yang telah ditetapkan. Ketaatan wirausahawan akan kesepakatan-kesepakatan yang dibuatnya adalah contoh dari kedisiplinan akan kualitas pekerjaan dan sistem kerja

 

b. Komitmen Tinggi

Komitmen adalah kesepakatan mengenai sesuatu hal yang dibuat oleh seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain.  Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki komimten yang jelas, terarah dan bersifat progressif (berorientasi pada kemajuan).

 

Komitmen terhadap dirinya sendiri dapat dibuat dengan mengidentifikasi cita-cita, harapan dan target-target yang direncanakan dalam hidupnya.  Sedangkan contoh komitmen wirausahawan terhadap orang lain terutama konsumennya adalah pelayanan prima yang berorientasi pada kepuasan konsumen, kualitas produk yang sesuai dengan harga produk yang ditawarkan, problem solving bagi masalah konsumen, dan sebagainya.

 

Seorang wirausahawan yang teguh menjaga komitmennya terhadap konsumen, akan memiliki nama baik (goodwill) di mata konsumen yang akhirnya wirausahawan tersebut akan mendapatkan kepercayaan dari konsumen, dengan dampak pembelian terus meningkat sehingga pada akhirnya tercapai target perusahaan yaitu memperoleh laba yang diharapkan.

c. Jujur

Kejujuran merupakan landasan moral yang terkadang dilupakan oleh seorang wirausahawan. Kejujuran dalam berperilaku bersifat kompleks.  Kejujuran mengenai karakteristik produk (barang dan jasa) yang ditawarkan, kejujuran mengenai promosi yang dilakukan, kejujuran mengenai pelayanan purna jual yang dijanjikan dan kejujuran mengenai segala kegiatan yang terkait dengan penjualan produk yang dilakukan oleh wirausahawan.

d. Kreatif dan Inovatif

Untuk memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki daya kreativitas yang tinggi. Daya kreatifitas tersebut sebaiknya adalah dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang telah ada selama ini di pasar. 

 

Gagasan-gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk ataupun waktu. Justru seringkali ide-ide jenius yang memberikan terobosan-terobosan baru dalam dunia usaha awalnya adalah dilandasi oleh gagasan-gagasan kreatif yang kelihatannya mustahil. 

 

Namun, gagasan-gagasan yang baikpun, jika tidak diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, hanya akan menjadi sebuah mimpi.  Gagasan-gagasan yang jenius umumnya membutuhkan daya inovasi yang tinggi dari wirausahawan yang bersangkutan.  Kreativitas yang tinggi tetap membutuhkan sentuhan inovasi agar laku di pasar. 

 

Inovasi yang dibutuhkan adalah kemampuan wirausahawan dalam menambahkan nilai guna/nilai manfaat terhadap suatu produk dan menjaga mutu produk dengan memperhatikan “market oriented” atau apa yang sedang laku dipasaran. Dengan bertambahnya nilai guna atau manfaat pada sebuah produk, maka meningkat pula daya jual produk tersebut di mata konsumen, karena adanya peningkatan nilai ekonomis bagi produk tersebut bagi konsumen.

 

e. Mandiri

Seseorang dikatakan “mandiri” apabila orang tersebut dapat melakukan keinginan dengan baik tanpa adanya ketergantungan pihak lain dalam mengambil keputusan atau bertindak, termasuk mencukupi kebutuhan hidupnya, tanpa adanya ketergantungan dengan pihak lain.  Kemandirian merupakan sifat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan.  Pada prinsipnya seorang wirausahawan harus memiliki sikap mandiri dalam memenuhi kegiatan usahanya.

 

f.  Realistis

Seseorang dikatakan Realistis bila orang tersebut mampu menggunakan fakta/realita sebagai landasan berpikir yang rasionil dalam setiap pengambilan keputusan maupun tindakan/perbuatannya.  Banyak seorang calon wirausahawan yang berpotensi tinggi, namun pada akhirnya mengalami kegagalan hanya karena wirausahawan tersebut tidak realistis, obyektif dan rasionil dalam pengambilan keputusan bisnisnya. 

