Langsung ke konten utama

PENGEMBANGAN JARINGAN USAHA UMKM


PENGEMBANGAN JARINGAN USAHA UMKM
Oleh  : ACHMAD ROSYAD, SP, MM (KangAhro.com)
Widyaiswara UPTD - P3W Jawa Barat

Untuk mempertahankan bisnis, salah satu strategi yang harus dibangun adalah dengan mengembangkan/memperkuat jaringan (networking) usaha.  Dimana kita harus dapat bersinergi, berkolaborasi dan saling menjalin kemitraan dengan usaha lain, baik yang sejenis maupun usaha yang berbeda dengan tujuan untuk memperbesar akses dan penting bagi peningkatan kualitas layanan dan produktivitas usaha dengan berbagai kemungkinan yang dapat dijalankan sekaligus dikerjasamakan.

Jaringan usaha yang harus dibangun adalah memiliki pengertian sebuah jalinan komunikasi dan kerjasama antar lembaga ataupun individu yang berorientasi pada profit untuk  mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dimana jaringan usaha memiliki esensi dalam kaidah-kaidah yang akan menghubungkan simpul-simpul usaha dari yang kita miliki yang akan dikerjasamakan dengan pihak lain, diantaranya bagaimana kualitas Kepemimpinan  yang akan melakukan kerjasama yang akan dibangun, tentunya harus memiliki sikap dan keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan.  Kepemimpinan (leadership ) dalam suatu proses  jaringan adalah kepemimpinan dari orang yang memang memiliki kemampuan  dan kemauan untuk menjaga hubungan saling kerjasama dan komunikasi`

Begitupun dengan Kemampuan daya jangkau unit yang akan dikerjasamakan, ada unsur kesamaan visi dan saling percaya serta mampu mengukur kemampuan kerjasama yang saling menguntungkan (win-win solution)  dan berkualitas untuk hasil yang maksimal.  Ada beberapa jenis jaringan yang terbentuk dalam dunia bisnis sesuai sifatnya, yaitu Jaringan dalam kegiatan sosial budaya, Jaringan yang serius dalam bisnis dengan membentuk perusahaan dan jaringan Holding untuk investasi dan kerjasama bisnis.

FAKTOR PENDORONG BERJEJARING

Ada beberapa faktor yang mendorong untuk terbentuknya suatu jaringan usaha dalam bisnis, diantaranya Optimalisasi sumber daya, bekerja secara lebih efektif., lebih mampu memusatkan segenap kekuatan,pencapaian sinergi, memperkokoh kompetensi dibidangnya, memperluas wilayah jangkauan kegiatan dan ada upaya untuk meningkatkan keahlian.  Sebelum  berjejaring kita kenali dulu manfaat dari berjejaring, agar lebih focus dan dapat dilakukan dengan optimal.  Adapun manfaat berjejaring  kita dapat Berbagi informasi dan pengalaman, dapat bekerjasama  dalam berbagai kegiatan, Mengembangkan model/ strategi pengembangan dan dapat meningkatkan kapasitas organisai/lembaga usaha kita lebih berkualitas.

Selanjutnya bagaimana biar dalam melakukan kerjasama berjejaring ini lebih efektif dapat dilakukan dan mudah dilakukan? Untuk efektifitas dalam berjejaring kita harus Mempunyai  kepentingan yang sama dengan prinsip bekerjasama saling menguntungkan, mampu membuat rumusan peran yang setara dalam koordinasi kerja   antara anggota., ada keterlibatan  yang setara pada semua tingkatan, merumuskan tujuan yang terukur jelas dan terumuskan secara tegas., saling ada kesadaran untuk mempertahankan kelangsungan    jaringan dan saling keterbukaan untuk kerjasama dengan jaringan kerja lainnya.

Bentuk-bentuk kegiatan dalam prinsip berjejaring yang dapat dilakukan dalam berbisnis,  biasanya seperti : Kegiatan promosi kolektif, Peningkatan kualitas dan kapasitas layanan, Kerjasama pembiayaan, Pertukaran informasi, pengalaman, pengetahuan, kecakapan teknis dan Pembelian dan penggunaan fasilitas pendukung kolektif serta kerjasama Riset dan pengembangan untuk kegiatan bersama.

