Langsung ke konten utama

PERAN DAN FUNGSI KOPERASI SEKUNDER

 

 

 

PERAN DAN FUNGSI KOPERASI SEKUNDER

 

Oleh :

KANG AHRO

WIDYAISWARA MUDA

 Dinas Koperasi dan Usaha KecilProvinsi Jawa Barat

 

I.             Pengertian Organisasi Koperasi

Organisasi koperasi adalah suatu cara atau sistem hubungan kerja sama antara orang-orang yang mempunyai kepentingan yang sama antara orang-orang yang mempunyai kepentingan yang sama dan bermaksud mencapai tujuan yang ditetapkan bersama-sama dalam suatu wadah koperasi.

Sebagai organisasi koperasi mempunyai tujuan organisasi yang merupakan kumpulan dari tujuan-tujuan individu dari anggotanya, jadi tujuan koperasi sedapat mungkin harus mengacu dan memperjuangkan pemuasan tujuan individu anggotanya, dalam operasionalnya harus sinkron.

Sebagai organisasi koperasi yang bergerak dibidang usaha guna memuaskan kepentingan anggotanya, koperasi mempunyai 5 persyaratan yang harus dipenuhi koperasi :

1. Adanya orang/subyek hukum pendukung hak dan kewajiban.

2. Adanya pengelola, pengurus, direksi

3. Adanya harta kekayaan yang terpisah/equity (permodalan)

4. Adanya kegiatan

5. Adanya aturan main berdasarkan prinsip koperasi

 

Struktur Organisasi Koperasi

Struktur organisasi koperasi dibentuk sedemikan rupa sesuai dengan idiologi dan strategi pengembangan untuk memperoleh Strategic competitiveness sehingga setiap koperasi boleh jadi mempunyai bentuk yang berbeda secara fungsional karena menyesuaikan dengan strategi yang sedang dikembangkan tetepi secara basic idologi terutama terkait dengan perangkat organisasi koperasi akan menunjukan kesamaan.

Untuk mewujudkan integrasi antar fungsi dan antar formasi jabatan/orang yang menjalankan roda organisasi koperasi ada struktur organisasi yang jelas tepat dan efisien, struktur organisasi dituangkan dalam peraturan yang jelas dan tegas di dalam anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan peraturan lain.

 

Ropke dalam bukunya The Economic Theory of Cooveratives mengidentifikasi ciri-ciri organisasi koperasi sebagai berikut :

a) Terdapat sejumlah individu yang bersatu dalam suatu kelompok atas dasar sekurang-kurangnya satu kepentingan atau tujuan yang sama, yang disebut sebagai kelompok koperasi.

b) Terdapat anggota koperasi yang bergabung dalam kelompok usaha untuk memperbaiki kondisi sosial ekonomi mereka sendiri, yang disebut sebagai swadaya dari kelompok koperasi.

c) Anggota yang bergabung dalam koperasi memanfaatkan koperasi secara bersama, yang disebut sebagai perusahaan koperasi.

d) Koperasi sebagai perusahaan mempunyai tugas untuk menunjang kepentingan para anggota kelompok koperasi, dengan cara menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh anggota dalam kegiatan ekonominya.

Jika diperhatikan ciri-ciri tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa organisasi koperasi terdiri dari:

a) Anggota Koperasi, baik sebagai konsumen akhir maupun sebagai pengusaha yang memanfaatkan koperasi dalam kegiatan sosial ekonominya.

b) Badan Usaha Koperasi, sebagai satu kesatuan dari anggota, pengelola, dan pengawas koperasi yang berusaha meningkatkan kondisi sosial ekonomi anggotanya melalui perusahaan koperasi.

c) Organisasi Koperasi, sebagai badan usaha yang bertindak sebagai perusahaan yang melayani anggota maupun bukan anggota.

Struktur organisasi koperasi di Indonesia dapat dirunut berdasarkan perangkat organisasi koperasi, yaitu meliputi rapat anggota, pengurus, pengawas dan pengelola. Untuk lebih jelasnya struktur organisasi koperasi secara umum seperti pada gambar 1 berikut ini.