 

Karena itu dibutuhkan kecerdasan dalam melakukan seleksi terhadap masukan-masukan/sumbang saran yang ada keterkaitan erat dengan tingkat keberhasilan usaha yang sedang dirintis.

 

 

Tips Mengembangkan Mindset Kewirausahaan

Banyak wirausahawan yang gagal dalam menjalankan bisnisnya karena kurang fokus dalam memetakan bisnisnya. Betapa pentingnya fokus seseorang dalam membangun sebuah bisnis, sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis yang Wirausaha  jalankan ke depan.

Selain bisa meningkatkan performa dalam sebuah bisnis, fokus mindset juga sangat membantu Wirausaha  dalam meningkatkan kualitas diri.  Pertumbuhan sebuah bisnis yang signifikan tidak bisa terlepas dari kemampuan Wirausaha  dalam memetakan sebuah konsep. Kekuatan konsep dalam berbisnis mutlak dibutuhkan dalam menjalankan bisnis.

Masalah yang sering timbul adalah bagaimana cara membentuk mindset wirausaha dalam diri Wirausaha  lebih fokus atau bahkan kalau memungkinkan bisa meningkatkannya. Ada beberapa Tips yang bisa Wirausaha  lakukan untuk itu, antara lain :

a.      Stop Berfikir Bahwa Wirausaha  Cerdas

Sedikit agak kasar memang, namun jika Wirausaha  melakukan hal ini percayalah bahwa akan ada peningkatan yang signifikan. Sama persis seperti yang teori yang disampaikan oleh Almarhum Bob Sadino. Beliau selalu mengatakan jadilah orang yang bodoh untuk bisa menjalankan bisnis. 

Beliau juga menyebutkan selalu menggoblokkan diri atau mengosongkan gelas ketika bertemu dengan pebisnis atau siapapun yang bergelut di bidang bisnis. Dengan berfikir bodoh atau dengan kata lain tidak berfikir cerdas, otomatis mindset dalam otak wirausaha  akan menyerap apapun ilmu yang  bisa Wirausaha  dapatkan dari siapapun.

b.        Persiapkan Diri Untuk Kata Tidak

Kata “tidak”dalam perjalanan bisnis akan sering Wirausaha  dengar. Hal itu semakin sering terjadi ketika bisnis Wirausaha  semakin bertumbuh dan berkembang menjadi besar. Hal itu bisa terjadi pada kondisi tertentu yang mungkin tidak bisa dihindarkan.  Misalnya ketika melakukan penawaran pada investor dan sampaikan beberapa ide yang akan dikerjakan. Di sini penolakan atau kata “tidak” sangat mungkin terjadi.

 

Untuk itu persiapan sedini mungkin dalam menghadapi kata “tidak” ini akan sangat membantu Wirausaha . Tetap tenang dan fokus dan dengarkan apa yang diinginkan oleh investor.

c.       Jangan Berhenti Berfikir Tentang Bisnis

Bayangkan wirausaha seperti seorang musisi, bisa bayangkan sendiri ketika musisi tidak pernah berlatih atau berhenti bermain musik, apa yang terjadi pasti kemampuan dalam bermusiknya akan menurun. Demikian halnya Wirausaha , otak wirausaha adalah ibarat alat musik dan Wirausaha lah musisinya.  Sama halnya musisi jika wirausaha stop berfikir ke depan, maka otak wirausaha pun akan tumpul. Kepekaan dalam mendapatkan sebuah ide pun juga akan melemah dan ini sangat menghambat pertumbuhan bisnis wirausaha.