Jadi, jaringan usaha itu memang diperlukan untuk dapat meningkatkan kapasitas perusahaan yang dapat memberikan penguatan bisnis yang lebih berkualitas dengan mendayagunakan pihak luar untuk sama-sama memberikan dukungan yang saling melengkapi satu sama lain.  Termasuk memanfaatkan akses-akses bisnis kita sehingga memudahkan dalam mendapatkan sarana pendukung usaha, dan lebih ditingkatkannya kualitas layanan dan kepuasan pelanggan dalam hubungan bisnis yang lebih kompleks serta terjalin sebuah kemitraan yang saling menguntungkan.  Ingat saat era MEA diberlkukan kuncinya adalah persaingan yang harus disikapi dengan kolaborasi bisnis yang kuat dan menjadi pemenang dan berperan penting dalam jaringan usaha yang lebih kuat lagi.

Jaringan usaha diperlukan untuk dapat meningkatkan kapasitas perusahaan yang dapat memberikan penguatan bisnis yang lebih berkualitas dengan mendayagunakan pihak luar untuk sama-sama memberikan dukungan yang saling melengkapi satu sama lain.  Termasuk memanfaatkan akses-akses bisnis kita sehingga memudahkan dalam mendapatkan sarana pendukung usaha, dan lebih ditingkatkannya kualitas layanan dan kepuasan pelanggan dalam hubungan bisnis yang lebih kompleks serta terjalin sebuah kemitraan yang saling menguntungkan. 

MANFAAT DAN STRATEGI BERJEJARING

Manfaat yang akan dirasakan kalau kita dapat bersinergi dan berjejaring dengan dunia luar tentunya akan lebih memperluas akses (kemudahan) melalui sebuah kemitraan, begitu ling pula  kita dapat mudah dapat berbagi informasi dan pengalaman.  Kedua belah pihak yang bermitra dapat bekerjasama  dalam berbagai kegiatan, salingengembangkan diri dengan memadukan model/ strategi pengembangan serta dapat lebih meningkatkan kompetensi dan kapasitas organisasinya.

Untuk mencapai sebuah kerjasama jaringan yang efektif ada beberapa strategi yang dapat dilakukn untuk terjalin pola kerjasama yang berkualitas, diantaranya :

  1. Kedua belah pihak mempunyai satu  kepentingan dan tujuan yang sama, dengan menyamakan persepsi dan visi misi melakukan kemitraan,
  2. Berorientasi sama  untuk bermitra  saling menguntungkan,
  3. Sama-sama menyusun rumusan peran yang setara dalam koordinasi kerja   antara anggota.
  4. Adanya keterlibatan  yang setara pada semua tingkatan
  5. rumusan tujuan yang terukur jelas dan terumuskan secara tegas,
  6. Ada komitmen  untuk mempertahankan kelangsungan    jaringan.
  7. Harus ada keterbukaan untuk kerjasama dengan jaringan kerja lainnya.

MEMBANGUN KOMITMEN JARINGAN KERJASAMA

Lalu bagaiman cara kita dalam Membangun Komitmen Jaringan  Kerja Bersama yang baik, untuk sebuah kemitraan yang saling menguatkan?  Tentunya  dengan memperhatikan beberapa faktor sebagai berikut  :

  1. Kesinambungan Visi dan Misi,
  2. Keterlibatan  dalam menjalankan Visi dan Misi,
  3. Materi, kemampuan, pengalaman,
  4. SDM yang  saling dipertukarkan
  5. Paham betul keduanya akan kegiatan yang dapat  kita lakukan bersama sebagai langkah awal berjaring. 

Begitupun dengan media yang mendukungnya, media apa yang dapat digunakan  untuk memulai kegiatan serta sepakati “Siapa yang sanggup memulai?

Beberapa aktivitas /kegiatan usaha yang dapat dimitrakan atau disinergikan dalam jaringan usaha yang dapat memacu semangat baru dalam sebuah aktivitas yang lebih memotivasi usaha kedepan adalah seperti Kegiatan promosi kolektif yang dikolaborasikan, Memadukan Peningkatan kualitas dan kapasitas layanan, Kerjasama pembiayaan dan permodalan usaha yang lebih besar, Kerjasama Pertukaran informasi, pengalaman, pengetahuan, kecakapan teknis, Mitra Pembelian dan penggunaan fasilitas pendukung kolektif. serta jaringan kerjasama dalam melakukan riset dan pengembangan untuk kegiatan bersama.  Aktivitas-akitvitas seperti itulah yang dapat lebih menjadi penguatan berbagai sector dalam usaha kita, kalau mau lebih dibesarkan dan lebih mendayagunakan kekuatan untuk  sebuah perubahan.

SIAPA YANG MEMULAI BERJEJARING ??