Sebenarnya, struktur organisasi koperasi tidak hanya mencakup segi intern koperasi tetapi meliputi segi ekstern. Sebagai sebuah badan usaha yang sekaligus merupakan gerakan ekonomi rakyat, maka kedua segi organisasi koperasi harus dilihat sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya.

Yang dimaksud segi intern organisasi koperasi adalah struktur organisasi koperasi yang meliputi unsur-unsur kelengkapan yang ada dalam organisasi koperasi tersebut, contoh ada unsur pengurus, pengawas, pengelola dan anggota Masing-masing unsur tersebut harus bekerja sama sesuai dengan kapasitas masing-masing dalam memajukan koperasi.

Sedangkan yang dimaksud segi ekstern organisasi koperasiadalah hubungan dan kedudukan koperasi terhadap organisasi koperasi lainnya, baik yang sama tingkatnya (antar sesama koperasi primer) maupun dengan koperasi yang lebih tinggi tingkatannya seperti Pusat Koperasi, Gabungan Koperasi serta Induk Koperasi.

 

II.           PERANGKAT ORGANISASI KOPERASI

Pengertian Manajemen dan Perangkat Organisasi

1. Definisi Paul Hubert Casselman dalam bukunyaberjudul “ The Cooperative Movement and someof its Problems” yang mengatakan bahwa :“Cooperation is an economic system with social content”.

Artinya koperasi harus bekerja menurut prinsip-prinsip ekonomi dengan melandaskan pada azas-azas koperasi yang mengandung unsur-unsur sosial di dalamnya.

 

2. Unsur sosial yang terkandung dalam prinsip koperasi lebih menekankan kepada hubungan antar anggota, hubungan anggota dengan pengurus, tentang hak suara, cara pembagian dari sisa hasil usaha dan sebagainya seperti yang dapat kita lihat dalam:

Kesamaan derajat yang diwujudkan dalam“one man one vote” dan “no voting by proxy”.

a. Kesukarelaan dalam keanggotaan

b. Menolong diri sendiri (self help)

c. Persaudaraan/kekeluargaan (fraternity and unity)

d. Demokrasi yang terlihat dan diwujudkan dalam cara pengelolaan dan pengawasan yang dilakukan oleh anggota.

e. Pembagian sisa hasil usaha proporsional dengan jasa-jasanya.

 

3. Definisi Manajemen menurut Stoner adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumberdayasumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

 

4. Menurut Prof. Ewell Paul Roy, Ph.D mengatakan bahwa manajemen koperasi melibatkan 4 unsur (perangkat) yaitu:

a). Anggota

b). Pengurus

c). Manajer

d). Karyawan merupakan penghubung antara manajemen dan anggota pelanggan

 

5. Sedangkan menurut Undang-undang RI No. 25 Tahun 1922 tentang Perkoperasian, bahwa perangkat organisasi terdiri dari :

a). Rapat anggota

b). Pengurus

c). Pengawas

Ketiga perangkat organisasi koperasi tersebut maupun yang bukan yaitu manajer merupakan tim manajemen yang mempunyai ikatan kolektif dalam menjalankan fungsi organisasi. Tiga unsur diatas juga sering kita sebut sebagaiperangkat manajemen koperasi.

Berikut penjelasan singkat terkait dengan fungsi dan peran perangkat organisasi koperasi.

 

1) Perangkat organisasi koperasi Rapat Anggota (RA)

RA merupakan forum tertinggi koperasi yang dihadiri oleh anggota sebagai pemilik.Setiap anggota koperasi mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Seorang anggota berhak menghadiri rapat anggota dan memberikan suara dalam rapat anggota serta mengemukakan pendapat dan saran kepada pengurus baaik di luar maupun di dalam rapat anggota. Anggota juga harus ikut serta mengadakan pengawasan atas jalannya organisasi dan usaha koperasi.

 

Wewenang RA diantaranya adalah menetapkan :

a) Anggaran dasar (AD/ART)

b) Kebijaksanaan umum , Manajemen, dan usaha koperasi serta pelaksanaan keputusan koperasi

c) Pemilihan/pengangkatan/pemberhentian pengurus dan pengawas

d) Rencana kerja, pertanggungjawaban pengurus dalam pelaksanaan tugasnya

e) RGBPK dan RAPBK

f) Pembagian SHU

g) Penggabungan, peleburan, pembagian dan pembubaran koperasi.