d.     Inovasi atau Mati

Inovasi adalah harga mati dalam menopang perkembangan bisnis yang wirausaha jalani. Inovasi adalah ibarat nyawa dalam sebuah bisnis. Selalu lakukan inovasi dan jangan pernah berhenti. Inovasi dalam bisnis juga bisa diartikan sebagai kesehatan dalam sebuah bisnis. Ketika wirausaha berhenti dalam berinovasi, maka saat itulah kemunduran bisnis Wirausaha  dimulai

e.   Sikap Optimis

Selalu optimis dalam menjalankan sesuatu. Sikap pesimis hanya akan menghabiskan energi wirausaha dengan sia – sia. Percayalah bahwa di depan selalu akan ada peluang yang bisa wirausaha  ambil. Sikap optimis tidak bisa dipisahkan dari seorang pebisnis. Jika Wirausaha  merasa belum mempunyainya, ubahlah dan mulai dari sekarang apapun yang wirausaha  lakukan, kerjakan dengan penuh rasa optimis. Sikap yang selalu optimis bisa wirausaha perlukan untuk menghadapi masalah yang mungkin akan Wirausaha  temui di masa yang akan datang.

f.     Berani Mengambil Resiko

Sikap berani dalam berbisnis harus wirausaha miliki. Berani dapat  diaplikasikan dalam berbagai situasi dan kondisi. Berani mengambil keputusan, berani mengambil resiko dan berani mengambil peluang adalah contoh yang sangat nyata dalam dunia bisnis. Bisa dibayangkan jika Wirausaha selalu takut dan ragu dalam segala hal, apalagi dalam dunia bisnis yang membutuhkan kecepatan dan ketepatan dalam mengambil keputusan. Oleh karena itu, sikap berani harus wirausaha  punyai sejak sekarang.  Bagaimana wirausaha  mengembangkan bisnis tergantung bagaimana bisa menata konsep dan mindset kewirausahaan dengan benar. Coba amati diri wirausaha sendiri sudahkah wirausaha  menjalankan pemetaan yang tepat dalam menjalankan sebuah bisnis.


 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memelihara dan Meningkatkan Etos Kerja

Membangun,   Memelihara   dan Meningkatkan                                       ETHOS KERJA “Etos kerja dapat di artikan sebagai pandangan bagaimana melakukan kegiatan yang bertujuan mendapatkan hasil atau mencapai kesuksesan” Etos kerja sangat di perlukan oleh kita sebagai insan yang hidup di dunia ini yang   hanya menyediakan dua pilihan antara Mencintai pekerjaan atau Mengeluh setiap hari . Jika kita tidak bisa mencintai pekerjan , maka kita hanya akan memperoleh “5 – ng” : ngeluh, ngedumel, ngegosip, ngomel, ngeyel . Dalam urusan etos kerja, bangsa indonesia sejak dulu di kenal memiliki etos kerja yang kurang baik, sampai pada jaman pendudukan Belanda mereka menyebut kita dengan sebutan yang mengejek, in lander pemalas. Begitupun selama perjalanan bangsa ini salah satu faktor yang menyebabkan krisis multidimensi Indonesia sejak tahun 1997 adalah merajalelanya etos kerja yang buruk . Di bidang ekonomi, masyarakat lebih mengutamakan ekonomi rente daripada ek

AYO MEMBANGUN DAN MEMELIHARA JARINGAN USAHA KALAU MAU EKSIS BERBISNIS

Untuk mempertahankan bisnis, salah satu strategi yang harus dibangun adalah dengan mengembangkan/memperkuat jaringan (networking) usaha.  Dimana kita harus dapat bersinergi, berkolaborasi dan saling menjalin kemitraan dengan usaha lain, baik yang sejenis maupun usaha yang berbeda dengan tujuan untuk memperbesar akses dan penting bagi peningkatan kualitas layanan dan produktivitas usaha dengan berbagai kemungkinan yang dapat dijalankan sekaligus dikerjasamakan. Jaringan usaha yang harus dibangun adalah memiliki pengertian sebuah jalinan komunikasi dan kerjasama antar lembaga ataupun individu yang berorientasi pada profit untuk  mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dimana jaringan usaha memiliki esensi dalam kaidah-kaidah yang akan menghubungkan simpul-simpul usaha dari yang kita miliki yang akan dikerjasamakan dengan pihak lain, diantaranya bagaimana kualitas Kepemimpinan  yang akan melakukan kerjasama yang akan dibangun, tentunya harus memiliki sikap dan keputusan yang dapat dipe