Lalu, siapakah yang dapat memulai/menjadi inisiator untuk dapat berjejaring secara produktif ?  Tentunya Siapapun dapat menjadi inisiator.  Kuncinya adalah diperlukan modal ketekunan, tidak gampang menyerah sampai terbentuknya visi di antara para anggota jaringan.  Proses saling kenal untuk memahami gaya, misi, aturan dari masing-masing anggota, jelas memerlukan waktu yang panjang. Karenanya inisiator harus memiliki “nafas panjang” sebelum semuanya menjadi lebih terbuka dan operatif.

Itulah indahnya berjejaring dan bersinergi,…saling memberi manfaat dan keuntungan dalam melakukan bisnis tidak lagi sendiri, tapi mampu berkolaborasi dalam sebuah jaringan yang akan menjadi sebuah wahana pengembangan usaha yang lebih produktif.  Sukses untuk kita yang mau memanfaatkan jaringan usaha yang sangat terbuka dan akan menggiring kesuksesan kedepan melalui saling memberi manfaat dengan orang lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MINDSET KEWIRAUSAHAAN

  MINDSET KEWIRAUSAHAAN ... Oleh : Achmad Rosyad , SP, MM (kangahro.com)   “Kewirausahaan itu adalah sebuah Mindset” Kewirausahaan itu bukanlah sebuah status ataupun pekerjaan yang dilakukan sehari-hari, akan tetapi, adalah sebuah mindset . Itulah kenapa disebut dengan entrepreneurial mindset. Pola pikir ( mindset ) adalah cara memwirausaha ng terhadap sesuatu yang tertangkap oleh indra dan menghasilkan sikap yang terungkap dalam perilaku dan menghasilkan 'nasib'. Oleh karena itu, seringkali ditekankan kepada sikap mental seseorang dengan menjadi wirausaha. Atau bisa juga diartikan semacam filter diri sendiri untuk menafsirkan apa yang dilihat dan dialami. Pola pikir manusia bisa diubah, dari pola pikir yang negatif ke positif, pecundang ke pemenang, pekerja menjadi wirausaha. Pola pikir seorang wirausaha itu adalah pola pikir yang produktif, kreatif, inovatif karena pola pikir seperti inilah yang dibutuhkan oleh semua wirausaha untuk menjalankan suatu

Memelihara dan Meningkatkan Etos Kerja

Membangun,   Memelihara   dan Meningkatkan                                       ETHOS KERJA “Etos kerja dapat di artikan sebagai pandangan bagaimana melakukan kegiatan yang bertujuan mendapatkan hasil atau mencapai kesuksesan” Etos kerja sangat di perlukan oleh kita sebagai insan yang hidup di dunia ini yang   hanya menyediakan dua pilihan antara Mencintai pekerjaan atau Mengeluh setiap hari . Jika kita tidak bisa mencintai pekerjan , maka kita hanya akan memperoleh “5 – ng” : ngeluh, ngedumel, ngegosip, ngomel, ngeyel . Dalam urusan etos kerja, bangsa indonesia sejak dulu di kenal memiliki etos kerja yang kurang baik, sampai pada jaman pendudukan Belanda mereka menyebut kita dengan sebutan yang mengejek, in lander pemalas. Begitupun selama perjalanan bangsa ini salah satu faktor yang menyebabkan krisis multidimensi Indonesia sejak tahun 1997 adalah merajalelanya etos kerja yang buruk . Di bidang ekonomi, masyarakat lebih mengutamakan ekonomi rente daripada ek

AYO MEMBANGUN DAN MEMELIHARA JARINGAN USAHA KALAU MAU EKSIS BERBISNIS

Untuk mempertahankan bisnis, salah satu strategi yang harus dibangun adalah dengan mengembangkan/memperkuat jaringan (networking) usaha.  Dimana kita harus dapat bersinergi, berkolaborasi dan saling menjalin kemitraan dengan usaha lain, baik yang sejenis maupun usaha yang berbeda dengan tujuan untuk memperbesar akses dan penting bagi peningkatan kualitas layanan dan produktivitas usaha dengan berbagai kemungkinan yang dapat dijalankan sekaligus dikerjasamakan. Jaringan usaha yang harus dibangun adalah memiliki pengertian sebuah jalinan komunikasi dan kerjasama antar lembaga ataupun individu yang berorientasi pada profit untuk  mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dimana jaringan usaha memiliki esensi dalam kaidah-kaidah yang akan menghubungkan simpul-simpul usaha dari yang kita miliki yang akan dikerjasamakan dengan pihak lain, diantaranya bagaimana kualitas Kepemimpinan  yang akan melakukan kerjasama yang akan dibangun, tentunya harus memiliki sikap dan keputusan yang dapat dipe