Rapat Anggota bisa dilakukan RAT, RAK dan RALB. Secara umum RA dianggap sah apabila dihadiri oleh lebih dari setengah jumlah anggota, tetapi untuk beberapa kasus jumlah ini bisa disesuaikan denganAD/ART Koperasi.

 

2) Perangkat Organisasi Koperasi Pengurus

Pengurus koperasi adalah pemegang kuasa RA untuk mengelola koperasi, artinya pengurus hanya boleh melakukan segala macam kresi manajemen yang tidak keluar dari koridor keputusan RA. Pengurus merupakan pimpinan kolektif tidak berdiri sendiri dengan pertangungjawaban bersama. Biasanya pengurus yang tetrdiri atas beberapa anggota pengurus.

Menurut Leon Garayon dan Paul O. Mohn dalam bukunya “The Board of Directions of Cooperatives” fungsi pengurus adalah:

a) Pusat pengambil keputusan tertinggi

b) Pemberi nasihat

c) Pengawas atau orang yang dapat dipercaya

d) Penjaga berkesinambungannya organisasi

e) Simbol

 

Tugas dan Kewajiban Pengurus Koperasi adalah:

a) Pengurus bertugas mengelola koperasi sesuai keputusan RAT.

b) Untuk melaksanakan tugas pengurus berkewajiban:

1 Pengurus koperasi berkewajiban mengajukan proker

2 Pengurus koperasi berkewajiban mengajukan laporan keuangan dan pertanggungjawaban

3 Pengurus koperasi berkewajiban menyelenggarakan pembukuan keuanagn dan Inventaris.

4 Pengurus koperasi berkewajiban menyelenggarkan administrasi

5 Pengurus koperasi berkewajiban Menyelenggarkan RAT.

 

Wewenang Pengurus Koperasi adalah:

a) Pengurus berwenang mewakili koperasi didalam dan diluar koperasi.

b) Pengurus berwenang melakukan tindakan hukum atau upaya lain untuk kepentingan anggota dan kemanfaatan koperasi.

c) Pengurus berwenang memutuskan penerimaan anggota dan pemberhentian anggota sesuai ketentuan AD/ART.

Tanggung Jawab Pengurus koperasi

Pengurus koperasi bertanggungjwab atas segala upaya yang berhubungan dengan tugas kewajiban, dan wewenangnya.

 

3) Perangkat Organisasi koperasi Pengawas

Pengawas dipilh oleh RA untuk mengawasi pelaksanaan keputusan RAT dan juga idiologi. Tugas pengawas tidak untuk mencari-cari kesalahan tetapi untuk menjaga agar kegiatan yang dilakukan oleh koperasi sesuai dengan idiologi, AD/ART koperasi dan keputusan RA.

 

Tugas, kewajiban dan wewenang pengawas koperasi sebagai berikut :

a) Pengawas Koperasi berwenang dan bertugas melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan organisasi.

b) Pengawas wajib membuat laporan tentang hasil kepengawasanya dan merahasiakan hasil laporanya kepada pihak ketiga.

c) Pengawas koperasi meneliti catatan dan fisik yang ada dikoperasi dan mendapatkan keterangan yang diperlukan.

d) melakukan pemeriksaan terhadap tata kehidupan koperasi, termasuk organisasi, usaha-usaha dan pelaksanaan kebijaksanaan pengurus, serta membuat laporan tertulis tentang pemeriksaan.

 

Manajer
Peranan manajer adalah membuat rencana ke depan sesuai dengan ruang lingkup dan wewenangnya; mengelola sumberdaya secara efisien, memberikan perintah,bertindak sebagai pemimpin dan mampu melaksanakan kerjasama dengan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi (to get things done by working with and throughpeople). Ropke J ( 1988 )

Teori Tripartiet

 

Partisipasi Anggota yang efektif dipengaruhi oleh :

1. Kesesuaian antara Output program koperasi dengan kebutuhan dan keinginan ara anggotanya

2. Permintaan anggota dengan keputusan – keputusan pelayanan koperasi

3. Tugas koperasi dengan kemampuan manajemen koperasi

 

 

Keberhasilan perkembangan koperasi ditentukan oleh 3 faktor , Yaitu :

a) Partisipasi anggota

b) Profesionalisme manajemen

c) Faktor Eksternal


Tingkat Partisipasi Anggota
ditentukan oleh beberapa faktor , Yaitu :

a) Besarnya nilai manfaat pelayanan koperasi baik secara ekonomis maupun nonekonomi.

b) Karakter dan/ atau motivasi individu baik secara utilitarian maupun normative.

Faktor Yg Mempengaruhi keberhasilan koperasi dan partisipasi anggota

Bentuk – bentuk partisipasi anggota menurutHanel,A,1985, Adalah :

a) Sebagai pemilik, anggota berkewajiban untuk turut aktif dalam pengambilan keputusan, evaluasi dan pengawasan

b) Sebagai pemilik, anggota berkewajiban menyetorkan simpanan untuk memodali koperasinya

c) Sebagai pelanggan atau pengguna, anggota berhak dan sekaligus berkewajiban memanfaatkan pelayanan barang jasa koperasinya

 

III.         PRINSIP KOPERASI SEKUNDER

         Prinsip koperasi merupakan ciri khas dan jati diri koperasi yang membedakannya dari badan usaha lainnya :

1.   Keanggotaan koperasi bersifat sukarela dan terbuka.

2.   Pengelolaan dilakukan secara demokratis

3.   Pembagian selisih hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota

4.   Pemberian balas jasa terbatas terhadap modal

5.   Kemandirian, kemandirian mengandung pengertian dapat berdiri sendiri, tanpa tergantung pada pihak lain

6.   Pendidikan perkoperasian

7.   Kerjasama antar koperasi

 

Struktur Organisasi Koperasi Sekunder :

 

3.1.      BAGAIMANA SISTEM PELAKSANAAN RAPAT ANGGOTA DI KOPERASI SEKUNDER?

         Menghadiri rapat anggota dalam koperasi bagi setiap anggota adalah selain merupakan hak tetapi juga kewajiban.

         Untuk menghadiri rapat anggota koperasi primer tidak dapat mewakilkan kepada koperasi lain

         Setiap koperasi primer  mempunyai suara yang sama yaitu satu anggota satu suara dengan sistem perwakilan

         Bagi koperasi yang mempunyai anggota dalam jumlah besar, rapat anggota/rapat anggota tahunan dapat diselenggarakan melalui kelompok-kelompok mewakili koperasi primer

 


DEFINISI KOPERASI SEKUNDER :

         Koperasi yang terdiri dari gabungan badan-badan Koperasi Primer yang memiliki cakupan daerah kerja yang luas dibanding dengan koperasi Primer

         Koperasi Sekunder biasanya dibuat untuk efesiensi dan pemusatan. Cakupan wilayah Kabupaten, Kota, Provinsi dan Nasional

Menurut Sistem pembagian wilayahnya Koperasi Sekunder dapat dibedakan menjadi :

         Koperasi Pusat

Beranggotakan paling sedikit 5 koperasi primer

         Gabungan Koperasi

Beranggotakan minimal 3 koperasi pusat

         Induk Koperasi

Beranggotakan minimal 3 gabungan koperasi

 

Peran Koperasi Sekunder  :

         Sebagai jaringan dengan sekurang-kurangnya 3 anggota untuk menciptakan skala ekonomi dan posisi tawar dalam bisnis koperasi

         Untuk meningkatkan efesiensi, efektivitas dan mengembangkan kemampuan koperasi primer dalam menjalankan peran dan fungsinya

 

3.2.      Fungsi Koperasi Sekunder kepada Anggotanya :

         Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi anggota, pengurus, pegawai dan mereka yang ingin mengelola kegiatan usaha koperasi

         Mensinergikan jaringan usaha antar koperasi primer anggota nya

         Memberikan penguatan modal dan akses pemasaran diantara koperasi primer

         Memaksimalkan peran koperasi sekunder sebagai pemersatu anggota

 

 

         Berperan dalam intermediasi jika ada anggota yang kelebihan dana dan disalurkan kepada anggota yang kurang dana

 

KOPERASI SEBAGAI SISTEM TERBUKA  :

Kelangsungan hidupnya, organisasi koperasi sebagai sistem terbuka tidak dapat dipisahkan dari pengaruh dan ketergantungan, baik lingkungan eksternal seperti ekonomi pasar, sosial, budaya, pemerintah, teknologi dan sebagainya serta lingkungan di perusahaan, koperasi koperasi, kepentingan anggota.

 

Ø Peran Penting Koperasi Sekunder dalam Pemberdayaan Koperasi :

         Memberikan pembinaan dan pendampingan usaha kepada anggota (koperasi primer) misalnya pendampingan manajemen

         Memberikan diklat kepada anggotanya dalam memperkuat sdm koperasi sehingga mampu mengelola koperasi dengan baik

 

KOPERASI vs PERUSAHAAN

Koperasi dan perusahaan kapitalis pada dasarnya memiliki kesamaan meliputi:

1.   Koperasi dan perusahaan kapitalis adalah operasi otonom, telah berhasil mempertahankan dirinya dalam pasar yang kompetitif

2.   Harus berhasil menciptakan efisiensi ekonomi

3.   Harus mampu meningkatkan keuangannya

 

Ø KEWAJIBAN ANGGOTA KOPERASI SEKUNDER :

·        Aktif berpartisipasi dalam kegiatan usaha di lingkungan koperasi

·        Patuh pada ad/art dan segala keputusan bersama yang dilakukan dalam rat

·        Memelihara  dan mengembangkan asas kekeluargaan

 

 

 

 

ORGANISASI KOPERASI SEBAGAI SUATU SISTEM :

·        Merupakan salah satu sub-sistem dalam perekonomian.

·        Koperasi organisasi hanya sebuah elemen dari elemen-elemen lain dalam masyarakat yang satu dengan yang lainnya

·         Saling berhubungan,

·        Saling tergantung

·        Saling mempengaruhi

·        Merupakan integral dan kompleks

 

 

3.3.      PERAN KOPERASI SEKUNDER DALAM BISNIS :

n  Dalam kondisi sosial dan ekonomi yang sangat diwarnai oleh peran bisnis,

n   Mau tidak mau peran dan posisi koperasi dalam masyarakat akan ditentukan oleh perannya dalam kegiatan usaha (bisnis).

n  Peran kegiatan koperasi kemudian menjadi penentu bagi peran lain, seperti peran koperasi sebagai lembaga social

 

Strategi Pengembangan Usaha Koperasi Sekunder :

Mengembangkan kegiatan usaha koperasi dengan mempertahankan filosofi dan prinsip-prinsip koperasi

n  Beberapa koperasi dalam beberapa bidang usaha sebenarnya telah menunjukkan kinerja usaha yang sangat baik, bahkan telah mampu menjadi pemain kunci dalam bisnis yang bersangkutan.

n  Dalam koperasi tantangan adalah untuk terus mengembangkan usahanya dengan tetap menjaga prinsip-prinsip koperasi Indonesia

n  Dominasi dewan dalam melaksanakan kegiatan usaha dan koperasi yang membentuk PT (Perseroaan Terbatas) merupakan indikasi kurangnya kemampuan koperasi untuk mengembangkan usaha tetap menjaga prinsip kerjasama.

n  Jika kondisi ini tidak diantisipasi pada gilirannya mengaburkan tujuan pengembangan koperasi itu sendiri.

 

Bagaimana Meningkatkan Kapasitas Kempuan Koperasi Sekunder ?

Kemampuan koperasi: permodalan, pemasaran, dan manajemen, umumnya masih lemah.

         Sudah cukup banyak upaya pemerintah untuk mengatasinya, namun masih hanya parsial, tidak kontinyu, bahkan tidak sesuai dengan kebutuhan.

         Pendampingan dalam proses alami

         Pemberdayaan dan mengembangkan kemampuan koperasi sendiri tampaknya lebih tepat dan dibutuhkan.

 

3.4.      STRATEGI PEMBERDAYAAN KOPERASI SEKUNDER :

1.   MEREKRUT  ANGGOTA YANG BERKOMPETEN

·        Untuk membuat koperasi lebih menarik sehingga tidak kalah dengan badan usaha lainnya.

·        Dimulai dari keanggotaan koperasi itu sendiri

·        Rekrut anggota yang berkompeten dalam bidangnya.

·        Tidak hanya orang yang sekedar mau menjadi anggota

·        Cari anggota yang memiliki kemampuan dalam pengelolaan dan pengembangan koperasi.

·        Dibuat pelatihan bagi pengurus koperasi yang belum berpengalaman

 

2.   Meningkatkan Daya Jual Koperasi :

·        Untuk meningkatkan daya jual koperasi, buatlah koperasi lebih bagus lagi.

·        Membuat koperasi agar terlihat menarik supaya masyarakat tertarik ntuk membeli di koperasi

·        Koperasi pun memerlukan sarana promosi untuk mengekspose kegiatan usahanya agar dapat diketahui oleh masyarakat umum seperti badan usaha lainnya salah satu caranya dengan menyebarkan brosur dan membuat spanduk agar masyarakat mengetahuinya.

 

3.   Merubah Kebijakan Kelembagaan Koperasi :

·        Dalam kehidupan sosial-ekonomi masyarakat kebijakan pelembagaan koperasi dilakukan degan pola penitipan,

·        Menitipkan koperasi pada dua kekuatan ekonomi lainnya.

·        Merubah kebijakan tersebut agar koperasi dapat tumbuh secara normal layaknya sebuah organisasi ekonomi yang kreatif, mandiri, dan independen.

 

4.   Menerapkan sistem GCG :

·        Koperasi perlu mencontoh implementasi good corporate governance(GCG) yang telah diterapkan pada perusahaan-perusahaan yang berbadan hukum perseroan.

·        Implementasi GCG dalam beberapa hal dapat diimplementasikan pada koperasi.

·        Untuk itu, regulator, dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM perlu memperkenalkan secara maksimal suatu konsep good cooperative governance (disingkat juga dengan GCG) atau tatakelola koperasi yang baik

 

3.5.      KOPERASI  SEKUNDER MASA DEPAN :

         Koperasi Indonesia masa depan adalah sebuah bentuk koperasi yang mencirikan isi dari Pasal 33 UUD 1945, dimana koperasi akan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.

         Koperasi adalah wadah berlangsungnya kegiatan perekonomian yang dijalankan secara bersama-sama oleh masyarakat, memproduksi, memasarkan dan mengkonsumsi jasa dan produk koperasi.

         Koperasi masa depan adalah koperasi yang tangguh, yang mampu beroperasi Secara dinamis, Mandiri, Mampu menghadapi tantangan luar, Memiliki daya saing kuat,

         Sebagai salah satu sumber pertumbuhan dan pemerataan pendapatan yang semua didukung oleh manajemen modern dan dinamis

       

HARAPAN KITA KOPERASI  SEKUNDER KE DEPAN :

n  Dalam menghadapi situasi seperti ini, alternatif terbaik bagi usaha kecil termasuk koperasi adalah menghimpun kekuatan sendiri baik kekuatan ekonomi maupun kekuatan polotis untuk memperkuat posisi tawar dalam penentuan kebijakan perekonomian nasional.

n  Usaha kecil termasuk koperasi jumlahnya sangat banyak dan tersebar di seluruh wilayah nusantara sehingga jika disatukan akan membentuk kekuatan yang cukup besar.

n  Dengan ini diharapkan dapat memajukan koperasi sebagai salah satu sektor perekonomian di Indonesia.

n  Koperasi dapat bersaing di perekonomian dunia.

n  Koperasi di Indonesia dapat terus maju dan berkembang karena koperasi adalah salah satu badan usaha yang menyediakan fasilitas untuk masyarakat kecil dan menengah.

n  Semoga dengan ini dapat membangun koperasi yang lebih baik lagi.

 

 

Pantun

UNTUK KOPERASI SEKUNDER :

 

Kalau tuan ingin  beli celana dan baju

Jangan lupa keatasnya pake dasi

Kalau ingin hidup berkah dan maju

Mari tetap jaga dan besarkan Koperasi

 

Beli jamur dalam karung dibagi-bagi

Dimakan sama ikan sambil nyambel terasi

Sisa umur masih bingung untuk apa lagi

Kita curahkan semua untuk mengabdi di KOPERASI

 

 

 

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MINDSET KEWIRAUSAHAAN

  MINDSET KEWIRAUSAHAAN ... Oleh : Achmad Rosyad , SP, MM (kangahro.com)   “Kewirausahaan itu adalah sebuah Mindset” Kewirausahaan itu bukanlah sebuah status ataupun pekerjaan yang dilakukan sehari-hari, akan tetapi, adalah sebuah mindset . Itulah kenapa disebut dengan entrepreneurial mindset. Pola pikir ( mindset ) adalah cara memwirausaha ng terhadap sesuatu yang tertangkap oleh indra dan menghasilkan sikap yang terungkap dalam perilaku dan menghasilkan 'nasib'. Oleh karena itu, seringkali ditekankan kepada sikap mental seseorang dengan menjadi wirausaha. Atau bisa juga diartikan semacam filter diri sendiri untuk menafsirkan apa yang dilihat dan dialami. Pola pikir manusia bisa diubah, dari pola pikir yang negatif ke positif, pecundang ke pemenang, pekerja menjadi wirausaha. Pola pikir seorang wirausaha itu adalah pola pikir yang produktif, kreatif, inovatif karena pola pikir seperti inilah yang dibutuhkan oleh semua wirausaha untuk menjalankan suatu

Memelihara dan Meningkatkan Etos Kerja

Membangun,   Memelihara   dan Meningkatkan                                       ETHOS KERJA “Etos kerja dapat di artikan sebagai pandangan bagaimana melakukan kegiatan yang bertujuan mendapatkan hasil atau mencapai kesuksesan” Etos kerja sangat di perlukan oleh kita sebagai insan yang hidup di dunia ini yang   hanya menyediakan dua pilihan antara Mencintai pekerjaan atau Mengeluh setiap hari . Jika kita tidak bisa mencintai pekerjan , maka kita hanya akan memperoleh “5 – ng” : ngeluh, ngedumel, ngegosip, ngomel, ngeyel . Dalam urusan etos kerja, bangsa indonesia sejak dulu di kenal memiliki etos kerja yang kurang baik, sampai pada jaman pendudukan Belanda mereka menyebut kita dengan sebutan yang mengejek, in lander pemalas. Begitupun selama perjalanan bangsa ini salah satu faktor yang menyebabkan krisis multidimensi Indonesia sejak tahun 1997 adalah merajalelanya etos kerja yang buruk . Di bidang ekonomi, masyarakat lebih mengutamakan ekonomi rente daripada ek

AYO MEMBANGUN DAN MEMELIHARA JARINGAN USAHA KALAU MAU EKSIS BERBISNIS

Untuk mempertahankan bisnis, salah satu strategi yang harus dibangun adalah dengan mengembangkan/memperkuat jaringan (networking) usaha.  Dimana kita harus dapat bersinergi, berkolaborasi dan saling menjalin kemitraan dengan usaha lain, baik yang sejenis maupun usaha yang berbeda dengan tujuan untuk memperbesar akses dan penting bagi peningkatan kualitas layanan dan produktivitas usaha dengan berbagai kemungkinan yang dapat dijalankan sekaligus dikerjasamakan. Jaringan usaha yang harus dibangun adalah memiliki pengertian sebuah jalinan komunikasi dan kerjasama antar lembaga ataupun individu yang berorientasi pada profit untuk  mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dimana jaringan usaha memiliki esensi dalam kaidah-kaidah yang akan menghubungkan simpul-simpul usaha dari yang kita miliki yang akan dikerjasamakan dengan pihak lain, diantaranya bagaimana kualitas Kepemimpinan  yang akan melakukan kerjasama yang akan dibangun, tentunya harus memiliki sikap dan keputusan yang dapat dipe